Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
55.Bahagia.


__ADS_3

-Keluarga adalah tempat kembali disaat susah atau senang,maka dari itu janganlah kalian membenci mereka karena jika ada butuh pasti mereka adalah tempat pelarian pertama.


" Kamu kapan pulang ke rumah,nak?.Setiap hari,bahkan setiap waktu ibu kamu menanti ke pulangan kamu.Ibu kamu sangat ingin bertemu sama kamu,dan alhamdulillah hari ini kita di pertemukan disini."


Renata masih terlihat menghapus air matanya saat itu,dia tidak bisa berhenti untuk menghentikan air matanya.Renata sangat terharu karena sekarang orang tuanya sudah menyayanginya,sekarang yang mereka nantikan ke pulangannya adalah dirinya dan sekarang yang selalu mereka rindukan adalah dirinya.


" Rena sebenarnya udah ada rencana buat datang ke rumah ayah,cuman Rena sibuk Rena gak ada waktu."


" Sebaiknya kita ngobrolnya jangan disini yah,kita cari tempat aja yuk."


" Oh iya,aku udah ada janji sama teman aku yah.Kita kesana aja yuk,kebetulan dekat kok."


Kemudian Renata membawa orang tuanya ke tempat dimana Lucy sedang menunggunya,disaat Renata bersama orang tuanya datang kesana Lucy pun langsung berdiri dan menyalami tangan kedua orang tua Renata.


" Ayah,ibu,kenalin dia sahabat aku namanya Lucy."


" Apa kabar,nak?."


" Baik,tante."


' Ini gak salah ni?,orang tua Renata sebaik ini?.Apa mereka udah berubah?,kalau udah berubah si aku bersyukur banget,mulai sekarang Renata udah di sayangi orang tuanya,tapi nanti Renata bakalan pindah ke rumah orang tuanya gak ya?,kalau pindah nanti gimana sama aku,Renata kan cuman sahabat aku satu satunya,semoga aja Renata gak pindah.'


" Kamu ikut pulang sama ayah dan ibu hari ini,ya.Karena ayah sama ibu udah rindu sosok kamu di rumah nak."


" Maaf yah,jika untuk pulang ke rumah mungkin lain kali aja ya,soalnya aku banyak kerjaan."


Dan Lucy dia hanya bisa mendengarkan pembicaraan antara ayah dan anak,melihat itu Lucy jadi rindu kepada sosok ayahnya yang telah lama meninggalkannya dan juga ibunya.


' Aku jadi rindu sama ayah,ayah dimana si?,aku rindu yah,semoga kita cepat bertemu ya.'


Ya,ayah Lucy meninggalkan dirinya dan juga ibunya setelah ayah dan ibunya resmi berpisah.Saat itu Lucy baru berusia sebelah tahun,dan sampai sekarang pun ayahnya tidak pernah muncul kembali.


" Ibu mau tanya sama kamu,selama ini kamu tinggal dimana sayang?."


Karena jika Renata menjadi gelandangan ibunya akan merasa sangat bersalah.


" Aku tinggal di rumah,bu."


" Rumah siapa?,rumah sahabat kamu?."


" Bukan,tapi rumah aku sendiri."

__ADS_1


Ibu sangat terkejut mendengar jawaban dari Renata,karena menurutnya sangat tidak mungkin bagi Renata mempunyai rumah.


" Kamu punya rumah sendiri?,kamu beli rumah nak?."


" Iya bu,alhamdulillah."


" Ya allah nak,kerja apa kamu?,sampai kamu bisa beli rumah?."


" Sebenarnya,waktu aku di usir dari rumah aku udah punya usaha bu,aku buka kafe dan alhamdulillah kafenya selalu ramai sampai sekarang dan orang yang nemenin aku dari nol sampai sukses adalah Lucy."


Lucy hanya tersenyum kepada orang tua Renata ketika mereka melihat ke arahnya.Tidak lama dari situ,Akhtar menelepon Renata karena ketika sedang berada di perjalanan pulang Akhtar mengalami kecelakaan.


Renata pun izin menjawab telepon kepada mereka.


" Assalamu'alaikum,bang.Ada apa?."


" Ren,kamu dimana?,pulang abang tadi pas pulang dari kantor mengalami kecelakaan."


Renata sangat terkejut mendengar apa yang di katakan oleh abangnya.


" Apa!,kecelakaan.Terus sekarang keadaan abang gimana?,abang baik baik aja kan?."


" Sekarang abang lagi di rumah sakit,dokter belum izinin abang buat pulang."


' Gimana ya,aku harus temenin bang Akhtar di rumah sakit.Tapi,masalahnya ayah dan ibu.'


" Yaudah,Rena kesana ya sekarang,nanti abang kasih tahu rumah sakitnya lewat chat aja ya,sekarang Rena kesana."


Renata memutuskan sambungan teleponnya dan kembali ke meja.Renata bingung harus melakukan apa,jika dia terus bersama orang tuanya lalu siapa yang yang akan menemani Akhtar di rumah sakit,dia juga masih rindu kepada orang tuanya.


" Siapa yang telepon,nak?."


Renata menatap ke arah Lucy sambil memasang muka khawatirnya.


' Renata kenapa?,kok mukanya kayak khawatir gitu?.'


" Emmm,,ayah ibu,mungkin Rena harus segera pulang.Jujur Renata masih rindu sama ayah sama ibu,tapi Rena harus segera pulang."


" Kamu harus pulang,ya.Sama ibu juga masih rindu sama kamu sayang,ibu tunggu kepulangan kamu ya."


Sebelum berpisah ayah dan ibunya mengecup kecing Renata.

__ADS_1


" Kamu sehat sehat ya,jaga diri baik baik,ayah sama ibu tunggu ke datangan kamu di rumah."


Renata memeluk sang ayah dan ibunya,Renata merasa berat untuk meninggalkan ayah dan ibunya,tapi masalahnya Akhtar dia harus segera pergi ke rumah sakit.


" Rena pergi dulu ya,nanti insyaa allah Renata pulang ke rumah ayah sama ibu kok."


" Yasudah,kamu hati hati ya."


Renata dan Lucy pun pergi dari sana,saat pergi Renata masih menatap kedua orang tuanya.Hari ini dia sangat merasa senang dan bahagia,karena sudah di pertemukan dengan orang tuanya yang mana orang tuanya kini sangat menyayanginya.


" Kamu pasti bahagia bertemu sama orang tua,kamu."


" Aku bahagia banget,aku senang karena sekarang orang tua aku sangat menyayangi aku.Tapi sayangnya kau harus pulang."


" Oh iya,Ren.Kamu kenapa tadi?,kok kayak khawatir gitu?."


" Itu lho,abang aku kecelakaan dan sekarang dia lagi di rumah sakit."


" Apa,kecelakaan!.Terus sekarang gimana keadaannya?,baik baik aja kan?."


" Mana aku tahu,aku juga belum lihat dia."


Renata pun mempercepat laju mobilnya,agar dia dan Lucy bisa cepat sampai di rumah sakit.Sesampainya di rumah sakit Renata langsung mencari ruangan Akhtar dan mereka langsung masuk ke dalam ruangannya.


" Abang,ya allah kenapa abang bisa kayak gini?."


Renata terkejut ketika melihat kepala dan tangan abangnya yang terbalut perban.


" Enggak,ini gak papa kok.Cuman luka ringan aja,kamu gak usah khawatir."


" Luka ringan gimana,buktinya aja abang sampai harus di rawat."


' Renata emang perhatian sama siapa pun,udah cantik,baik,solehah,idaman banget kayaknya.Eh,ngomong ngomong jodoh Renata itu siapa ya?,tapi kalau Renata nikah nanti aku sama siapa dong,aku gak temannya nanti.'


Bisik Lucy di dalam hatinya.


Karena belum sempat makan,Renata dan Lucy pun makan bersama Akhtar di rumah sakit,mereka memakan makanan yang mereka beli saat perjalanan menuju rumah sakit.


Renata juga menyuapi Akhtar,karena Renata merasa kasihan jika Akhtar harus makan sendiri dan juga Renata ingat saat Renata sedang sakit yang menyuapi makannya adalah Akhtar.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2