Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
108.Waktu terakhir.


__ADS_3

Renata di bantu bersiap oleh ibu dan Salsa." Kak,nanti kakak hati hati ya disana.Salsa gak mau kakak kenapa napa lagi.".Renata mengelus tangan Salsa yang melingkar di lehernya." Iya,kakak pasti jaga diri kok dan juga ada abang yang nemenin kakak.".Setelah selesai bersiap Renata di bantu turun oleh Akhtar dan ibunya,kemudian Renata juga di bantu duduk di kursi roda.


" Hati hati ya Tar bawa mobilnya,jangan kebut kebutan.".Hari ini ayah Renata sedang tidak ada,karena tadi pagi beliau sudah pergi karena ada urusan mendadak.Akhtar dan Renata pun berangkat ke lokasi yang akan mempertemukan Renata dengan Alodie.


" Ngomong ngomong,Alodie itu siapa Na?.Kayaknya akrab banget sama kamu?,mau pulang ke rumahnya aja dia sampai mau ketemu dulu sama kamu."." Kalau di ceritain itu panjang bang,ya intinya dia itu anak baik,anak jujur anak remaja yang selalu ada buat aku selama ini.".


" Tapi kamu sayang sama dia?."." Sayang banget,dia udah aku anggap sebagai adik aku sendiri.".' Renata ini,sosok wanita yang tak pernah memandang seseorang dari segi fisik ataupun keadaan.Aku bangga punya ponakan kayak dia.'.


Sedangkan Atur bersama Ibu dan Alodie,mereka sudah tiba di danau tersebut dan mencari tempat duduk.


" Lodie,mama mau tanya sama kamu.Apa si yang udah Renata lakuin buat kamu?.".Ini saatnya Alodie menjawab pertanyaan mamanya dengan baik dan benar." Kak Rena itu baik banget ma,Alodie juga gak tau harus bilang apa lagi sama kak Rena.Bahkan ma,kak Rena itu udah anggap Alodie sebagai adiknya sendiri.Setiap hari kak Rena selalu ngirim makanan buat Alodie,meskipun lewat ojol kak Rena gak pernah lupa.Kak Rena adalah orang yang paling baik yang pernah Alodie temukan setelah Mama dan kakak.".


" Asal mama tau ya,bahkan Alodie itu suka do'ain kak Rena dan kak Artur berjodoh.".Seketika itu Artur yang sedang memainkan hp melihat ke arah ibu dan adiknya.


" Apaan si,kok kamu ngomongnya gitu de.".Kalau sepetri ini,Alodie semakin semangat untuk menggoda kakaknya itu.


" Kak,jujur aja.Alodie tau kok kakak suka kan sama kak Rena?,buktinya aja waktu itu kakak minum kopi bareng di kafe."." Iya,si kakak suka sama dia.Hahahaaa.".Tiba tiba saja Artur tertawa dan Alodie bersama ibunya ikut menertawakan putranya itu.Alodie sangat gemas melihat kakaknya yang salting brutal dengan apa yang barusan di katakannya.

__ADS_1


" Oh jadi kakak beneran suka ni?,kalau gitu Alodie laporin nanti ya sama kak Rena."." Eh,eh jangan dong.Nanti kakak malu lah de.Jangan ya,kakak juga lagi ngumpulin keberanian kok,tenang aja nanti kamu tau tau kakak udah jadian aja ya sama Renata.".


' Ya allah,aku senang dengernya kalau kak Artur benar benar suka sama kak Rena.Semoga aja mereka berjodoh,aamiin.'.


Beberapa menit kemudian,Renata dan abangnya tiba disana.Seperti biasa Renata duduk di kursi roda dan Akhtar membantu mendorongnya dari belakang." Kak Akhtar,kalian udah sampai.".Artur memanggil Akhtar dari arah belakangnya,kemudian Akhtar memutar balikan kursi roda Renata dan kembali ke belakang.


" Alodienya mana,kak?.".Tanya Renata yang hanya melihat Artur bersama Kristien." Tadi Alodie ke toilet dulu,dia bentar lagi kesini kok.".' Ya ampun,cantik banget dia hari ini.'.Kemudian Kristien menghampiri Renata,dan menyapa serta menanyakan kabarnya,setelah mereka lama tidak bertemu." Renata,kamu apa kabar?.Lama ya,kita gak ketemu."." Alhamdulillah baik bu,ibu apa kabar juga?.".


" Saya baik juga,tapi katanya kamu kecelakaan ya?,sampai harus pakai kursi roda seperti ini?.".


Terlihat Alodie yang memperhatikan mereka dari kejauhan.Alodie menitikan air matanya,karena hari ini dirinya akan berpisah dari wanita yang baik yang sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri.Kemudian Alodie melangkah mendekati mereka." Nah ini dia,yang di tunggu tunggu udah datang.Yaudah,katanya mau ngabisin waktu sama Renata.".Alodie pun tersenyum dan pamit kepada semuanya untuk membawa Renata bersamanya.


Sementara Akhtar,Artur dan Kristien mengikuti Alodie dan Renata dari belakang." Kakak dengar,kamu hari ini mau pulang,ya?.".Alodie hanya diam dan tidak menjawab.


' Seharusnya,aku jangan dulu tanya itu.Ya ampun Renata,kamu ini bikin Alodie sedih aja.'.


" Kalau gitu,sekarang kita ke arah sana yuk.Kakak lebih suka di daerah sana.".Kemudian dengan selamat Alodie mendorong kursi rodanya ke arah yang di tunjuk oleh Renata.Tidak lupa,Alodie dan Renata membeli makanan yang ada disana,dan Alodie tidak lupa membeli ice krim kesukaannya.Kristien sangat senang,melihat ke akraban Alodie bersama Renata." Kamu,lihat ini.Bibir kakak blepotan lho,udah jangan jailin kakak lagi,soalnya kakak gak bawa tisu.".Renata mengingatkan Alodie yang terus menjahilinya.

__ADS_1


" Gak papa kak,biar nanti kak Artur yang bersihin nya,hehe."." Apa,enggaklah kamu gak boleh kayak gitu.Lihat tu,kakak malu di lihatin sama ibu dan kakak kamu.".


' Kok Renata kelihatan lucu ya,kalau lagi blepotan kayak gitu.'.Bisik Artur dalam hatinya,disaat melihat Renata yang melihat ke arahnya dengan keadaan blepotan.


" Gak papa kak,bentar lagi kak Artur pasti kesini dan membersihkan sisa sisa ice krim yang ada di dekat bibir kakak.Tu kan,kak Artur lagi jalan kesini.".Karena tidak ingin di dekati oleh Artur,Renata langsung mengajak Alodie untuk menjauh dari sana.


" Alodie,ayo cepat kita pergi."." Aku gak akan bawa kakak pergi,sebelum kak Artur sampai disini dan bersihin sisa sisa ice krim itu.".Karena Alodie menolaknya,Renata pun berusaha untuk melajukan kursi roda dengan tangannya.


" Eh kak,mau kemana?.".Alodie menahan kursi roda Renata." Kan kamu gak mau nemenin kakak,yaudah kakak mau pergi sendiri."." Eh jangan,iya iya aku temenin kakak.".


Kemudian Alodie kembali mendorong kursi roda Renata dan melambaikan tangan kepada Artur.


Tidak terasa hari sudah mulai sore,dan ini sudah waktunya Renata bersama Alodie berpisah dan bertemu di lain waktu.Saat itu,Alodie sedang berdiri di belakang kursi roda dengan mengalungkan tangannya di leher Renata.


" Kak,Alodie mau ucapin terimakasih untuk kakak.Yang mana selama ini kakak udah nemenin Alodie,kakak udah biayain hidup Alodie.Makasih ya,kak.Alodie gak tau harus bilang apa lagi sama kakak yang baik banget.".Air mata Alodie sudah menggelinang memenuhi kantong matanya.


" Sama sama,kakak juga mau berterimakasih sama Alodie.Karena Alodie udah selalu ada buat kakak,Alodie juga udah bantu kakak.Makasih ya.".Renata merasakan tetesan air mata Alodie yang jatuh mengenai pundaknya.

__ADS_1


" Kamu jangan nangis,kakak tau ini sulit untuk kamu,untuk kakak,tapi ini sudah waktunya Alodie pulang ya.Jangan sedih,ya.Di lain waktu kita bisa bertemu lagi.".Renata mengelus lembut pipi Renata dengan jari jari tangannya.


Bersambung.


__ADS_2