Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
48.Sakit.


__ADS_3

-Jangan memikirkan apa yang telah terjadi,seharusnya aku melupakannya bukan terus mengingat hal brengsek ini.


Renata dan Lucy pun telah tiba di rumahnya,dan Romeo .membuka kan pintu mobilnya untuk mereka.


Kebetulan saat itu Akhtar sedang berada di luar rumah,terlihat dia sedang melihat tanaman tanaman yang ada di halaman rumah Renata.


" Lho,Renata kenapa?."


Akhtar langsung memeluk Renata saat Renata memeluk Akhtar.


" Ceritanya panjang bang,lebih baik abang bawa Renata masuk dulu.Sekarang aku harus pulang,karena tadi ibu menyuruhku untuk langsung pulang."


Akhtar pun mengangguk dan mempersilahkan Lucy untuk pulang.


" Kamu kenapa?,kenapa nangis?.Kita masuk ya."


Tangisan Renata tidak kunjung reda,dari tadi dia terus menangis seperti itu,Akhtar membawa Renata masuk ke dalam kamar milik Renata,dia membawa Renata duduk di tepi ranjang.


" Udah jangan nangis,nanti kamu sakit."


" Biarin aja,udah terlanjur sakit."


Ucap Renata yang terbata bata di isak tangisnya.


Akhtar pun mempererat pelukannya,sesekali dia mengecup pucuk kepala Renata.


' Sebenarnya apa yang terjadi si?,sampai Renata nangis kayak gini.Apa si Aidan nyakitin Renata,dari sejak tadi kan niat Renata dan Lucy untuk menemui Aidan.Ya,ini sudah pasti karena laki laki itu,berani beraninya dia nyakitin Renata.'


" Kamu sekarang istirahat aja ya,ganti baju dulu oke.Abang mau ke bawah dulu,mau ambil minum buat kamu."


Renata pun melepaskan pelukannya dan Akhtar pun pergi mengambil air minum ke dapur.


Renata mengganti bajunya dengan piyama tidurnya,setelah itu Renata merebahkan tubuhnya dan sekuruh tubuhnya di baluti selimbut.Renata melanjutkan tangisannya di balik selimbut tebal miliknya.


Tidak lama dari situ Akhtar kembali datang ke kamar Renata dengan membawa teko bening yang berisikan air.


Akhtar menghampiri Renata yang tertutup oleh selimbut.


" Ren,kamu minum dulu sini."


Renata sama sekali tidak menjawab abangnya.

__ADS_1


" Ayo minum dulu,kamu gak boleh sedih terus."


" Enggak,aku gak mau."


' Ya allah,aku gimana lagi?.Kalau di suruh makan pasti dia gak mau,kecerian Renata benar benar hilang saat ini,ini semua gara gara si Aidan itu.'


Akhtar pun kembali keluar dari kamar Renata,dan membiarkan Renata sendiri.


Renata yang masih berada di atas kasur pun sampai saat ini dia masih menangis,tidak lama dari situ handphonenya berdering,Renata melihat siapa yang meneleponnya,ternyata dia adalah Aidan,Renata pun langsung menolak panggilannya.


Dan sepertinya Aidan pun tidak menyerah begitu saja,dia mencoba untuk menelepon Renata kembali,dan Renata terus menolak panggilan dari Aidan.


Karena sudah kesal Renata pun bangun dan mengambil handphonenya lalu dia melemparkan handphonenya ke kaca yang menempel di meja riasnya,sampai handphonenya rusak dan kacanya pun pecah.


Lalu Renata menyandarkan kepalanya ke sandaran springbadnya,dia memejamkan matanya dengan air mata yang tidak berhenti keluar.


...' Kamu benar benar jahat,aku benci sama kamu Aidan!!!.'...


Teriak Renata di dalam hatinya,kecewa,benci,sakit hari menjadi satu di dalam rohani dan jasmaninya.


Karena terlalu lama menangis,kini Renata pun tertidur sambil duduk,dihari ini,di waktu dan jam ini,dunia Renata benar benar hancur,sebelumnya Renata belum pernah sehancur ini,saat dia di usir dari rumahnya pun dia tidak sedih larut larut seperti ini.


" Ya allah,ini kok pecah kayak gini?."


Ucap Akhtar ketika melihat pecahan kaca sudah berserakan di lantai dan juga handphone Renata yang sudah rusak.


Akhtar pun melihat ke arah Renata yang sedang tertidur,dia mendekatinya dan menghapus air matanya.Saat Akhtar menghapus air matanya,Akhtar merasakan suhu badan Renata begitu panas,kemudian Akhtar menempelkan telapak tangannya ke kening Renata dan juga ke leher Renata.


" Ya allah,kamu panas banget.Renata,kamu tidurnya yang benar ya."


Akhtar membantu Renata merebahkan tubuhnya,Renata sangat terlihat begitu lemah,matanya yang mulai membengkak dan juga suhu tubuhnya yang begitu panas.Akhtar mengambil termometer yang dia miliki lalu mengecek suhu tubuh Renata.


Akhtar sangat terkejut karena suhu tubuh Renata 39°.


Dia langsung mengambil kompresan dan mengompres kening Renata.


***


Hampir semalaman full Akhtar tidak tidur,dia terus menemani Renata sepanjang malam itu,karena di malam itu Renata banyak mengigau,dan itu di sebabkan oleh suhu tubuh Renata yang begitu panas.


Renata terus mengatakan sakit ketika dia mengigau,dan Akhtar selalu menenangkannya.

__ADS_1


" Sakit,abang aku sakit."


" Iya,kamu sabar ya.Tidur lagi ya,ini udah malam,ya."


Akhtar mengelus elus pucuk kepala Renata,sampai Renata kembali tertidur.Di malam itu Renata beberapa kali terbangun,dan itu membuat Akhtar semakin khawatir kepada Renata,yang bisa Akhtar lakukan adalah menunggu Renata dan membantu menurunkan panasnya.


Akhtar khawatir di karenakan Renata belum makan dari tadi siang,disaat Akhtar menawarinya pun Renata selalu menolak,Akhtar sudah memaksanya beberapa kali namun Renata tetap menolak.


Akhtar kembali menempelkan telapak tangannya di kening Renata,dan Akhtar rasa suhu tubuh Renata sudah menurun,Akhtar pun tertidur di lantai dengan kepala yang tertumpang di atas ranjang dekat tangan Renata.


Namun,tidak lama dari Akhtar tidur terdengarlah suara kumandangan adzan subuh,Akhtar kembali membuka matanya dan menarik nafasnya dengan berat.


' Ya allah,baru aja mau tidur udah di suruh beribadah.Astagfirullah Akhtar,enggak kamu gak boleh bicara kayak gitu.Maafin hamba ya allah,lebih baik sekarang aku shalat subuh dulu aja deh,lagian Renata juga udah bisa tidur nyenyak.'


Akhtar pergi ke dalam kamar mandi Renata,dan berwudhu di sana.


Setelah itu Akhtar pergi ke kamarnya dan mengganti bajunya dengan baju khusus untuk shalat.


Akhtar menunaikan shalat subuhnya dengan khusyu di kamarnya sendiri,setelah shalat tidak lupa Akhtar berdo'a kepada allah,untuk ke sembuhan Renata,karena Kahtar sudah tidak tega melihat Renata terbaring lemah seperti itu,dia ingin Renata yang selalu happy,ceria dan juga bahagia,dia rindu Renata yang dulu.


' Ya allah,sembuhkanlah ponakan ku Renata.Hamba tidak tega melihatnya terbaring lemah seperti itu,hamba ingin Renata yang selalu bahagia,ceria ya allah,bukan Renata yang saat ini.Semoga engkau senantiasa menyembuhkannya ya allah,senantiasa menyembuhkan luka di dalam hatinya juga ya allah,dan semoga engkau cepat menggantikan sosok Aidan dengan sosok yang lebih baik untuk Renata,ya allah.Aamiin,allahumma aamin.'


Setelah selesai shalat Akhtar pun mandi terlebih dahulu dan mengganti bajunya,sesudah itu dia pergi ke kamar Renata,namun saat sampai disana Akhtar terkejut karena tidak melihat Renata berada di ranjangnya,namun Akhtar mendengar suara dari kamar mandi,seperti orang yang sedang muntah.


" Renata kamu kenapa?,kenapa hmmm?."


Akhtar memeluk Renata dengan sebelah tangannya.


" Aku mual bang,pengen muntah tapi gak keluar keluar."


" Yaudah kamu duduk aja dulu disini,abang mau ambil air hangat buat kamu."


Akhtar membawa Renata keluar dari kamar mandi,dan membantunya duduk di kursi yang ada di kamarnya.


Renata terduduk di kursi dengan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi,sesekali Renata memejamkan matanya,dia masih teringat dengan kejadian kemarin,dia begitu kecewa,benci,dan dengki dengan hati kemarin,buktinya saja Renata sampai sakit parah seperti itu karena di tinggal nikah oleh Aidan.


Bersambung.


Memangnya seberapa cinta si Renata sama Aidan?,kok sampai segitunya?,mari kita simak mak mak mak.


Jangan lupa tinggalin likenya ya,apa lagi bintang lima nya tuuuu

__ADS_1


__ADS_2