Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
25.Hari Pertama.


__ADS_3

_Awali hari dengan bismillah dan akhiri dengan alhamdulillah.


Pagi telah tiba.


Suara kendaraan di jalanan sudah terdengar,Alodie membuka kafenya dan memberihkan meja meja yang tertata rapih.


Sedangkan Renata,dia sedang bersiap untuk pergi ke perusahaan Calista fashion.Setelah selesai mandi,Renata sibuk di dalam ruangannya.


Kemarin Renata membeli baju kemeja berwarna putih dengan corak bergaris garis coklat,sekarang Renata memakai kemeja barunya itu dan memakai celana jeansnya.


Setelah bersiap Renata keluar dari ruangannya dan melihat Alodie yang sedang beres beres.


" Alodie,kakak berangkat dulu ya.Takutnya nanti telat."


" Ya ampun,kakak.Kakak cantik banget."


Ucap Alodie,Alodie menghentikan aktivitasnya dan menghampiri Renata yang sedang mengambil air minum di meja.


" Kak,kakak semangat ya kerjanya.Semoga kakak berhasil."


" Iya,aamiin.Kalau begitu kakak berangkat ya,kamu juga semangat kalau nanti banyak pelanggan kamu cari aja bantuan sama orang lain,nanti kamu kewalahan lagi,ya."


" Iya,kak.Kakak tenang aja."


Renata pun pergi dari sana,meninggalkan Alodie yang menjaga kafenya.


Renata melihat ke arah kiri dan kanan,berharap ada mobil angkutan yang akan di naikinya.


Renata melambaikan tangnanya,memberi isyarat kepada supir mobil untuk berhenti dan akhirnya Renata pun menaiki mobil tersebut dan pergi menuju Calista fashion.


Sepanjang jalan Renata tidak menghapus senyuman dari bibirnya,hatinya yang berbunga bunga sekaligus hari ini adalah hari yang indah untuk Renata.


' Ya allah,semoga hari ini dan seterusnya aku bisa bekerja dengan lancar.Aamiin.'


Disaat mobil berhenti,Renata turun dari sana dan dia pun sampai di Calista Fashion.Renata hanya perlu berjalan beberapa langkah untuk sampai ke gedung perusahaan itu.Disana Renata sudah di tunggu oleh Avril dan Nindi.


" Akhirnya kamu sampai juga,kamu pakai apa kesini?."


Ucap Avril yang berdiri disaat melihat Renata tiba disana.


" Barusan aku naik angkutan umum kak,maaf ya nunggu lama."


" Enggak kok,kita juga gak terlalu lama nungguin nya.Kalau begitu ayo,kita langsung masuk aja,mereka udah nunggu di dalam."


Avril dan Nindi membawa Renata ke dalam perusahaan dan bertemu dengan menegernya,seperti biasa Renata bersikap sopan kepada orang yang lebih tua darinya.


Renata berjaba tangan dengan menegernya itu,menegernya pun begitu ramah kepada karyawan barunya.


" Jadi kamu yang akan menjadi modelnya?,yasudah kalau begitu langsung saja ya."


" Kalau begitu kita duluan ya,bu."


Avril dan Renata memasuki ruang ganti,disana ada beberapa baju yang akan Renata pakai untuk pemotretannya.

__ADS_1


" Renata,aku nanti lihatin kamu saat mengambil foto.Nanti kamu ikuti arahan foto grafer aja ya."


" Iya,kak."


" Kalau begitu,kamu ganti dulu baju,aku udah siapin beberapa baju yang akan kamu pakai."


Avril menunggu Renata yang sedang mengganti baju di ruang ganti.


" Vril,mana modelnya?.Gue udah siap ni buat motret dia."


Foto grafer Renata menghampiri Avril dan menanyakan modelnya.


" Bentar,dia lagi ganti baju.Kasih dia gaya yang bagus ya,jangan sia siain model kali ini,karena dia cantik banget,beuh pokoknya."


" Wah,kalau cantik tu."


" Ah,,dan itu satu lagi.Lo jangan berani berani deketin dia,awas aja."


Reza pun hanya tertawa kecil melihat Avril,dan tawanya itu terhenti seketika diasaat dia melihat wanita cantik keluar dari ruang ganti,dan itu membuat Avril melihat ke arah yang di tuju Reza.


" Ayo Renata,ruang pemotretannya disini."


Avril membawa Renata dan membiarkan Reza disana.


' Jadi,yang barusan itu model yang akan gue ambil fotonya.Gue gak nyangka,ternyata dia cantik banget.'


" Reza!."


Panggilan Avril membuat Reza tersadar dari lamunannya.


Reza tidak berhenti menatap Renata yang ada di hadapannya.


Reza kembali fokus dengan pekerjaannya,dia memberi arahan kepada Renata,karena dia tahu kalau Renata belum berpengalaman dengan pekerjaannya yang ini.


Renata pun menuruti perkataan Reza yang memberi arahan untuk berfose.


Foto yang Reza ambil dari Renata tidak ada satu pun yang gagal,di karenakan baju dan penampilan Renata sangat pas untuk dia ambil.


Setelah mengambil beberapa foto,Renata di suruh mengganti baju oleh Avril,karena sudah cukup foto yang Reza ambil dari Renata dan bajunya.


***


" Aduh,,gawat.Pelanggannya makin banyak lagi,aku harus cari bantuan sama siapa ya,coba deh aku cari keluar."


Alodie berlari keluar dan melihat siapa tahu ada orang yang sedang mencari kerja.


" Hari udah mulai panas,aku harus cari kerja kemana lagi ini.Ya allah,dimana aku harus cari kerja."


Lucy sudah prustasi dengan kehidupannya,yang tidak juga mendapatkan pekerjaan.Dia sudah putus asa disaat itu,namun disaat keputus asaannya itu terjadi,disaat itulah Lucy mendapat pekerjaan.


" Kak,kakak gak lagi ada kerjaan kan?.Mending kakak ikut aku."


Sebelum Lucy menjawab pertanyaan dari Alodie,dia pun sudah di tarik oleh anak itu.

__ADS_1


Lucy terkejut karena dia di bawa ke dalam kafe dan langsung di bawa ke dapurnya.


" Bentar,kamu siapa tarik tarik aku sampai masuk ke dalam sini?."


" Kak,gak penting jawabnya.Yang penting sekarang kakak bantu aku,aku kewalahan kak buat layanin pelanggan sebanyak ini."


Saat berbicara,Alodie sibuk membuat beberapa kopi dan minuman untuk semua pelanggannya.


Lucy melihat ke arah ruangan yang di penuhi orang orang,lalu dia pun membantu Alodie.


" Oke,kalau begitu aku bantu.Aku harus lakuin apa sekarang?."


" Kakak,antar aja pesanan yang udah jadi.Ini kak,yang ini anatar ke meja yang nomor lima,terus yang ini meja nomor 15 dan ini nomor 9."


Dengan cepat Lucy membawa nampan yang berisikan minuman dan juga cemilan.


Tangan Alodie sangat bergerak dengan cepat membuat kopi dan beberapa minuman pesanan orang orang.


Setelah selesai,Lucy kembali menghampiri Alodie dan mengambil nampan baru lagi.


" Ini ke meja yang mana?."


Alodie menyebutkannya dan Lucy pergi ke meja yang di sebut Alodie.


" Silahkan di nikmati,muniman dan cemilannya kakak."


Itulah ucapan yang Lucy katakan kepada setiap orang yang mendapat pesanannya.


Alodie yang sedang meracik kopi pun terlihat sangat kerepotan,Lucy menghampirinya dan berbicara kepada Alodie.


" Sekarang gantian aja,kamu yang bagian antar aku yang bagian racik."


" Tapi kak,emang kakak bisa?."


" Bisa,pasti aku bisa.Udah tenang aja,aku udah ahli kok."


Sebelumnya Lucy juga pekerja kafe,karena kecerobohan dia,dia pun di pecat oleh pemilik kafe tersebut.


Alodie memperhatikan Lucy yang sedang menggantikan posisinya,disaat pembuatannya sama,Alodie mulai percaya dan dia mengantarkan Minuman yang sudah jadi.


Semakin siang,semakin banyak orang yang masuk ke dalam kafe itu dan ikut mengantri.Mereka sama sekali tidak punya waktu banyak untuk beristirahat,dan mereka sudah mulai lelah dengan setengah hari pekerjaannya.


Hanya satu kata dari Alodie dan Lucy,yaitu :


" Hari ini sangat menyiksa."


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2