Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
35.Jalan jalan.


__ADS_3

-Ketika hati dan pikiran sedang hancur,disitulah kita membutuhkan represing.


Di pukul empat pagi Renata sudah bangun dari tidurnya,Renata membersihkan seluruh ruangan yang ada di rumah itu.Renata sudah biasa melakukannya sendiri,nahkan dia suka bangun lebih awal dari jam empat,seperti jam 3.


Renata selalu menyapu dan mengepel seluruh lantai rumahnya,dari mulai lantai atas hingga lantai bawah.Ketika adzan subuh sudah berkumandang,dirinya selalu mengawalkan shalatnya.Renata tidak perlu satu jam untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya,terkadang dia hanya menghabiskan waktu lima belas sampai tiga puluh menit.


Setelah selesai shalat,Renata duduk di sofanya sambil memainkan handphone.Renata menyandarkan kepalanya di sandaran kursi,perlahan lahan mata Renata mulai tertutup dan Renata pun tertidur di sofa.


Renata sampai tidak sadar kalau sahabatnya Lucy meneleponnya beberapa kali.


" Renata kemana si,kenapa teleponnya gak di angkat."


Lucy mencobanya satu kali lagi,namun tetap saja tidak ada jawaban dari Renata.


" Kamu telepon siapa si nak,pagi pagi begini?."


Tanya ibu yang menghampiri Lucy.


" Ini bu,aku telepon Renata,tapi dia gak jawab jawab teleponnya.Dia kemana,ya?."


" Mungkin dia masih tidur,atau lagi gak pegang handphonenya."


" Enggak bu,Renata suka bangun lebih awal.Gak mungkin dia masih tidur."


Lucy mencoba untuk menelepon Renata ke sekian kalinya,namun lagi lagi tidak ada jawaban dari Rena


" Lho,itu mobil siapa?.Kenapa ada mobil di halaman rumah kita?."


Tanya ibunya ketika melihat satu unit mobil berwarna biru terparkir di halaman rumahnya.


" Ibu,gak tahu itu mobil siapa?."


" Enggak,ibu gak tahu."


" Ibu,itu mobilnya Renata.Semalam dia titipin mobilnya sama aku buat di bawa pulang,karena semalam dia datang ke kafe dan dia di jemput sama pacarnya."


" Oh mobilnya Renata,anak itu benar benar baik.Kamu jangan sampai lho sakitin dia,Renata itu anak baik,sopan,cerdas kamu jangan sampai sakitin dia."


Ibunya mengakui kalau Renata itu anak yang baik,sopan dan juga cerdas,serta dia tidak ingin putrinya itu mengecewakan Renata.


" Iya bu,lagian aku gak bakalan kok sakitin dia."


Hari pun telah menunjukan pukul enam pagi,Renata masih terlihat tertidur di sofanya,sedangkan Lucy dia sudah siap untuk berangkat menuju rumah Renata.


" Bu,Lucy berangkat dulu ya."


" Kamu minum dulu obat,jangan lupa ya."


" Iya,aku udah minum kok.Aku berangkat,assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam."


Lucy pun pergi menuju rumah Renata menggunakan mobil milik sahabatnya itu.

__ADS_1


" Renata kemana si,sampai sekarang di belum telepon aku balik,di chat cuman ceklis dua abu."


Lucy mulai mengkhawatirkan sahabatnya itu,karena dia tak kunjung membalas chat atau pun telepon darinya.


Sesampainya di rumah Renata,Lucy memasukkan mobilnya ke halaman rumah Renata yang luas,tidak lupa dia memberi sapaan kepada satpam yang menjaga gerbang rumahnya.


" Pagi,pak."


" Pagi juga,non Lucy."


Lucy berjalan menuju pintu awal dari rumah itu,karena sudah menganggap rumahnya sendiri Lucy pun tanpa ragu masuk ke dalam rumah sahabatnya.


" Assalamu'alaikum,Renata kamu dimana?."


Lucy berjalan ke ruangan yang biasa Renata tempati,ternyata benar saja Renata berada di ruangan itu.


Lucy mendekatinya berusaha untuk membangunkannya.


" Renata,bangun."


Renata hanya sesikit bergerak tanpa membuka matanya.


" Renata,bangun.Katanya mau jalan jalan,ini aku udah siap."


Akhirnya Renata pun membuka matanya,dia terkejut karena sudah ada Lucy di sampingnya.


" Lucy,kamu kok ada disini?.Ada apa?."


" Kok kamu gitu si,katanya mau jalan jalan,tapi lihat kamu baru aja bangun."


" Jalan jalan?,oh iya aku lupa,tadi aku ke tiduran maaf maaf."


" Yaudah gih,kamu siap siap sana aku tungguin disini."


Renata menarik tangan Lucy,dia membawanya ke lantai atas,yang mana di lantai atas itu ada kamar Renata.


" Aku udah mandi tadi,aku tinggal ganti baju dan cuci muka."


" Yaudah,aku tunggu disini."


Disaat Renata sedang sibuk bersiap,Lucy melihat barang barang Renata yang ada di dalam lase.


" Wah,ini tas baru ya Ren?,bagus banget."


" Iya itu tas aku yang baru,kemarin aku di kasih sama Aidan."


" Bagus banget,pasti harganya mahal."


" Soal harga aku gak tahu,oh iya ,aku juga punya sesuatu buat kamu."


" Sesuatu apa tu?,jadi penasaran."


" Lihat aja nanti,ayo kita pergi aku udah siap.Kunci mobilnya ada sama kamu kan?,kamu bawa mobil aku kesini kan?."

__ADS_1


" Iya aku bawa,ni."


Renata mengambil kunci mobil yang ada di tangan Lucy,lalu mereka berdua pun pergi.


" Kamu udah makan kan?,Lucy."


" Udah dong,dari subuh aku udah di suruh makan sama ibu,aku tu jadi serasa anak paling manja."


" Seharusnya tu kamu bersyukur,punya orang tua yang peduli sama kamu,yang perhatian sama kamu."


' Audh,aku salah ngomong gak ya.Aku jadi gak enak sama Renata,kalau bahaa ornang tua kayak gini.Maafin aku Renata,jika aku udah nyinggung perasaan kamu.'


Hari ini adalah hari ulang tahun Lucy,jadi Renata akan mengajak Lucy ke tempat yang dia mau,namun Lucy bekum menyadarinya kalau hari ini adalah ulang tahunnya.Renata sudah menyiapkan satu kejutan yang mungkin akan membuat sahabatnya sangat bahagia.


" Kamu sekarang mau kemana?."


Tanya Renata kepada Lucy,yang mana peetanyaannya itu langsung membuat Lucy kebingungan


" Maksudnya?,kok kamu tanya aku?."


" Ya,aku tanya kamulah.Siapa tahu kamu mau kemana gitu,biar tujuan kita kesana."


" Kemana aja deh,yang penting bisa membuat kamu bahagia."


" Kok gitu si,kan aku nanya sama kamu."


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi ke tempat yang mungkin akan membuat mereka berdua happy.


Renata dan Lucy telah sampai di tujuan,mereka hanya menghabiskan waktu selama dua jam,karena tempatnya itu lumayan jauh,jadi mereka pun harus memakan waktu selama itu.


" Ni,uang buat bayar karcisnya."


Renata menolak uang yang Lucy berikan kepadanya.


" Kenapa?,kita berdua jadi aku juga harus bayar."


" Gak perlu,udah simpan aja uang kamu.Biar aku yang bayar ya."


Hari ini Renata juga akan meneraktir sahabatnya.


" Tapi aku gak enak sama kamu,aku serasa terus nyusahin kamu."


Renata hanya tersenyum kepada Lucy,laku dia menggandeng pundak sahabatnya dan membawanya masuk ke tempat tersebut.


" Renata,kamu kebiasaan deh.Aku kan lagi bicara sama kamu,tapi kamu.."


Ucapa Lucy langsung terhenti ketika satu jari Rebata menempel di bibirnya.


" Sssst,kamu jangan berisik.Kamu tahu kan,aku gak suka sama orang yang nolak peemintaan aku."


Lucy pun terpaksa menuruti apa kata sahabatnya itu,dan melakukan apa yang dia minya.


" Oke oke,iya aku mau."

__ADS_1


Renata pun membayar karcisnya,dan masuk ke area wisata tersebut.Renata harap,hari ini Lucy bisa di bahagiakan olehnya.Dia ingin menjadikan hari ini,hari yang special untuk Lucy.


Bersambung.


__ADS_2