
-Disaat kita merasakan kepedihan maka disitu pasti akan ada sandaran yang bisa menenangkan.
***
Renata turun dari mobil angkutan dengan sangat lemas,saat berada di dalam mobil Renata tidak berhenti menangis,karena perkataan ayahnya selalu terdengar di kupingnya,itu adalah perkataan yang sangat pedih jika Renata mengingatnya.
Renata pun masuk ke dalam kafe melewati pintu yang berada di belakang,saat dia masuk dan berjalan dia langsung di sambut oleh Alodie,tetapi Alodie kebingungan kenapa Renata sudah kembali?,dan bukan kah Renata akan menginap di rumah orang tuanya?.
" Kak Rena!."
Ucap Alodie yang sedang duduk bersama Lucy di salah satu kursi.
" Rena,kamu kenapa?,kok nangis?.Katanya kamu pulang?,kenapa kamu kembali dan bawa koper?."
Lucy berdiri dan mendekati Renata,Lucy yang melihatnya pun aneh,karena setahu dia Renata akan pulang ke rumah orang tuanya dan besok akan kembali,tetapi belum juga setengah hari Renata pergi tapi Renata sudah kembali.
Renata mendekati Lucy.
" Aku di usir dari,rumah."
Lalu setelah itu Renata memeluk tubuh Lucy,karena dia sudah tidak kuat lagi,dia tidak tahu harus bercerita kepada siapa,dan dia sangat tidak punya teman di dalam kehidupannya.
" Di usir?,kenapa bisa?,apa kamu lakuin kesalahan?."
Lucy bertanya kepada Renata dengan sangat lembut,karena dia tahu keadaan temannya itu.
" Yaudah,kamu nangis aja dulu,keluarin unek unek yang ada di pikiran kamu.Aku ngerti kok perasaan kamu,tapi aku yakin kamu pasti kuat."
Renata tidak berhenti menangis di pelukan Lucy,karena menurut Renata dengan menangis akan sedikit meringankan pikirannya.
" Udah jangan nangis,kamu dari tadi nangis terus kan?.Kalau mau cerita,cerita aja ya,gak boleh sungkan."
__ADS_1
Dirasa sudah cukup,Renata melepas pelukan Lucy,dia menghapus air matanya dan duduk di kursi lalu menutup wajahnya dengan kedua telatapak tangan nya.
Lucy pun duduk di samping Renata dan memperhatikannya,Alodie ikut bersedih ketika melihat Renata yang menangis sangat tersakiti.
" Rena,kamu kenapa?."
Renata menarik nafasnya dan melepaskan kedua telapak tangannya dari wajahnya.
" Kamu kenapa bisa di usir?,apa alasannya?."
" Enggak,aku gak papa kok."
" Jangan bohong,aku tahu kok kamu lagi gak baik baik aja kan?.Tadi kamu bilang kamu di usir dari rumah,dan sekarang kamu bilang kamu gak papa.Ada apa si?,ayo cerita sama aku."
Renata menghapus sisa sisa air matanya.
" Aku,aku di usir dari rumah sama ayah,dan aku gak di izinin untuk kembali lagi ke rumah itu selamanya."
" Lho,,kenapa?.Kenapa bisa?."
" Karena,karena aku udah bukan anak dari ayah lagi.Aku,aku udah gak di anggap anak lagi sama mereka."
Karena sudah tidak kuat membendung air matanya,di saat itulah air mata Renata kembali pecah,Lucy pun menyandarkan kepala Renata di bahunya dan memeluknya dari samping.
' Ya tuhan,kenapa aku bisa merasakan sakit yang Rena rasakan.Kasihan banget Rena,tapi aku yakin dia pasti kuat menghadapi semua ini.Aku juga yakin kalau suatu saat nanti orang tuanya akan menyesal karena sudah mengusir Rena dari rumah,dan akan menyesal di saat melihat Rena sudah sukses.Rena,aku do'a kan semoga kamu bisa membuktikan kepada mereka bahwa kamu bisa sukses tanpa mereka,kamu bisa sukses dengan kerja keras kamu sendiri.'
Lucy melepaskan pelukannya dan menghadap kepada Renata.
" Rena,sudah kamu jangan nangis.Dengerin ya,sekarang kamu harus membuktikan kalau kamu bisa tanpa adanya mereka,kalau kamu bisa dengan kerja keras kamu sendiri.Maka dari itu,jadikanlah ini sebagai motivasi,apapun masalahnya kamu harus tetap semangat,meskipun hati kamu sakit,kamu terus terusan di sakitin sama mereka,kamu harus tetap berjuang,tetap kuat oke.Aku yakin kamu pasti bisa."
Perkataan Lucy membuat Renata yakin bahwa dia akan bisa,dia akan kuat,dia akan berjuang dengan kerja kerasnya sendiri.
__ADS_1
' Ayolah Renata,kamu harus bangkit,kamu pasti bisa.Ya,aku yakin aku bisa,aku yakin aku kuat,dan yang harus aku lakukan adalah bangkit,bangkit dari keterpurukan ini,aku harus membuktikan kepada mereka,kalau aku bisa.'
Renata meraih tanga Lucy,dan berkata kepadanya.
" Makasih ya,udah semangatin aku.Sekarang aku sadar,kalau semua orang itu tidak selamanya baik dan yang baik akan selalu terganti dengan yang lebih baik.Disaat orang orang baik meninggalkan aku,ternyata orang yang lebih baik datang kepada ku,yaitu kamu,dan tolong temani aku sampai aku sukses nanti,temani aku disaat suka maupun duka,karena aku tidak punya siapa siapa lagi,yang aku punya hanya kamu sama Alodie,kamu mau kan jadi sahabat aku?,jadi teman cerita aku?,jadi sandaran aku disaat aku lagi membutuhkannya?.Kamu mau kan?."
" Aku mau kok,mau kamu jadiin aku sahabat,mau kamu jadiin aku teman cerita juga aku mau,mau banget malahan.Makanya kamu jangan nangis,senyum dong."
Lucy menghapus air mata Renata dan Renata pun menunjukan senyumannya kepada Lucy.
Akhirnya Renata berhasil menemukan teman sekaligus sahabat di dalam hidupnya,meskipun dia baru kenal dengan Lucy satu hari,tetapi Renata merasa nyaman dengan adanya Lucy di sisinya.Mungkin Lucy akan menjadi penguat disaat Renata sedang rapuh,akan menjadi orang yang selalu ada disaat semua orang pergi dari hidupnya dan akan menjadi orang yang menemaninya dari nol sampai sukses nanti.
Ini adalah pertama kalinya Renata memiliki sahabat,karena dari kecil dia tidak memiliki sahabat.Waktu dia sekolah pun,dia selalu di kucilkan oleh teman temannya.Renata sempat si memiliki sahabat namun karena sahabatnya pergi sama sahabat barunya dia pun memilih untuk tidak bersahabat dengan siapapun lagi,karena dia tidak ingin tersakiti lagi.
Lucy juga sangat senang bisa bertemu dengan Renata dan akhirnya mereka bisa bersahabat,dari sebelumnya Lucy sudah tahu kalau Renata itu seseorang yang pejuang keras,dia tahu apa yang selama ini Renata rasakan,sampai sampai Renata mengatakan nya sendiri kepada Lucy tentang kisah hidupnya selama delapan belas tahun.
Semakin lama semakin Renata percaya kepada Lucy,kalau Lucy bisa menjadi sahabat yang terbaik untuknya,bisa menjadi orang yang paling setia menemaninya dan juga orang yang paling baik di dalam hidupnya.Renata tidak ingin menyesal lagi di dalam persahabatannya,sudah cukup Renata menderita dan kali ini adalah waktunya Renata bangkit dan membuktikan kepada kakak LAKNAT nya bahwa dia akan lebih sukses dari kakaknya yang selalu memfitnah,menyakiti serta melukainya.
' Aku Renata Quroatul 'Aini,berjanji akan membuktikan bahwa aku akan sukses dengan kerja keras ku sendiri,aku akan membuktikan nya kepada kakak ku yang bernama Indri Awaliyah.'
Itulah janji Renata kepada dirinya sendiri,bahwa dia akan membuktikannya kepada kakaknya kalau dia bisa.
Maka dari itu,untuk teman teman jangan gampang menyerah,malu tu udah di semangatin sama Lucy masa masih nyerah aja,ayo berjuang karena kesuksesan sudah ada di depan mata.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.