Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
88.Dia lagi


__ADS_3

1 Minggu kemudian.


Di pagi hari senin ini,para pekerja dan para semua karyawan memulai harinya dengan pekerjaan pekerjaan yang telah menunggu mereka.


Di kafe Renata,semua karyawan nya melakukannpekerjaan mereka dengan sangat semangat,di karenakan pagi ini kafe mereka sudah banyak pelanggan.


Sedangkan Renata baru saja tiba disana,Renata langsung masuk ke ruangan bendahara atau pengurus keuangan kafe tersebut,untuk membicarakan perkembangan serta mungkin untuk membicarakan perubahan perubahan kafenya.


" Iri banget gue sama kak Denan,pagi pagi udah di samperin cewek secantik kak Rena.". Bisik seorang karyawan yang sedang memperhatikan Renata yang berada di ruangan Denan.


" Eh,Denan sama kak Rena cuman bicarain perkembangan kafe kok.Lo jangan su'udzon,mending fokus kerja." Kemudian mereka pun kembali fokus dengan pekerjaan nya masing masing.


" Pengeluaran bulan ini,lumayan besar kak.Tapi pemasukannya juga lebih besar dari pengeluaran." " Alhamdulillah kalau gitu,ya.Kayaknya kafe ini berkembang lebih pesat ya dari bulan kemarin?."


" Ya,betul sekali kak." " Oh iya,saya ada rencana buat bikin toko kue,cuman saya belum tahu tempat nya harus dimana,saya masih bingung."


Ucap Renata memberi tahu Denan.


" Oh,kak Rena lagi cari lapaknya gitu?.Kalau gitu,serahin aja sama saya kak,insyaa allah dengan cepat saya akan menemukan tempat yang cocok untuk kakak buka toko kue." " Emang kamu,bisa?."


Renata merasa ragu dengan apa yang Denan katakan." Pasti bisalah,kak." " Yasudah,kalau begitu saya serahkan semuanya sama kamu ya.Tapi ingat,kamu harus nyari tempatnya yang kira kira bakal banyak pengunjung dan di tempat itu belum ada yang jual." " Siap kak,kalau itu mah beres."


Kemudian Renata keluar dari ruangan Denan,dan berjalan menuju ruangannya.Namun,sebelum itu Renata mengecek keadaan di dapur dan melihat karyawan karyawannya membuat kopi.Renata hanya memberikan senyuman kepada mereka dan berniat kembali ke ruangannya.

__ADS_1


" Aduh gustiii,Kak Rena meni cantik pisan ya.Boro boro laki laki,kita juga sebagai wanita terpikat sama senyumnya teh." Ucapan Ririn sangat mewakili perkataan karyawan wanita lainnya.


" Bener kamu,Rin.Kita aja sebagai cewek terpikat,apa lagi cowok."


Tidak terasa jam telah menunjukan pukul 10.30,dikarenakan pelanggan tidak begitu banyak,jadi sebagian dari karyawan kafe tersebut beristirahat.


" Haah,jadi ini kafe si Rena?.Ternyata gak terlalu ramai pengunjung juga,tapi kayaknya ada beberapa orang pelanggan,mendingan gue masuk dulu." Saat setelah masuk,Indri melihat sekeliling isi kafe,dan dia hanya menyunggingkan satu sudut bibirnya.Braakk!!! ,tiba tiba saja Indri menggebrakan satu meja dan berteriak mengusir semua pelanggan yang ada disana." Heeei,,,pergi kalian semua! keluar!."


...Pelanggan yang terkejut hanya diam dan melihat ke arah Indri,begitubpun karyawan karyawan yang tengah beristirahat.Indri berjalan kepada seorang pelanggan yang hanya memperhatikannya,dia mencengkeram kerah bajunya dan menyuruhnya pergi." Gue bilang keluar!!!.".Dengan cepat orang tersebut dan orang lainnya keluar." Heh!,siapa lo?ha,berani beraninya usir pelanggan kita!.".Indri memutar tubuhnya dan melihat ke arah Rio....


" Gue,gak ada urusan sama kalian semua.Tapi urusan gue sama Renata,dimana dia ha?.Suruh dia kesini sekarang juga.".Semua karyawan disana hanya saling bertukar pandang,mereka bingung dan bertanya tanya,kenapa orang berandalan seperti Indri mencari Renata,dan ada urusana apa Renata dengan orang seperti Indri?.".


" Renata!!!,keluar lo!.Gue tahu lo ada disini,keluar lo!."." Heh,,lo gak pantes teriak teriak disini.Mendingan sekarqng juga lo keluar dari sini,keluar.". Dengan memberanikan diri,Rio bergegas untuk mengusirnya." Oh,,jadi lo ngusir gue,berani ya lo.".Perlahan lahan Rio mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati Indri.


" Nah,gitu dong keluar,jadikan gue gak nunggu lama.".Renata berusaha bersikap setenang mungkin dengan apa yang akan kakaknya lakukan kepadanya." Ada urusan apa kamu datang lemari?."." Oh,jadi sekarang panggilannya udah aku kamu,udah deh lo gue aja napa.".Renata melihat arliji ditangannya lalu kembali fokus terhadap Indri." Waktu saya gak banyak,jadi jika ada yang perlu di bicarakan,bicarakan sekarang.".


Prok! Prok! Prok!.


" Waw,sudah pandai bicara ya sekarang.Belajar dari siapa?.".Karena sudah tidak tahan lagi mendengar apa yang di katakan oleh Indri kepada Renata,Bery berniat maju dan menarungi Indri.


" Woi!!!,jaga ya mulut lo!,ya.Dasar cewek busuk!.".


" E eh,Ber udah."." Tapi,mulut dia itu wajib di sebit sebit.".

__ADS_1


" Mana uang.". Renata mengerutkan alisnya.


" Uang apa?."." Ya uanglah,uang buat gue.Mana sini,gue minta dua ratus juta.".Indri malah semakin membuat tangan para karyawan peria disana gatal untuk menghabisinya,tapi mereka berusaha untuk tidak melakukannya." Gak,ada."." Kasih duitnya,atau gue..".Tiba tiba saja tangan Renata di tarik olehnya,dan Indri mendekatkan pisau ke leher Renata.


" Kak Rena!!!."." Aduh,kak Rena!.Ya ampun.".Semua orang yang melihatnya pun langsung berteriak disaat melihat Renata di tarik dan Indri mendekatkan pisau ke lehernya.


" Heh,cewek busuk.Lepasin kak Rena,gak.".Kemudian Bery,melangkahkan kakinya mendekati Indri." Jangan mendekat,atau gue bunuh Renata sekarang juga.".Namun,Bery sama sekali tidak menghiraukan perkataan Indri,dia pun terus melangkah mendekatinya." Gue bilang jangan mendekat!.".Tidak lama dari situ,terdengar suara Renata yang meringis,ternyata Indri berhasil melukai leher Renata dengan pisau tajam miliknya.


Setelah melihat darah Renata yang menetes,Bery pun menghentikan langkahnya." Nah lho,Renata terluka,makanya dengerin apa kata gue.".


Seketika itu,terdengar suara sirine polisi yang membuat Indri takut." Sial,siapa yang berani melapor polisi?.Liat aja nanti,gue bakal kembali lagi kesini.".Dengan rasa takut dan terburu buru,Indri melemparkan Renata ke lantai,dan semua karyawan wanita labgsung menolongnya.


" Kak,kakak gak kenapa napa kan?."." Ayo sini,aku bantu duduk.".Renata di bawa duduk,sementara Syeril mengbil kotak P3K." Biar aku obati,ya.".


" Iya,kak.".Umur Syeril lebih tua dari umur Renata,jadi Renata memanggil kakak kepada Syeril." Sebenarnya dia itu siapa si?,kok berani lakuin ini sama kamu?.".Renata hanya memberikan senyuman kepada Syeril,dan tidak menjawab pertanyaannya." Yang lainnya,lanjut kerja lagi aja ya.Saya gak papa kok.". Titah Renata kepada karyawan karyawannya.


" Makasih ya kak,udah mau obatin Rena.Kalau gitu,Rena mau langsung pulang aja."." Gak mau ganti baju dulu?,baju kamu terdapat darah lho.".Renata melihat kerah bajunya yang terkena cairan merah." Gak deh kak,biar nanti aja di rumah.". " Yaudah,kalau gitu hati hati ya,kalau ada apa apa di jalan langsung kabarin kesini,ya.".Renata mengangguk dan berpamitan kepada seluruh karyawannya.


" Kak Rena,hati hati di jalan.".Ucap beberapa karyawan,dan Renata pun pergi dari sana menuju rumahnya.


' Aku penasaran dengan wanita tadi,siapa dia?,kenapa dia berani melakukan hal seperti itu kepada Renata?.'


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2