
-Jika kepergianku akan membuat keluarga bahagia,maka aku akan pergi dan aku akan membuktikan kalau aku bisa berjuang tanpa semangat dari mereka.
Renata hanya memikirkan bahwa akan ada hal yang terjadi di rumahnya ketika ia sampai disana,tapi dia tetap positif thinking saja bahwa kejadian di rumahnya akan membuatnya bahagia.
Sesampainya disana Renata langsung ke dalam rumah,yang mana saat itu di ruangan depan sudah ada ayah,ibu dan juga kakaknya.
' Akhirnya,datang juga.'
Indri membatin disaat melihat Renata muncul di depan pintu.
" Assalamu'alaikum."
Ucap Renata disaat masuk ke dalam rumah.
" Wa'alaikumsalam."
Jawab mereka serentak.
" Dari mana ajadengan kamu?,sudah lima hari ini baru pulang?,dari mana?."
Ayahnya bertanya nada sedang.Renata bingung dia harus menjawab apa,Renata hanya diam dan menunggu pertanyaan lain dari ayahnya.
" Sini ikut,ayah."
Tangan Renata di tarik oleh ayahnya keluar,cengkramannya yang kuat membuat Renata sedikit kesakitan dan berusaha melepaskannya.
Sesampainya di luar rumah,ayah melemparkan Renata sampai jatuh ke tanah halaman rumahnya.
Renata sangat bingung dengan sikap ayahnya yang begitu kasar kepadanya.
' Ada apa ini?,kenapa ayah sekasar ini kepadaku?.'
Renata bertanya tanya di dalam pikirannya.
" Ayah kecewa sama kamu!,kamu benar benar tidak malu!."
Ucap ayahnya dengan begitu keras.
" Aku sama sekali enggak ngerti sama apa yang ayah lakuin sama aku,dan juga apa yang ayah katakan."
Cairan bening mulai mengalir di pipi Renata.
" Jangan pura pura tidak tahu kamu,jelas jelas setiap malam atau mungkin setiap hari kamu melayani laki laki hidung belang di luar sana kan."
Renata menyergitkan alisnya,perkataan ayahnya sungguh sakit untuk di dengar oleh Renata.
" Enggak ayah,Renata gak pernah laukin itu,bahkan Renata gak akan pernah lakuin hal seperti itu,Renata tahu kalau itu dosa besar."
__ADS_1
" Terus yang di foto itu siapa!,siapa hah?!!.Lihat ini kamu kan?,jawab!!!."
Renata sangat terkejut di saat melihat foto yang ayahnya tunjukan kepadanya.
" Itu bukan Renata ya,itu bukan Rena."
" Lalu siapa?,kamu mau cari alasan kalau ini kembaran kamu?,kalau ini hanya orang yang mirip sama kamu?.Jelas jelas ini kamu,sudah sekarang kamu tidak bisa mengelak lagi."
' Ada apa ini?,kenapa jadi seperti ini?,siapa yang telah mengedit foto itu,bahkan aku tidak mengenal satu pun laki laki di luar sana.Ya allah apa yang harus aku lakukan sekarang?.'
" Renata dengar,mulai saat ini dan seterusnya kamu bukan anak ayah dan ibu lagi."
Duar tubuh Renata serasa di sambar oleh petir,hatinya sangat hancur ketika ayahnya mengatakan kalau Renata bukan anaknya lagi,air mata yang keluar dari mata Renata semakin deras dia sudah tidak bisa menahan nya lagi.
" Dan kamu,harus pergi dari rumah ini.Ayah tidak mau nama baik keluarga ayah tercoreng sama kamu,dasar anak sialan!."
" Ayah aku mohon,jangan usir aku dari sini,jika ayah usir aku dari sini aku akan tinggal dimana?."
" Ayah tidak peduli sama nasib kamu kedepannya,karena kamu sudah bukan bagian dari keluarga ini lagi,ngerti kamu."
Indri pergi ke kamar Renata untuk mengambil koper yang telah dia siapkan.
" Akhirnya,berhasil juga.Renata selamat tinggal,semoga kamu tidak bisa melupakan momen di hari ini."
Indri kembali ke luar rumah dan melemparkan koper yang berisi barang barang milik Renata.
" Koper kamu sudah ada,sekarang kamu tinggal pergi dari sini dan jangan pernah kembali."
Tidak berpikir panjang Renata langsung berdiri dan mengambil koper yang tergeletak di sampingnya.
Renata berusaha menguatkan dirinya untuk bangkit,dan dia menghapus air matanya berusaha kuat di hadapan mereka.
" Oke aku akan pergi,aku akan pergi dari rumah ini,jika memang ini akan membuat kalian bahagia,bahagia tanpa kehadiran ku.Aya,ibu terimakasih atas waktunya,terimakasih atas delapan belas tahunnya.Aku tidak menyesal karena sudah di lahirkan dari keluarga ini,dan aku tidak akan membenci kalian ayah,ibu.Aku pamit,semoga kalian selallu di beri kesehatan.Assalamu'alaikum."
Renata melangkahkan kakinya yang terasa berat untuk meninggalkan rumah,tapi ini adalah salah satunya cara untuk membuat keluarganya bahagia.
Orang tua Renata hanya melihatnya pergi,sedangkan kakaknya hanya tersenyum licik melihat kepergian adiknya yang sangat ia benci.
' Aku tahu ini terjadi karena siapa,aku tahu siapa yang mengedit foto itu,aku tahu siapa yang telah membuatku pergi dari rumah ayah,itu pasti kamu kan kak Indri.'
Di saat Renata belum jauh berjalan dari rumah,disitulah adik yang sangat dia sayangi datang.
" Lho,itu kan kak Rena.Kenapa kak Rena bawa koper."
Salsa pun mendekati Renata dengan sepeda motornya,karena saat itu Salsa baru pulang dari sekolah.
" Kak Rena!."
__ADS_1
Salsa berteriak di dekat motornya yang telah di hentikan.
Renata menghentikan langkahnya disaat dia mendengar suara sang adik yang memanggilnya.
Renata pun berbalik.
" Kak Rena mau kemana?,kenapa kakak bawa koper?.Kakak habis nangis?."
Renata melepaskan koper yang sedang dia pegang tadi.
" Kakak mau kemana?,kenapa kakak bawa koper?."
Salsa mengulangi pertanyaan nya.
" Kakak gak akan pergi dari rumah kan?,kakak gak akan tinggalin aku kan kak?."
Renata pun memeluk Salsa dengan sangat erat,Renata mulai mengeluarkan air matanya lagi.
" Maafin kakak ya,kakak belum bisa menjadi kakak yang baik buat kamu.Maafin kakak ya sayang."
" Kakak gak boleh pergi,kakak harus tinggal di rumah sama aku,kakak gak boleh tinggalin aku kak."
Renata melepaskan pelukannya dan menempelkan kedua telapak tangannya di kedua pipi Salsa.
" Salsa,dengerin ya.Kakak gak akan pergi kemana mana kok,kakak akan selalu ada buat kamu.Kamu jangan sedih ya,semangat terus jadilah kebanggaan ayah dan ibu,oke.Kalau begitu kakak pergi dulu,kamu baik baik ya,jaga diri baik baik,jaga kesehatan dan jangan sampai kamu lupain shalat."
" Enggak kak,kakak gak boleh pergi,kakak harus tinggal di rumah."
" Salsa,ini sudah waktunya kakak pergi dari rumah.Maafin kakak ya,kapan kapan kakak main ke rumah,ya.Semangat terus,kakak pamit."
Sebelum pergi,Renata mengecup kening adiknya,dan berlalu pergi menarik kopernya.
" Kak,kak Renata?.Kak Renata jangan pergi!,hiks hiks.Kakak!!!."
Renata terpaksa meninggalkan Salsa disana,bukannya tega namun bagaimana lagi,dia harus pergi sejauh mungkin dari rumah itu.
' Kak,semoga kakak bahagia ya di luar sana.Semoga kakak bisa hidup sesuka kakak,dan semoga aku bisa di pertemukan sama kakak lagi.Bahagialah kak Rena.'
Salsa menghapus air matanya dan berlalu pergi dari sana.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Betsambung.