
_Dan pada kenyataannya,kenyamanan hanya kita rasakan di waktu yang singkat.
Lima hari kemudian.
Di dalam kamar hotel,ibu,ayah,Indri dan juga Salsa menyiapkan perpulangan mereka.Salsa dan Indri sibuk memasukksan baju ke dalam koper,sementara ayah dan ibunya sedang mengobrol di kursi.
' Akhirnya pulang juga,dan aku akan kembali bertemu dengan kakak.Aku sudah siapkan oleh oleh buat kakak,untung aja waktu kemarin nggak ada yang ihat aku beli baju disana.Jika tidak,,,habislah.'
Salsa membatin sambil meresletingkan kopernya.
" Ayah,ibu kita sudah selesai.Sekarang apa lagi yang harus aku dan Salsa lakukan?."
Tanya Indri seraya menarik koper kedekat ayahnya.
" Apa kalian sudah siap?,kalau kalian udah siap kita langsung pergi sekarang."
Jawabnya.
" Kita udah siap kok,tadi aku udah mandi,ini juga udah ganti baju.Kamu mungkin udah juga kan,de?."
Salsa hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Setelah memeriksa kamar hotel,mereka pun pergi dari sana.Saat sampai di parkiran,mereka memasukkan koper koper ke dalam bagasi taxi yang telah ayahnya pesan.
Mereka pun masuk ke dalam taxi dan taxi itu pun melaju meninggalkan halan hotel.
" Gimana,liburannya seru gak?."
Tanya ayah kepada kedua putrinya.
" Seru banget yah,lain waktu kita kesini lagi ya yah."
Salsa sangat sumbringah menjawab pertanyaan dari ayahnya,memang liburannya sangat seru,namun tetap saja ada yang kurang bagi Salsa jika tidak ada Renata.
Mereka juga sangat menikmati perjalanan pulangnya,sesekali Salsa bersama kakak dan juga ayah ibunya mengambil foto bersama di dalam taxi.
" Mana coba,ibu lihat."
Indri memberikan hpnya yang masih menunjukkan foto yang barusan mereka ambil.
" Wah,fotonya sangat sempurna ya."
" Iya dong bu,gak sempurna gimana coba."
' Apa!,ibu bilang barusan fotonya sangat sempurna?.Ternyata mereka benar benar enggak mengingat kak Rena,sebenarnya apa dan kenapa si kak Rena gak ikut.Tapi mustahil juga kalau kak rena nolak buat ikut,apa lagi dia belum pernah bepergian bersama sekeluarga.'
Salsa kembali sibuk memainkan hpnya.
' Andai aja kak Rena punya hp,mungkin sekarang aku bisa saling balas chat sama kak Rena.Bisa ngabarin kalau sekarang aku akan pulang,bisa chatan sebelum bobo,dan juga bisa tahu keadaan dia dan posisi dia sekarang dimana.'
Salsa kembali membatin.
" Kamu kenapa Sa?,ibu lihat kamu melamun aja?."
__ADS_1
" Enggak kok bu Salsa gak kenapa napa,Salsa cuman ingat sama ka,emm kemarin aja waktu di pantai itu."
" Oh,,itu.Ibu kira kamu kenapa."
' Untung aja gak keceplosan,barusan aku hampir sebutin nama kak Rena.Aku gak mau denger aja,nama kak Rena di jelek jelekin sama keluarga aku sendiri.Ya allah,kapan si kak Rena akan ngerasa bahagia dalam hidupnya,kapan kak Rena akan bepergian bareng bareng sama keluarga.
Betapa bahagianya kak Rena jika itu terjadi,kak Rena aku janji sama diri aku sendiri kalau aku udah sukses nanti atau aku udah punya pekerjaan sendiri aku bakalan bahagiain kakak,aku akan bawa kakak jalan jalan ke luar negeri.Ya allah,semoga apa yang aku inginkan bisa tertacapai aamiin.'
***
Setelah memakan waktu yang begitu panjang,akhirnya mereka sampai di tujuan utama mereka,yaitu rumah yang sudah mereka rindukan dari kemarin.
" Alhamdulillah,akhirnya kita sampai juga di rumah.Ayo kita masuk,eh,,tapi jangan lupa bawa barang kalian masing masing.Salsa,,,kamu mau kemana.Ambil dulu barang kamu nak,kamu udah kangen ya sama rumah."
Ayah memanggil Salsa yang sudah berlari menuju pintu.
" Gak papa Sa,biar kakak aja yang bawain."
" Makasih,kak."
Salsa menunggu 3 orang lainnya di dekat pintu,dia ingin ayah atau ibunya yang masuk duluan meskipun dia sudah rindu kepada Rena,dia tidak ingin mendahului orang tuanya.
" Kenapa kamu malah diam?,ayo masuk."
" Enggak,aku mau ayah aja yang duluan masuk."
Ayah mulai mengetuk pintunya,dan bebrapa kali mengucapkan salam.
Kuncinya terbuka disaat ayah mendorongnya sedikit.
Mereka pun masuk dengan beriringan,saat masuk mereka sangat terpukau dengan keindahan rumahnya.Rumah mereka begitu sangat rapih,dan bahkan rumah mereka belum pernah serapih itu.
" Tumben,rumah ini rapih banget.Ibu belum pernah melihat rumah ibu serapih ini."
" Pasti kak Rena yang melakukan ini,bu.Kak Rena kan tinggal di sini sendiri disaat kita pergi."
" Iya,mungkin ini ulah dia.Tapi kemana dia sekarang,aku belum melihat dia bahkan batang hidungnya sekalipun."
Ucap Indri.
" Mungkin dia keluar,tapi pintu rumah gak di kunci.Salsa,coba kamu pergi periksa ke kamarnya,nak."
" Iya,yah."
Salsa pun pergi menuju kamar Renata.
" Kak Rena,kak Rena dimana?."
Panggilnya.
" Kak Rena kemana,ya.Dia gak ada di rumah,dan di kamarnya juga enggak ada."
Salsa kembali ke ruangan depan.
__ADS_1
" Gimana,Renata ada enggak?."
Salsa menggelengkan kepalanya.
" Enggak ada,yah."
" Kalau dia pergi dari pagi,berarti dari tadi pagi juga pintu rumah ini enggak di kunci yah.Ceroboh banget si,anak itu,gimana coba kalau ada maling masuk."
' *Kemarin hati dan pikiran aku udah tenang disana,ehh,,,sekarang pas pulang jadi lagi,ini itu ulah dia si anak b*go.Nyusahin aja bisanya.Udah nyusahin,gak tahu terimakasih lagi*.'
Indri benar benar sangat kesal kepada Renata yang ceroboh.
" Sudah sudah,karena waktu udah nunjukin jam 21.45 lebih baik kita masuk ke kamar dan tidur,jika mau beres beres besok aja ya.Nanti waktu tidur kalian malah terganggu."
Ucap ayah kepada anak dan istrinya.
Salsa mengambil barang barang miliknya masuk ke dalam kamar,dan membiarkannya terlebih dahulu,karena dia juga merasakan kelelahan setelah pulang dari luar kota,saat melihat kasur Salsa langsung merebahkan tubuhnya tanpa mengganti pakaiannya.Salsa langsung tidur dan tidak sadar dengan keadaan yang ada di sekitarnya.
" De,,kamu udah pulang ya.Gimana liburannya,pasti seru kan?."
Tanya Renata kepada adiknya itu.
" Seru banget kak,apa lagi kalau ada kakak mungkin makin seru."
Keluh Salsa.
" Kak,kenapa kakak gak ikut si.Padahal aku udah bayangin kalau aku berfoto sama kakak,makan makan sama kakak,bahkan mungkin bobo juga sama kakak.Kenapa si kakak gak mau ikut."
Lalu Renata menggenggam tangan Salsa.
" Sebenarnya kakak pengen ikut,cuman ibu dan kakak suruh kakak buat jagain rumah.Jadi yaudah deh,kakak gak bisa apa apa,kakak nurut aja sama apa yang mrreka mau."
Salsa langsung membuka matanya,dan mengingat apa yang baru saja masuk ke dalam mimpinya.
" Apa yang barusan kak Rena katakan itu benar?,apa dia di suruh buat jagain rumah sama ibu dan kakak?.Ya ampun kak,kakak kemana sii,,,,,."
Setelah itu,Salsa tidak kembali tidur.Karena dia cemas kepada kakaknya Renata.
.
.
.
.
.
***Bersambung.
Eh teman teman,ngomong ngomong Renata kemana ya?. Kenapa dia gak ada di rumah,ataukah Renata pergi ke tebing itu?,atau dia kemana?.Kalian ada yang lihat gak si?.
yuk kita bantu Salsa mencari keberadaan Renata,dengan cara like dan vote oke,ingat like dan vote***.
__ADS_1