Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
84.Tak Rela.


__ADS_3

-Seberapa pun kekuatan kita,pasti ada saatnya kita lemah.


Pagi ini bendera kuning telah berkibar di depan rumah Lucy,jenazah Lucy telah tiba di kediamannya,semua orang yang ada di kampung atau daerah sana pun berdatangan ke rumah duka.Banyak sekali orang yang mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga Lucy terutama ibunya.


" Turut berduka ya,bu.Semoga amal ibadah Lucy bisa di terima disisinya,dan semoga yang di tinggalkannya di sabarkan dan di beri ke tabahan."


" Iya,aamiin."


Air mata juga tidak berhenti mengalir dari mata ibu dan saudaranya setia menemaninya,beliau terus mengingatkan ibu,menenangkan ibu dan menguatkannya.


Setelah selesai mengshalatkan jenazah,mereka semua pergi ke lokasi pemakaman Lucy,beberapa banyak orang mengikuti keranda yang di angkat oleh beberapa orang lelaki.


Sementara itu,Renata hanya bisa melihat jenazah Lucy untuk terakhir kalinya sambil menangis.Renata tidak tahan melihat tanah tanah yang mulai menguburi jenazah Lucy,dia menyembunyikan wajahnya di dada Akhtar yang sedang memeluknya.


' Aku harap semuanya hanya mimpi,tapi kenapa aku tidak terbangun dari tidurku.Aku tidak tahan merasakan ini semua,hidup tanpa seseorang yang selalu ada buatku,yang selalu menemaniku kemanapun dan dimanapun kini udah gak ada.'


Setelah pemakaman selesai,Renata menjatuhkan tubuhnya ke tanah dan menyentuh nisan yang bertuliskan nama Lucy.


' Kamu itu terlalu indah jika aku ikhlaskan Cy,kenangan kita sangat banyak dari awal kita bertemu sampai terakhir kita bertemu.'


Kemudian Renata menangis di atas kuburannya,dari semalam Renata belum bisa berhenti menangis bahkan sampai saat itu pun dia masih mengalirkan air matanya.


Akhtar mengerti bagaimana perasaan Renata,dia pun membiarkan Renata menangis seperti itu.Yang hadir ke pemakaman bukan hanya warga setempat,tetapi semua rekan kerja Lucy pun menghadiri pemakamannya Alodie juga ikut hadir disana.


Alodie sangat sedih melihat Renata menangis di atas kuburan Lucy,kemudian Alodie pun menghampiri Renata,namun sebelum itu Akhtar melarangnya dan Alodie pun kembali ke tempat semula.


" Kasihan banget kak Rena,pasti dia terpukul banget di tinggal sama Lucy,karena Lucy kan orang yang deket banget sama kak Rena."


" Banget lho,mereka sahabatan udah kayak sodaraan.Pasti berat banget buat kak Rena,semoga kak Rena di sabarkan atas meninggalnya Lucy."


Timpal temannya.


" Aamiin."


Tangis Renata pun mulai mereda,kemudian Akhtar menghampirinya dan mengajaknya untuk pulang.


" Rena,kita pulang ya.Ini udah siang lho,panas juga kalau kamu terus terusan disini."


Renata menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Enggak,Rena mau disini.Rena mau temenin Lucy disini,Rena gak mau pulang."


" Tapi kan disini panas,nanti kamu bisa sakit.Ya,pulang ya."


Renata pun akhirnya mau,dia berdiri di bantu oleh Akhtar.Namun disaat dia berdiri,dunia serasa berputar serta penglihatan Renata mulai kabur dan akhirnya Renata pun tidak sadarkan diri,untung saja Akhtar sedang memegangi tangannya saat itu jadi sangat mudah untuk menahan tubuh Renata.


" Rena,Renata."


Akhtar menepuk nepuk pipi Renata dengan pelan,dan setelah itu Akhtar membopong tubuh Renata dan memasukkannya ke dalam mobil.


Sebelum pulang Akhtar dan Artur berpamitan kepada Ibu Lucy untyk pulang.


" Ibu,saya mau pulang.Ibu yang sabar ya,ya tabah Lucy pasti tenang di alam sana."


" Iya nak,terimakasih ya udah datang ke rumah ibu dan menghadiri pemakaman Lucy.Nak Rena,kemana?."


" Barusan,saat akan pulang dari makam Renata pingsan bu.Mungkin itu karena efek belum makan dan juga efek tidak tidur semalaman serta terus menangis."


" Kamu jaga nak Rena ya,ingatkan dia jika dia kepikiran tentang Lucy.Ibu gak mau dia sakit karena hal ini,ibu ingin nak Rena selalu baik baik saja."


Akhtar menganggukkan kepalanya dan lalu berpamitan kepadanya.


" Ibu,kalau gitu saya pulang ya,assalamu'alaiku."


" Bang,kalau begitu aku pulang duluan ya.Soalnya mama udah nungguin di rumah."


Pamit Artur kepada Akhtar.


" Oh,iya.Hati hati di jalan."


" Iya,mmm dan juga semoga Renata di beri kesabaran."


" Aamiin,aamiin."


Kemudian Artur memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut,saat mobilnya melaju tidak lupa Artur mengelaksoni Akhtar.


Akhtar juga sudah membuka pintu mobilnya,namun disaat dia akan masuk seseorang menghampirinya yaitu Alodie.


" Bang Akhtar."

__ADS_1


" Alodie."


" Bang,bolehkan Alodie ikut pulang ke rumahnya kak Rena?."


Sebenarnya Alodie tidak berani berbicara seperti itu kepada Akhtar,namun karena melihat kondisi Renata Alodie pun memberanikan.


" Masuk aja,tapi di belakang ya.Temenin kak Rena."


" Oke."


Dengan cepat Alodie masuk ke bagian belakang mobil dan duduk disana,lalu Alodie meletakkan kepala Renata di pangkuannya dan menggenggam tangan kakaknya itu.


' Pasti kak Rena sedih banget,matanya sampai bengkak seperti ini,wajahnya juga pucat.Kak,kakak harus kuat,meski ini menyakitkan untuk kakak tapi kakak harus bisa kuat.'


Sebenarnya Alodie juga sangat terpukul atas meninggalnya Lucy,karena Lucy adalah orang pertama yang menemaninya bekerja di kafe milik Renata dan Lucy adalah orang kedua yang menemaninya di kafe setelah orang pertama yaitu Renata.


Namun Alodie berusaha menehan dirinya,menahan semua kesedihan dan kepedihannya.Karena dia ingat dengat cerita yang Renata pernah ceritakan kepadanya suatu hari 'Jika ada orang yang meninggal,kita itu gak boleh menangisinya berlarut larut karena jika kita seperti itu maka ruh orang yang kita nangisi akan ikut menangis.Mereka sedih karena kita sebagai orang yang di tinggalkannya belum bisa mengikhlaskannya.'


Sesekali Alodie mengecup tangan Renata yang ada di genggamannya.Alodie sedih karena Renata tidak bisa melakukan hal yang pernah Renata ceritakan kepadanya.


' Kakak pernah mengatakan itu kepadaku,tapi kenapa sekarang tidak bisa melakukannya.Aku ingin,kita bisa melakukannya bersama kak.Kakak gak boleh terus terusan kayak gini.'


" Alodie,kita udah sampai.Kamu diam dulu ya,abang mau angkat Renata dulu."


Alodie pun diam dan menunggu Akhtar membawa Renata dan Akhtar pun membawa Renata serta Alodie juga keluar dari dalam mobil.Alodie berlari untuk membuka kan pintu rumah kakaknya dan Akhtar pun membawa Renata masuk,namun belum sampai disitu Akhtar masih harus membawa Renata ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua.


Alodie kembali membuka kan pintu kamar Renata,Akhtar pun merebahkan tubuh Renata di atas ranjangnya dan menyelimbuti tubuh Renata.


" Alodie,apa kamu udah makan?."


Tanya Akhtar.


" Belum,bang."


" Yaudah kalau gitu kamu makan dulu ya,kamu sekarang pergi ke dapur buka aja tutup saji yang ada di meja makan disana ada makanan,biar abang yang jagain Rena."


" Yaudah,kalau gitu Alodie makan duku ya."


Alodie pun pergi menuju dapur yang ada rumah itu,karena perutnya juga sudah mulai keroncongan.

__ADS_1


Alodie sudah lama tidak datang ke rumah Renata,karena disaat kemarin saat Alodie ingin ke rumahnya dia malu karena di rumah Renata sedang ada keluarganya,sedangkan Alodie adik Renata juga bukan dia hanya anak jalanan yang kebetulan mendapat pertolongan dan perawatan dari Renata.


Bersambung.


__ADS_2