
_Jika ini adalah awal kesuksesanku ,maka aku sangat sangat bersyukur kepada tuhan.
2 Hari kemudian.
" Alhamdulillah,aku udah bisa pulang."
Renata sangat senang,karena hari ini dia sudah diizinkan pulang oleh dokter.
" Oke Renata,sebelum kita antar kamu pulang,kamu harus datang ke perusahaannya bos untuk menandatangani kontraknya."
Renata tidak ingat kalau hari ini dia harus pergi ke perusahaan kristien untuk menandatangani kontrak kerjanya.,untung saja Avril mengingatkannya.
" Oh iya ya,hari ini aku harus pergi ke perusahaan kalian."
" Kalau begitu ayo kita pergi kesana,aku dan Nindi akan mengantarmu."
Renata turun dari ranjangnya,luka luka di wajah renata pun sudah mengering dan hampir sembuh.Mereka bertiga pergi menuju perusahaan Kristien,Renata merasakan senang dan bersyukur di dalam hatinya,karena hari ini dia akan menandatangani kontak kerja yang lumayan besar gajinya dan juga ini adalah awal kesuksesan untuk Renata.
" Renata,kamu beruntung banget jadi model di perusahaan bu Kristien.Karena bayarannya mahal banget apa lagi kalau kamu tampil bagus,pasti gajinya beuh banyak banget."
Nindi sedikit iri kepada Renata,tapi dia juga sadar kalau dia itu tidak seberuntung Renata,tidak secantik Renata dan tidak seempurna Renata.Tapi Nindi sangat bersyukur,karena sampai detik ini dia masih menjadi pegawai di perusahaan Kristien.
" Memangnya,bayarannya berapa gitu kak?."
Renata bertanya,karena memang dia tidak tahu.
" Pokoknya bayarannya sekitar 1 miliar lebihanlah,itupun dalam kontrak selama 9 bulan."
" Eh,sembilan atau sepuluh bulan si,Vril?."
Tiba tiba saja Nindi lupa kelanjutannya.
" Kalau gak salah si,sekitaran satu tahun ah."
" Emang iya gitu,Vril?,perasaan 9 bulan."
Nindi dan Avril malah berdebat saat itu.
" Ah udah,kita lihat aja nanti.Nanti jiga kita tahu kok."
Ucap Avril yang sedang menyetir mobilnya,btw hari ini mereka menaiki mobil Avril,karena mobil milik Nindi masih di rawat di rumah sakit,bengkel maksudnya.
Perjalanan mereka begitu tidak terasa,saat ini mereka sudah sampai di perusahaan Kristien.
Mereka membuka pintu mobilnya,dan berjalan menuju geduh yang ada di hadapannya.Langkah demi langkah pun terlewati,mereka menggunakan lif untuk cepat sampai di ruangan Kristien yang ada di lantai 3.
' Ya allah,benarkah hari ini aku akan menandatangani kontraknya.Semoga saja ini adalah awal kesuksesanku,dan semoga aku bisa membantu perusahaan bu Kristien ini sukses,aamiin.'
Mereka sudah tiba di depan ruangan bu Kristin,dan mengetuk pintunya.
Tok tok!.
__ADS_1
" Masuk."
Ucap seseorang dari dalam.
Mereka bertiga pun masuk,Kristien yang sedang fokus dengan laptop pun langsung mengalihkan perhatiannya kepada mereka.
" Selamat siang,bu.Kita sudah membawa Renata untuk menandatangani kontraknya."
Ucap Avril.
" Oh iya,bagus.Kalau begitu kamu duduk disini,Renata."
Kristien menyuruh Renata untuk duduk di kursi yang berhadapan dengannya.
Lalu Kristien mengambil map yang ada di meja,dia membuka lembar demi lembar kertas dan meletakkannya di hadapan Renata.
" Ini kontraknya,silahkan kamu baca terlebih dahulu."
Renata mengambil kertas tiga lembar yang telah terdapat hekternya.
Di saat Renata sibuk membaca,Kristien dan dua lainnya berbicara.
" Avril dan Nindi,kalian jangan lupa siapkan fashion mana yang akan di gunakan untuk pemotretan besok."
" Apa bu,besok?.Bukannya empat hari lagi,ya?."
Avril terkejut saat mendengar jadwalnya di ubah tiba tiba .
" Iya,memang seharusnya empat hari lagi.Tapi menurut saya,lebih cepat lebih baik."
" Besok saja,sekitaran jam delapan pagi.Tapi besok ibu gak akan ada,jadi tanyakan saja sama meneger.Besok saya akan ke kantor cabang yang ada di luar kota."
" Oke bu,besok saya akan menanyakannya jika perlu ada yang di tanyakan."
Renata pun Telah selesai membaca kontraknya.
" Jadi bagaimana Renata,apa kamu menyetujui kontraknya?."
Tanya Kristien kepada Renata yang sudah selesai membacanya.
" Insyaa allah saya menyetujuinya,bu."
" Kalau begitu kamu tandatangan,ya."
Kristien memberikan satu pulpen kepada Renata,dan dengan ucapan basmallah Renata menandatanganinya.
' Dengan menandatangani ini,aku serahkan semua kejadian yang akan terjadi kepadaku di perusahaan ini ya allah,bismillah.'
Akhirnya Renata berhasil menandatangani kontrak sebagai model fashion di perusahan Calista Fashion.
" Penandatanganan sudah selesai,dan sekarang kamu siap siap untuk besok ya.Karena jadwalnya saya ubah,jadi tidak jadi hari jum'at."
__ADS_1
" Baik bu,saya siap."
Jawab Renata dengan semangat dan percaya diri.
" Baiklah,apa kamu punya nomor rekening?."
" Memangnya buat apa,bu?."
Renata heran,kenapa tiba tiba bosnya menanyakan nomor rekening.
" Saya punya bu,tapi untuk apa ya?."
" Saya mau meneransper uangnya,karena gak ada uang kes,bisa kamu berikan nomornya?."
Renata pun menyebutkan satu persatu nomor rekeningnya kepada Kristien,setelah mendapat nomor rekening Renata,Kristien pun meneransper uang sebesar 1 miliar.
" Nah,saya sudah meneranspernya,ya.Kamu besok tinggal datang kesini sekitar jam sembilan atau kalau bisa kurang dari jam sembilan ya.Usahakan."
Kristien memperlihatkan bukti peneransperan ke nomor rekening Renata,disaat itu Renata merasa sangat bahagia dan banyak mengucapkan banyak syukur kepada allah di dalam hatinya.
' Ya allah terimakasih,aku sangat sangat bersyukur dengan nikmat yang kau berikan kepadaku,aku sangat berterimakasih kepadamu.'
Renata menunduk dan menghapus air matanya.
Bu Kristien sudah tahu,kalau ini mungkin pertamakalinya Renata mendapat pekerjaan yang sangat menguntungkan baginya,walaupun umurnya masih terlalu muda,tapi ini juga akan sangat menguntungkan bagi perusahaannya,Renata adalah orang termuda yang akan menjadi model di perusahaan Calista Fashion.
" Semua urusannya sudah selesai,jika kalian ingin pergi saya mengizinkan."
" Baiklah kalau begitu,kami bergita izin pamit kepada ibu."
Mereka beejalan menuju pintu keluar,namun seketika Kristin memanggil Avril.
" Avril,jangan biarkan Nindi yang menyetir mobilnya,ya."
Ternyata Kristien hanya mengingatkan itu kepada Avril.
" Iya,bu.Saya tidak akan membiarkan Nindi menyetir mobilnya.Saya pergi ya,bu.Selamat siang."
Avril menutup pintunya dan menyusul mereka berdua.
Sekarang Avril dan Nindi akan mengantarkan Renata pulang ke rumahnya dengan selamat,dan tidak akan ada hal burung yang akan terjadi lagi kepada mereka.
Renata sangat senang,memiliki senior senior yang sangat baik kepadanya.Meskipun hal yang buruk telah terjadi karena salah satunya,tetapi entah kenapa Renata tidak bisa membenci salah satu dari mereka,ya itulah Renata,orang yang tidak mudah untuk membenci seaeorang,kecuali kakaknya yang bernama Indri,dia sedikit membeci kakaknya,tapi jika kakaknya berperilaku keterlaulan sampai melampaui batasannya,mungkin Renata akan sangat membencinya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.