
" Kakak maunya apa si?,kenapa dia gak puas puas nyakitin aku dari dulu dampai sekarang?,ada dendam apa si dia sama aku?,kayaknya dia tu gak bisa lihat aku bahagia dikit aja.Ya allah,kenapa gini amat si,punya kakak.".Renata pun menyeka air matanya yang sempat menetes ke atas pipinya.Setibanya di rumah,Renata langsung masuk dan menuju kamarnya,dia tidak menyadari bahwa sedari tadi ada abangnya yang mengawasinya,sampai sampai abangnya itu sadar bahwa lehernya terdapat perban.
" Leher kamu kenapa?,kok bisa di perban layak gini?.Kenapa?."." Aduh,abang.Gak usah lebay deh,ini cuman luka biasa.".Renata berusaha menghindari abangnya yang sangat kepo itu.
" Biasa apanya,kalau biasa mana ada leher kamu di perban.".Rebata pun menarik nafas dan menjelaskan apa yang telah terjadi." Jadi gini,tadi Rena mau bantu bantu masak di kafe,tiba tiba pas Rena lagi motong sayur leher Rena gatel,terus Rena garuk sambil megang pisau,dan ini yang terjadi."." Makanya,lain kali hati hati.Kalau mau garuk garuk simpan dulu pisaunya,yaudah gih kamu istirahat ya.".Renata mengangguk dan pergi menuju kamarnya." Untung aja,abang percaya.Huuft."
" Masa iya Renata terluka sama pisau,kayaknya gak mungkin deh.Coba deh aku tanyain.".Akhtar mencari kontak sang ke kasihnya yang kebetulan bekerja di kafe Renata." Halo,sayang.Aku mau nanya,apa bener Renata lehernya terluka karena pisau?.".' Hah,emang iya?.Tapi kok Renata berbohong sama abangnya ya?,mungkin ada satu alasan di balik itu,lebih baik aku mengiyakannya.'
" Iya,katanya si gitu.Aku gak tahu kejadiannya gimana,yang jelas leher Renata terluka.".Jawabnya pura pura tidak tahu." Eh,kamu lagi kerja ya?.Kalau gitu kembali kerja aja ya,semangat sayang.".
Di depan kaca,Renata sedang berdiri dan memperhatikan perban di lehernya.Dia masih tidak menyangka dengan apa yang kakaknya lakukan,di hadapan banyak orang pun dia berani melakukannya apa lagi kalau Renata sendiri,mungkin akan lebih dari itu." Untung aja,mereka hidupin sirine polisi.Kalau enggak,mungkin aku udah meninggal saat itu juga.Soalnya ini juga lukanya lumayan dalem,emang ya punya kakak gila amat.".Kemudian Renata keluar dari kamarnya dqn turun ke bawah,untuk membicarakan sesuatu bersama abangnya.
" Bang,lagi ngapain?.".Renata menghampiri Akhtar yang berada di ruangan tengah." Enggak lagi ngapa ngapain.".Akhtar pun menutup laptop yang ada di pangkuannya." Gini lho bang,Renata ada rencana.Gimana kalau kita cari ART,soalnya semakin kesini Renata makin sibuk,jadi kayaknya rumah gak akan ke urus."." Kan dari dulu abang maunya kayak gitu,tapi siapa yang nolak?,kamu kan."." Hehe,,kan dulu Renata gak sibuk sibuk amat,jadi gak kepikiran.Kalau gitu,abang yang nyariin ya.".Ucap Renata seraya merangkul tangan abangnya." Ihh,kok abang?.Harusnya kamu dong,kan cuman kamu yang bisa nyari mana yang baik,mana yang jujur,mana yang bisa urus rumah dengan sebaik baiknya.".
" Tapi Rena maunya abang yang cari,tapi kalau abang gak mau yaudah deh gak papa biar Rena aja."." Jangan sedih dong,senyum.Ini kan demi kebaikan kita juga ya,gini aja,nanti abang temenin nyari nya,oke.".Renata pun menganggukkan kepalanya,dan menyetujui sarannya.Seketika itu handphone Akhtar berdering,dan terlihat di layar handphonenya nama Sayang.Renata langsung membelalakan matanya,tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.Lalu Akhtar dengan cepat mengambil handphonenya,dan mematikannya.
__ADS_1
" Sayang?,wah siapa tu?.".Dengan rasa panik Akhtar pun mengantongi handphonenya.
" Siapa?,enggak bukan siapa siapa.Awas,ah.".
" Jawab dulu bang,itu siapa?.Pacar abang kan,kasih tau dong siapa,biar Rena bisa kenalan.".
" Enggak,gak ada gak ada.Dia bukan siapa siapa,kok.".Renata hanya tertawa melihat pipi Akhtar yang tiba tiba memerah,san Akhtar berlalu pergi ke kamarnya.' Kira kira siapa ya pacar bang Akhtar?,kayaknya tu aku gak boleh tau.'.
" Untung aja,kok dia telepon si,bikin aku panik aja,untung Rena gak angkat teleponnya.".Kemudian Akhtar membuka beberapa pesan yang masuk dari kekasihnya.
Maaf aku udah bohong,sebenarnya luka Rena bukan karena pisau pas lagi masak.Cuman tadi ada kejadian di kafe,luka Rena itu di karenakan seorang perampok yang berhasil lukain lehernya.
Hah kok bisa?,jadi Rena bohong sama aku?.Kenapa tadi kamu ikut berbohong si?,padahal tinggal jujur aja.
" Siapa ya perampok itu?,kok bisa sampai lukain lehernya.Gila banget si itu,gak bisa di biarin,aku harus tanyain langsung sama Rena.".Akhtar kembali keluar kamar dan mencari keberadaan Renata." Ren,Rena.Kamu dimana?.".Akhtar mencari Renata di tempat terakhir mereka berbicara,namun Akhtar tidak menemukan siapa pun disana.Dia pun berjalan menuju dapur,karena dia mendengar suara dari sana.
__ADS_1
" Ternyata disini,lagi ngapain?."." Ini Rena,lagi bikin jus,abang mau?".Akhtar menarik satu kursi dan mendidukinya." Ren,kamu bisa kesini?.".Setelah menuangkan jus ke dalam gelas,Renata pun menghampiri abangnya dan menarik satu kursi lalu duduk saling berhadapan." Kamu bohong ya,sama abang?.".Renata menyergitkan alisnya,dia tidak mengerti dengan apa yang abangnya katakan.
" Maksud abang?,bohong apaan?."." Sekarang abang udah tau,kalau luka yang ada di leher kamu itu bukan karena saat masak,tai karena perampok yang dayang ke kafe kamu,iya kan?.".
' Hah,kok abang bisa tau si?.Tau dari mana dia?'.
" Jawab Ren."." Mmm,iya bang.Maaf Rena udah bohong sama abang,tapi abang tau dari mana?.".
Akhtar hanya menatap Renata dengan perasaan kecewa,karenaRenata tidak jujur sepenuhnya kepadamya." Abang kecewa sama kamu Ren,kenapa kami gak jujur sama abang?.".Renata dia bingung harud menjawab apa,ketika melihat abangnya yang sudah kecewa kepadanya.
" Rena,Rena gak mau bikin abang khawatir aja.".Renata mulai menundukan kepalanya dan memainkan jarinya." Justru dengan kamu berbohong Ren,dengan kamu berbohong abang akan semakin khawatir.Kamu gak jujur,dan kamu tau kan bohong itu dosa.Jangan di biasain ya,abang sayang sama kamu,abang gak mau kamu terluka.Mulai sekarang jangan bohong bohong lagi ya,abang gak suka.".
Akhtar pun beranjak dari tempat duduknya dan berlalu pergi meninggalkan Renata sendiri disana.Renata menghirup nafas beratnya,dia tidak percaya ternyata Akhtar bisa tahu kejadian yang sebenarnya,dan alasan Renata itu menjadi sia sia.Kemudian Renata meneguk jus buatannya sampai setengah gelas,dan Renata juga ikut pergi dari sana.Sekarang Renata berniat untuk mencari seseorang yang akan di pekerjakan di rumahnya sebagai Art.
Bersambung.
__ADS_1