
-Kenapa disetiap keberuntungan pasti ada hal yang membuat kita putus asa?.
Pagi ini Salsa sedang menemani Renata di dalam ruangan,rindu Salsa belum juga terobati karena dia belum saling bercerita berasama kakak tercintanya.
Salsa sangat ingin kakaknya cepat sadar dan pulang ke rumahnya dan Salsa akan menceritakan selama ia merindukan kakaknya.
" Kakak,asal kakak tahu aja sebenarnya banyaaaak banget yang mau Salsa ceritain sama kakak,tapi kakak malah kayak gini.Kenapa si semua ini terjadi sama kakak,aku sedih lho lihat kakak kayak gini,kak aku nangis kakak gak mau hapus air mata aku?,kakak gak mau larang aku untuk tidak menangis?,ayo cepat hapus air mata aku kak,larang aku bilang jangan sedih,jangan nangis.Kakak kenapa diam aja si,kakak bangun!."
Seketika itu Salsa merasakan ganggaman balaaan drari tangan Renata.
" Kakak,kak Rena.Kakak sadar?,kak?."
Salsa pun pergi ke luar ruangan dan memanggil ayahnya yang ada disana,karena ibunya sedang membeli makanan untuk sarapan.
" Ayah,ayah ayah,kak Rena."
" Da apa?,apa yang terjadi?."
" Barusan,Salsa merasakan tangan Renata menggenggam tangan aku balik."
" Bentar ayah panggil dokter dulu,ya."
Salsa pun memperhatikan Renata dari luar,dia harap Renata benar benar sadar dan telah melewati masa keritisnya.
Saat itu pun dokter datang bersama dua orang suster yang akan mengganti perban Renata dan berlalu masuk ke dalam ruangan.
Saat dokter akan memeriksanya,Renata pun membuka matanya.
" Alhamdulillah,kamu udah sadar.Biar saya periksa dulu,ya."
Dokter pun mulai memeriksa detak jantung Renata dan lain sebagainya.
" Kondisinya sudah membaik,suster silahkan ganti perbannya."
" Baik dok."
Dokter pun keluar dari ruangan dan langsung di serbu oleh ibu Renata yang baru saja tiba disana.
" Dokter,bagaimana kondisi putri saya sekarang?."
" Alhamdulillah,kondisinya langsung membaik dan Renata sudah mulai siuman,hanya saja sekarang dia sedang di ganti perban jadi mohon bersabar ya untuk menemuinya."
" Alhamdulillah."
Ucap ke empat orang yang ada disana,wajah mereka langsung berubah menjadi wajah bahagia setelah mendengar kabar yang baik dari dokter tentang Renata.
Mereka sangat tidak sabar untuk menemui Renata,saat ini mereka hanya bisa melihat Renata yang sedang di ganti perbannya oleh suster.
Kali ini suster hanya mengganti perban yangan Renata dan tidak dengan perban perut juga kepalanya.Karena pasien baru saja sadar jadi suster tidak akan mengganggunya,seperti membantunya duduk.
Saat tangannya sedang di mainkan oleh suster,Renata hanya melihat ke langit langit ruangan tanpa berkedip.
Suster yang satu mengganti perban tangan Renata yang sebelah kanan dan yang satu orangnya lagi mengganti perban tangan Renata yang sebelah kiri.
Kedua suster sangat aneh kepada Renata,yang biasanya dia banyak tanya saat sedang di ganti perban oleh mereka tapi sekarang dia hanya diam dan terlihat pasrah.
Mereka pikir mungkin karena Renata baru saja sadar jadi mood dirinya belum terkumpul.
Setelah selesai kedua suster pun keluar dari ruangan dan pergi dari sana.
Saat suster sudah keluar mereka ayah pun masuk ke dalam terlebih dahulu.
" Renata,alhamdulillah nak kamu udah sadar sayang.Ayah senang banget lihat kamu udah sadar."
__ADS_1
Ayah pun sangat bingung melihat Renata yang hanya melihat langit langit ruangan tersebut.
" Rena,Renata."
Panggilnya.
" Jangan,jangan sakitin aku.Jangan pukuli aku,sakit."
Ayah betanya tanya di dalam pikirannya apa yang sebenarnya terjadi kepada putrinya.
" Rena,kamu kenapa sayang?."
" Jangan sakitin,aku."
Renata mengatakan itu untuk ke sekian kalinya.
" Gak ada kok nak,gak ada yang bakalan nyakitin kamu,ayah sayang sama kamu,sayang banget."
" Ayah,kenapa ayah ada disini?.Bukannya ayah benci sama aku?,bukannya ayah udah usir aku dari rumah?.Aku gak butuh ayah dan aku gak butuh ibu."
Apa yang di katakan oleh Renata benar benar membuat ayah diam,ayah heran dengan sikap Renata yang seperti itu.
" Ayah minta maaf sayang,ayah minta maaf."
Renata hanya dia dan menatap datar ke langit langit.
Ayah pun keluar dari ruangan tersebut.
" Yah,kok ayah sedih kayak gitu?,ayah kenapa?."
" Renata berubah bu,dia berubah."
Orang orang yang mendengar jawaban dari ayah pun bertanya tanya,apa maksud dari perkataannya.
Ayah pun pergi ke ruangan dikter untuk memanggilnya.
" Ada apa ya bu sama kak Rena?,ayah kok kayak sedih gitu?.Salsa mau masuk."
" Salsa,jangan nak.Ayah sudah memerintahkan kita untuk tidak masuk kedalam."
Ayah pun kembali bersama dokter kesana,dan dokter merasa aneh dengan apa yang di katakan oleh ayahnya Renata,dia merasa tidak ada yang salah di dalam periksaannya.
Dokter pun memeriksa dengan alatnya,dan akhirnya dokter menemukan jawaban dari pertanyaan ayah Renata.
" Dokter,kenapa dia ada disini?."
" Maksud kamu siapa,Ren?."
" Ayah saya?,kenapa dia ada disini,saya benci jika melihat ayah dan ibu saya ada disini."
Dokter pun tidak menjawab lagi pertanyaan Renata dan dia pergi keluar dari sana.
" Pak,bapak bisa ikut ke ruangan saya sebentar ya."
Ucap dokter yang memakai hijab berwarna silver itu dan ayah pun mengikutinya.
" Ada apa dokter?,Renata tidak kenapa napa kan?."
" Ternyata ada yang salah di dalam pemeriksaan saya sebelumnya.Ingatan Renata sedikit terganggu dia akan selalu melibatkan masa lalunya yang telah menyakitinya di dalam setiap penbicaraannya."
" Lalu bagaimana cara mengobatinya?,bagaimana cara menghilangkan hal seperti itu di dalam pikirannya dan ingatan Renata kembali dengan normal?."
" Caranya,kita harus bersikap normal kepadanya juga kita harus mendekatkan diri dengannya jangan sampai kalian membuat hal yang sama yang telah di terjadi di masa lalu."
__ADS_1
" Baik dok,kalau begitu terimakasih."
Ayah pun kembali ke tempat dimana ibu,Salsa dan Akhtar sedang menunggunya.
" Bagaimana,yah?."
" Kata dokter,pikiran Renata sedikit terganggu dan dia akan selalu mengungkit hal yang telah menyakitinya di masa lalu."
" Ya allah,padahal ibu udah senang dia udah sadar.Tapi apa lagi yang terjadi dengannya."
" Kakak,aku izin mau masuk,bolehkan?."
" Masuklah."
Akhtar berjalan menghampiri Renata.
" Renata."
Renata sangat senang melihat abangnya datang dan berada disampingnya.
" Abang."
" Rena,itu ada ibu kamu.Beliau mau bertemu sama kamu,boleh ya?."
" Aku gak mau,aku gak mau bertemu sama mereka."
Renata ternyata benar benar melupakan ingatannya di masa kini dan ingatannya hanya diisi oleh masa lalu.
" Tapi mereka udah sayang sama kamu sekarang,kamu mau ya bertemu sama mereka."
" Lalu kenapa mereka gak sayang sama Rena dari dulu,padahal Rena butuh kasih sayang mereka dari dulu."
Karena semakin takut mengganggu ingatan Re ata Akhtar pun menghentikan pembicaraannya dan mencari topik lain.
" Apa punggung kamu masih terasa sakit?."
" Enggak."
" Syukurlah kalau begitu,kamu cepat sembuh ya,abang tu kangen sama kamu.Kangen di temenin makan sama kamu,abang pengen cepat kamu pulang ke rumah."
Renata tersenyum samar,namun senyumannya terhalang oleh alat oksigen yang menutupinya.
" Abang keluar dulu bentar ya,nanti kesini lagi."
Kemudian inu masuk ke ruangan dan menghampiri Renata,namun disaat melihat ibunya Renata langsung membuang muka.
" Nak,kamu udah sadar nak.Ibu senang banget kamu udah sadar."
" Ngapain ibu kesini?,aku gak mau ketemu sama ibu."
Hati ibu begitu sakit ketika mendengar apa yang di katakan oleh Renata.
" Ibu sayang banget sama kamu nak,ibu minta maaf ya."
" Kenapa ibu enggak sayang sama aku dari dulu,ibu kemana aja?."
Ibu sangat menyesal telah melakukan apa yang seharusnya ia tidak lakukan dan melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
" Ibu minta maaf sayang ibu minta maaf sama kamu,ibu menyesal udah memperlakukan kamu dengan tidak wajar waktu dulu."
Dari situ Renata tidak menjawab perkataan ibunya lagi dan melilih untuk diam,ibunya benar benar aneh kenapa ini bisa terjadi kepada Renata,ataukah ini karma untuk orang tuanya karena sudah memperlakukan anaknya secara tidak normal.
Ibu pun kembali keluar dari ruangan dengan air mata yang keluar dengan deras dan ayah langsung memeluk istrinya.
__ADS_1