
-Pandangan kita akan berbeda ketika seseorang mulai merubah sikap.
Di tengah malam,Renata terbangunkan karena dia ingin segera membuang air kecil.Renata pun beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi,setelah keluar dari kamar mandi Renata melihat pintu menuju balkon rumah sakit terbuka,ya karena ruang inap Akhtar berada di lantai dua.
Renata pun pergi untuk menutupnya,namun saat dia melihat ke luarnya ternyata disana pemandangannya begitu indah,sehingga Renata tertarik untuk melihatnya.
Kelap kelip lampu kota begitu terlihat indah dari atas sana,Renata juga sangat bahagia ketika melihat pemandangan tersebut.
" Massyaa allah,indah banget."
Ucap Renata.
Disaat sedang menikmati pemandangannya tiba tiba saja dia ingat masa lalunya bersama Aidan.
Renata ingat disaat dirinya dan Aidan pergi ke tempat yang begitu indah dan saat itu hubungan mereka sedang bahagia bahagianya dan dia tidak menyangka bahwa hubungannya akan berakhir seperti ini.
" Kok belum tidur?,ini udah malam lho."
Ucap seorang laki laki yang telah membuyarkan lamunannya.
" Kenapa masih di luar?,masuk nanti masuk angin."
Tambah laki laki tersebut.Renata hanya bisa tersenyum kepada laki laki tersebut,karena dia sama sekali tidak mengenalnya.
" Iya,nanti aja."
Renata pun kembali menatap pemandangan yang ada di hadapan matanya.
" Kamu,sakit?."
" Enggak."
Jawab Renata dengan singkat.
" Terus,kamu ngapain disini?."
" Aku lagi jagain,abang."
Laki laki itu pun menganggukkan kepalanya.Dia serasa bermimpi karena di malam seperti ini dia bertemu dengan seorang wanita yang benar benar cantik.
" Oh ya,kenalin nama aku Gabriel.Nama kamu siapa?."
" Nama aku,Renata."
Renata bingung harus melakukan apa,Renata berniat pergi dari sana hanya saja Renata masih ingin melihat pemandangan yang jarang dia lihat.
" Kalau gitu,aku masuk dulu ya."
Pamit laki laki itu kepada Renata,sekarang dia jadi merasa lega karena laki laki itu sudah pergi.Namun tidak lama dari situ dia kembali dengan membawa makanan di tangannya.
" Kamu mau temenin aku,gak?."
Renata sangat terkejut karena laki laki itu datang secara tiba tiba.
" Boleh."
Renata pun duduk bersama laki laki itu di atas karpet,karena sebelum mengajaknya laki laki itu meletakkan karpet agar mereka tidak kedinginan dari
__ADS_1
dinginnya lantai.
" Kamu mau,ni aku punya banyak makanan."
Laki laki itu menawari Renata untuk memakan makanannya.
" Iya."
Renata sangat canggung berada dekat dengan laki laki itu,ya karena Renata tidak terbiasa melakukan hal seperti itu bersama laki laki asing.
" Kok kamu kelihatan canggung gitu?,kamu canggung ya?."
' Mampus,kaaaaan jadi ketahuan.'
" Eee,,enggak kok biasa aja.Soalnya aku gak biasa berduaan kayak gini,apa lagi sama orang asing."
" Oh gitu,ya.Memangnya kamu gak suka berduaan gitu sama pacar kamu?,atau apa gitu?."
" Mmm,aku gak punya pacar.Itu juga pernah si pacaran,cuman ya gitu kita jarang bertemu,jarang berduaan."
Laki laki itu hanya menganggukkan kepalanya sambil mengunyah makanan yanga da di mulutnya.
" Pasti kalau sekalinya ketemu,kalian peluk pelukan,pegang pegangan tangankan?.Soalnya kan kalian tu pasti saling merindukan,karena jarang bertemu."
" Kalau soal itu si,pasti belum pernah dan gak akan pernah jika hubungan itu belum menjadi halal."
' Keren ni cewek,ini si cewek yang gua cari.Gak berhijab pun,tapi dia itu hijabin hatinya.'
" Waw,keren ya.Cewek kayak kamu tu udah jarang lho,pacaran tapi gak pernah bersentuhan."
" Emang jangan kan,kita itu gak boleh bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahrom kita."
Setelah berlama lama mengobrol mereka pun akhirnya memutuskan untuk kembali masuk ke ruangan ruangannya sendiri.
***
Siang ini,penanggung jawab kecelakaan abangnya Renata akan datang kesana dia ingin tahu siapa yang telah melakukannya,apakah dia akan kenal ataukah tidak.
Saat ini Renata sedang memberi Akhtar makan,kondisi Akhtar sekarang sudah jauh lebih baik dan hari ini dia sudah di izinkan untuk pulang.Setelah memberi Akhtar makan,Renata pun mengemas barang barang milik Akhtar,supaya nanti mereka tidak berkemas lagi dan langsung berangkat menuju rumahnya.
Setelah selesai Renata pergi ke kamar mandi,karena dia ingin membuang air kecil.Saat Renata masuk kedalam kamar mandi saat itu juga ada seseorang yang masuk kedalam ruangan abangnya.Orang itu menanyakan kabar Akhtar,dan dia memberitahukan bahwa dirinya sudah membayar uang administrasinya.
" Saya sudah melunasi uang administrasinya,sekali lagi saya minta maaf ya."
" Iya tidak papa,kondisi saya juga sudah membaik."
Saat suara pintu kamar mandi terdengar,orang itu langsung menoleh kepada seseorang yang keluar dari kamar mandi.Renata terkejut melihat orang yang memakai jas berwarna biru muda sedang berdiri dan melihat ke arahnya.
" Kak Artur."
" Renata."
Ucap mereka bersamaan.Renata pun menghampiri mereka.
" Lho,kalian saling kenal?."
Tanya Akhtar kepada keduanya.
__ADS_1
" Iya,Renata ini adalah salah satu model dari perusahaan orang tua saya."
" Renata,dia ini siapa kamu?."
" Ini abang aku,kak."
" Oh,abang kamu.Kebetulan banget,ya."
Renata merasa aneh dengan sikap Artur kepadanya hari ini,apa mungkin karena sedang ada Akhtar disana tapi dia harap Artur memang berubah.
" Kalau gitu saya pamit,soalnya da pekerjaan."
" Kok bentar banget,kak?."
" Iya,soalnya lagi sibuk."
Renata pun mengantar Artur sampai depan ruangan,dan saat itu mereka mengobrol sebentar.
" Kamu kenapa?,kok mandangin aku kayak gitu?."
" Aku merasa aneh aja,kayak ada yang kurang sama kakak."
Artur tersenyum menyeringai.
" Ohh,iya aku juga mau minta maaf sama kamu.Aku udah gak sopan sama kamu waktu itu."
" Iya kak,gak papa."
" Kalau gitu aku pergi,ya."
" Iya kak,hati hati di jalan,juga hati hati bawa mobilnya."
" Siap,aku juga suka lakuin itu.Yaudah aku pergi."
Artur pun pergi dari sana,dan akan pergi ke kantor miliknya.Tidak lama dari kepergian Akhtar,Gabriel pun datang menghampiri Renata.
" Hai,selamat siang."
Renata yang berniat masuk pun mengurungkan niatnya.
" Ehh,,siang."
" Ngomong ngomong,tadi itu siapa?."
Renata menyergitkan alisnya,dia heran kenapa Gabriel menanyakan Artur.
" Kenapa kamu tanyain dia?,gak penting banget kayaknya."
" Ya,emang gak penting cuman aku pengen tahu aja."
Gabriel pun merasa kena mental disaat Renata berbicara seperti itu dan itu membuat Gabriel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Tadi itu,atasan aku.Emangnya kenapa si?,ada apa kamu tanyain dia sama aku?."
" Cuman pengen tahu,aja.Yaudah aku pergi dulu."
Gabriel pun pergi dari hadapan Renata,karena dia malu olehnya.
__ADS_1
" Apaan si,gak jelas banget."
Bersambung.