
-Kecemburuan seseorang yang sangat setia itu begitu menyakitkan baginya,saking menyakitkannya dia pun rela untuk pergi.
Tok tok tok.
Renata mengetuk pintu rumah Lucy,saat tidak ada jawaban Renata kembali mencobanya.
Saat mendengar pintu ada yang mengetuknya,Lucy pun membuka pintu rumahnya,saat membukanya dia terkejut dengan ke datangan Renata.
" Lucy."
Dengan repleks Lucy langsung kembali menutup pintunya.
" Siapa yang datang,nak."
Tanya ibunya,namun Lucy tidak menjawabnya dan pergi ke dalam kamarnya.
Ibu pun kembali membuka pintunya dan melihat siapa yang datang.
" Renata."
" Ibu."
Renata langsung mengecup tangan ibu dari sahabatnya.
" Ibu pikir siapa tadi,ayo masuk nak."
Renata masuk ke dalam rumah tersebut.
" Oh iya bu,Lucy kenapa ya?.Aku rasa dia sedikit berubah."
" Ibu juga gak tahu,akhir akhir ini dia suka menangis di kamarnya,dan sering kusut mukanya."
Lucy sangat penasaran dengan apa yang sedang ibunya dan Renata bicarakan,Lucy pun menempelkan telinganya di pintu kamarnya,namun sayang dia tidak bisa mendengar apa pun.
" Sekarang Lucynya dimana,bu?.Aku bolehkan bertemu sama dia."
" Boleh nak,kamu tunggu disini ya,ibu panggilkan dia dulu."
Ibu membuka pintu kamar Lucy yang tidak terkunci,ibu melihat Lucy yang sedang menenggelamkan wajahnya di bantalnya.
" Lucy,itu ada Renata.Kataknya mau bertemu sama kamu."
" Suruh aja dia pulang,aku lagi gak mau ketemu sama siapa siapa."
" Lho,kok gitu si.Kamu gak boleh gitu nak,seburuk apapun dia memperlakukan kamu,tapi kamu gak boleh kayak gini sama dia,karena dia udah baik sama kamu."
__ADS_1
Lucy pun duduk dari rebahannya.
" Bu,tapi aku malas ketemu sama dia.Aku kesal sama dia."
" Dengerin ibu,kamu gak boleh gitu.Kamu harus baik sama dia,kenapa kamu marah sama dia?,apa dia sakitin kamu?,dia khianatin kamu?."
" Iya bu,dia udah khianatin aku sebagai sahabat."
" Gak boleh gitu lah nak,gak baik.Ayo temuin Renata,kasihan lho dia udah jauh jauh datang kesini buat kamu dari rumahnya.Sekarang ibu mau suruh Renata buat temuin kamu disini ya,gak boleh nolak."
Lucy hanya diam di pinggir ranjangnya,sedangkan ibunya memanggil Renata ke ruang depan untuk menemui Lucy di kamarnya.
Renata pun datang ke kamar Lucy,Lucy hanya melihat Renata dengan sekilas matanya.
" Lucy,kamu kenapa si?.Kok kamu kayak gini sama aku?,ada masalah apa?."
Lucy tidak menjawab pertanyaan dari Renata,dia hanya diam,diam dan diam.
Renata kembali bertanya kepadanya.
" Kamu marah sama aku,karena waktu itu aku sama Rubi?."
Lucy pun berdiri dan menjawab pertanyaan dari Renata dengan wajah kesalnya.
" Kalau begitu aku minta maaf,aku minta maaf atas semua kesalahan aku."
Lucy mengalihkan penglihatannya dari Renata,dia malas menatap wajah sahabatnya itu.
" Kamu gak pernah lho semarah ini sama aku,sampai sampai kamu tinggalin pekerjaan kamu,enggak kasih kabar sama aku dan semua karyawan di kafe."
" Ya habisnya aku tu kesal banget sama kamu,aku itu sakit hati lho,lihat kamu berduaan sama teman kamu itu.Sedangkan aku,aku di lupain sama kamu.Bahkan aku gak pernah sandaran di pundak kamu,apa lagi aku gendong kamu seperti dia dan kamu yang kamu post di instagram.Hati aku sakit tahu gak si,sebagai sahabat kamu,boleh kan aku sakit hati karena melihat kamu terlalu asyik sama teman kamu itu."
" Jadi kamu cemburu lihat aku sama Rubi?,yaudah aku minta maaf sebesar besarnya sama kamu,karena mungkin aku udah sakitin kamu,udah bikin kamu cemburu,iri dan dengki sama aku,aku minta maaf."
Lucy jadi merasa bersalah kepada Renata,karena dia udah bicara dengan nada tinggi barusan.Sedangkan Renata tetap terlihat sabar menghadapinya,dan juga selalu tersenyum kepadanya.
" Kamu mau kan maafin aku?,kalau kamu gak mau maafin,aku gak papa kok,ya mungkin kesalahan aku terlalu besar sama kamu,sehingga kamu sulit untuk maafin aku."
Karena sudah tidak bisa menahan air matanya,Lucy pun memeluk Renata dengan erat.
" Enggak Ren,kamu gak salah tapi aku yang salah.Aku terlalu cemburuan sampai bersikap seperti ini sama kamu,aku minta maaf."
Lucy berbicara sampai terbata bata di isak tangisnya,dia memeluk Renata dengan begitu sangat erat.Sekarang Lucy baru sadar,kalau kesabaran Renata itu sangat tinggi,disaat Lucy membentaknya,Renata masih terlihat tenang tenang saja,dan sekarang dia juga sadar kalau Renata adalah sabahat yang sangat sangat baik yang sedang dia miliki.
" Dari sebelumnya aku udah maafin kamu kok,aku gak pernah anggap kamu salah.Karena bagi aku,orang yang selalu ada buat aku itu selalu benar dan baik."
__ADS_1
Renata juga membalas pelukan Lucy dengan sangat lembut,Renata paham dengan apa yang di rasakan Lucy saat ini,dan sekarang Renata harus bisa menenangkannya dan membawa Lucy ke sifat sebenarnya lagi.
" Udah udah jangan nangis lagi,sekarangkan aku udah maafin kamu."
Saat Renata akan melepaskan pelukannya,Lucy langsung mencegahnya.
" Jangan di lepasin,tolong aku masih mau seperti ini."
Renata pun mengurungkan niatnya,ibu yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua pun di buat terharu olehnya.
Beliau hanya bisa tersenyum dan bahagia melihat mereka bisa kembali seperti itu.
' Ya allah,betapa tentramnya hati ku disaat melihat kedua putri ku seperti itu.Semoga mereka selalu bersama,dan bisa menjadi putri putri ke banggaan.'
Lucy pun melepaskan pelukannya,dan tersenyum kepada Renata,Renata yang melihat air mata Lucy mengalir di pipinya,Renata pun menyekanya dengan kedua jari jempolnya.
" Udah jangan nangis lagi ya,nanti mata kamu makin bengkak,jangan marah marah lagi.Aku gak sanggup llihatnya,apa lagi menghadapinya."
" Ahaha,,maafin aku ya.Tadi aku bentak bentak kamu,aku marahin kamu."
" Udah,gak papa kok.Kita lupain aja yang udah terjadi,oke."
Lucy kembali memeluk Renata.
" Aku sayang banget sama kamu,Renata."
Lalu saat mendengar ucapannya itu,Renata langsung melepaskan pelukan Lucy.
" Engggak enggak,entar lesbi lagi,enggak ah."
" Ih buka gitu,maksudnya aku sayang sama kamu itu sebagai sahabat,bukan lesbian."
Renata pun tertawa di dalam kamar Lucy.
" Iya,aku juga sayang sama kamu,sebagai sahabat yang baik yang pernah ada.Makasih ya,udah selalu ada buat aku,selalu nemenin aku di setiap waktu,makasih juga udah suport aku dari dulu,pokoknya aku sangat berterimakasih sama kamu."
" Iya,kamu jangan pergi tinggalin aku ya."
" Kalau kamu gak mau di tinggalin sama aku,kamu jangan main main makanya sama aku,heehhe,canda canda."
Renata pun berhasil membawa Lucy kembali dengan senyumannya dan ke bahagiaannya,ternyata benar ya kawan yang sejati bagaikan satu jiwa dalam dua tubuh.
~***Tank Renata♡~
Bersambung***.
__ADS_1