
-Jika bekerja baik saya sudah ikhtiar namun jika untuk lebih baik mungkin itu masih kurang.
Dua minggu kemudian.
" Ren,kamu udah mau kerja lagi?."
Tanya Akhtar ketika melihat Renata yang sudah bersiap.
" Aku mau mulai kerja lagi bang,semoga aja pekerjaan aku lebih baik ya."
" Aamiin,hati hati di jalan ya.Jangan kebut kebut bawa mobilnya."
Renata pun pamit dengan mengecup tangan abangnya itu dan berlalu pergi.
Dia memasuki mobil berwarna kuningnya dan meluncur menuju tempat dimana dirinya bekerja.
Pagi ini jalan kota bogor sudah begitu padat,sehingga mobil Renata tidak bisa maju ataupun mundur,dan yang di lakukannya hanya diam sambil melihat kesamping kanan dan kirinya.
Renata melajukan mobilnya sedikit demi sedikit,entah apa yang terjadi di pengujung jalan sehingga menyebabkan kemacetan yang begitu panjang di pagi hari.Atau mungkin di karenakan hari ini adalah hari senin jadi sangat banyak para pekerja yang akan kembali dengan pekerjaan mereka.
Setelah menunggu ke dengan kesabaran penuh,akhirnya mobil Renata bisa melaju dengan normal.Renata sudah rindu dengan pekerjaan pekerjaan yang biasanya dia lakukan bersama rekan rekannya
Sesampainya di perusahaan,Renata langsung turun dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung yang ada di hadapannya dengan gontai.Namun suasana saat itu terasa berbeda dengan hari hari biasanya,Renata harap tidak terjadi apa apa dengan perusahaan tempatnya bekerja.
" Renata,akhirnya kamu datang juga.Oh,iya.Bu Kristien udah nungguin di ruang kerjanya,kamu kemana aja si selama ini?,gak sayang apa sama kerjaan kamu?."
Renata hanya membalasnya dengan senyuman,dan langsung pergi menuju ruangan bu Kristien.Renata di persilahkan masuk oleh Kristien dan langsung duduk di kursi yang membuatnya berhadapan dengan bu Kristien.
" Renata,kemana aja kamu selama ini?."
Tanya bu Kristien kepada Renata yang baru saja duduk.
" Maaf bu,dua minggu terakhir saya sakit dan -."
" Dan kamu malas untuk kembali ke perusahaan saya,iya?.Renata,kamu udah sia siakan kesempatan kamu untuk pemotretan di luar kota lho."
" Kamu sebenarnya masih niat atau tidak si bekerja sama dengan perusahaan saya?."
" Saya masih mau kok bu,saya masih mau,hanya saja waktu itu kondisi saya kurang mendukung dan -."
Omongan Renata kembali di potong oleh pemimpin perusahaan tersebut.
__ADS_1
" Oke,baik.Berhubung kontrak kamu sama perusahaan ini sudah hampir selesai,kalau begitu kita akhiri aja kerja samanya sampai disini,dan mulai besok kamu tidak bisa bekerja disini lagi."
Renata hanya menyergitkan alisnya,dia tidak percaya kalau pekerjaannya akan berakhir sampai disini.
" Tapi bu,saya kan punya alasan dan -."
" Saya adalah bos kamu,jika keputusan saya sudah seperti ini maka kamu tidak bisa mengganggu gugat,mengerti."
" Baiklah kalau begitu bu,saya terima keputusan ibu.Terimakasih atas kerja samanya selama ini,kalau begitu saya pamit.Selamat siang."
Renata pun kembali keluar dari ruangan tersebut,dan saat Renata menuju parkiran diringa berpapasan dengan Avril selaku pekerja dan patner Renata.
" Renata,ya ampun.Kamu kemana aja,udah lama lho kamu gak kerja disini.Tapi,kenapa mata kamu memerah kayak gitu?,kamu nangis?."
Mata Renata memerah karena dia sedikit menahan tangisnya,tapi percuma saja dia menangis karena itu tidak akan membuat pekerjaannya kembali.
" Gak papa kok,kak.Kak Avril apa kabar?."
" Alhamdulillah baik,kamu mau pergi lagi?.Padahalkan kamu belum aja kerja."
" Iya kak,aku udah gak kerja lagi disini."
" Kamu di pecat?."
Tanyanya tak percaya.
" Iya kak,aku juga mau sekalian minta maaf sama kak Avril,kalau selama ini mungkin aku banyak salah sama kakak,di maafin ya kak.Kakak yang semangat kerja disini,yaudah kalau gitu aku pamit ya kak,assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam."
" Ya allah,padahal kamu tu bekerja baik di perusahaan ini Ren,tapi kamu di lepas begitu aja.Aku yakin mereka yang udah lepasin kamu suatu saat nanti akan menyesal."
Kemudian Avril pergi ke ruang kerjanya dan dia juga akan mengurus model yang baru saja ikut bekerja sama di perusahaan itu,dan model tersebut akan menggantikan posisi Renata.
Di dalam mobil Renata hanya membuang nafas berat,dia mengetuk ngetukan jari ke setir mobil sambil menikmati perjalanannya.
' Hidup tak selamanya indah,lagi pula pekerjaan itu rezeki dan hanya akan sementara ada di hidup seseorang.'
Renata pun berusaha mengikhlaskan pekerjaannya yang telah hilang,dia harap akan ada rezeki yang menghampirinya lagi,dan saat ini Renata berencana menuju restoran miliknya.
Renata langsung di sambut ketika dirinya tiba disana oleh para pekerjanya yang sangat baik dan ramah itu.
__ADS_1
" Tumben tumbenan ya kak Rena kesini,mungkin dia lagi gak sibuk kali ya?."
" Ya terserah beliaulah,mau kesini mau enggak.Kok jadi lo yang ngatur si."
Renata meletakkan tasnya di ruangan pribadi di restoran itu,setelah itu Renata pergi ke area dapur dan melihat anak anaknya yang sedanh sibuk dengan alat alatnya masing masing.Renata meminta satu celemek kepada salah satu pekerjanya dan lalu memakainya.
Mereka yang ada disana terkejut karena melihat Renata ikut terjun dengan pekerjaan mereka.
" Lho,kak.Kakak ngapain disini?,mending kakak diam aja biar kita aja yang ngelakuinnya."
" Gak papa,saya juga ingin membantu kalian.Coba,saya minta bahan bahan yang akan di masak."
Orang yang lainnya hanya menggeleng melihat Renata yang bersikukuh untuk melakukan hal yang ingin dia lakukan,Renata mulai memasak di dapur restorannya,ini adalah pertama kalinya Renata melakukan hal seperti itu bersama mereka.
Renata sangat terlihat fokus memasak salah satu makanan yang sangat terkenal di restorannya yaitu ayam lada hitam.Makanan tersebut adalah makanan yang membuat semua orang penasaran dengan restoran Renata.
Sejak Renata masuk ke dapur ternyata ada sepasang mata yang tidak lepas dari pandangannya kepada Renata,dia terus saja memperhatikan gerak gerik Renata saat di dapur.Kemudian orang tersebut pun menghampiri Renata yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.
" Kak,lagi bikin apa?."
Renata menoleh sekejap kepada orang tersebut lalu dia pun kembali fokus.
" Lagi bikin ayam."
Jawabnya singkat.
" Mmm,,,aku mau bantu boleh kan?."
"Asih banyak pekerjaan lain kan?,saya bisa menyelesaikannya sendiri kok."
Saat itu Renata tengah menyelesaikan apa yang sedang dia buat,dan kebetulan pemesannya sudah menunggu.
" Oke,kamu kasih ini ke meja nomor sembilan.Orangnya udah nunggu dari tadi."
Renata memberikan piring yang berisikan ayam lada hitam buatannya,dan gadis itu pun menerimanya lalu memberikannya kepada orang yang berada di meja sembilan yang telah menunggunya.
" Pak ini pesanannya,selamat menikmati."
Ucapnya kepada pelanggan.
Bersambung.
__ADS_1