Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
06.Hanya dia.


__ADS_3

_Jadilah pembeda dari semua orang,jangan mengikuti saran orang orang tapi ikutilah saran diri sendiri.


Renata menaiki motornya dan pergi dari halaman rumah sakit,sekarang tangan yang terluka tadi sudah di balut dengan perban berwarna putih.


Renata memutuskan akan pulang ke rumahnya,karena dia tidak akan sempat ke tempat yang akan dia tuju.


" Assalamu'alaikum,yah ini kunci motornya."


" Letakan saja disana,tangan kamu kenapa di perban?."


Renata melirik tangannya yang terdapat perban tersebut.


" Enggak yah,ini gak kenapa napa kok.Yaudah aku ke kamar dulu yah."


Renata sedikit berlari menuju kamarnya karena dia takut ibu atau kakaknya melihat tangannya yang di perban.


" Kakak."


Saat mendengar suara Salsa,Renata langsung menyembunyikan tangannya kebelakang.


" Hai,de.Kamu udah pulang?."


" Iya kak,hari ini aku pulang lebih awal."


Salsa penasaran dengan apa yang di sembunyikan Renata di belakang.


" Kak,kakak nyembunyiin sesuatu ya?."


" Emm,,,enggak.Kakak gak nyembunyiin apa apa kok."


" Kak,keluarin gak tangannya.Kalau kakak enggak ngeluarin berarti kakak nyenbunyiin sesuatu."


Salsa berusaha untuk bisa mengetahui apa yang sedang Renata sembunyikan dari dirinya.


" Bentar bentar,itu rompi kakak kenapa banyak darahnya?,dan juga di celana kakak ada darah.Kenapa si kak."


" Kamu mau tahu,ayo kita ke kamar kakak."


Renata menarik tangan Salsa untuk mengikutinya ke dakam kamar.Saat di dalam kamar Renata langsung memperlihatkan tangannya yang di perban.


" Kak,ini kenapa?.Kenapa tangan kakak di perban coba?,kakak jatuh dari motor ya?."


Renata hanya tersenyum sampai memperlihatkan giginya yang putih juga gigi gingsulnya.


" Ya ampun kak,kenapa bisa begini si?.Makannya jangan kebut kebutan bawa motornya."


" Luka segini doang kok de gak sakit kok,lebih sakitan luka yang ada di dalam hati kakak."


Salsa hanya terdiam saat itu.


" Emang,kakak punya hati?."


Saat mendengar perkataan adiknya itu,Renata mengambil bantal yang ada di kasur lalu melemparkannya tepat ke wajah Salsa.Sambil berkata.


" Makan tu,hati."


" Ihh kakak,kok gitu si."

__ADS_1


" Utututuuuu,,,maafin kakak cayang,udah nyakitin kamu."


Renata memeluk adiknya,namun Salsa langsung melepaskannya.


" Apa si,kak.Jijik,haha."


Setelah itu mereka berdua tertawa bahagia.


" De,pinjam hp kamu dong,kita fotbar yok!."


Renata meminjam hp Salsa,karena memang Renata tidak di belikan hp oleh orang tuanya,sedangkan Salsa dan juga Indri di belikan,sungguh tegarnya Renata.


" Ni,kak."


Salsa memberikan hpnya kepada Renata.


" Ini kameranya yang mana de,kakak gak tahu kalo persoalan hp."


" Kakak gimana si,gitu aja gak tahu."


Canda Salsa kepada Renata.


" Gimana mau tahu,hp aja gak punya bambang."


Salsa dan Renata kembali tertawa.


' Bagaimana ya,jika aku berada di posisi kak Rena.Mungkin aku gak akan kuat menghadapinya,disaat terluka saja dia masih bisa tertawa seperti ini.Ya allah semoga kakak ku terus di kuatkan.'


" Ayo de,katanya mau foto.Kok malah melamun."


" Ehh iya kak,ayo ayo."


" Coba lihat dulu."


Salsa dan Renata mellihat foto hasil mereka sendiri.


" Wah,kak.Kakak udah kayak seleb aja,lihat."


Salsa memperlihatkan fotonya yang bersama Renata.


" Ah,,enggak biasa aja.Itu mah kayak kakak seperti biasanya aja."


" Kak,coba deh kakak lepas ikat rambutnya.Pasti lebih kayak selebgram,udah pake celana jeans,pake kaos hitam,rambut di urai,beuhh pasti cantik."


" Kamu ada ada aja,ah."


" Ihh cepet kak,biar aku di sangka ketemu sama seleb.Hehe."


" Oke iya iya,demi kamu apa si yang enggak."


Kemudia Renata melepas ikat rambutnya dan menguraikan rambutnya yang tidak terlalu pendek juga tidak terlalu panjang,dan kembali mengambil beberapa gambar di hp Salsa.


" Nah kan,apa kata aku juga.Kakak makin cantik kalau kayak gini,makin kelihatan gitu ala ala selebnya."


" Lho kak,kakak!!."


Ternyata Salsa mengobrol sendiri,karena dari tadi kakaknya sudah pergi meninggalkannya ke kamar mandi.

__ADS_1


" Kak,kakak di dalam ya?.Tega banget si kakak,bikin aku ngobrol sendiri."


" Barusan kakak kebelet,jangan marah dong anak manja."


" Enggaklah,aku gak manja ya.Aku mau mandiri kayak kakak."


" Bagus,iya dong kamu harus jadi seperti kakak.Ehh tapi jangan deh,gak jadi gak jadi."


" Kenapa kak?."


" Gini ya,kamu itu harus merasakan kasih sayang lebih dan cukup dari orang tua.Jangan mau jadi kayak kakak."


Dengan perasaan yang sedih,Salsa pun memeluk kakaknya.Dia sedih karena perkataan kakaknya barusan.


" Kak,aku mau tanya sama kakak.Apa kakak sayang sama ibu dan ayah?."


" Kakak sayang sama mereka,kakak juga cinta sama mereka dan merekalah cinta pertama kakak."


" Tapikan kak,ibu dan ayah suka pilih kasihin kakak sama kak Indri."


" Mau bagaimana pun sikap mereka kepada kita,mereka tetap orang tua kita dan yang namanya orang tua harus di hormati dan juga di sayangi.Kamu jangan sampai berpikiran untuk melukai mereka,meski terkadang hati kita mungkin selalu tersakiti oleh mereka.Apa lagi kita sampai membenci mereka,gak boleh ya."


" Apa kakak,benci sama kak Indri.Atau kakak benci sama keluarga ini."


Salsa terus saja bertanya kepada Renata,karena dia penasaran tentang Renata dan perasaannya kepada keluarganya itu.


" De,ingat pesan kakak ini.Keluarga itu bagaikan rumah,apapun dan bagaimana pun keadaan kita,kita akan kembali ke keluarga.Jadi jangan pernah kamu membenci kepada keluarga karena disaat kamu terjatuh keluargalah yang akan selalu ada.De,hei kamu kenapa nangis?,ya ampun."


Tanpa Renata sadari,ternyata Salsa sudah menangis di dalam pelukannya.


" Aku,aku salut aja sama kakak,meskipun kakak di sakiti beberapa kali tapi kakak tetap menyayangi keluarga ini."


" De,maafin kakak ya.Jika suatu saat nanti kakak pergi dari rumah ini,dan ninggalin semua orang yang ada disini."


Setelah itu Salsa melepaskan pelukannya.


" Kakak jangan bicara kayak gitu,kakak gak akan pergi kok dari rumah ini.Katanya kakak sayang sama keluarga ini tapi kenapa kakak menginginkan pergi."


" Haha,,sayang itu tidak harus ada kitanya kan.Mau kitanya udah pergi yang namanya sayang pasti masih ada."


" Nggak,pokoknya kakak gak bakalan pergi dari rumah ini."


' Maafin kakak dek,pasti,ini tu udah pasti.Entah kenapa kakak yakin banget kalau suatu saat nanti akan ada suatu masalah,yang mana dalam masalah itu kakak juga akan terlibat.Maafin kakak aja jika kakak gak bisa nemenin kamu selamanya disini.'


Renata mengeratkan pelukannya kepada Salsa,ya itulah gambaran yang terlihat dalam pikiran Renata,mau tidak mau dia akan pergi dari rumah ini.


.


.


.


.


.


***Bersambung.

__ADS_1


Yo yo ayooo yo ehe.


jan lupa follow instagram author ya @arof_mli***


__ADS_2