
-Sesuatu yang sangat berhaga selalu di sayangkan ketika sesuatu tersebut hilang dari diri kita.
Dua jam setelah meninggalnya Lucy,Renata terduduk lemas di lantai dengan kaki yang terlentang,dia hanya menatap kosong ke arah bawah dan air mata yang tidak berhenti keluar.
Ini adalah hari terburuk di sepanjang hidup Renata,Buruk untuk untuk kehidupannya dan buruk untuk masa depannya.Renata masih belum percaya dengan kepergian seorang sahabatnya yang pergi untuk selamanya.Yang mana dia tidak akan bertemu dengannya lagi,tidak akan berduaan bersamanya lagi,bahkan tidak akan ada seseorang yang selalu menemaninya dimanapun dan kapanpun.
Semua itu hanya akan menjadi kenangan di dalam hidup Renata,dan untuk melupakannya pun sangatlah sulit baginya,akan sangat sulit melupakan seseorang yang sudah dekat dengan kita bahkan dia selalu ada di dalam hidup kita disaat orang tersebut meninggalkan kita dan yang tersisa hanyalah kenangangannya saja.
" Renata,udah ya jangan nangis lagi.Lucy pasti akan tenang di alam sana,kamu jangan menyiksa diri kamu sendiri,ya."
Renata sama sekali tidak mendengar apa yang Artur katakan kepadanya,Renata tetap menatap kosong ke arah yang tetap,bahkan disaat handphonenya berdering pun Renata tetap seperti itu.Dengan terpaksa Artur menjawab panggilan dari abangnya.
" Assalamu'alaikum,Rena kamu dimana si?,pulang ya udah malam lho."
" Halo,bang."
Akhtar sangat terkejut mendengar suara Artur di sebrang telepon sana.
" Kenapa kamu yang jawab teleponnya,Renatanya kemana.Atau jangan jangan,kamu."
Suara Artur membuat Akhtar berpikir yang tidak tidak kepada Artur.
" Enggak bang,gak gitu.Aku nemenin Renata di rumah sakit."
" Rumah sakit?,Renata kenapa dia baik baik aja kan?."
" Renata baik baik aja kok,hanya saja Lucy,Lucy baru saja meninggal bang."
" Hah,apa meninggal?.Gak mungkin Lucy meninggal,itu sangat mustahil."
" Aku juga gak nyangka bang,Lucy bisa pergi secepat ini."
" Share lok rumah sakitnya,biar aku pergi kesana sekarang."
Artur pun memutuskan sambungan teleponnya,namun disaat melihat walfafer handphone Renata,Artur sedikit melamun dia serasa mengenali wajah seseorang yang sedang bersama Renata di foto tersebut namun disaat dia ingin melihatnya kembali handphonenya sudah terkunci.
" Renata."
Kali ini Renata melirik wajah Artur,namun tetap wajah tetap sedih dan air matanya mengalir dari dalam matanya.
__ADS_1
Artur sangat ingin menyekakan air matanya,namun Renata pasti akan menolaknya.
" Kamu jangan duduk disini,kita pindah ya."
Renata kembali tidak menghiraukan apa yang di ucapkan oleh Artur.
" Renata."
Karena kesal di ganggu oleh Artur,Renata pun mengusir Artur.
" Pergi,,,aku mau nungguin Lucy disini.Bentar lagi dia sembuh,dia akan menemani aku pergi ke supermarket."
Renata bertingkah seakan akan anak kecil saat itu.
' Gawat,pikiran Renata mulai terganggu.'
" Renata,besok aja ya ke super marketnya,sekarang masih dini hari,mana ada super market yang buka."
" Aku bilang pergi,jangan disini."
Tepat pada saat itu Akhtar tiba disana,dan langsung menghampiri Renata yang sedang terduduk di lantai.
" Rena."
" Rena,Lucy udah gak ada.Kamu jangan kayak gini."
" Enggak,kata siapa udah gak ada.Dia masih ada kok,dia lagi siap siap mau pergi sama aku."
Akhtar sebenarnya sudah tidak kuasa menahan tangisnya,hanya saja dia berusaha menahan air matanya supaya tidak keluar.
" Rena dengerin,kamu gak boleh kayak gini.Sadar sayang,sadar."
" Apaan si,Lucy baik baik aja kok,dia mau pergi sekarang sama aku,aku mau ajak dia ke supermarket.Dia gak meninggal,dia masih hidup."
Kemudian Akhtar langsung memeluk tubuh Renata.
" Istighfar Rena,istighfar."
" Lucy masih ada bang,Lucy belum meninggal hiks,Lucy mau pergi sama aku dia mau nemenin aku."
__ADS_1
Tangis Renata kembali pecah di pelukan Akhtar,dan Akhtar pun akhirnya meneteskan air matanya,dia mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Renata.Renata sudah kehilangan seorang sahabat yang sangat dia sayangi dan sudah dia anggap sebagai saudara sendiri.
" Istighfar Rena,orang yang selalu bersama kita bukan berarti akan bersama selamanya,mereka juga batasanya.Udah ya kamu jangan nangis,kamu harus kuat."
" Tapi aku gak mau,aku mau terus sama Lucy.Dia sahabat terbaik aku,dia sahabat yang paling aku sayangi."
" Iya abang tahu,abang tahu dia sahabat kamu.Tapi taqdir allah gak bisa di ubah,gak bisa."
" Kalau gitu,Rena mau nyusul Lucy.Rena mau ikutin kemana Lucy pergi."
" Rena!!!."
Karena sudah kesal kepada Renata dan juga kasihan kepada Renata,akhirnya Akhtar membentaknya sampai Renata pun terdiam tidak berani membuka suara.
" Bangun."
Renata pun menuruti apa yang di katakan Akhtar,dan Akhtar membantu Renata berdiri,namun kaki Renata begitu sangat lemas sehingga dia agak susah untuk berdiri.
Renata hampir saja terjatuh,untung saja Akhtar langsung memeluk tubuh kecil Renata.
' Ya ampun,Rena sampai segininya kamu menangisi Lucy.'
Renata juga membalas pelukan dari abangnya dengan begitu sangat erat,dengan pelukan yang sangat erat dan juga suara tangisan yang terdengar kencang membuat Akhtar merasakan luka yang di rasakan oleh Renata.Dia bisa merasakan bagaimana sakitnya hati Renata disaat mendengar kabar tersebut,bahwa sahabat yang selalu menemaninya telah pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Sedangkan Artur jadi terbawa suasana,disaat mendengar tangisan Renata air matanya juga ikut menetes,suara tangisan Renata itu sangat memberi arti kalau dirinya benar benar terluka dan benar benar kehilangan seseorang yang sangat berharga di dalam hidupnya.
Artur sampai beberapa kali menyeka air matanya,karena dia tak kuasa melihat Renata yang tidak berhenti menangis di dalam pelukan abangnya.
" Ssssttt,udah kamu jangan nangis.Capek kan kalau nangis terus,nanti mata kamu makin bengkak lho "
Akhtar pun menghapus air mata Renata dengan kedua jari jempolnya,dan meletakkan kedua telapak tangannya di pipi Renata.
" Kamu dengerin abang,kamu harus ikhlas,ikhlasin kepergian Lucy bisa kan?.Jangan sedih berlarut larut,abang ngerti kok perasaan kamu kayak gimana ,tapi jangan terlalu berlebihan seperti ini ya.Kamu dengerkan."
Disaat Akhtar bertanya seperti itu,Renata malah kembali memeluk tubuhnya.
" Denger,tapi Rena gak bisa bang.Rena gak biaa ikhlasin kepergian Lucy,hiks.Lucy itu terlalu indah jika harus di lupakan begitu saja,sangat sayang jika harus di ikhlaskan begitu saja,Rena gak bisa bang,Rena gak bisaaa!."
" Dengerin lagi,gak perlu terburu buru untuk bisa mengikhlaskannya.Pelan pelan aja,nanti juga kamu paham sendiri.Udah ya,mending sekarang kita pergi ke masjid udah mau subuh.Kita berdo'a untuk almarhumah Lucy."
__ADS_1
Kemudian Akhtar membawa Renata ke masjid dan mereka akan segera menunaikan ibadah shalat subuh di masjid,sedangkan Artur dia hanya mengikuti kemana Akhtar dan Renata pergi.
Bersambung.