Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
100.Penyemangat.


__ADS_3

Disaat Salaa sudah meninggalkannya,Alodie pun menghampiri Renata yang sedang memperhatikan Salsa dari kejauhan." Kak." Renata baru sadar,ternyata di sampingnya sudah ada Alodie." Eh,Alodie." " Kakak kelihatan bahagia banget,ya." " Bahagia dong,karena semua rencananya berjalan dengan baik.Oh iya,kakak juga mau berterima kasih sama kamu,yang udah bantu siapin semuanya,kakak berterimakasih banget sama kamu."


" Ngapain kakak berterimakasih,ini kan demi kebahagiaan adiknya kakaknya juga.Kalau gitu Alodie pamit dulu,ya,mau ngucapin selamat sama Salsa." Kemudian Renata kembali di tinggalkan oleh Alodie.


Renata pun duduk di sebuah kursi dan membuka hpnya,dia memandangi foto sahabatnya yang sudah tiada.


" Lucy,kalau kamu masih ada,mungkin saat ini kamu lagi duduk sama aku disini.Kamu ada di samping aku,nemenin aku.Meskipun keluarga aku ada disini,tapi aku tetap merasa sepi,karena gak ada kamu,gak ada kamu yang selalu nemenin aku kemanapun aku pergi.Aku rindu sosok kehadiran kamu yang selalu ada buat aku.Aku selalu berharap kamu datang kembali,kamu bisa nemenin aku lagi,tapi gak mungkin,karena dunia kita udah berbeda.Yang tenang ya di alam sana,semoga kelak kita di pertemukan lagi." Kemudian Renata mendekap hpnya yang terdapat foto Lucy di layarnya.Karena melihat Renata yang menagis,Syeril pun menghampiri Renata dan menenaminya disana.


" Udah,gak usah nangis.Kalau kamu tahu dia gak bakal balik lagi,kamu berhenti jangan berharap lagi." Renata terkejut karena kehadiran Syeril disana.Renata langsung menyeka air matanya dan tersenyum kepada Syeril yang sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri." Setelah meninggalnya Lucy,Rena tu bingung kak,Renata takut untuk cari sahabat lagi,Rena takut hal yang sama terjadi lagi." Syeril mengelus tangan Renata yang berada di atas meja." Ren,kamu jangan sedih kayak gini.Kamu harus ingat,ini hari spesial adik kamu,masa kamu mau terlihat sedih kayak gini?." Kemudian Syeril menghapus air mata Renata dengan jari tangannya." Udah,kakak gak mau lihat kamu ngeluarin air mata lagi.Happy dong,senyum." Renata pun mulai tersenyum kembali,setelah melihat Renata tersenyum,Syeril pun meninggalkan Renata kembali.


Seketika itu,Renata melihat seorang anak yang seumuran adiknya duduk sendirian di kursi.Entah kenapa,disaat melihat anak itu Renata menjadi tertarik untuk menghampirinya.Renata duduk di hadapan anak remaja itu,dan disaat anak itu melihat ke arahnya Renata pun tersenyum." Kok,kamu sendirian?.Kamu kenapa gak gabung sama teman teman kamu yang lain?." Saat bertanya,anak itu hanya diam dan menundukan kepalanya,dan perbuatannya itu membuat Renata semakin tertarik kepadanya.

__ADS_1


" Kenapa kamu sedih?,jangan sedih dong." " Enggak kok,aku gak sedih." Ucap anak remaja tersebut sambil mengangkat kepalanya." Emm,,,kak." " Hmm,,iya,kenapa?." Anak itu terlihat canggung untuk mengatakan sesuatu kepada Renata." Sebenarnya,aku tu sedih,aku iri sama Salsa yang punya orang tua beserta kakak yang baik.Sedangkan aku,aku gak punya siapa siapa,aku juga ingin punya kakak baik kayak kakak,aku juga pengen bahagia sama orang tua aku.Aku nyesel sama diri aku sendiri,aku nyesel udah lahir kedunia ini."


" Lho,kok kamu ngomong kayak gitu si?.Memangnya apa yang terjadi sama keluarga kamu?." " Keluarga aku kecelakaan kak,kedua orang tua aku dan kakak aku meninggal,dan yang selamat cuman aku sendiri.Aku benci sama diri aku sendiri,kenapa cuman aku yang selamat dari tragedi itu." Renata mulai mendekatkan kursinya dengan kursi anak itu." Dengerin sayang,kamu gak boleh nyesel sama diri kamu sendiri.Justru kamu harus bangga,kamu harus bahagia karena kamu selamat dari tragedi itu."


" Jadi aku harus bahagia disaat orang tua aku meninggal?,harus bahagia disaat lihat kakak aku meninggal?,kakak gak punya hati banget,ya!." Renata tidak menyangka,karena remaja itu salah memahami kata katanya.


" Bukan gitu,maksudnya kamu harus bangga karena kamu masih bisa do'ain orang tua kamu,bisa do'ain kakak kamu dan kamu harus bahagia supaya mereka yang udah ninggalin kamu juga bahagia.Kamu harus bisa banggain mereka yang udah gak ada,jangan merasa menyesal sama diri kamu.Coba,kalau kamu meninggal siapa yang mau mendo'akan orang tua sama kakak kamu itu,apa masih ada?." " Ada,tante aku bisa do'ain mereka,om juga." Renata memberikan senyuman kepada anak tersebut." iya, memang mereka bisa.Tapi apakah mereka akan selalu mendo'akan?,apakah mereka akan selalu ingat sama orang tua kamu?,setiap saat apa mereka akan selalu ingat?."


" Itulah alasan mengapa kamu selamat dari tragedi itu,kamu di tuntut untuk mendo'akan mereka.Maka dari itu kamu tidak boleh menyesali kehidupan kamu saat ini,berbanggalah dan bahagialah,ya." Kemudian Renata memeluk anak tersebut,dan terus menyemangatinya.


" Jadi,mulai sekarang jangan sedih sedih lagi ya.Semangat.".

__ADS_1


Anak itu pun tersenyum kepada Renata." Makasih ya kak,udah buat aku yakin sama kehidupan aku.Mulai sekarang aku ngerti,apa makna di balik kehidupan aku ini."


" Iya,sama sama.Jangan sedih sedih lagi,ya.Kalau begitu,kamu gabung sana sama teman teman kamu." Renata memanggil adiknya untuk mengajak anak remaja itu bergabung bersamanya." Salsa,kamu ajak dia juga ya.Jangan sampai kakak lihat dia duduk sendiri lagi."


Salsa melihat ke arahnya dan tersenyum juga kepada anak itu,lalu Salsa mengajak anak itu untuk bergabung bersama teman temannya.' Ternyata kakaknya Salsa benar benar baik,dia begitu sabar dan lembut menghadapi aku yang tadi sempat marah kepadanya.Mulia banget hati dia,Salsa beruntung banget punya kakak sebaik itu.Tapi Salsa juga baik,kok.Dia gak pernah mandang orang sebelah mata,dia selalu berteman dengan orang orang yang anggap dia baik.Dia gak pernah pilih pilih dalam mencari teman,mungkin hampir semua siswa berteman sama dia.Kak Rena,aku sangat berterimakasih sama beliau yang udah memotivasi aku malam ini,dan aku janji aku akan berubah,aku pengen baik kayak Salsa,dan memiliki hati yang mulia seperti Kak Renata.'


Anak itu pun mulai mendekatkan diri dengan teman temannya,dia ingin memiliki banyak teman,sebanyak teman Salsa.Dia akan memulai lembaran hidup baru,karena dia merasa termotivasi oleh Renata.Renata juga ikut senang,karena melihat Salsa yang menawarkan beberapa macam makanan yang ada di meja.


***Cantik itu bonus


Punya hati mulia itu harus

__ADS_1


Bersambung***.


__ADS_2