Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
66.Darah.


__ADS_3

-Jika seseorang telah menyakiti kita,maka ada sebagian orang yang tidak akan suka dia kembali berdekatan dengan kita.


Di dalam mobil,Lucy membersihkan darah darah yang ada di muka Renata dengan tisu.Lucy membersihkannya sambil menangis,karena mulai saat itu Renata tidak sadarakan diri.


Sedangkan Akhtar dia hanya terdiam melihat tubuh Renata yang sangat hancur,tangan Renata yang penuh dengan luka,kening Renata yang berdarah dan juga perutnya yang tertusuk membuat Akhtar terdiam sambil menatapnya.


' Saat kamu pergi untuk bekerja,kamu masih baik baik aja Ren.Tapi apa ini,kamu kembali dengan tubuh kamu yang sangat hancur.Pasti kamu sangat menderita saat bersama dengan berandalan berandalan itu,sampai kamu di lukai seperti ini.'


Akhtar menyeka air matanya yang mulai keluar,dia telah gagal menjadi abang baik buat ponakannya.Dia sama sekali tidak bisa menjaganya dengan sangat benar,mungkin Akhtar butuh banyak belajar lagi untuk menjaganya.


Sesampainya di rumah sakit Lucy pergi duluan untuk mencarikan suster dan membawa blankar untu Renata,setelah menemukannya dia membawa ke kedat parkiran dan Akhtar meletakan tubuh Renata di atas belankar itu lalu suster dan petugas lainnya membawa Renata menuju ruang UGD.


Sementara Akhtar dan Lucy menunggunya di luar ruangan,tidak lama dari situ handphone Aktar berdering dan dia melihat siapa yang menghubunginya dan ternyata itu adalah Artur.


" Halo,sekarang aku akan pergi untuk mencari Renata."


" Pencariannya di hentikan sampai disini saja Artur,karena Renata sudah di temukan."


" Sudah di temukan?,syukurlah.Lalu bagaimana keadaaannya?,apa dia baik baik saja?."


" Keadaannya sangatlah buruk,mungkin disaat di culik Renata disiksa."


" Apa,sekarang kalian dimana?,aku akan pergi kesana dan tolong share lokasinya."


Mereka pun memutuskan sambungan teleponnya dan Akhtar mengirim lokasi rumah sakit yang mereka tempati.


Di kursi tunggu yang ada di depan ruangan,Lucy menunduk dengan tangannya yang ada di kening.Dia benar benar tidak sangka kalau ini akan terjadi kepada sahabatnya,dan dia juga penasaran siapa orang yang tadi memakai topeng itu.


" Lucy,udah kamu jangan sedih.Kita saling mendo'akan Renata suapaya dia cepat sembuh,ya."


Lucy mengangkat kepalanya dan menyeka air matanya.


" Jujur bang,aku syok banget saat lihat Renata waktu itu.Mereka,wanita wanita bertopeng itu memang gak punya rasa belas kasihan sampai sampai mereka tega tancapkan pisau di perut Renata tanpa di cabut kembali.Kedua tangan Renata penuh dengan luka dan juga darah,kening dia terluka,pelipisnya terluka,wajahnya banyak memar memar,dan juga perutnya yang tertusuk pisau dan lebih parahnya mereka memaksa Renata untuk berjalan saat itu,mereka hanya mengalungkan tangan Renata ke punduknya."


Lucy kembali menangis saat itu,dia sangat syok melihat pemandangan yang begitu mengamatirkan dari seorang Renata.


" Abang juga gak nyangka ini akan terjadi,abang sedih saat melihat kondisi Renata.Abang merasa udah gagal menjadi seorang abang,abang kesal sama diri abang sendiri,jagain Renata aja gak becus."


" Bang,abang jangan bicara kayak gitu,anggap saja ini adalah pelajaran untuk kita yang sudah membiarkan Renata pulang sendiri dari kantornya."


Seketika itu ada seseorang yang menghampiri Mereka yaitu Aidan.


" Lucy,kok kamu ada disini?."

__ADS_1


Lucy pun melihat ke arah Aidan.


" Aidan,kamu kenapa ada disini juga?."


" Ini,istri aku mengalami pendarahan.Kamu sendiri?."


" Itu,Renata masuk rumah sakit."


" Apa,Renata!.Renata kenapa?,dia baik baik aja kan."


" Hei,jangan sok baik ya anda."


Ucap Akhtar yang kesal mendengar suara Aidan,saat Aidan hanya diam dan menatap Akhtar.


" Kamu yang waktu itu ada di rumah Renata kan?,ngapain kamu disini?."


" Saya sedang menunggu Renata,dia sedang sakit dan saya harus menjaganya."


Di pikiran Aidan masih ada pertanyaan soal Akhtar,dia belum tahu Akhtar siapanya Renata,namun Aidan malah menganggap Akhtar adalah pacar baru Renata.


" Jangan sok jadi jagoan,Renata gak suka cowok kayak kamu!."


" Mohon di jaga ya,omongan anda.Saya adalah abangnya Renata,bebas dong saya mau nunggu dia atau enggak."


Aidan langsung diam saat mendengar jawaban dari Akhtar,jawaban Akhtar mampu membungkam mulut Aidan itu.


" Bagaiman kondisi Renata dok?,dia baik baik aja kan?."


" Kondisinya benar benar kritis,dan kami sekarang sangat membutuhkan darah golongan A,kebetulan stoknya habis."


Akhtar bingung karena golongan darahnya tidak sama dengan Renata,begitupun Lucy.


" Ambil darah saya aja dok,golongan darah saya A."


" Tidak,saya tidak akan membiarkan darah anda mengalir di tubuh Renata."


Akhtar menentang keputusan Aidan.


" Tapi mau bagaimana lagi,golongan darah kaliankan gak ada yang A kan?."


Saat itu Artur melihat pengtengkaran kecil dari kejauhan,dia pun betanya kepada suster yang baru saja pergi dari sana.


" Suster,disana ada terjadi keributan apa?."

__ADS_1


" Itu pak,pasien sangat membutuhkan darah saat ini.Yaitu golongan darahnya A,dan mereka berdebat karena peria yang satunya tidak setuju jika peria yang satunya lagi mendonorkan darah untuk pasien dan kami sangat membutuhkan pendonor darah bergolongan A saat ini."


" Suster,kalau begitu ambil saja darah saya,kebetulan darah saya bergolongan A."


" Yasudah pak,kalau begitu bapak bisa ikut saya."


Artur pun mengikuti suster itu menuju ke ruang pengambilan darah,sedangkan Akhtar masih berdebat dengan Aidan sampai sampai membuat dokternya pusing.


" Tapi Renata sangat membutuhkannya,saat ini."


Aidan masih terlihat memohon mohon kepada Akhtar untuk bisa mendonorkan darahnya kepada Renata.


" Tidak,saya tidak akan membiarkannya."


Tidak lama dari situ datanglah suster yang tadi dengan membawa kantonng darah.


" Sudah ada,sus ayo cepat pasangkan."


Dokter dan suster pun kembali masuk dan menutup pintunya rapat rapat.


Mereka bertiga bertanya tanya siapa yang telah mendonorkan darah untuk Renata.


" Lho,kok.Darahnya udah ada si?,pendonornya kan belum ada.Tetus siapa dong ya g mendonorkan darahnya?."


Ucap Lucy,dan Artur yang sudah sampai disana pun menjawab.


" Saya yang telah mendonorkan darah,untuk Renata."


Semua pandangan langsung tertuju kepada Artur yang sedang merapihka tangan dari kemejanya.Akhtar langsung menghampiri Artur.


" Kamu serius udah mendonorkan darah untuk Renata?."


Artur tersenyum dan menganggukkan kepala.


" Ya ampun Artur,aku sangat berterimakasih kepadamu."


" Iya sama sama,ngomong ngomong kondisi Renata parah ya,sampai sampai dia kekurangan darah?."


" Ya,kondisinya saat ini sedang kritis.Renata banyak kehilangan darah."


Aidan pun pergi dari hadapan mereka dan kembali ke ruangan istrinya.


" Memangnya ada apa?,kenapa Renata sampai kehilangan banyak darah?."

__ADS_1


Akhtar pun menceritakan semua yang telah terjadi di pagi ini bersama Lucy,dan saat mendengarnya Artur sangat tidak percaya ini terjadi kepada Renata,ternyata selama dia menghilang dia mendapatkan luka di setiap waktunya.


Bersambung.


__ADS_2