
-Setiap penyakit tidak ada yang ringan,maupun sakit hati,filek tetap saja harus di obati.
Ayah keluar dari ruangan dan beliau membiarkan istrinya mengobrol dengan putrinya.
" Ayah,Salsa pengen ketemu sama kak Rena."
" Iya bentar sayang,ibu lagi bicara dulu sama kak Rena."
Dari tadi Lucy mengobrol dengan Salaa,dia mempernalkan dirinya dan memberitahu dia siapa.Salsa sangat mudah akrab dengan orang baru,sehingga dia baru bertemu Lucy saja dia sudah begitu akrab.
Di dalam ruangan ibu masih duduk di kursinya.
" Sayang,ibu mau kamu pulang ke rumah ya.Biar ibu yang merawat kamu di rumah,supaya ibu gak khawatir sama kamu.Ibu sangat ingin selalu ada disamping kamu,apa lagi sekarang kamu dalam kondisi seperti ini.Kamu mau ya,pulang ke rumah ibu dan ayah?."
Renata bingung harus menjawab apa,dia sangat ingin pulang ke rumah orang tuangan dan di rawat oleh mereka.
" Ibu,Renata mau banget di rawat sama ibu,apa lagi di rumah ibu Renata mau banget.Tapi."
" Tapi apa nak,sekarang ibu sayang banget sama kamu.Ibu minta maaf atas segala kesalahan ibu di tahun lalu,maaf ya ibu hanya ingin kamu pulang ke rumah dan ibu merawat kaYmu."
Renata menghapus air mata ibunya yang membasahi pipinya.
" Ibu jangan nangis,ibu gak perlu minta maaf sama Renata.Ibu gak pantas bilang maaf kayak gini,gak boleh ibu gak boleh minta maaf,Rena udah maafin ibu kok."
" Tapi kamu mau kan,saat kamu di izinkan pulang oleh dokter kamu pulang ke rumah ibu sama ayah?."
" Iya,Renata mau kok.Renata mau pulang ke rumah ibu sama ayah."
Ibu pun tersenyum disaat mendengar jawaban dari Renata,akhirnya Renata akan pulang ke rumahnya.
" Kalau begitu ibu keluar dulu,ya.Masih ada orang yang mau ketemu sama kamu."
" Iya."
Ibu pun keluar dari ruangan tersebut dan Salsa langsung menghampirinya karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kakaknya.
" Ibu,apa sekarang Salsa boleh masuk?."
" Masuk aja sayang,tapi kamu gak boleh peluk peluk kakak ya."
Salsa pun segera masuk kesana dan melihat Renata yang sedang melihat ke arahnya juga.
" Kakak."
Salsa berlari ke tempat Renata.
" Ya ampun,Salsa."
" Kakak,aku rindu banget sama kakak."
" Kakak juga sama sayang,kamu apa kabar?."
" Aku baik kak."
Renata hanya bisa menggenggam tangan Salsa karena dia sedang tidak bisa memeluknya.
" Kakak kenapa bisa sampai seperti ini?,aku sedih kalau lihat kakak seperti ini."
" Kamu jangan sedih sayang,kakak baik baik aja kok."
Saat itu Salsa menangis disana karena melihat kondisi Renata.
" Kamu jangan nangis,hey lihat kakak baik baik aja kan?.Gak papa kok."
" Tapi,kaka."
__ADS_1
Renata hanya tersenyum melihat adiknya yang tidak bisa menghilangkan sifat baperannya itu.
" Kakak kapan pulang ke rumah?,kenapa kakak gak pulang pulang?."
" Maafin kakak ya,kakak sibuk sayang,kakak sibuk kerja dan belum sempat untuk pulang ke rumah."
" Kakak memangnya kerja apa?,sampai lupa untuk pulang ke rumah?."
" Kakak gak lupa sayang,kaka cuman.."
Seketika itu Renata merasakan sakit dari keningnya dan juga punggungnya dia meringis kesakitan,dan Salsa saat bingung kenapa tiba tiba Renata seperti itu.
" Kak,kaka kenapa."
Renata hanya memejamkan matanya,lalu Salsa langsung memberitahu orang orang yang ada di luar ruangan.
" Ayah,ibu kak Rena.Kak Rena kesakitan."
" Apa."
Ayah dan ibu Renata kembali masuk ke dakam ruangan dan Lucy memanggil dokter karena dia takut Renata kenapa napa.
" Kamu kenapa sayang?."
" Kening aku sakit banget yah,sakit."
Renata memegangi tangan ayahnya dengan kuat,karena sakitnya sangat tidak bisa di tahan.
" Ibu,bapak dimohon untuk menunggu di luar ya.Saya akan memeriksa pasien ."
" Rena,ayah dan ibu keluar dulu ya."
Ayah pun melepaskan tangan Renata dari tangannya dan pergi keluar dan setelah mereka keluar dokter memeriksa kembali Renata.
" Dokter tolong,punggung saya dan kepala saya terasa sakit dokter."
Suster menyiapkan alat rongsenan yang akan dokter gunakan untuk memeriksa tulang punggung Renata.Setelah siap dokter pun mulai menyeken tulangbRenata yang Retak.
" Suster,kita harus segera mengoprasinya,karena tulang yang retaknya semakin parah dan itu akan membahayakan pasien dan tolong beritahu keluarganya."
" Baik,dok."
Suster pun keluar dari ruangan tersebut.
" Suster bagaimana keadaan Renata,putri saya."
" Maaf pak,kami harus segera melakukan operasi karena retak tulang pasien semakin parah dan itu akan membahayakan pasien sendiri."
" Ya allah."
" Dan,tolong tanda tangan ini untuk pengoperasiannya."
Ayah pun dengan cepat menandatangani surat tersebut.
Setelah mendapatkan tanda tangannya suster pun pergi dan menyiapkan alat alat untuk operasi.
Tidak lama dari situ datang tiga ora perawat peria yang memakai baju putih masuk ke dalam ruangan Renata dan membuka pintruangan tersebut dengan lebar.
Saat melibat blankar Renata di dorong,ayah,ibu,Salsa,Akhtar dan Lucy melihat Renata.
" Sayang,kamu kuat ya.Kamu akan baik baik,aja."
Ucap ayah yang berusaha menyemangati Renata,mata Renata sudah hampir tertutup karena lemas menahan rasa sakit yang ia alami.
" Renata,kamu kuat ya.Kamu kuat."
__ADS_1
Dan Renata pun di masukan kedalam ruang operasi,dokter bersama rekannya menggunakan seragam berwarna hijau dan siap untuk segera melakukan operasinya.
Di luar ruangan,ayah sedang memeluk ibunya yang menangis dan Lucy juga memeluk Salsa.
" Kita do'akan saja,semoga operasinya berhasil dan Renata cepat sembuh ya."
' Ya allah,kenapa ini terjadi lagi kepada Renata,Kuatkan saja dia ya allah,aku ingin Renata kembali sehat dan bisa bersama lagi denganku.'
Lucy pun menyeka air matanya.
Saat itu,Artur datang ketempat dimana Renata di rawat,namun ada yang aneh disana karena tempat Renata sangat sepi,biasanya ada Akhtar atau Lucy yang berada di luar.
Artur pun bertanya kepada suster yang sedang menutup pintu ruangan tersebut.
" Maaf suster,apa di dalam ada orang?."
" Maaf pak,pasien yang berada di ruangan ini sedang menjalani operasi."
" Apa,operasi?.Terus sekarang dimana?,tolong tunjukan ruang operasinya."
Artur pun mengikuti suster yang berjalan di depannya yang menuju ruang operasi.Saat sampai disana,Artur langsung menghampiri Akhtar yang sedang berdiri sambil menyilangkan tangannya di dadanya.
" Bang,apa yang terjadi dengan Renata?,kenapa dia sampai di operasi?."
" Retak tulang rusuk Renata semakin parah,jadi dia harus menjalani operasi."
" Ya ampun."
' Ya tuhan,apa lagi yang telah terjadi kepada Renata.'
Artur mengusap wajahnya,dan dia ikut berdiri di sebekah Akhtar.
" Bang jangan sedih ya,kita harus kalau keajaiban tuhan itu ada."
" Iya."
Tidak lama dari situ terdengar suara kumandangan adzan dari masjid dan ayah mengajak semua laki laki untuk menunaikan ibadah shalat,namun saat itu ayah baru melihat Artur disana.
" Akhtar,dia siapa?."
"Dia,,,."
Saat Akhtar akan menjawab Artur langsung memotong pembicaraan.
" Saya temannya Renata,om."
" Oh,temannya ya.Kalau begitu mari kita shalat."
Artur bingung harus menjawab apa kepada orang tuanya Renata saat beliau mengajaknya untuk shalat.
" Saya,saya gak shalat om."
" Masa kamu gak shalat,ingat seorang muslim itu harus shalat,harus ta'at sama peratura agama."
Artur menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Iya saya tahu,tapi maksudnya saya non muslim om."
Ayah dan Akhtar sangat terkejut mendengar jawaban dari Artur,Akhtar kira Artur adalah seirang muslim sama seperti dirinya dan juga keluarganya.
" Ohh,kamu non muslim.Baiklah kalau begitu kamu tunggu aja disini sama mereka ya,om sama Akhtar mau shalat dulu."
Akhtar dan kakak iparnya pergi untuk menunaikan shalat di masjid.
' Aku sama Renata beda agama,mungkin ini akan mempersulitku untuk mendapatkannya.Tapi gak papa aku akan berjuang untuk memilikinya meskipun pada akhirnya kita takan bersama dan setidaknya aku pernah bersamanya.'
__ADS_1
Bersambung***.