
-Sesakit apapun luka yang di berikannya,kita tetap tidak bisa untuk membencinya
ibu..
" Aku,harus pulang dan berutahu ibu tentang kondisi kak Rena saat ini.Kebetulan banget,mapam ini ayah ada pengajian dan juga kakak lagi ikut sama sayah,aku harus cepat cepat pulang."
Salsa meninggalkan Renata di ruangannya sendiri,Salsa pergi menuju parkiran dan menaiki motornya,dan melajukannya menuju rumahnya.
Saat sampai di rumah,Salsa langsung masuk dan pergi ke kamarnya.
" Ibu,ibu dimana?."
Salsa mencari ibunya disaat dia keluar dari kamarnya.
" Ibu disini,nak.Kamu kenapa kayak yang khawatir gitu."
" Ibu,kak Rena kecelakaan."
" Apa,kecelakaan?.Kamu tahu darimana,dan sekarang Renata ada dimana?."
" Sekarang ibu ikut Salsa,kak Rena sekarang lagi di rawat."
" Salsa,kamu tenangin diri kamu.Sekarang bicara pelan pelan."
Setelah mengatur nafasnya,Salsa pun memberitahu ibunya.
" Ibu,kak Rena kecelakaan tadi siang,dan aku ingin ibu ikut aku untuk melihat kak Rena.
" Besok aja ya sayang,sekarang udah malam.Nanti kalau ayah cari gimana?."
Ibu menolaknya dengan secara tidak langsung.
" Ibu,tapi keadaan kak Rena parah banget.Apa ibu enggak khawatir sama kak Rena?."
Ibunya menggelengkan kepala.
" Bukan seperti itu maksudnya,tapi ini sudah malam.Kita perginya besok aja ya."
" Yaudah,kalau ibu gak mau ikut.Salsa mau pergi sendiri aja."
Salsa susah berjalan meninggalkan ibunya,namun seketika itu Indri membuka pintu depan dan itu membuat Salsa terkejut.
" Mau pergi kemana lagi,udah malam kayak gini?."
Tanya Indri disaat melihat Salsa yang ada di hadapannya.
Salsa hanya bisa menelan salivanya.
' Kenapa mereka udah pulang,padahalkan ini baru jam setengah sembilan,biasanya juga pulang jam sepuluh.'
" Mau kemana,Salsa?."
Tanyanya sekali lagi.
" Enggak kak,Salsa gak akan pergi kemana mana.Barusan Salsa cuman mau kunci pintu."
Salsa terpaksa berbohong kepada kakaknya,meskipun saat itu ibunya berada disana.Karena Salsa tidak ingin Indri tahu tentang kondisi Renata.
" Yaudah ayo kita duduk,kakak bawain kamu sesuatu."
Mau tidak mau,Salsa harus duduk bersama kakaknya.Meskipun yang ada di pikirannya hanya ada Renata.
Salsa duduk di sebelah Indri,dan memperhatikan Indri yang sedang membuka tali keresek.
' Kak Rena sekarang sama siapa ya disana,dia pasti sendiri gak ada yang nemenin.Kalau aku pergi sekarang,aku pasti bakalan di cegah sama mereka.'
" Ni,kakak bawain kue kesukaan kamu."
__ADS_1
Salsa hanya melihat kue yang kakaknya tunjukan tanpa ekspresi.
" Lho,kok kamu malah gitu.Biasanya juga senang kalau kakak bawain ini,kamu kenapa?."
" Enggak,Salsa gak kenapa napa.Salsa cuman ngantuk."
Salsa pun pergi dari sana.
" Bu,dia kenapa?.Gak biasanya kayak gitu."
Tanya Indri yang melihat sikap adiknya yang berbeda.
" Ibu,juga gak tahu."
" Oh iya,si Renata belum pulang?."
" Belum,ibu juga gak dia pergi kemana?."
' Renata Renata,kamu hanya nyusahin keluarga ini aja.Bagusnya si kamu mati aja,kalau kamu mati pasti keluarga ini bahagia.Keluarga ini banyak pikiran,banyak masalah itu gara gara kamu,semua salah kamu,entah kapan kamu akan berubah.'
" Bu,kira kira si Renata,malam malam gini lagi ngapain ya di luar sana?.Mungkin lagi berduaan sama om om kali ya,bu."
" Huss,,kamu ini.Jangan ngomong sembarangan,gitu gitu juga dia adik kamu."
" Cih,malas banget punya adik kayak dia,gak sudi."
***
Di pagi hari disaat suami dan putri pertamanya tidak ada,
Ibu cepat cepat bersiap dan pergi bersama Salsa ke rumah sakit dimana Renata sedang di rawat.
Di sepanjang jalan Salsa tidak menurunkan gas motornya,sampai sesekali ibu memarahi Salsa.
" Pelan pelan Salsa,nanti kalau kita kecelakaan gimana?."
Salsa dan ibunya hanya menghabiskan waktu 21 menit saja untuk menuju rumah sakit,yang seharusnya menghabiskan waktu 48 menit.
Salsa langsung membawa ibunya ke ruangan Renata,yang mana saat itu Renata sudah sadar dan di temani oleh Nindi.
" Kakak,kakak sudah sadar."
Ucap Salsa saat menghampiri Renata.
Renata hanya memberikan senyuman kepada adiknya Salsa.
" Renata,kamu kenapa?."
Tanya ibu.
Renata berniat untuk bangun,namun Nindi melarangnya karena Renata baru saja siuman.
" Jadi,ini ibunya Renata ya?."
Tanya Nindi dengan sangat ramah kepada ibu Renata.
" Bukan,saya tantenya."
Dengan ringannta ibu mengatakan itu kepada Nindi,disitu Salsa langsung melihat ke arah ibunya.
" Oh,tantenya ya.Kalau begitu saya pamit keluar tante,permisi."
Karena takut mengganggu mereka,Nindi pun keluar dari sana.
" Bu,kenapa ibu bilang gitu?,kenapa ibu bilang kalau ibu tante kakak?."
Salsa berusaha menanyakan alasannya kepada sang ibu.
__ADS_1
" Kamu,gak boleh ikut campur Salsa."
Salsa melihat ke arah Renata yang berada di atas ranjang,Salsa melihat Renata yang sedang memejamkan matanya.
' Pasti perasaan kak Rena sakit banget saat ibu bilang kayak gitu.'
" Ibu,ibu pulang aja ya.Pasti di rumah banyak pekerjaan."
Renata berbicara setelah dia mengumpulkan keberaniannya.
" Iya,banyak banget.Lagian kalau nungguin kamu disini malah buang buang waktu."
Hati Renata semakin sakit mendengar kata demi kata yang ibunya ucapkan .
Nindi yang sejak tadi mendengarnya pun merasa aneh dengan keadaan di dalam ruangan.
" Jadi itu emang ibunya Renata?,tapi kenapa tadi dia bilang kalau dia tantenya?.Kasihan banget Renata,nanti aku tanyain deh kalau mereka udah pulang."
" Ayo,Salsa.Kita pulang."
" Enggak,Salsa enggak mau pulang.Salsa mau diaini sama kak Rena."
" Jadi kamu berani nolak permintaan,ibu?."
" Bu,kenapa si ibu gak ngertiin perasaan kak Rena?.Ibu gak kasihan apa,lihat kak Rena terbaring lemah kayak gitu.Terus sekarang kita mau ninggalinnya disini?.Dimana letak hati nurani ibu?,dimana rasa kasih sayang ibu sama anak ibu sendiri?."
" Salsa,udah ya.Kamu pulang aja sama ibu,kakak gak papa kok disini juga."
" Enggak kak,aku gak mau pulang."
" Yaudah kalau kamu gak mau pulang,tapi lihat saja ya nanti pas ayah tahu semuanya."
" Ibu ngancam,aku.Aku gak takut kok,kalau mau lapor ayah lapor aja."
Salsa dan ibunya hanya bertengkar disana,karena sudah tidak kuat mendengar ocehan mereka dan takut mengganggu Renata,Nindi pun kembali masuk ke dalam ruangan itu.
" Tante,maaf ya.Kalau mau bertengkar jangan disini,takutnya nanti mengganggu Renata."
Ibu hanya menatap Nindi.
" De,sebaiknya kamu antar dulu ibunya pulang.Turutin dulu apa kemauannya."
Bisik Nindi kepada Salsa.
" Tapi aku gak mau,kak."
Balas Salsa.
" Gini ya,kamu antar ibu kamu pulang.Soal kakak kamu biar kakak yang menemaninya,ya."
Akhirnya Nindi berhasil membujuk Salsa untuk pulang bersama ibunya.
" Yaudah bu,ayo kita pulang."
Dan akhirnya Salsa bersama ibunya pergi darisana.
Kepergian mereka membuat Nindi merasa lega,dan kini Nindi kembali kepada Renata.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.