
-Kebahagiaan itu yang kita inginkan setelah seseorang yang awalnya membenci kita menjadi sangat menyayangi kita.
" Ren,kaki kamu juga sakit?."
Tanya Lucy setelah membatu Renata ke pisisinya.
" Banget,kaki aku sakit banget tadi.Makasih ya udah mau bantu aku."
" Ngapain berterimakasih,orang ini udah jadi tugas aku kok sebagai sahabat kamu."
Lucy sangat ingin bertanya tentang semuanya kepada Renata ,hanya saja susuter telah menegaskannya bahwa dia jangan terlalu banyak mengajak Renata mengobrol.
Salah satu suster tadi datang ke ruangan Renata dengan membawa sarapan untuk Renata dan juga obat yang harus Renata minum.
" Ini untuk sarapan pagi kamu,mohon habiskan ya dan di minum obatnya."
Lucy pun menerima nampan yang berisikan bubur serta lauknya juga satu buah pisang dan satu gelas air minum.
Setelah itu susuternya kembali keluar.
" Ni,kamu makan dulu ya."
" Tapi mulut aku gak bisa di buka besar besar lho,masih sakit."
" Yaudah makannya sedikit seskit aja,bisa kan."
Sangat sulit bagi Lucy untuk menyuapi Renata makanan dengan posisi miring,tapi harus bagaimana lagi Lucy harus bisa demi sahabatnya itu.
Setelah buburnya habis,Lucy memberikan obatnya kepada Renata dan memberikan minumnya untung saja air minumnya ada sedotannya jadi dia tidak perlu menyuruh Renata untuk duduk.
***
3 jam kemudian.
Akhtar pun sudah sampai di depan gerbang rumah kakak dan kakak iparnya,karena sudah lama tidak datang kesana rumah itu pun sudah banyak berubah,kini ada gerbang yang menghalanginya untuk memasukkan motor kedalam halaman rumahnya.
Kebetulan saat itu Salsa sedang berada di luar rumah,dia sedang merawat tanaman tanamannya dan tidak sengaja dia melihat ke arah Akhtar yang sedang membelakangi gerbangnya,Salsa pun mendekatinya.
" Maaf kak,ada yang bisa saya bantu?."
Ucap Salsa yang berada tidak jauh dari belakang Akhtar yang sudah membuka gerbangnya.Akhtar pun memutar tububnya dan berhadapan dengan Salsa,saat melihat siapa yang ada di hadapannya Salsa sangat terkejut plus bahagia marena dia bertemu dengan abangnya.
" Bang Akhtar."
" Salsa."
Salsa pun menyalami tangan Akhtar dan memeluknya,sudah beberapa tahun mereka tidak bertemu dan alhamdulillah saat ini mereka bisa di pertemukan.
" Abang apa kabar?,kenapa abang baru kesini si?,abang kemana aja?."
" Alhamdulillah baik,ceritanya panjang banget kalau di ceritain sampai belut berbulu aja gak akan aja habisnya."
" Hahaaa,abang ada ada aja.Kalau begitu ayo kita ke dalam aja bang,motornya di masukin ke halaman aja."
Salsa menunggu Akhtar yang memasukkan motornya ke dalam halamannya lalu mengajaknya masuk ke dalam rumah.
Salsa pun memanggil kedua orang tuanya bahwa mereka ke datangan tamu,dan mereka pun akhirnya datang.
__ADS_1
" Akhtar,ya ampun sayang kamu kemana aja?,kamu baru pulang lagi selama enam lima tahun ini."
" Aku ada kak,dan ini aku baru kembali kesini."
Kemudian ibunya Renata memeluk Akhtar dengan sangat erat,dia sangat rindu kepada adiknya itu yang baru pulang kembali ke rumahnya selama lima tahun.
Akhtar juga memeluk kakak iparnya.
" Kamu memang nakal ya,selama lima tahun kamu kemana aja?,ngilang begitu aja?."
" Aku sibuk kerja kak,di luar kota dan sampai lupa sama keluarga sendiri."
" Kamu,ini."
Ibu pun datang dengan membawakan teh hangat di tangannya.
" Ada apa kamu kembali kesini?,apa mau minta testu nikah?."
" Haha enggak,sebenarnya aku datang kesini mau ngasih kabar sama kakak,kakak ipar juga Salsa.Kalau tidak membawa kabar ini aku mungkin aku gak akan datang kesini."
" Kabar apa,kayaknya serius?."
" Gini kak sebenarnya,Renata."
Saat Akhtar menyebut nama Renata kakaknya sepontan menjawab.
" Ada apa dengan Renata?,dia baik baik aja kan?."
" Sebenarnya,dua kemarin Renata mengalami kecelakaan."
" Bagaimana kamu bisa tahu Renata kecelakaan?."
Tanya kakak iparnya.
" Karena aku tinggal satu rumah sama Renata,kakak ipar."
" Sekarang Renata di rawat di rumah sakit,dan semalam dia bicara sama aku kalau dia ingin bertemu sama kakak dan juga kakak ipar."
" Kalau begitu ayo kita kesana yah,ibu khawatir sama Renata,ibu sangat ingin berada di sampingnya."
Mereka semua bersiap untuk berangkat ke rumah sakit dan menaiki mobilnya,Akhtar mengendarai motornya di depan mobil kakak dan kakak iparnya karena Akhtar tahu kalau mereka tidak tahu jalan menuju rumah sakit yang sedang mereka tuju.
Singkat cerita mereka pun telah tiba di rumah sakit detelah menempuh perjalanan selama tiga jam.Mereka terus mengikuti kemana Akhtar pergi dan mereka pun sampai di depan ruangan Renata.
" Kakak,kakak ipar dan Salsa kalian tunggu disini ya.Aku mau melihat kondisi di dalam dulu."
" Cepat ya Akhtar,kakak sudah tidak sabar ingin melihat Renata."
Akhtar pun masuk kedalam ruangan.
" Lucy,keluar dulu ya."
" Oh iya,bang."
Lucy sangat terkejut saat keluar melihat keluarga Renata,Lucy pun menyalami tangan kedua orang tua Renata dan juga Salsa.
Saat itu di dalam ruangan,Renata baru saja bangun tidur setelah tadi tidur di temani oleh Lucy.
__ADS_1
" Rena,kamu baru bangun ya?."
" Heemmm.."
" Kamu jangan tidur lagi,ya."
" Iya."
Akhtar pun kembali menemui kakak dan kakak iparnya .
" Kak kalian boleh masuk,tapi hanya berdua."
" Untuk Salsa kamu tunggu di luar ya,gantian dulu."
" Dan juga,kakak saat ini gak bisa peluk serta mencium Renata soalnya tulang rusuk dan tulang dahi dia ada yang Retak."
" Iya Akhtar,yang penting sekarang kita mau masuk."
Ucap ayah Renata,Akhtar pun mengangguk dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruangan.
Saat masuk ibu dan ayah melihat Renata yang sedang memperhatikan tangannya yang di infus.
" Renata."
Renata langsung melihat kepada ayah dan ibunya yang ada di dekat pintu masuk.
" Ibu,ayah."
Ibu dan ayahnya lansung menghanpiri Renata yang terbaring di blankarnya.
" Sayang,ya allah kenapa kamu bisa seperti ini?."
Tanya ayah kepada putrinya itu.
Sedangkan ibu mengecup pipi Renata yang tidak terdapat perban.Renata sangat terharu melihat kedatangan ayah dan juga ibunya.
" Kamu baik baik aja kan,sayang?."
Tanya ibunya.Renata memegangi tangan ibunya yang menempel di pipinya.Akhirnya Renata pun tidak bisa membendung air matanya lagi,tangis dia pecah karena dia senang melihat ayah dan ibunya bersamanya.
" Kamu jangan nangis sayang,jangan nangis nak."
Kemudian Renata menyeka air matanya,dan tersenyum samar kepada ayah dan ibunya.
" Rena gak nangis kok,Rena senang lihat ayah dan ibu sekarang ada di samping Rena.Makasih ya."
" Ngapain kamu berterimakasih nak,justru ini sudah menjadi tugas aya dan ibu menjaga kamu."
Ucap ayang yang ada di samping ibu.
" Dari semalam ibu khawatir sama kamu sayang,ibu kepikiran kamu terus.Bagaimana kondisi kamu,apa kamu baik baik saja atau tidak,ibu memikikan itu dari semalam,tahunya tadi pagi ada Akhtar datang ke rumah memberitahukan ayah dan ibu bahwa kamu kecelakaan."
Renata tidak menyangka,ternyata Akhtar yang telah membawa orang tuanya kesana.
Bersambung.
Janga lupa votenya ya,lika dan koment.
__ADS_1