
-Jika sudah tahu dosa mengapa di lakukan,seharusnya yang harus kita lakukan adalah menjauhkan.
1 Tahun kemudian.
Renata sudah memiliki apa yang dia inginkan,mulai dari rumah,mobil,handphone dan kafe yang mewah.Akhir akhir ini Renata sangat sibuk,karena dia memperpanjang kontrak dengan perusahaan Calista fashion,sehingga dia harus melakukan pemotretan di luar kota dan juga di dalam kota.
Renata juga sedang membangun sebuah restoran di suatu daerah,karena dia melihat kafenya yang selalu ramai pengunjung,dia pun berpikiran untuk membuka sebuah restoran,siapa tahu restorannya juga seramai yang dia pikirkan.
Masalah demi masalah telah Renata lewati,dan kesuksesan demi kesuksesan mulai menghampirinya.
Renata benar benar bersyukur kepada tuhan yang telah memberikan semua itu kepadanya.
Renata membeli rumah dengan seharga 500 juta,rumahnya mewah dan juga rumah itu sudah siap pakai,dia juga membeli mobil yang seharga 200 juta,belum lagi biaya bangunan untuk restoran dan keperluan lainnya.
Sejak Renata hadir di perusahaan Calista Fashion,disaat itulah perusahaan itu naik daun,ada banyak orang orang yang membeli atau menginfor dan mengeksplor produk produk dari sana,dan juga Renata banyak yang menawari nya untuk bekerja sama dengan perusahaan lain,namun Renata tetap memilih bekerja sama dengan Calista Fashion,karena awal mula kesuksesan Renata di mulai dari perusahaan itu.
Satu tahun ini Renata banyak berubah,dia jadi lebih ceria,bahagia,apa lagi sekarang dia memiliki seorang kekasih yang bernama Aidan.Renata dan Aidan selama ini tidak pernah bersentuhan tangan,berpelukan seperti orang orang yang berpacaran pada umumnya,karena Renata tahu kalau bersentuhan dengan yang bukan mahram itu hukumnya dosa.
Aidan dan Renata di pertemukan di kafe milik Renata.
flash back on.
" Dan,lo liatin apa si?.Serius amat kayaknya."
Tanya Robbi pada sahabatnya itu.
" Enggak,gue gak lihat apa apa kok."
" Ahh,,,,gua tahu lo pasti suka sama cewek yang lagi duduk disana kan?,soalnya dari tatapan lo aja beda banget sama dia,kayak ada cinta cintanya gitu."
Robbi mulai menggoda Aidan.
" Kamu ngertikan Alodie?,kalau begitu kakak mau ke kamar mandi dulu ya,kamu lanjut kerja aja."
Renata pun berlalu pergi dari kursinya,disaat melihat Renata pergi dari tempat duduknya,dengan cepat Aidan pun menyusul Renata,dia ingin tahu kemana gadis itu akan pergi.
Di saat Renata ada di depan kamar mandi pria tiba tiba hanphone Renata berdering dengan suara yang membuktikan bahwa ada satu panggilan masuk,Renata pun menjawab telepon dari orang tersebut,namun anehnya orang itu mematikan sambungannya ketika Renata baru saja mengucapkan salam,dan ketika Renata akan memasukan handphonenya ke dalam tas,tiba tiba saja Aidan menabrak tangannya dengan tidak sengaja,sampai handphone Renata terbanting ke lantai dengan sangat keras.
Aidan mengambil handphone Renata yang sudah rusak itu,yang mana kaca lcd dari handphone itu sudah kena.
__ADS_1
" Aku minta maaf,tadi aku gak sengaja nabrak kamu."
Renata hanya melihat laki laki tampan yang ada di hadapannya.
" Kayaknya handphone kamu rusak deh,biar aku ganti aja ya sama yang baru."
" Enggak enggak,gak usah.Kalau handphonenya emang rusak gak papa,aku bisa beli lagi yang baru kok."
" Enggak,pokoknya aku mau bawa handphone kamu ini.Aku mau pindahin semua berkas yang ada di handphone ini ke handphone yang baru.Soalnya aku gak enak,ini salah aku.Aku janji,besok disaat jam satu siang aku akan kesini dan bawa handphone baru buat kamu,plis kamu mau ya?."
Renata bingung harus menjawab apa,apakah dia harus menerimanya ataukah tidak.
" Baiklah aku mau,asalkan besok kamu harus datang kesini buat balikin handphone aku."
" Oke,siap.Besok kita ketemuan di kafe ini aja ya,sambil nyantai gitu kan."
Renata tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Oh iya,kenalin nama aku Aidan."
Aidan mengulurkan tangannya kepada Renata,namun Renata tidak membalasnya dia hanya menyatukan kedua telapak tangannya.
" Renata."
" Oh,maaf."
Aidan pun menarik kembali tangannya,dan mengajak Renata untuk kembali ke dalam.
" Kalau begitu ayo kota kembali lagi kesana,kalau lama lama disini kan gak enak."
" Iya,ayo."
Renata berjalan di belakang Aidan,sehingga Robbi pun salfok melihatnya.
" Widih,tu kayaknya si Aidan udah akrab aja tu sama cewek itu.Wah,si Aidan bener bener niat buat deketin cewek itu.Haduuh,,kalau Aidan sampai pacaran sama tu cewek,jadi lama lama gua bakalan jadi obat nyamuk lagi dong,ahhh Dan Dan padahal gua baru aja rasain hubungan persahabatan antara kita,ehhh sekarang lu udah punya pacar lagi.Tapi gak papa deh,demi lu apapun akan gue lakuin Dan,gua gak akan tinggalin lu."
Renata dan Aidan duduk di satu meja,Lucy yang melihatnya pun menjadi penasaran kepada sahabatnya itu.
" Eh,,itu Renata sama siapa,ya?.Tumben dia duduk berhadapan sama cowok,setahu aku Renata belum punya pacar,dan juga dia gak pernah tu cerita cerita soal cowok.Ahh,,,aku tahu,ini pasti cowok itu mau deketin Renata,tapi ngomong ngomong cowoknya ganteng juga,cocok kalau sama Renata."
__ADS_1
Lucy hanya senyum senyum sendiri melihat keakraban Renata dan laki laki tersebut,sehingga Lucy tidak bisa fokus dengan pekerjaannya.
" Woy,,,kerja kerja jangan ngelamun,tuh banyak pesanan cepet bikinin."
Ucap Nathan yang mengejutkan Lucy.
" Ihh,ngagetin aja si.Siapa juga yang ngelamun."
Lucy pun pergi membuat pesanan pesanan para pelanggan.
Sedangkan Nathan,dia memperhatikan Renata dan Aidan yang begitu akrab.
' Itu siapa ya?,sejauh ini kan Renata belum punya pacar,dan yang mau jadi pacarnya itu cuman gue,berani beraninya cowok itu deketin Renata.'
Tiba tiba saja Lucy menepuk pundak Nathan dan mengatakan.
" Bang,ingat abang cuman karyawannya sedangkan Renata bosnya abang,jadi jangan ngarep ya,udah tu semua pesanan nya udah jadi,tinggal di kirim ke setiap meja."
Itulah kelebihan dari Lucy,yaitu bisa membaca pikiran orang lain.
Nathan pun pergi dari sana dan mengambil satu nampan yang tersisa karena rekannya yang lain telah mengantarnya.
Disaat laki laki yang bersama Renata sudah pergi,disitulah Lucy menghampirinya.
" Ren,itu tadi siapa?."
" Pengen tahu aja,kamu."
Jawab Renata sambil tersenyum.
" Hayo,,itu pacar kamu kan?."
" Ya allah,bukanlah.Dia itu cuman pelanggan yang tadi di kamar mandi gak sengaja jatuhin handphone aku,bukan siapa siapa kok."
" Tapi kelihatannya,kamu akrab banget sama dia."
Renata pun menjelaskannya kepada Lucy,bahwa besok dia akan bertemu dengannya disana untuk mengganti handphonenya yang rusak.
flash back off.
__ADS_1
Dari situlah Renata semakin dekat dengan Aidan,dia Renata juga tidak percaya bahwa akhirnya dia akan menjadi pacar Aidan.
Bersambung.