Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
37.Part 2.


__ADS_3

Lucy menunggu ibunya untuk lebih dekat dengannya,setelah berhadap hadapan Lucy pun tersenyum kepada ibunya.


" Selamat ulang tahu ya,nak.Semoga kamu bisa menjadi anak yang sukses,ibu do'akan semoga kamu selalu sehat,dan selalu di beri rizki oleh allah."


" Terimakasih ya bu,terimakasih karena ibu udah nemenin Lucy selama sembilan belas tahun ini,udah ngerawat Lucy,tapi Lucy belum bisa membalas apa yang ibu berikan sama Lucy,maaf ya bu."


" Ibu gak pernah berharap kamu membalasnya nak,kamu di beri kesehata saja ibu udah bersyukur."


Lucy pun mengecup tangan kanan ibunya dengan cukup lama,dia sangat merasa beruntung karena sampai detik ini ibunya masih ada dan masih setia merawat,menemani,dan juga menjadi pendamping setia di sepanjang hidupnya,menjadi sebuah sang merajai hati dan di dalam dirinya.


Pemandangan tersebut membuat hati Renata sakit,dia pun menangis saat melihat pemandangan itu.Di pikirannya hanya satu,siapa yang akan melakukan hal seperti itu di hari ulang tahunnya nanti,apakah ibunya akan ada disaat hari ulang tahunnya?,ataukah tidak?.


' Aku juga ingin seperti itu,tapi siapa yang akan melakukannya.Mungkin hal itu tidak akan pernah terjadi sepanjang ulang tahunku.'


Renata menyeka air matanya,dan berusaha untuk tersenyum kembali,karena dia akan menghampiri mereka berdua.


Renata bernyanyi disaat jaraknya sudah dekat dengan mereka.


" Happy birth day to you,happy birth day to you,happy birth day happy birth day,happy birth day Lucy."


Renata benar benar tidak bisa menahan air matanya itu,dia pun kembali meneteskan air matanya.


" Renata,kamu kenapa?."


" Enggak,aku gak kenapa napa."


Renata kembali menyeka air matanya dan memberikan senyuman samar kepada Lucy dan ibunya.


" Kamu jangan bohong,kamu kenapa?."


Disaat Lucy bertanya seperti itu,dia tidak bisa bicara apa apa lagi,air mata yang keluar semakin banyak."


" Aku."


Renata berbicara dengan terbata bata.


" Aku,teringat aja dan."


Renata menyeka air matanya.

__ADS_1


" Dan aku berpikir,siapa."


Renata menarik nafasnya.


" Siapa,yang akan membawakan kue ulang tahun disaat aku ulang tahun,sedangkan ibu aku,ibu aku gak ada disamping aku."


Ibunya Lucy memberikan kue itu kepada Lucy untuk memegangnya,dan beliau pun memeluk Renata.


" Nak,ibu ini ibu kamu juga.Kamu gak boleh sedih,nanti jika kamu ulang tahun ibu mau kok bawain kue buat kamu.Udah jangan nangis sayang,ibu sangat sangat menyayangi kamu."


Lucy memberikan kuenya ke salah satu orang yang menjadi petugas di tempat itu.


Setelah itu Lucy ikut memeluk Renata dan juga ibunya.


" Iya Renata,kamu gak boleh sedih aku sama ibu kan masih ada buat kamu,kita sayang sama kamu dan juga cinta sama kamu."


Renata pun berusaha menenangkan dirinya dan menghapus air matanya,dia harus bisa menahan semua ini,karena masih ada yang harus dia lakukan.


" Lucy,ibu.Kita pergi ke arah sana yuk,aku udah siapin sesuatu untuk Lucy."


Lucy dan ibunya saling bertatapan.


" Apa lagi si,Ren.Ini udah cukup lho,kamu rias tempat ini aja mungkin mahal,dan sekarang kamu masih mau beri aku sesuatu."


Renata menarik tangan ibu dan Lucy,menuju tempat yang mana tempat itu telah terdapat kejutan yang mungkin akan membuat Lucy sangat senang.


Mereka bertiga pun tiba disana,disana terlihat kain berwarna abu abu menutupi sesuatu yang ada di dalamnya.


" Renata,ini apaan si?.Apa lagi,yang mau kamu berikan sama aku,aku malu sama kamu."


Renata langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir Lucy,sehingga Lucy berhenti tidak berbicara lagi.


" Bisa gak si,kamu gak bilang kayak gitu lagi?."


" Oke,Rendi kamu siap ya untuk membuka kain itu,saya hitung dari satu sampai tiga,baru kamu buka."


" Iya,kak."


Sebelum itu,Renata melihat ke arah Lucy sambil tersenyum.

__ADS_1


" Satu,dua,tiga."


Rendi pun membuka kain abu abu itu dan isi dari kain tersebut adalah satu unit motor scoopi keluaran baru,motor itu adalah motor yang sangat di inginkan oleh Lucy.


Saat melihat isinya,Lucy benar benar terkejut,bahagia serta terharu menjadi satu di dalam perasaannya.Lucy mendekati motor tersebut dan melihatnya dari dekat.


" Dan ini,adalah hadiah ulang tahun kamu dari aku.Makasih ya,udah semangatin aku selama ini."


" Renata,aku sangat banyak mengucapkan terimakasih sama kamu.Karena kamu udah bantu aku dan keluarga aku,maafin aku jika aku enggak bisa balas semua kebaikan kamu."


" Justru aku yang harus berterimakasih sama kamu,tanpa kamu aku gak mungkin bisa kayak gini,tanpa adanya kasih sayang kamu dan juga ibu,aku gak bakalan sesukses ini sekarang.Jadi aku mohon,terimalah hadiah ulang tahun kamu ini,ya.Meskipun barang yang aku berikan sama kamu sederhana."


" Enggak Renata enggak,ini udah cukup.Semua barang yang kamu berikan sama aku,menurut aku itu harganya sangat mahal,terutama motor ini."


" Di dunia ini gak ada yang mahal,kecuali kesetiaan seorang sahabat yang selalu menyuport sahabatnya."


Renata mengambil satu telapak tangan Lucy,dan memberikan kunci motor tersebut.


" Mulai sekarang dan seterusnya,kamu bebas buat gunain motor ini sesuka kamu.Pokoknya kamu harus terima ini,ya."


Lucy hanya memperhatikan tangannya yang di kepalkan oleh Renata,yang berisikan kunci motor.


Lucy pun menganggukkan kepalanya,mengisyaratkan kalau dirinya,mau menerima hadiah dari Renata.


" Gitu dong,yaudah mulai sekarang impian kamu untuk memiliki scoopi keluaran terbaru udah terpenuhi,kamu gunain sebaik baiknya ya."


" Iya,aku janji aku bakalan menjaganya dengan baik,bahkan kalau perlu aku mau mandiin terus tiap detik,atau menitnya."


" Kamu ada ada aja,untuk sekali lagi selamat ulang tahun untuk sahabat aku yang sangat aku sayangi."


Lucy pun melentangkan kedua tangannya,dia ingin Renata memeluknya dengan senyuman full di wajahnya.


Renata pun dengan cepat langsung memeluk sahabatnya itu dan memejamkan matanya disaat berada di dalam pelukannya.


' Ya allah,terimakasih sudah memberikan sahabat yang sebaik dia kepadaku.Do'a ku hanya untuk hari ini,semoga aku dan dia selalu bersama di dalam suka maupun duka,dan semoga di jauhkan dari saling membenci satu sama lain.'


Itulah isi hati Renata.


' Ya allah,betapa bahagianya aku memiliki sahabat seperti dia,aku mohon jangan hilangkan dia dari hidup ku,karena setiap senyuman dan kesetiaannya adalah kebagiaan aku.Semoga aku selalu bisa menemaninya,di keadaan apapun,meski suatu saat kita akan berpisah karena suatu waktu yang tidak mengkinkan aku akan bertahan hidup,tolong jaga dia,jangan membuat dia bersedih terus,dan aku memohon kepadamu ya allah semoga rezeqi Renata selalu dilimpahkan dan semoga Renata selalu di sehatkan maupun itu jasmani atau rohaninya.'

__ADS_1


Dan itulah isi hati Lucy.


Bersambung.


__ADS_2