
Karena perjalanan yang membuat Renata lelah,dia pun akhirnya beristirahat di dekat taman kota,Renata meneguk air mineral yang ia bawa dari mobilnya.Renata melihat ke arah kanan dan kirinya,tampak disana sangat banyak orang dan kendaraan betlalu lalang,Renata pun melihat arloji di tangannya dan menyeka keringat yang mulai bercucuran di dahinya.
" Udah mulai sore ya,lebih baik aku istirahat dulu disini.Ternyata nyari seseorang yang dapat di percaya itu gak mudah ya,kayaknya aku gak bakal dapetin art nya sekarang deh.Huft,gak papa deh gak sekarang juga,yang penting di hari lain aku bisa menemukannya.".Seketika itu,ada seorang wanita paruh baya yang duduk di samping Renata.Wajahnya begitu sangat terlihat kebingungan,dan dengan memberanikan diri Renata bertanya kepada wanita paruh baya tersebut." Maaf,ibu mau kemana?.".Wanita paruh baya itu pun melirik Renata dan menjawab pertanyaannya.
" Ini non,sebenarnya ibu dari perkampungan.Ibu datang ke kota mau nyari kerja,tapi ibu bingung mau cari kerja kemana.".Sangat kebetulan,ternyata disaat Renata putus asa di situlah rezeki dan harapannya datang." Ibu mau cari kerja?,kebetulan saya lagi butuh pekerja di rumah saya."." Ibu mau kan,kerja di rumah saya?.Kalau ibu mau,ibu ikut saya dulu untuk berbicara di rumah saya."." Boleh non,ibu mau.".
Kemudian Renata membawa wanita paruh baya tersebut ke rumahnya dan mereka akan membicarakannya disana." Ibu,ini rumah saya.Mari masuk.".Wanita paruh baya tersebut sangat antusias melihat rumah minimalis milik Renata.
Pekarangan rumah yang sangat terlihat rapih nan indah,membuat setiap orang yang berada disana betah.Kemudian mereka berdua pun masuk dan Renata mempersilahkan wanita tersebut untuk duduk." Oh iya,ibu perkenalkan nama saya Renata,biasa di panggil Rena."." Kalau nama ibu,Asri non.".Renata pun mengangguk dan memberikan senyum kepada bi Asri." Kalau begitu,Rena mau panggil abang dulu ya.Nanti ibu kenalan sama abang.".Renata beranjak pergi menuju kamar abangnya yang berada di lantai dua,Renata harap abangnya sudah tidak marah lagi kepadanya.Tok! Tok! Tok!." Abang,Rena udah nemuin orangnya.".Disaat Renata akan mengetuk pintu kesekian kalinya,Akhtar pun membuka pintu kamarnya dengan tiba tiba.
" Abang,ay..".Belum juga menyelesaikan ucapannya,Renata sudah di buat diam dengan sikap Akhtar yang dingin dan mulai menuruni anak tangga.Akhtar menghampiri bi Asri yang sedang duduk di ruangan utama." Ternyata abang marah sama aku,abang marahnya jangan lama lama plis.".Renata juga ikut menyusul abangnya.Saat tiba disana,Akhtar langsung menyuruh Renata untuk membawa bi Asri ke kamarnya." Langsung bawa aja ke kamarnya.".Ucapnya dengan sangat datar.Kemudian,Akhtar kembali meninggalkan Renata bersama bi Asri disana." Non,sekarang panggilnya bibi aja ya,jangan ibu."." Siap,bi."." Eh,bibi udah berpengalaman belum si bekerja sebagai art?.".
__ADS_1
" Alhamdulillah non,bibi udah berpengalaman.".
" Kalau begitu,Rena gak perlu ngasih tau lagi apa yang harus bibi kerjakan disini."." Iya non.".Kemudian Renata membawa bi Asri ke kamarnya yang akan di tempati selama bi Asri bekrja di rumahnya." Bi,ini kamar bibi.Bibi bebas mau ngapain di kamar ini,kalau gitu Rena pergi dulu ya."." Iya,non.".Setelah Renata pergi meninggalkannya,bi Asri duduk di tepi ranjangnya dan tersenyum bahagia karena dia telah mendapatkan pekerjaan barunya." Alhamdulillah ya allah,terimakasih atas pemberianmu ini.Dengan ini hamba bisa menafkahi anak anak dan keluarga di kampung.Semoga pekerjaan hamba ini di berkahkan olehmu ya allah,aamiin.".Karena pakaian masih berada di dalam tas,bi Asri pun mulai merapihkannya ke dalam lemari yang tersedia di kamarnya.
Sementara Renata,dia masih berjalan menaiki anak tangga.Tatapannya tidak terlepas dari pintu kamar Akhtar,saat itu Renata sangat ingin mengetuk pintunya untuk meminta maaf kepada Akhtar,namun jika Renata melakukan itu mungkin perjuangannya akan sia sia,dan Akhtar sama sekali tidak akan mengubris ucapannya.Renata hanya menatap pintu berwarna silver tersebut,dan kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Setibanya di kamar,Renata langsung menyambar handuk yang tergantung di kastop dekat pintu kamar mandi,lalu Renata memasuki kamar mandi dan memulai kegiatannya di dalam sana.
Beberapa menit berlalu,kini Renata telah selesai dari mandinya dan turun ke bawah menuju dapur.Setibanya disana,Renata sangat terkejut dengan hidangan hidangan yang telah di siapkan di atas meja makan." Waw,ini semua bibi yang masak?.Kayaknya,ini enak enak semua."." Iya non,ini buatan bibi semua,perdana lho non,hehe.".Renata pun menarik satu kursi dan duduk di atasnya,lalu dia menyiapkan satu piring.
" Bi,tolong panggilin abang ya,di kamarnya.".
__ADS_1
" Oh,iya non.".Bi Asri pun berniat pergi ke kamar Akhtar,namun baru beberapa langkah bi Asri pergi,dia sudah kembali dan menghampiri Renata.
" Lho,bi.Kok balik lagi?."." Ini non,bibi kan belum tau dimana kamar den Akhtar.".
" Oh iya,kamarnya yang pintu pertama dari tangga bi.Warna pintunya,warna silver."." Oh iya iya,kalau begitu bibi pergi ya.".Renata hanya menggelengkan kepala melihat tingkah bi Asri,kemudian Renata menyiapkan satu piring untuk abangnya dan mengisinya dengan nasi serta lauknya.Tok! tok! tok!." Den Akhtar,waktunya makan malam den.".Dengan cepat Akhtar pun membuka pintunya." Kenapa bi?."." Itu den,waktunya makan malam."." Oh,iya.Ayo bi,kita makan bareng.".Bi Asri pun mengikuti Akhtar dari belakang yang berjalan menuju dapur.Akhtar menarik satu kursi dan mendudukinya,dia memakan makanan yang telah di sajikan oleh Renata.
Selama berada disana,mereka sama sekali tidak berbicara,mereka malah saling diam satu sama lain,dan hal itu membuat bi Asri kebingungan melihat sikap yang mereka berdua tunjukan.
' Mereka ini sebenarnya,adek abang atau gimana si?.Kok saling diam kayak gini?,mereka kayak orang asing yang gak saling kenal.'.
Selama makan Renata sama sekali tidak menatap atau melirik Akhtar,dan begitu pun sebaliknya.Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
__ADS_1
Bersambung.