Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
115.


__ADS_3

Suapan pertama berhasil masuk,perasaan Renata masih terasa gugup jadi dia hanya banyak diam saat itu.Entah kenapa setelah kejadian barusan,perasaan Renata menjadi tidak karuan.Jantungnya berdebar sangat kencang,bahkan dia takut kalau Artur sampai mendengarnya." Ren,kok diem? "." Hah,enggak kok gak papa,hheu ".Artur tahu kalau Renata mungkin sedang gugup saat berada bersamanya,Artur tersenyum tipis dan kembali menerima suapan dari Renata.


" Kalau kamu mau pulang gak papa,pulang aja "." Enggak kok kak,aku gak akan pulang ".Artur mengangguk ngangguk kecil sambil mengunyah." Katanya tadi mau pulang,yaudah kalau mau pulang pulang aja "." Jadi ceritanya ngusir? "." Enggak bukan gitu,tapi tadi kamu minta minta pulang gitu.Kenapa sekarang jadi gak mau?,rindu ya sama aku ya? ".Renata membelalakan matanya,kemudian ia meletakan mangkuknya di atas meja.


" Yaudah kalau gitu aku pamit ".Saat Renata akan pergi,Artur menahan tangan nya dan perbuatan nya itu membuat Renata terkejut.Renata menatap Artur dengan melotot dan menepis tangan Artur." Kak,bisa gak si jangan sentuh sentuh ".Mata Renata sudah berkaca kaca,dan disitu Artur sangat merasa bersalah kepadanya.


" Ren,maaf aku gak sengaja.Aku refleks,beneran ".Renata terlihat menghapus air matanya yang menggelinang di kantung matanya." Maaf ya,aku gak ada maksud lain kok.Kamu jangan dulu pulang ya,temenin aku dulu disini ".


" Makanya,kalau mau di temenin tu jangan macam macam "


" Iya,kan aku udah minta maaf ".Renata kembali duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang Artur dan kembali mengambil mangkuk yang sempat ia letakan di meja.


' Kayaknya kamu gak pernah di sentuh sama cowok ya Ren?,buktinya aku sentuh tangan kamu barusan kamu marah,bahkan kamu sampai nangis.Kamu itu emang beda dari wanita wanita lainnya,kamu memang hebat Ren '." Mau makan gak?,kok malah liatin ".Ucap Renata yang berhasil membuyarkan Artur dari lamunan nya.


Artur tersenyum dan membuka mulutnya.


Setelah selesai memberi makan,Renata memberikan obat kepada Artur untuk segera meminumnya.Dikarenakan adzan maghrib sudah berkumandang,Renata pamit kepada Artur untuk pergi ke mushola." Aku mau ke mushola dulu ya kak,kakak jangan kemana mana disini aja diem,oke ".


Artur mengacungkan jempolnya dan Renata pun pergi dari sana.' Aku senang banget hari ini,karena aku pertama kalinya di suapi Renata.Walaupun dia sedikit kesal padaku,tapi dia tetap baik,tetap merawatku dan aku sangat gemas melihat wajahnya yang sedang kesal kepadaku.Tapi aku udah keterlaluan,aku menyentuh tangan nya tanpa izin dan membuat dia sedih '.Tiba tiba saja ada seseorang masuk dan membuat Artur tersadar.


" Tur,ya ampun.Lo gak papa kan? ".Ternyata itu adalah sahabatnya." Lo ngagetin gua apa maksudnya,hah?.Untung aja gak jantungan,tiba tiba masuk teriak teriak teriak lagi ".Kemudian Edwart duduk di kursi yang ada di sebelah Artur." Lo sendiri men?,yang nungguin lo siapa?,kemana dia? "." Lagi shalat ".Edwart malah menggaruk kepalanya yang tidak gatal." Gua juga belum shalat,gua shalat dulu ya ".Edwart beranjak dari tempatnya dan pergi menuju mushola,saat di depan ruangan Artur mereka berpapasan hampir saja Renata menabrak tubuh Edwart untungnya dengan cepat ia menghindar.


" Maaf saya gak lihat barusan ".Ucap Renata." E iya mbak,gak papa ".Kemudian Renata pun masuk ke dalam ruangan Artur." Lha,kok dia masuk?.Ini kan ruangan

__ADS_1


Artur ".Edwart sedikit membuka pintunya dan melihat situasi di dalam sana,Edwart melihat Renata yang sedang berjalan menuju Artur.' Ngomong ngomong,cewek itu siapa?.Kok dia masuk kesini?,bentar bentar apa yang mau mereka lakuin,gua harus lihat '.Karena menyadari Edwart yang sedang mengintip,Artur pun berteriak memberitahunya.


" Katanya mau shalat,tapi kok malah ngintip? ".Edwart langsung menutup pintunya dengan rasa terkejut.


' Mampus gue,kok si Artur sadar si?.Udah deh yang penting sekarang gue shalat dulu '.Renata melihat ke arah pintu yang baru saja tertutup oleh seseorang dan bertanya kepada Artur kalau dirinya sedang berbicara dengan siapa.


" Kak Artur bicara sama siapa?,emang ada orang? ".


" Ren,kamu bisa kesini gak?.Aku mau bicara ".Renata melangkahkan kakinya menuju Artur dan duduk di kursi sebelahnya." Kenapa,kak? "." Bisa gak,kamu jangan panggil aku kakak.Panggil Artur aja "." Gak bisa kak ".


" Kenapa gak bisa? ".


" Karena aku lebih menghormati orang yang lebih tua dari aku ".


" Emang aku kelihatan tua? "." Bukan gitu kak,tapi maksudnya yang umurnya lebih jauh dari aku ".Seketika itu hp Renata berbunyi tandanya ada seseorang yang meneleponnya." Kak,aku izin jawab telepon dulu,ya ".


" Halo,assalamu'alaikum ".Ucap Renata disaat menjawabnya." Wa'alaikumsalam,Ren kamu dimana kok belum pulang?.Udah malam lho ini ".


" Rena lagi-- ".Dia bingung harus menjawab apa,jika di sebut di rumah sakit mungkin abangnya akan bertanya siapa yang sakit,jika di rumah teman Renata khawatir kebohongan nya terbongkar." Rena lagi,di rumah sakit ".


" Lho,siapa yang sakit?.Kamu baik baik aja kan?,jangan bilang kalau kamu kenapa napa ".


" Enggak,bukan aku yang sakit.Tapi kak Artur ".

__ADS_1


" Artur?,terus kamu ngapain disana?.Pulang ya udah mau malam,abang takutnya kamu kenapa napa nanti ".


" Mungkin Rena gak akan pulang bang,Rena mau nginep di sini.Mau jagain kak Artur,soalnya ibunya lagi ada di luar kota jadi gak ada yang jagain dia ".


Akhtar merasa tenang karena sudah tahu keberadaan Renata dimana,hanya saja sekarang Renata sedang menjaga orang yang bukan siapa siapanya.Akhtar khawatir terjadi hal hal yang tidak di inginkan terjadi kepada Renata.


" Tapi kan dia udah gede,dia bisa rawat dirinya sendiri.Pokoknya kamu pulang sekarang,abang tunggu kamu di rumah ".


" Tapi ".


Tut tut tut,Akhtar telah mematikan sambungan nya sebelum Renata mengelak." Halo,abang.Bang,ya ampun ".


Renata kembali ke ruangan Artur,dia bingung sekarang apa yang harus dia lakukan,bertahan di rumah sakit atau pulang ke rumahnya." Siapa yang barusan telepon? ".Tanya Artur disaat melihat wajah Renata yang terlihat bingung.


" Abang,barusan dia suruh aku pulang ".Renata kembali duduk di kursinya." Kamu mau pulang?,pulang aja.Gak papa aku bisa di temenin sama teman aku kok ".


" Beneran gak papa kak?,aku serius lho ".Artur menganggukan kepalanya." Iya,sebenarnya barusan ada teman aku kesini,cuma dia lagi shalat.Kamu pulang aja,apa lagi abang kamu yang suruh pulang ".Tidak lama dari situ,Edwart kembali masuk ke ruangan Artur dia menghampiri keduanya." Nah,itu dia.Dia Edwart teman


aku ".Renata melihat ke arah Edwart." Lho,kamu kan yang- "." Yang tadi hampir kamu tabrak ".Sahutnya,dan langsung membuat Renata tersenyum seketika.


" Jadi lo,yang bernama Renata itu ya?.Kenalin gua Edwart,sahabatnya Artur ".Edwart mengulurkan tangannya,berharap balasan dari Renata.Namun sayang Renata tidak merespon nya,dengan rasa sedikit malu Edwart menarik kembali tangan nya." Salam kenal ".Hanya itu yang Renata ucapkan." Yaudah kak,aku pulang sekarang ya.Mungkin besok kalau ada waktu aku kesini lagi ".Tidak lupa,Renata juga menitipkan Artur kepada Edwart." Aku titip kak Artur,ya.Jangan sampai kak Artur kenapa napa ".


" Em,iya iya "." Kalau begitu aku pulang dulu,assalamu'alaikum ".

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam ".Ucap keduanya.


Bersambung.


__ADS_2