
-Merawat orang sakit adalah sebaik baiknya amal soleh,maka dari itu rawatlah orang baik dengan sebaik baiknya.
Setelah selesai makan Renata memberikan obat kepada Akhtar,dan Akhtar langsung mengambilnya tapi sepertinya dia agak ke susahan.
" Sini,biar Rena aja yang pegang minumnya."
Saat Akhtar sudah memasukkan obat ke dalam mulutnya Renata pun membantu Akhtar untuk bisa meminum airnya dan menenggelamkan obatnya ke dalam perut Akhtar.
" Kenapa si,bisa kayak gini?.Pasti abang gak hati hati ya,bawa motornya."
" Abang hati hati kok,cuman orang yang nabrak abangnya aja yang gak hati hati."
" Emang ceritanya gimana?,ceritain."
Flash back on.
Akhtar sedang menunggu jalan kosong untuk bisa menyebrangkan kendaraannya ketika dia akan pulang menuju rumah,namun disaat Akhtar sudah berada di tengah tengah jalan tiba tiba saja ada motor yang sangat ngebut saat itu,sampai sampai motor Akhtar terlempar dan tangan Akhtar yang satu menahan ke aspal sehingga tangan dari kemeja nya pun sobek.
Tidak hanya Akhtar saja,pengguna sepeda motor yang menabraknya pun terlempar hanya saja dia tidak terluka.
" Ya ampun,anda tidak kenapa napa kan?."
Saat itu Akhtar terlihat sedang menahan kesakitan dan memegangi tangannya yang berdarah.
" Kalau gitu kita ke rumah sakit aja,ya."
" Pak,tolong carikan taxi."
Orang itu meminta bantuan kepada orang orang yang berkerumun melihat kondisi Akhtar.Setelah mendapatkan taxi,orang tersebut langsung membawa Akhtar ke rumah sakit karena dia tidak ingin orang tang tertabraknya kenapa napa.
Flash back off.
" Jadi gitu ceritanya,tapi dia bilang dia akan kesini lagi buat jenguk abang dan sekaligus bayar uang administrasinya."
" Tapi serius kan,abang gak kenapa napa?."
" Enggak kok,abang baik baik aja.Besok juga udah di izinin pulang sama dokternya."
Dikarenakan hari sudah hampir sore,Lucy pun menghampiri Akhtar dan Renata,karena dia harus segera pulang dan menemani ibunya di rumah.
" Renata,aku harus segera pulang,soalnya udah mau sore."
" Oh,iya."
" Bang Akhtar,cepat sembuh ya,jangan jadi baby besarnya Rena,haha."
" Kamu ada ada aja,Cy.Yaudah sana pulang tapi hati hati,ya."
Lucy pun pergi dari ruangan sana,dia temani oleh Renata karena Renata akan memesankan Lucy taxi sekaligus memberikan baju baju yang telah dia beli untuknya.
__ADS_1
" Lucy,sini dulu."
Lucy menghampiri Renata yang berada di dekat mobil.
" Ada apa?."
" Ini ambil,bukannya ini yang tadi kamu mau kan?,masa aku yang harus bawa si."
" Ehh,iya lupa.Btw makasih ya teraktirannya,sering sering dong kayak gini."
" Oke siap,entar aku beliin baju buat kamu tiap hari."
" Haha,,enggak aku bercanda Ren,ya ampun.Yaudah aku balik dulu ya,soalnya kasihan ibu sendiri di rumah."
" Eh tunggu,aku udah pesan taxi online buat kamu,tapi kayak nya udah datang,yuk kita cek kesana."
Renata dan Lucy pergi ke depan rumah sakit,dan ternyata taxi yang Renata pesan untuk Lucy telah tiba.Renata memberikan ongkosnya kepada supri taxi tersebut.
" Pak,hati hati ya bawa mobilnya.Soalnya dia adalah sahabat baik saya,jadi bapak harus hati hati bawa mobilnya."
" Siap Mbak,pasti hati hati."
Saat taxi melaju Lucy melambaikan tangannya kepada Renata dan Renata juga melanbaikan tangannya kepada Lucy.
***
" Suster,biar saya aja yang pegang."
Kemudian suster tersebut memberikan nampan yang berisikan makanan,dan tidak jadi memberikannya kepada Akhtar.
" Kalian suami istri,ya?."
Tiba tiba saja suster menanyakan hal seperti itu kepada Renata dan Akhtar,dan dengan repleks Renata menjawab.
" Bukan sus,bukan,kita bukan suami istri,kita cuman sodara beliau abang saya dan saya adiknya."
" Oh sodara,saya kira kalian suami istri,soalnya Mbak perhatian banget sama kakaknya."
" Suster ini,ada ada aja."
" Kalau begitu,saya pamit ya Mbak."
" Iya silahkan,sus."
Renata pun melihat ke arahnya sambil tersenyum.
" Tuhkan bang,abang dengerkan apa yang barusan suster bilang?.Jadi kapan ni abang beristri?,cepetlah bang Renata udah gak sabar punya Aunty."
" Gak tahu,yang penting sekarang abang lapar,cepat suapin abang."
__ADS_1
" Ya allah,manja banget si.Kalau gak lagi sakit malas banget suapinnya,di karenakan lagi sakit terpaksa deh suapin."
" Kalau gak ikhlas,gak ridho sini biar abang aja makan sendiri."
Akhtar sebenarnya bisa makan dengan tangannya sendiri hanya saja Renata terlalu memanjakannya.
" Yaudah iya,Rena ikhlas,ridho lillahita'ala."
" Lagian ya,siapa juga yang nyuapin kamu waktu sakit?,siapa yang kompres kamu lagi sakit?,siapa?."
Jika seperti ini dengan mudahnya Renata juga bisa membalikkan fakta kepada Akhtar.
" Tuh kan,abang juga gak ikhas kalau gini mah bang.Gini ya,aku ingat satu kata kata dari pepatah bukan sabar jika masih ada batas dan bukan ikhlas jika masih di ungkit.Buktinya abang masih mengungkitnya sekarang,berarti jelas abang gak ikhlaskan lakuin semua itu sama Renata?."
Akhtar hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal,Akhtar kira ponakannya itu tidak sebijak itu,eh ternyata sekarang malah dia yang terkalahkan.
" Iya iya,maafin abang.Abang ikhlas kok,ikhlas,ridho lillahita'ala."
" Gitu dong,kan jadi mau nyuapinnya."
Renata pun menyuapi Akhtar sampai semua yang ada di nampan itu habis termakan olehnya.
" Sakit atau lapar ni,sampai bersih kayak gini."
" Eh,,,bukan gitu,tapi biar cepat sembuh."
" Ah udah udah,pada dasarnya semua alasan tetap sama."
Akhtar berniat mejawab perkataan Renata,namun disaat dia membuka mulutnya Renata langsung memasukkan obat pahitnya ke dalam mulut Akhtar,Akhtar langsung membawa air minum yang ada di dekatnya dan langsung meneguknya.
" Gila kali ya,masukin obat secara tiba tiba."
Renata pun memeluk Akhtar dengan sangat hangat,dia ingat kalau dia sudah berbuat dzolim kepada orang yang sedang sakit.
" Mmm,,,maaf,maafin Rena karena udah dzolim sama abang yang lagi sakit,maaf ya."
" Iya iya,abang udah maafin kok.Sekarang kamu tidur,udah malam ni."
" Iya nanti Rena tidur,abang aja duluan,abangkan harus istirahat,gak boleh tidur terlalu malam."
Renata pun membantu abangnya memakaikan selimbut yang menutupi tubuhnya sampai dada.
" Rena,makasih ya udah rawat abang hari ini.Maafin abang,karena abang selalu nyusahin kamu."
" Ngapain abang berterimakasih,ini udah jadi tanggung jawab Rena kok buat ngerawat keluarga Renata,abang juga kan keluarga Rena,jadi Rena harus rawat abang sebaik baiknya,lagian ya merawat orang yang sedang sakit itu adalah sebaik baiknya amal soleh."
Kemudian mereka pun mengakhiri pembicaraannya dan tidur di tempat masing masing.
Bersambung.
__ADS_1