Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
41.Kesal.


__ADS_3

-Mungkin kalian kesal kepada seseorang karena perlakuannya,tetapi aku berbeda aku kesal kepada matahari yang panasnya sangat menyengat.


Renata juga ikut membantu abang dan juga temannya Ciko memasukkan barang barangnya ke dalam bagasi.


" Ternyata barang barang abang cuman sedikit,ya."


Ucap Renata sambil menepuk nepukan tangannya yang kotor.


" Ya,barang abang emang cuman segitu.Memangnya barang barang kamu,pastinya banyak banget."


Kemudian Akhtar berbalik dan menepuk pundak Ciko.


" Lo jaga diri baik baik ya,nanti kita masih bisa bertemu saat bekerja."


" Lo jangan khawatir,gua pasti baik baik aja kok.Lo jagain aja tu ponakan lo,jangan sampai kenapa napa,karena gue lihat bakalan ada sesuatu yang terjadi."


" Kebiasaan lo kalo ngomong,jangan sok tahu taqdir dia belum tentu sama apa yang lo bilang."


Ciko hanya tersenyum kepada Akhtar.


" Gua beneran Tar,yaudah kalau gak percaya gak papa.Gua cuman ngingetin,ya jaga jaga aja."


" Ah udah deh,gua pergi dulu ya.Baik baik lo disini."


" Iya,hati hati lo di jalan."


Akhtar dan Renata memakai helmnya,mereka berangkat menaiki motor Akhtar dan membiarkan taxinya,karena mereka telah memberikan alamatnya.


Karena tanggung sudah akan pergi,Renata meminta izin kepada managernya untuk pulang lebih awal,meskipun jadwal pulangnya pukul 15.30,tapi bagaimana lagi dia sudah tidak sabar membawa abangnya ke rumahnya.


Akhtar mengantar Renata ke hotelnya untuk mengambil koper yang telah di siapkan oleh Renata,Akhtar menunggu di halaman hotelnya,sedangkan Renata masuk ke dalam hotel.


Saat Renata masuk,disana ada Rubi baru selesai mandi dan ketiduran di atas sofa.Renata melangkahkan kakinya dengan pelan,karena saat dia pulang dia tidak ingin Rubi tahu kalau Renata meninggalkannya.


Renata menarik kofernya dan berhasil membawanya keluar dari kamar hotel,Renata sangat terburu buru menaiki lift karena dia kasihan kepada abangnya yang sudah menunggunya di bawah.


" Sini kofernya,biar di selipin disini."


Renata memberikan kofernya kepada Akhtar,untung saja motor Akhtar itu motor matic jadinya tidak sempit untuk membawa barang.


Akhtar pun kembali mengendalikan motornya di jalan raya.


Renata sangat senang karena hari ini dan selamanya abangnya akan tinggal bersamanya,dia akan tinggal bersama orang yang menyayanginya dari waktu kecil.


" Ren,kamu punya pacar?."


Tanya Akhtar.


" Memangnya kenapa gitu,bang?."


" Enggak,abang cuman nanya aja sama kamu."


" Pacar mungkin aku punya,hehe."


" Kamu ya,ngapain pacaran,entar ujung ujungnya sakit hati lho."

__ADS_1


" Kalau jodoh mah kan enak,bang.Abang ini,gimana si."


" Iya itu kan kalau jodoh,kalau enggak gimana?."


Renata tidak menjawab lagi pertanyaan Akhtar,dia hanya menikmati sepanjang perjalanannya.


" Renata,kamu harus cerita sama abang ya,soal kamu di usir dari rumah."


" Iya."


Jawabnya dengan sangat pelan dan tanpa di dengar oleh Akhtar.


" Renata,jawab dong."


" Iya abang,kan aku udah jawab iya."


" Oh maaf gak kedengeran,hehe."


Setelah menempuh perjalanan satu jam,merekapun istirahat di suatu tempat yang sangat sejuk untuk di tempati.


Renata menunggu abangnya yang sedang membeli air minum,disana Renata membuka masker penutup wajahhnya dan mengambil beberapa foto.


Tanpa Renata sadari,ternyata ada beberapa orang yang memperhatikan Renata yang sedang asyik disana.


" Eh,bukannya itu Renata yang seorang model itu ya?,bener gak si?."


" Mana?."


" Itu tu,yang pakai baju moca."


" Yuk."


Ketiga orang itu pun menghampiri Renata.


" Permisi."


Renata langsung mengalihkan pandangannya kepada ketiga orang tersebut.


" Iya,ada apa?."


" Kakak,ini beneran kak Renata kan?.Renata yang model itu?."


Renata hanya menjawabnya dengan kedipan mata dan senyuman kepada mereka.


" Jadi benar,aaaaaaaa,,,,kak kakak tahu gak aku ini fans kakak.Boleh fotbar kali ya?."


" Boleh."


Renata meminjam handphone mereka dan mengambil beberapa foto bersama mereka.


" Wah,kak makasih ya waktunya."


" Iya,sama sama."


Ketiga orang itu pergi Akhtar pun datang.

__ADS_1


" Siapa mereka?,kelihatannya heboh banget."


" Biasa,yang minta foto."


" Oh iya ya,aku lupa kalau kamu itu seorang model.Ni,air buat kamu."


Renata menerima pemberian dari Akhtar dan meminumnya,saat sefang minum ternyata ketiga orang tadi masih memperhatikan Renata.Renata hanya menggelengkan kepala disaat melihat mereka.


Mereka mengira kalau Akhtar itu adalah pacar Renata,namun sayang mereka belum tahu kalau dia adalah abangnya.


Setelah puas beristirahat Mereka melanjutkan perjalanannya,karena pukul sudah menunjukkan 11.38.


Matahari sangat terik,membuat perjalan begitu tidak nyaman,Renata terus merengek kepada abangnya kalau dia kepanasan.


" Bang,panas berhenti dulu yuk."


" Nanggung Ren,udah mau nyampai ini lho."


" Tapi panas,ah."


" Sabar."


Kemudinan Akhtar menarik gas motornya,dan motornya melaju dengan sangat sangat cepat,membuat Renata yang di bonceng pun berpegangan kencang.


Renata dan Akhtar akan sampai di rumah kira kira sekitar pukul 13.45.


Singkat waktu,Renata dan Akhtar menunaikan shalat dzuhur di satu masjid,dan setelah itu mereka langsung berangkat lagi.


Perjalana mereka hanya tinggal 30 menit lagi,Renata sudah kesal dengan perjalanannya ini,karena dia sudah duduk di atas motor selama dua jam lebih.


Jalan demi jalan,waktu demi waktu telah mereka lewati dan akhirnya mereka pun sampai.


" Ke arah mana?."


" Kiri,cepet bang aku pengen cepet sampai."


" Iya iya."


Renata menyetopkan Akhtar disaat mereka sudah berada di depan gerbang.


Romeo penjaga gerbang rumah Renata plus suupir pribadinya membuka kan gerbanggnya dan kemudian Akhtar memasukkan motornya ke dalam.


Saat sampai Renata langsung turun dari motor dan membuka helmnya.


" Ayo bang,kita masuk."


Akhtar masih terdiam di atas motornya sambil melihat bangunan megah yang ada di depan matanya.


" Bang,ayo kita masuk."


Akhtar terperanjak kaget karena Renata menepuk pundaknya.


" Iya iya,ayo."


' Jadi ini rumah Renata,ternyata benar Renata benar benar sukses,buktinya dia sudah bisa membeli rumah sebesar ini dan juga mobil mobil mewah yang bagus.Aku tidak menyangka,kalau dia bisa sesukses ini sekarang.Renata memang anak genius,dari dulu dia selalu bisa memecahkan masalah dan ini semua adalah hasil pecahan dari semua masalahnya,semoga kamu sukses terus Renata dan bisa membuktikan kepada keluarga kamu,kalau kamu bisa berjuang tanpa bantuan mereka,aku sangat kagum sama kamu aku bangga sama kamu,orang tua kamu pasti menyesal karena sudah mengusir kamu dari rumah,kakak,kakak ipar lihatlah putri yang kalian sia siakan kini dia telah menjadi seorang wanita yang sangat sukses,pasti kalian akan menyesal ketika bertemu kembali dengannya.'

__ADS_1


Akhtar pun masuk ke dalam rumah bak istana itu,mulai sekarang dan seterusnya Akhtar akan tinggal di rumah megah milik keponakannya itu.


__ADS_2