Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
54.Mall.


__ADS_3

-Ketika rindu sudah menjadi candu,izinkanlah untuk bertemu.


" Aku mau bawa kamu ke mall,pokoknya kita harus belanja biar kamu happy,ya."


Renata hanya tersenyum kepada Lucy,apapun yang akan Lucy lakukan dia akan menyetujuinya.


" Oke terserah kamu,yang kamu bisa hibur aku aja hari ini."


" Ya pastilah bestie,kau tu gak mau lihat kamu sedih apa lagi kalau kamu sampai sakit kayak kemarin."


" Enggak kok,sekarang aku gak akan sedih lagi.Aku mau lupain dia,sekarang dia udah jadi suami orang."


Lucy pun menggenggam tangan Renata dan mengelusnya.


" Kamu pasti bisa lupain dia,kan kamu gak mau jadi orang ke tiga yang mau rusakin hubungan orang."


Siap tak siap,Renata harus melupakan Aidan.Karena sekarang Aidan sudah menjadi suami orang lain dan Renata sama sekali tidak ingin menjadi orang ketiga diantara hubungan Aidan dan istrinya.


Sekaran mereka berdua sedang berada di tengah kemacetan,macet saat itu sangat panjang mungkin di karena hari ini adalah hari minggu jadi banyak kendaraan yang keluar.Renata dan Lucy harus sabar menunggu untuk keluar dari ke macetan,entah apa penyebab kemacetannya sampai macetnya panjang seperti itu.


Waktu demi waktu pun berjalan,kini mereka sudah terbebas dari ke macetan dan mereka sudah sampai di mall.Lucy menarik tangan Renata membawanya masuk ke dalam mall dan langsung menaiki eskalator.


" Kamu mau beli apa?,baju?,tas?,sepatu?,skincare atau apa?."


" Kayaknya kita beli baju dulu,kamu gak usah keluarin uang kamu ya Cy,biar aku aja yang bayar semuanya dan kamu bebas mau beli apapun yang kamu mau."


" Enggak enggak,aku punya uang kok jadi aku mau pakai uang aku sendiri."


Sekarang bagian Renata yang menarik tangan Lucy.


" Udah pokoknya kamu gak boleh nolak,titik gak pake koma."


" Tapi,Ren."


" Udaj ikut aja,ayok."


Renata dan Lucy membeli baju couple,karena mereka belum pernah membeli baju samaan,jadi hari ini mereka membeli beberapa baju couple.Di saat Renata sedang memilih milih baju,disaat itu dia ke hilangan Lucy.


" Yang ini cocok gak?,lho Lucy kamu kemana?.Dia kemana si,tiba tiba ngilang?."


Renata pun mencari ke beradaan Lucy di sekitar sana,karena Lucy tidak akan pergi terlalu jauh dari sana.


" Hah,kamu ngapain disini?."


Renata sedikit tertawa ketika melihat Lucy yang sedang menggandeng tangan patung.


" Ini,aku lagi selfi sama ayang."

__ADS_1


" Ya allah Cy,kamu ada ada aja.Ayo sini,kita belum selesai lho."


" Iya iya."


Mereka pun kembali memilih baju yang akan mereka beli,dan setelah itu mereka membayarnya ke kasir.


" Wah banyak banget ini,sini biar aku aja yang bawa semuanya."


" Cy,ini banyak nanti kamu malah kewalahan,udah biar aku bawa sebagian kamu juga sebagian."


" Oke,deh."


Dan saat ini mereka bingung mau membeli apa lagi,karena tangan mereka sudah penuh dengan paper bag belanjaan di tangannya.


" Aku lapar,makan yuk."


Ajak Lucy kepada Renata.


" Ayo,kamu mau makan apa?."


" Kayaknya,aku mau makan ramen aja."


" Oke,kalau gitu kamu duluan aja,kayak masih ada yang harus aku beli,nanti aku nyusul."


" Bener ya nyusul,aku tungguin disana."


Saat Renata akan pergi dari sana,saat itu Renata melihat seseorang yang sangat sangat dia kenal.


" Ayah dan ibu,ada disini."


Renata terdiam melihat kedua orang tuanya,dia sangat bahagia bisa melihat sosok orang yang selalu dia rindukan.


' Ya allah,ternyata mereka terlihat bahagia,mereka baik baik saja.Aku sangat ingin menghampiri mereka,tapi aku takut mengganggu mereka lebih baik aku melihat mereka dari sini.'


Melihat dari kejauhan pun Renata sudah bahagia melihat mereka,karena jika dia menghampirinya dia takut merusak ke bahagiaan mereka,karena dia sadar kalau dia adalah anak yang paling buruk dimata orang tuanya.


Saat Renata sedang memandang mereka,tiba tiba ibunya juga melihat ke arahnya.Renata langsung memalingkan wajahnya,dia bingung harus melakukan apa dan dia takut di hampiri oleh orang tuanya.


" Renata."


Ayah menyergit ketika ibunya menyebutkan nama Renata.


" Renata?,ada apa bu?."


" Itu Renata kan,yah?."


Ibu menunjuk Renata yang berdiri jauh disana.

__ADS_1


" Iya benar,itu Renata."


Renata pun berniat untuk menyusul Lucy yang sudah menunggunya di tempat makan,dia pun memutar arah dan pergi dari tempat tersebut.


Dan saat melihat Renata akan pergi,ibu pun berlari ingin menyusul Renata dan saat jaraknya sudah dekat ibu berhenti dan memanggil nama Renata.


" Renata!."


Renata menghentikan langkah kakinya,dia heran kenapa ibunya menyusulnya,biasanya ibunya itu mengabaikannya.Renata bingung saat itu,apakah dia harus berbalik dan memeluk ibunya atau tetap akan pergi menemui Lucy.


" Renata,itu kamu kan nak?.Ibu sangat rindu sama kamu,kamu kapan pulang ke rumah?."


Renata pun memutar tubuhnya lalu dia berlari dan memeluk ibunya.


" Kamu apa kabar sayang?,kamu kemana aja selama ini,ibu sangat rindu sama kamu."


Renata pun menangis di pelukan ibunya,akhirnya dia di pertemukan bersama ibunya dan sepertinya ibunya telah berubah.


" Maafin ibu ya,dulu ibu sering sakitin kamu,udah usir kamu dari rumah,selalu pilih kasih sama kakak kamu,maafin ibu ya nak maafin ibu sayang,ibu menyesal udah usir kamu dari rumah."


Ibu pun melepaskan pelukannya,dia menghapus air mata Renata dan menatap wajah cantik putrinya yang sangat dia rindukan.


" Aku rindu sama ibu,aku minta maaf ya bu,aku banyak salah sama ibu."


Tidak lama dari situ ayahnya menghampirinya.


" Renata."


" Ayah."


Renata memeluk ayahnya dengan sangat erat,kini semua kerinduan yang tersimpan selama ini telah terobati,Renata dan kedua orang tuanya bertemu di mall.


" Ayah minta maaf ya sayang,ayah banyak sekali salah sama kamu,aya nyesel udah memperlakukan kamu dengan buruk,selalu marah marah sama kamu maaf ya sayang."


" Renata juga minta maaf sama ayah,Renata belum bisa bahagiain ayah,Renata belum bisa menjadi anak yang terbaik buat ayah."


Karena tidak ada menyusul,Lucy pun kembali ke tempat dimana dia berpisah dengan Renata,saat sampai disana Lucy pun melihat pemandangan yang sangat mengharukan,yaitu melihat Renata sedang berpelukan dengan ayahnya.


" Hah,itu orang tua Renata,ya ampun Renata pasti senang banget ketemu sama mereka,jadi terharu lihatnya."


" Kamu sehatkan,nak?."


" Iya aku sehat yah,gimana kabar ayah sama ibu?."


" Ayah sama ibu baik kok,nak."


Ayah dan ibunya kembali memeluk putrinya yang sangat mereka rindukan dan sangat mereka tunggu kepulangannya ke rumah.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2