Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
49.Pikiran.


__ADS_3

-Apapun masalahnya,pasti kita itu susah buat ngelupainnya meskipun udah berusaha kalo udah sayang mau gimanapun tetap sayang,karena membencinya aja itu belum cukup untuk melupakannya.


Setelah mengasih air kepada Renata,Akhtar pun duduk di sebelahnya.Akhtar menggenggam tangan Renata.


" Ren,kamu jangan banyak pikirannya ya.Abang kasihan lho kalau lihat kamu kayak gini,abang sedih lihat kamu kayak gini."


Disaat itu Akhtar mulai menangis di hadapan Renata.


" Abang itu sayang sama kamu,abang gak mau kamu kenapa napa."


Tanya Renata yang satunya lagi menghapus air mata Aodan yang mulai keluar dari matanya.


" Abang gak boleh sedih,abang gak boleh nangis.Renata gak papa kok,Rena baik baik aja,ya,abang jangan khawatir sama Rena."


Ucap Renata dengan suara yang sangat terdengar lemah.


" Kalau kamu gak mau abang sedih,gak mau bikin abang khawatir,pagi ini kamu harus makan ya,dikit aja,ya."


Renata pun tersenyum samar dan menganggukkan kepalanya.


Dengan semangat Akhtar pun mengambil mangkok yang berisikan bubur,setelah itu Akhtar menyuapi Renata.


' Ya allah,terimakasih sudah mempertemukan aku kembali dengan bang Akhtar.Terimakasih sudah menghadirkan sosok seorang peria yang mau jagain dan lindungin aku,apa lagi sekarang dia yang ngerawat aku disaat aku sakit.'


" Kamu kenapa,nangis?.Ada,apa?."


Tanya Akhtar disaat melihat mata Renata yang berkaca kaca.


" Enggak,aku gak papa kok.Aku baik baik aja."


" Bener?,kamu jangan bohong."


Tidak lama dari situ,Renata langsung memeluk Akhtar dan menangis di pelukannya,dan Akhtar yang di peluknya sangat terkejut,dia bertanya tanya di dalam pikirannya,ada apa dengan Renata?.


" Kenapa?."


" Abang,makasih ya udah mau jagain aku selama ini,udah mau rawat aku.Maaf aku selalu ngerepotin sama abang."


" Enggak kok,kamu gak pernah ngerepotin.Justru abang yang banyak ngerepotin kamu,udah kamu jangan nangis,lanjut makan lagi ya."


" Enggak aku gak mau,udah aja makannya."

__ADS_1


" Yaudah deh,tapi kamu minum obat dulu ya,ni abang udah siapin obatnya."


Akhtar memberikan obat dan gelas yang berisikan air kepada Renata,dan akhirnya Akhtar berhasil membujuk Renata untuk mekan dan juga meminum obatnya.


Setelah Akhtar membantu Renata duduk di ranjangnya,dia pun pergi ke bawah untuk meletakkan mangkok dan juga gelas kotor,saat Akhtar menuruni anak tangga dia di kejutkan oleh munculnya Lucy yang secara tiba tiba.


" Assalamu'alaikum,bang."


" Wa'alaikumsalam,Lucy kamu ngagetin aja.Ngapain kamu datang sepagi ini ke rumah Renata?."


" Yehh,abang ni,aku mau ketemu sama Rena,Rena ada kan?."


" Ada,dia lagi sakit dan sekarang lagi di kamarnya."


" Apa!,sakit!."


Dengan cepat Lucy menaiki anak tangga dan pergi menuju kamar Renata,karena Lucy takut Renata itu terlalu mendalami luka yang ada di hatinya.


" Renata,kamu gak papa kan?.Kamu baik baik aja kan?,kamu udah makan?,udah minum obat?,udah istirahat?."


Renata langsung di serbu pertanyaan yang banya dari Lucy,Renaya hanya menyunggingkan bibirnya.


" Kok kamu malah senyum si,kamu baik baik aja kan?."


' Ya ampun Ren,kamu kelihatan banget sedihnya,dari raut wajah kamu aja beda sama kamu yang biasanya.Mata kamu bengkat,hidung kamu merah,senyum kamu hilang,kamu benar benar berubah Ren.'


" Kamu jangan sedih terus ya,aku gak tega lho lihat kamu kayak gini."


Lucy mulai menangis di hadapan Renata.


" Lucy,kamu gak boleh nangis.Aku baik baik aja kok,aku juga gak ada pikiran kok,jangan nangis ya."


Renata mengelus elus tangan Lucy yang berada dekat dengan tangannya.


" Makanya kamu jangan sedih,kamu jangan sakit."


" Iya,aku udah sembuh kok."


" Kamu,udah minum obatkan?."


" Udah barusan."

__ADS_1


Seketika itu handphone milik Lucy berdering,dan ternyata itu adalah Akhtar yang menelepon Lucy.


" Halo bang,ada apa?."


" Lucy,aku titip Renata ya hari ini sama kamu,soalnya aku ada rapat pagi ini dan gak bisa di tunda juga,maaf ya."


" Oh,iya bang.Tenang aja aku bakalan jagain Renata,dan turutin apa yang dia mau."


" Oke,tapi kamu jangan sampai kasih dia es krim ya,atau yang pedes pedes awas aja."


" Iya bang iya."


Setelah itu Akhatr memutuskan sambungan teleponnya.


" Bang Akhtar titipin kamu sama aku,katanya dia ada rapat penting yang enggak bisa di tunda."


" Iya gak papa."


Lucy hanya memperhatikan wajah Renata yang pucat,Renata begitu terlihat sangat terpuruk.Dia hanya memandang langit langit kamarnya tanpa berkedip,dan tanpa dia sadari air mata pun mulai keluar dari matanya.


" Ren,udah jangan di pikirin.Aku tahu kamu kuat,kamu bisa lupain dia walau sangat susah."


" Aku tahu kok Cy,tapi peryanyaannya kenapa dia tinggalin aku dengan cara seperti itu.Kalau dia udah gak cinta dan udah gak sayang sama aku dia bisa bilang,bukan kayak gini caranya."


" Mungkin Aidan di jodohin Ren,dan dia gak bilang sama kamu."


" Gak mungkin dia di jodohin,soalnya orang tua mereka aja udah restuin hubungan dia sama aku.Huffff,udah deh jangan bahas itu lagi,kalau ingat dia itu hati aku makin sesak sakit banget rasanya."


Kemudian Lucy membawa Renata kedalam pelukannya,Renata pun kembali menangis di pelikan Lucy.


" Aku benci sama dia,aku sakit hati,aku kecewa sama dia Cy,aku kecewa.Kenapa si,kenapa ini harus terjadi?."


Lucy mengelus elus rambut Renata yang terurai di punggungnya,dia mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu.


" Ini adalah ujian buat kami Ren,ini bukti allah itu sayang sama kamu.Jadi kamu harus kuat,kamu gak boleh kelihatan lemah di depan orang yang udah nyakitin kamu,ayo bangkit kamu gak boleh terjatuh lebih lama lagi karena itu hanya akan membuat kamu semakin buruk di mata orang orang,belajar kamu harus belajar lupain dia,pelan pelan aja,ya."


Air mata Renata malah semakin deras keluar setelah mendengar kata kata motivasi yang Lucy katakan kepadanya,dia terharu dan berpikir ternyata masih ada orang yang perduli dan sangat menyayangi dirinya di bandingkan Aidan yang selama ini dia cintai namun pada akhirnya dia hanya bisa melukainya saja.


Renata merasa bahwa dirinya itu adalah orang yang paling bodoh yang pernah ada,karena dia sudah mau di permainkan oleh peria yang selama ini dia dambakan,yang selama ini dia percayai untuk selalu menjaga perasaannya,namun apa yang terjadi kemarin,karena kejadian kemarin Renata pun trauma untuk jatuh cinta kembali dan untuk kedepannya Renata tidak akan mencari peria yang bisaenggantikan Aidan,karena menurutnya sekarang,semua laki laki itu sama,mereka hanya bisa mempermainkan satu hati wanita bahkan beberapa hati wanita.


Bersambung.

__ADS_1


Teman teman,jangan lupa votenya ya,dukung terus authornya untuk menambah episode episode baru,dan untuk kalian yang selalu setia menunggu saya ucapkan terimakasih sebanyak banyaknya,love you😘😘😘


__ADS_2