
Di atas troler,terlihat Artur yang mulai mengerjapkan matanya.Ia berusaha melihat dua orang wanita yang sedang berpelukan,lalu ia memanggil salah satunya.
" Alodie " Panggilnya dengan sangat pelan,namun Alodie masih bisa mendengarnya." Kak Artur ".Renata melepaskan pelukannya dan ikut menghampiri Artur." Kak,kakak baik baik aja kan? ".Artur mengangkat tangannya dan mengelus pipi Alodie dengan lembut.
" Kakak,baik baik aja kok.Kamu jangan khawatir ya ".Alodie memeluk tubuh kakaknya yang sedang terbaring itu." Alodie gak mau kakak kenapa napa ".Saat sedang memeluk Alodie,Artur melihat ke arah Renata yang sedang berdiri dan melihat ke arahnya." Kenapa? ".Bisik Renata dari tempatnya.Artur hanya menggeleng kecil sambil tersenyum." Jangan bohong,dosa ".Artur hanya tersenyum tanpa menjawab Renata.
" Kamu jangan kasih tau mama ya,mama lagi di luar kota kakak gak mau nanti mama gak fokus sama pekerjaan nya ".Ucap Artur di saat Alodie melepas pelukan nya." Tapi kak,Alodie takut nanti kalau kakak kenapa napa.Nanti gimana kalau kakak--".Artur langsung menempelkan jari telunjuknya di bibir Alodie,dan membisikan sesuatu kepadanya.Alodie tersenyum geli dan melihat ke arah Renata,Renata hanya diam dengan alis yang terangkat di karenakan tingkah Alodie yang membuatnya bertanya tanya.Renata curiga kalau Artur membisikan tentang dirinya kepada Alodie.
' Kak Artur pasti mau jahil ni,dia pasti bisikin sesuatu tentang aku sama Alodie.Hmm,,,kira kira apa ya? '.
Renata melihat ke arah Artur,yang mana saat itu Artur sedang tersenyum licik kepadanya.' Tu kan,aku makin curiga.Apa yang kak Artur bisikin sama Alodie? '." Kak Rena,kakak mau kan rawat kak Artur? ".Bagaikan pohon yang tersambar petir,Renata terkejut mendengar apa yang baru saja Alodie katakan,Renata melihat ke arah Artur yang masih tersenyum seperti tadi.Renata menelan salivanya dan rahangnya mengeras,dia sangat ingin menjewer kuping Artur." Hah,,tapi kakak ".Renata bingung harus menjawab apa,dia sangat kesal melihat wajah Artur yang menyebalkan itu. ' Kak Artur benar benar ya,dia bilang sama adenya jangan ganggu ibunya yang sedang ada di luar kota,dan dia malah minta aku buat ngerawatnya '.
' Apa?,aku tau kok pasti kamu gak bisa nolak Alodie.Maaf Rena,hahaha '.Artur sangat puas melihat Renata yang sedang ke bingungan,Artur mengelus hidungnya sambil menahan tawanya.
" Mau kan,kak? ".Renata melihat ke arah Alodie,ya Renata tidak bisa menolak permintaan dari Alodie yang sudah dia anggap adiknya sendiri.Renata memejamkan matanya dan mengangguk pelan.
__ADS_1
" Alhamdulillah,Alodie senang kalau kakak bisa rawat kak Artur ".
' Kak,awas aja.Aku pasti bakalan balas kok '.Setelah itu Alodie pamit kepada Renata untuk membeli sesuatu,dan meninggalkan mereka berdua di ruangan tersebut.Awalnya Renata meminta untuk menemani Alodie,hanya saja Alodie melarangnya dan menyuruhnya untuk menjaga Artur.
" Kak,apa apaan si?.Gak ya,aku gak bisa jagain kakak ".
" Kenapa Ren?,tadi katanya iya gimana si ".
" Udah deh,mumpung Alodie gak ada.Lebih baik aku pulang aja ".
" Enggak,gak ada ".Baru saja Renata melangkah,saat itu pun Alodie tiba disana." Kak Rena mau kemana?,Alodie barusan beli makanan sekaligus panggil suster buat periksa kondisi kak
Artur "." Hehe,gak akan kemana mana kok,barusan mau jawab telepon cuman udah mati ".
" Lodie,kamu pulang aja ya.Besokan kamu harus sekolah,dan bukan nya kamu ada tugas?,kamu jangan khawatir sama kakak,tenang kan ada kak Rena ".' Makin lama ngeselin juga ya,ni orang '.Alodie melihat ke arah Renata yang sedang menatap sinis kepada Artur." Kak Rena,kakak yakin mau rawat kak Artur? ".Baru saja Renata membuka mulutnya untuk menjawab,Artur sudah lebih dulu berbicara kepada Alodie." Emm,,,mau kok,cuma dia malu malu aja buat jawab.Ya,kamu pulang,istirahat di rumah.Pak Maman udah nungguin di parkiran,lebih baik kamu pergi sekarang soalnya takut nanti keburu ujan,udah mendung ini ".
__ADS_1
" Yaudah kalau gitu,Alodie pulang "." Kak Rena,Alodie titip kak Artur ya,Alodie pergi dulu,assalamu'alaikum "." Wa'alaikumsalam ".
Renata juga berniat untuk pergi menyusul Alodie,dia sudah siap untuk pergi dari ruangan tersebut,namun lagi lagi seorang suster datang untuk memeriksa Artur dan menyuruhnya untuk menemani Artur.Renata sangat sangat kesal kepada Artur,apa lagi dari tadi Artur tersenyum puas kepadanya." Mbak,tolong nanti kasih obatnya setelah makan,sebentar lagi saya kesini membawa makanan di tunggu ya ".Suster pun pergi." Apa si kak,senyum senyum terus.Jijik tau gak si,lihatnya ".Renata memalingkan wajahnya dari Artur." Kamu sebenarnya ikhlas gak si buat nemenin aku? "." Gak! ".Entah apa yang harus dirinya lakukan nanti,setelah makanan nya datang.Makanan Artur telah tiba disana.
" Sus,tangan saya masih sakit kalau untuk makan.Saya belum bisa makan sendiri ".Kemudian suster melihat ke arah Renata.' Jangan bilang kalau aku harus nyuapin kak Artur '." Kalau masnya belum bisa makan memakai tangan sendiri,kalau begitu mbaknya bisa menyuapinya ".
' Ya allah,maunya kak Artur ini apa si?.Kenapa harus aku yang nyuapin dia,abang aku aja belum pernah aku suapin.Ini kak Artur,sodara juga bukan udah berani aja buat nyuapin dia '.Setelah itu suster kembali meninggalkan mereka berdua.Artur menatap Renata yang masih berdiri." Ayo suapin,lapar ni ".Renata pun melirik Artur tanpa ekspresi." Makan aja sendiri,jangan pura pura sakit ".Renata berjalan menuju kursi yang ada di ruangan tersebut dan mengabaikan Artur.
" Gak dengar apa barusan kata suster?,aku tu harus di suapi makan nya "." Gak,gak ada gak ada ".Memang,tangan Artur itu terdapat luka yang lumayan parah,sehingga jika dia menggerakan nya sedikit pun maka akan terasa sakit.Tapi Artur akan mencobanya,jika dia meringis nanti mungkin Renata akan mau menyuapinya.Artur mulai mengambil sendoknya dengan susah payah,ternyata benar saja disaat Artur akan memasukan suapan pertamanya tangannya begitu terasa sakit.
" Aaa,,, ".Renata yang panik langsung menghampiri Artur,dan menanyainya." Kak,kenapa? ".Artur terlihat menahan rasa sakit." Yaudah,kalau gitu aku bantu kakak buat makan ".Renata mengambil satu bubur mangkuk dan mulai menyuapi Artur.Saat Renata mengangkat sendoknya pandangan nya beradu dengan pandangan Artur,dan beberapa detik mereka saling tatap satu sama lain.' Kamu cantik Ren '.Hanya itu yang terucap di hati Artur.
Saat sadar Renata langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain,dan Renata merapikan rambutnya ke belakang telinga.' Kok jadi deg degan gini?,tenang Ren kamu gak boleh terbawa suasana '.Renata kembali mengangkat satu sendok yang terisi bubur dan menyupinya kepada Artur.
Bersambung.
__ADS_1
Btw maaf eps kebalik๐๐๐