Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
73....


__ADS_3

-Jika kita sakit maka allah akan mengangkat 3 perkara dari tubuh kita,yang pertama selera makan,ke dua kebahagiaan dan ketiga adalah dosa.


Malam ini mereka telah di izinkan untuk melihat Renata,namun tetap saja mereka harus mengikuti peraturan.


Mereka hanya di izinkan untuk masuk satu persatu,karena kondisi Renata masih sangat keritis.Saat ini,ayah yang sedang berada di dalam ruangan.Beliau menggenggam tangan putrinya itu yang tidak terdapat selang infus.


" Renata,kenapa kamu seperti ini lagi nak?.Baru saja ayah sama ibu ngobrol sama kamu,berbahagia sama kamu tapi kamu malah seperti ini lagi.Kamu gak kasihan hmm,lihat ibu kamu rindu terus bahkan dia sampai menangis saat ini karena menunggu kamu sadar.Kamu cepat sadar dan cepat sembuh ya nak,karena disini masih ada orang orang yang sayang sama kamu,yang rindu akan kehadiran kamu semua menginginkan kamu sembuh."


Dan mereka hanya di kasih waktu lima menit saja untuk menemuinya.


" Ayah keluar dulu ya,waktunya sudah habis.Nanti kita ketemu lagi disaat kamu udah sadar."


Sebelum keluar dari ruangan ayah pun mengecup tangan Renata yang selama dari tadi ada di genggamannya.


Setelah ayah keluar kini saatnya Akhtar yang masuk,karena tadi ibu sudah lebih dulu.


" Selamat malam ponakan ku,apa kabar kok kamu diem aja si?.Rena cepat sadar ya,abang rindu banget sama kamu nanti kalau kamu udah sadar abang mau kamu makan nansi goreng buatan abang,pasti kamu suka.Kamu gak boleh lama lama kayak gini,kamu gak boleh bolos kerja terlalu lama lho.Bukannya kamu mau sukses,kalau seperti ini caranya kamu gak akan menemukan kesuksesanmu,maka dari itu cepat sembuh,cepat keluar dari masa keritis kamu ini,ya.Pokoknya kamu harus cepat sadar,oke.Udah dulu ya pertemuan sama abangnya,karena abang gak boleh lama lama disini entar betah lagi."


Artur yang masih berada disana pun sangat ingin melihat Renata kedalam,tapi dia takut orang tua Renata melarangnya untuk kesana.Artur juga sangat tidak enak jika harus meminta izin kepada orang tua Renata,yang ada di pikirannya Artur itu bukan siapa siapa Renata,mereka hanya sekedar teman dan jika boleh di bahasakan Artur itu tidak ada hak untuk menemuinya.


" Artur,jika kamu mau melihat Renata masuk aja ya."


Ucapan ayah Renata membuat Artur terdiam sejenak.Ternyata usaha Artur dari siang sampai malam tidak sia sia,dia tidak perlu meminta izin kepada orang tua Renata karena sekarang dia sudah di perintah orang tuanya

__ADS_1


" Oh,iya om.Kalau begitu saya masuk."


Dengan hati yang berbunga bungan Artur pun masuk kedalam ruangan Renata,dan berdiri di sampingnya.


" Hai,good nigth.When will you wake up?,kamu jangan lama lama lho kayak gini,nanti mama aku marah karena kamu gak masuk kerja.Aku janji disaat kamu udah sadar dan udah sembuh total,aku akan berteman lebih dekat lagi sama kamu dan aku gak akan biarin kamu pulang sendirian malam malam,karena aku gak mau kamu ngerasain hal yang kayak gitu lagi,aku juga akan mencari orang siapa yang idah berani nyakitin kamu,aku janji.Yaudah aku keluar dulu ya,kamu cepat sembuh makanya."


Setelah itu Artur pun berpamitan kepada keluarga Renata dan juga Akhtar,di karenakan waktu sudah malam dan dia meninggalkan ibunya di rumah sendiri.


" Om,tante saya pamit untu pulang.Karena ini sudah malam."


" Oh,yaudah kamu hati hati di jalan ya.Jangan kebut kebut lho bawa mobilnya,jangan lupa istirahat ya,terimakasih sudah menunggu disini sampai malam."


" Iya tante,kalau begitu saya pamit,Om,tante."


" Salsa,kakak pulang dulu ya.Kamu mau ikut?."


Setelah Artur pergi dari sana,Akhtar pun memberitahu soal kebaikan Artur.


" Kakak ipar,Artur itu baik lho.Asal kakak dan kakak ipar tahu,yang donorin darah untuk Renata adalah dia dan sepertinya tadi dia senang banget saat kakak ipar mempersilahkan dia untuk melihat Renata ke dalam."


Ayah pun duduk di sebelah Akhtar.


" Serius dia yang donorin darah untuk Renata?."

__ADS_1


" Iya kak."


" Memang kakak lihat itu dia adalah peria baik baik,kakak juga senang bisa tahu kalau dia berteman dengan Renata.Tapi mungkin mereka gak akan bisa bersatu,karena masalahnya kita sama dia itu beda."


Akhtar hanya menganggukkan kepalanya.


" Akhtar juga senag kak,waktu itu Akhtar ketabrak sama mobil dia dan dia sangat bertanggung jawab atas kesalahannya dan mungkin itu adalah pertama kali Akhtar bertemu sama dia.Mungkin yang paling enggak aku percaya itu,dia non muslim,iya kan kakak ipar tadi terkejut mendengarnya?."


" Iya,sangat,sangat terkejut.Soalnya dia enggak kewajahan gitu kalau dia adalah seorang non muslim,kalau saja ada yang membawanya masuk ke agama islam,wah itu pahalanya sangat sangat besar untuk yang membawanya,pahalanya sangat luar biasa."


" Luar biasa ya kak pahalanya,kalau begitu Akhtar mau coba ajak dia ke agama islam,siapa tahu aja nenti dia mau dan aku dapat pahala."


" Ya gak gitu juga,kalau begitu niatnya nanti pahalanya hanya di kasih setengahnya sama allah."


Keadaan yang sangat sedih pun terganti oleh obrolan Akhtar bersama kakak iparnya,mereka sangat asyik disana sampai lupa kalau ada Renata yang sedang keritis saat itu.


Sedangkan ibu dan Salsa sudah tertidur di kursi tersebut,yang mana Salsa meletakkan kepalanya di atas pangkuan sang ibu.Karena jika menyuruh Salsa untuk pulang,mungkin itu tidak mungkin bagi ayah dan ibunya karena rumah sakit yang Renata tempati sangatlah jaug dari jarak rumahnya.


Mereka pun terpaksa tidur di kursi tunggu,sedangkan ayah,dirinya tidak bisa tidur dan memperhatikan dokter dari luar,yang sedang memeriksa putrinya di tengah malam.


Ayah harap ada kabar baik malam ini dari Renata,dirinya sangatlah khawatir dia tidak ingin putrinya kenapa napa,tiba tiba rasa sayang dari ayah Renata muncul seketika setelah Indri meninggalkan keluarga tersebut dan telah terbukti kalau Renata tidak salah.


Dan pada saat itu ayah benar benar menyesal kepada dirinya sendiri yang telah menyia nyiakan anak sebaik Renata,dan sekarang dia merasakan dan melihat anak yang dulunya ia sia sia kan bisa sukses dan juga memiliki sahabat juga teman teman yang baik.

__ADS_1


Namun ayah dan ibu belum tahu kalau Renata juga memiliki kafe beserta restoran yang ramai oleh pengunjung setiap harinya,jika mereka tahu mungkin mereka akan sangat bangga kepada putrinya.


Bersambung.


__ADS_2