
-Janji harus di tepati,karena ada hadist yang mengatakan jika engkau berjanji kepada manusia maka engkau juga berjanji kepada allah.
2 hari kemudia.
Renata sudah di izinkan pulang dari rumah sakit dan sesuai janjinya Renata pulang ke rumah orang tuanya,sebelum pergi Renata melakukan perpisahan bersama sahabatnya,Renata sebenarnya sangat berat untuk meninggalkan Lucy tapi ini hanya sebentatlr dan disaat sudah sembuh dia akan kembali ke rumahnya.
Lucy memeluk Renata yang sedang duduk di kursi roda,Renata memakai kursi roda karena kaki Renata terasa sakit itu adalah penyebab dari tendangan Indri.
" Kamu jangan lama lama ya,nanti aku gak ada temannya."
" Enggak,aku gak akan lama lama kok nanti kalau aku udah sembuh aku janji aku akan segera kembali ke rumah."
" Cepat sehat ya,biar cepat kembali kesini."
Dan akhirnya Lucy bersama Renata berpisah di parkiran rumah sakit tersebut.
Sedangkan Akhtar yang menaiki motornya terus saja memanas manasi Lucy.
" Lucy,motor kosong ni mau ikut gak ke rumah orang tua Renata?."
" Udah bang,sana pergi."
Lucy pun hanya bisa melihat mobil milik orang tua Renata melaju dan meninggalkannya disana.
" Aku tunggu kamu kembali kesini ya,yang penting kamu jangan lama lama di rumah orang tua kamunya."
Lucy juga ikut pergi dari sana dan pulang ke rumahnya.
Sementara di dalam mobil Renata sedang bercerita dengan adiknya yaitu Salsa.
" Kak,Alodie itu yang mana si?.Aku pengen lihat dia."
Renata heran kepada Salsa kenapa dia bisa tahu Alodie.
" Kok kamu tahu Alodie?,dari siapa kamu tahu dia?."
" Dari kak Lucy,mana kak aku mau lihat."
Kemudian Renata membuka handphonenya dan memperlihatkan foto Renata bersama Alodie yang sedang berada di kafenya.Disana terlihat Renata yang sedang mengacungkan jari jempol juga Alodie yang menirukan gaya yang sama dengan memakai seragam kafenya.
" Wah,ternyata dia sangat cantik kalau di lihat lihat dia mirip lho sama kakak."
" Enggak,mirip dari mananya.Kakak itu miripnya sama kamu."
" Iya deh,eh kak kenapa kakak biayain Alodie?,orang tua dia kemana?."
Salsa belum tahu karena Lucy tidak memberi tahunya waktu itu.
" Orang tua dia masih ada,cuman kata dia orang tuanya pisah dan salah satu dari mereka gak ada yang mau membawanya,awalnya si ayahnya udah bawa dia cuman gak lama dari situ ayah dia usir dia dari rumahnya sama adik dia.Terus adik dia meninggal,dan tinggal dia sendirian,dia bilang dia hidupnya sebatang kara.Awal pertemuan kakak sama dia itu dia dalam keadaan kucel banget,pake baju robek robek kakak kasihan banget sama dia.
udah gitu kakak ajarin dia bikin kopi saat itu tapi udah bersih udah mandi dan kakak juga beliin baju buat dia."
__ADS_1
" Kenapa kakak kepikiran buat nolongin dia?,sementara kan dia bukan siapa siapanya kakak."
" Jadi manusia itu harus tolong menolong,apa lagi dia anak wanita jika dia terlalu nyaman di jalanan itu gak baik."
Ayah dan ibu yang mendengarnya sangat bangga kepada Renata,dia mampu memberitahu adiknya.
" Kak coba dong,vc Alodie."
Renata pun dengan senang hati menelepon vidio Alodie.
" Assalamu'alaikum kak,kak Rena gimana kabarnya?,udah sehat kan?."
" Wa'alaikumsalam,alhamdulillah baik banget,kamu masih kerja?."
" Syukurlah,iya ini masih kak.Kakak ada perlu apa vc Alodie?."
Kemdian Renata mengarahkan kameranya ke Salsa
" Ini,ada yang mau kenalan sama kamu."
Salsa langsung melambaikan tangannya kepada Alodie dan Alodie pun membalasnya.
" Hai Alodie,kenalin nama aku Salsa adik kandungnya kak Rena."
" Ohh,iya iya.Salam kenal ya,Salsa.Kak Rena suka cerita tentang kamu lho,kalau dia lagi ada sama aku."
" Benarkah?,dia bicarain aku tentang apa aja?."
Disaat Alodie akan menjawab Renata langsung menyuruh Alodie untuk kembali bekerja.
" Lho,kok kakak matiin sambungannya si,kan aku mau kenal sama dia."
" Lain kali aja,ya.Hehe."
Salsa hanya memutar bola matanya.
" Rena,nanti kamu cerita ya tentang kecelakaan yang terjadi sama kamu,ayah mau tahu bagaimana kejadiannya."
Sekarang apa yang harus Renata lakukan,orang tuanya ingin tahu bagaimana kejadian kecelakaannya Renata harus bisa menjelaskannya kepada mereka.
Wajah Renata begitu tegang.
' Aku jujur gak ya,sama mereka.Kalau aku jujur aku gak mau bikin ayah dan ibu makin sakit hati karena kelakuan kak Indri dan jika aku bohong aku hanya akan mendapatkan dosa,aku harus gimana ini.'
Dan setelah menempuh perjalanan selama tiga jam merekapun akhirnya tiba di rumahnya.
Renata di bantu ayhanya untuk kembali menaiki kursi rodanya dan laku mendorongnya.
" Akhirnya aku bisa pulang kesini lagi,aku sangat rindu suasana di rumah ini."
" Alhamdulillah kalau kamu senang,kalau begitu kita masuk ya."
__ADS_1
Disaat masuk dia melihat ruangannya yang sangat berbeda,rumah ibu dan ayahnya memang sudah di dekor ulang,dan itu membuat Renata senang melihatnya.
Mereka semua pun telah masuk ke dalam rumah,begitu pun Akhtar yang membawa kofer di tangannya.
" Wah,kalau gini mah Akhtar jadi betah ni di rumah ini."
" Ya gak papa lah,kalau kamu betah dan gak mau balik lagi itu kakak bersyukur banget."
Kemudian mereka berlanjut menuju ruangan keluarga,dan beristirahat disana.
" Renata,kamu yang lama aya ya di rumah ayah.Ayah masih rindu lho sama kamu."
" Yah,kalau Rena terlalu lama disini lalu nanti gimana sama pekerjaan Rena,Rena juga kan harus kerja."
" Iya,ayah cuman bercanda kok."
Di karena kan sudah malam,mereka pun mengantar Renata ke kamarnya yang ada di bawah karena jika di atas Renata tidak akan mempu menaiki satu persatu anak tangganya.
" Bu,aku mau tidur sama kak Rena ya."
" Salsa,kamu tidur di kamar kamu aja nanti gimana kalau kamu tidurnya sambil tinju sama nendang nendang."
" Enggak bu,gak akan kok pokoknya Salaa mau tidur sama kak Rena selama kak Rena ada di rumah ini,titik."
Ucap Salaa sambil memeluk Renata dari samping.
" Awwhhh."
Ringis Renata disaat tangan Salsa yang memeluknya mengenai luka yang ada di perutnya.Karena terkejut,Salsa langsung melepaskan pelukannya.
" Rena,kamu kenapa nak?."
" Enggak papa kok bu,barusan cuman tangan Salsa mengenai luka yang ada di perut."
" Tuh kan Salsa,ini kamu belum tidur aja kamu udah lukain kakak kamu."
" Kan gak sengaja bu,yakan kak Rena?."
" Iya deh iya."
Sebelum tidur,ibu memberikan obat untuk di minum oleh Renata dan setelah itu ibu menyuruh Renata untuk tidur dan ini adalah malam pertama Renata tidur kembali di rumah yang selama ini dia rindukan.
Renata tidur sambil memeluk Salsa yang ada di sampingnya,dia sangat senang karena di malam ini dia bisa melihat wajah Salsa kembali disaat sedang tidur.
" Wajah kamu ini,terlihat polos kalau lagi tidur.Makanya kakak suka banget cubit pipi kamu kalau kamu lagi tidur."
Renata pun mencubit pipi Salsa dengan sekeras kerasnya dan itu membuat Salsa terbangun sekejap.
" Emm,,kakak sakit."
Kemudian Salsa kembali tertidur dan Renata hanya tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
__ADS_1
Kemudia dia memeluk tubuh sang adik dan terlelap di dalam tidurnya.Tangan Renata masih di perban,karena lukanya masih belum kering apa lagi perban yang membalut kepalanya karena luka di dahi renata sangat dalam dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunggunta kering dan sekarang Renata sedang menjalani pemulihan retak tulang yang terdapat di dahinya.
Bersambung.