Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
91.Maaf


__ADS_3

Setelah selesai makan,Akhtar langsung beranjak pergi,sedangkan Renata dan bi Asri masih berada di sana,dan bi Asri merasa bahwa ini adalah kesempatan untuk bisa bertanya kepada Renata,tentang dirinya dan juga Akhtar.


" Non,maaf.Bukan berarti bibi mengurangi rasa kesopanan bibi,tapi bibi mau tanya.".Ucapnya dengan rasa ragu." Tanya apa,bi?."." Gini,bibi perhatikan kok,non Rena sama den Akhtar kayak gak akur gitu,ada masalah apa non?."." Oh itu.Mmm,sebenarnya abang lagi marah sama Rena bi,karena tadi siqng Renq berbohong sama abang,dan entah tau dari mana abang tiba tiba aja tau semua kebenarannya.".Jawaban Renata langsung bisa di mengerti oleh bi Asri,namun bi Asri tetap penasaran dengan masalah sebenarnya yang terjadi dengan Renata dan Akhtar,tapi bi Asri berpikir dua kali,dia merada tidak enak jika dia terus terusan bertanya kepada Renata.


" Rena harus gimana,ya bi?.Abang sama sekali gak mau bicara sama Rena,ngelirik aja gak mau apa lagi bicara.".Rena menundukan kepalanya,dia merasa sangat merasa menyesal dengan apa yang telah dia lakukan kepada Akhtar,dan dia tidak tahu kalau Akhtar akan semarah ini kepadanya.


" Non,lebih baik sekarang non datangi den Akhtar ke kamarnya,dan non langsung minta maaf sama den Akhtar."." Rena gak berani,bi.Rena takut banget sama tatapan dingin bang Akhtar,rasanya tu dia bukan bang Akhtar yang biasanya berperilaku baik sama Rena.".Bi Asri pun mendekati Renata." Nah,itulah pentingnya kita harus mengetahui karakter dari seseorang.Kamu belum tau kan gimana karakter den Akhtar?,makanya kamu gak berani buat minta maaf sama dia kanSudah sekarang lebih baik,non bicara baik baik sama den Akhtar,kalau bisa bujuk den Akhtar agar dia bisa memaafkan kamu.".


" Jangan takut,non yang salah kan?,berarti non juga yang harus menanggung jawabnya.Ya,ayo sekarang pergi ke kamar den Akhtar dan minta maaf sama dia,bibi mau beres beres dulu.".Bi Asri pun mengambil beberapa piring kotor yang telah mereka gunakan,sedangkan Renata masih terdiam di meja makan,dia masih memikirkan bagaimana caranya untuk berdamai berasama abangnya.Kemudian Renata pun mulai beranjak dan berniat menemui Akhtar di kamarnya.Sekarang Renata sudah berada di depan pintu kamar Akhtar,dia bingung harus melakukan apa disana.Perlahan Renata mulai memberanikan diri untuk mengetuk pintunya.


" Abang,,,Rena mau minta maaf sama abang.Abang maafin Rena ya.".Renata menempelkan telinganya di pintu kamar Akhtar,di dalam sana tidak terdengar suara apapun.

__ADS_1


Sementara Akhtar yang mendengar perkataan Renata dari dalam hanya berusaha menahan tawanya,karena suara Renata membuat Akhtar gemas." Rena tau abang marah marah sama Rena,tapi abang maafin Rena ya.Rena gak bisa kalau abang lama lama marahnya sama Rena,Rena gak suka kalau abang marah sama Rena.Pokoknya Rena minta maaf sebesar besarnya,Rena janji gak akan lakuin itu lagi,Rena janji gak akan bohong lagi sama abang.".' Ya ampun Rena,plis suara kamu bikin aku pengen ngakak.Lama lama kasian juga kamu abang jauhin,kayaknya kamu menderita kalau abang giin.Abang udah maafin kamu kok Ren,cuman abang pengen lihat aja sejauh mana kamu bisa bertahan kalau abang lakuin kamu kayak gini.'


" Abang,keluar dong.Rena mau minta maaf sama abang.".Renata pun terduduk di lantai menunggu Akhtar keluar dari dalam kamarnya,sehingga rasa kantuk mulai menyerang Renata dan akhirnya Renata tertidur di lantai tanpa memakai karpet.Akhtar juga menunggu perkataan Renata selanjutnya,namun tidak ada lagi suara Renata dari luar kamarnya.Akhtar mengira Renata sudah menyerah dan pergi dari depan pintu kamarnya,karena sedari tadi Akhtar tidak bersuara apa lagi keluar dari dalam kamarnya." Kok gak ada lagi suaranya?,apa Rena udah pergi?.Mungkin dia bosan nungguin aku yang enggak keluar.".Karena penasaran,Akhtar pun berniat untuk mengeceknya,dan disaat Akhtar membuka pintu,dia sangat terkejut melihat Renata yang tertidur di depan pintu kamarnya.


" Ya allah,Rena.Kamu ngapain tidur di lantai,ayo bangun,nanti kamu bisa sakit.".Renata berusaha mengumpulkan nyawanya,kini dia melihat Akhtar yang berada di hadapannya." Ayo,pindah.Jangan disini tidurnya."." Tapi abang maafin Rena dulu.".


" Iya,abang maafin kamu kok.".Lalu Renata langsung memeluk abangnya." Abang jangan marah lagi ya sama Rena,Rena sedih tau kalau abang marah lagi sama Rena.".Akhtar mengelus lembut kepala Renata,ternyata semenderita itu Renata yang di sikapi dingin oleh Akhtar.


Akhtar membawa Renata ke ruang tengah,dan mengambil kotak obat di dalam laci." Kayaknya ini lukanya dalam banget,pasti sakit ya?.".


" Bangetlah,bang.Pelan pelan ya,soalnya lukanya masih basah."." Siap,abang kan jagonya ngobatin luka,jadi tenang aja.".Bi Asri yang melihat Renata dan Akhtar kembali akrab pun ikut senang,karena Renata telah berhasil meminta maaf kepada Akhtar dan mereka telah berhasil kembali akrab.

__ADS_1


" Oh iya,tadi kamu di obatin sama siapa di kafe?.".


Tanya Akhtar." Tadi,Rena di obatin sama kak Syeril.Emangnya kenapa?."." Enggak,abang cuman nanya.".


Tiba tiba Renata teringat sesuatu." Bang,kalau tadi yang telepon abang siapa?.Kok nama kontaknya sayang si,pake love merah lagi.Pacar ya?.".Akhtar terkejut dengan apa yang di tanyakan oleh Renata barusan,dan hal itu membuat pipi Akhtar berubah menjadi merah." Enggak,bukan.Dia bukan siapa siapa kok."." Eee,,bentar bentar.Kok pipi abang berubah jadi merah si?,abang kenapa?,demam?.".


Kebetulan posisi Renata dan Akhtar sedang berhadap hadapan,dan itu membuat Renata melihat wajah Akhtar lebih jelas.Saat itu Akhtar belum selesai mengganti perban Renata,namun dia sudah tidak kuat menahan rasa saltingnya,dan Akhtar pun meninggalkan Renata dengan pekerjaan yang belum selesai dengan Renata.


" Heh,bang.Ini belum selesai lho,main pergi aja.Abang!.".Renata hanya tertawa melihat abangnya yang pergi secara tiba tiba dan menahan rasa malunya karena pipinya seketika menjadi merah." Yah,gimana dong,ini belum selesai.".Seketika itu,bi Asri datang menghampiri Renata." Kenapa,non?."." Eh bibi,kebetulan banget.Bibi bisa bantuin Rena gak,buat pasangin perban ini ke leher?,soalnya barusan abang tiba tiba aja ninggalin Rena."." Oh iya,bisa non.Sini biar bibi bantu.".Dan akhirnya bi Asrilah yang menyelesaikan tugas Akhtar.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2