
-Pekerjaan yang lebih baik,adalah bekerja dengan diri sendiri.
" Wahh,,kak Rena hebat ya.Bisa dengan cepat menyiapkan menu tersebut."
Puji salah satu karyawannya kepada Renata.
" Iya dong,siapa dulu yang bikinnya."
Lalu mereka berdua pun tertawa.
" Oh,iya.Kak Rena gak kerja ya,hari ini."
Ucapnya sambil menyiapkan menu menu pesanan yang lainnya.
" Ini kan lagi kerja sama kalian,hehee."
" Bukan itu maksudnya kak,kan kakak itu model jadi apa kakak gak kerja ke perusahaan?."
" Alhamdulillah enggak,jadi saya bisa kerja sama kalian disini,kan lebih seru."
Renata pun melanjutkan kegiatannya bersama gadis yang sedari tadi memperhatikannya itu.Renata tidak menyangka kalau ternyata bekerja bersama mereka itu sangat menyenangkan,mungkin sekarang Renata akan mengisi waktunya dengan bekerja atau bersatu dengan karyawan karyawannya di restoran,karena jika di kafe mungkin Renata sudah banyak menghabiskan waktunya bersama orang orang disana.
Renata benar benar menghabiskan waktunya dari pagi sampai sore di restorannya,disaat waktu sudah sangat sore Renata pun pamit kepada karyawannya kalau dia harus pulang ke rumahnya dia karenakan hari sudah semakin sore.
" Semuanya,saya pamit pulang dulu ya.Insyaa allah besok saya kesini lagi,karena ternyata bekerja sama kalian ini sangat seru."
Pamitnya kepada para karyawan.
" Kak,apa boleh saya antar?."
Seseorang menawari Renata untuk mengantarkannya pulang,namun belum juga Renata menjawab karyawannya yang lain sudah mewakili jawabannya.
" Apaan si lo,kak Rena mana mau di antar sama cowok kayak lo.Sok sok an,lo."
Renata hanya tersenyum kecil melihat kelakuan teman temannya itu.Kemudian Renata pun pamit dan pergi dari restorannya.
***
" Sibuk banget,ya?.Sampe jam segini baru pulang?."
Tanya Akhtar kepada Renata yang baru saja tiba disana.
" Sibuk banget!,karena ternyata pelanggan aku banyak banget."
Akhtar mengerutkan alisnya,dia bekum bisa mencerna apa yang di katakan oleh Renata.
" Pelangggan?."
Tanyanya.
" Iya,aku baru lihat dan bahkan baru tahu pelanggan aku itu banyak banget,dan mereka itu suka sama makanan makanan yang ada di restoran."
" Bentar,maksud abang,kamu kerja ke perusahaan bukan si?.Atau malah ke restoran?."
Renata berjalan menuju abangnya dan duduk di sebelahnya sambil melepas sepatu yang ia kenakan.
" Mungkin untuk sekarang dan kedepannya,aku kerjanya di restoran dulu soalnya seru banget."
Akhtar merasa apa yang Renata katakan itu sedikit aneh,dan disaat Akhtar bertanya seakan akan Renata menghindari jawabannya.
__ADS_1
" Rena mau istirahat dulu ya,bang."
Renata pun pergi menuju kamarnya,sedangkan Akhtar masih berada disana.
" Restoran?,padahal kan Renata udah punya banyak karyawan disana.Tapi kenapa dia ikut kerja juga,terus propesinya sebagai model gimana?."
Kemudian Akhtar pun pergi menuju kamarnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sementara Renata sedang merebahkan tubuhnya sambil melentangkan kedua tangannya dan memejamkan matanya.Gadis itu pun menghela nafas berat dan menghembuskannya.Renata pun bangkit dan mencari handphonenya,setelah menemukannya Renata membuat story di akun instagramnya.
Disana terlihat foto Renata disaat mengambil pemotretan yang terakhir bersama produk Calista fashion dengan caption " Menjadi yang terakhir🙃."
Kemudian Renata melemparkan handphonenya dengan asal ke atas kasurnya,dia pun beranjak mengambil handuknya dan beberapa peralatannya untuk menggantikan baju yang telah dia gunakan.
Sebelum mandi,Renata menatap wajahnya di pantulan kaca yang berada tepat di kamar mandinya,Renata hanya tersenyum kepada dirinya sendiri,dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
***
Setelah selesai mandi Renata di suruh untuk menemani abangnya untuk makan malam di meja makan,malam itu sangat sunyi,hanya ada suara dentingan dari sedok yang beradu dengan piring.
" Kamu kenapa si?,dari tadi pulang wajahnya beda banget."
Akhirnya Akhtar memecahkan keheningan diantaranya dan juga Renata.
" Enggak,Rena gak papa kok.Rena cuman lelah aja hari ini."
Renata memberikan senyuman samarnya kepada Akhtar.
" Kamu gak biasanya lho kayak gini,biasanya kamu ceria,bahagia,dan selalu tersenyum.Lalu kemana semua itu hari ini?."
Renata menghela nafas berat dan membuangnya.
" Ayolah Ren,kamu ikhlasin kepergiannya.Ini udah mau satu bulan lho,tapi kamu-."
Lalu perkataan Akhtar pun langsung di potong oleh Renata.
" Aku udah ikhlas kok,alhamdulillah."
Kemudian Renata meneguk airnya dan berlalu pergi.
" Rena,Renata!."
Renata sama sekali tidak menghiraukan panggilan abangnya.
" Kamu aneh banget hari ini,benar benar aneh Ren.Kenapa si,coba kamu cerita sama abang."
di atas mejanya,dan berniat untuk menemui Renata yang bertingkah aneh di hari ini.
Saat sedang menaiki satu persatu anak tangga,Akhtar pun menghentikan langkahnya,disaat melihat Renata yang sedang melamun di ruang tengah.Akhtar kembali turun dan memeluk Renata dari arah belakang,dan itu cukup membuat Renata terkejut.
" Kamu kenapa melamun disini?,kalau ada masalah cerita dong sama abang."
Renata pun menyentuh tangan yang yang melingkar di lehernya,dia menggosok gosokkan pipinya ke bagian tangan Akhtar.
" Kenapa?,hmmm."
Akhtar memutar tubuh Renata supaya dia bisa berhadapan dengannya.
" Rena gak papa,Rena baik baik aja kok.Apaan si abang."
__ADS_1
" Enggak,kamu tu beda banget hari ini kenapa?.Abang tahu pasti kamu lagi punya masalahkan?,coba cerita sama abang."
Renata menggelengkan kepalanya dengan sedikit senyuman di bibirnya.
" Gak ada yang mesti di ceritain kok,gak ada gak ada."
Renata pun kembali duduk di kursinya dan Akhtar mengikuti Renata.
" Kenapa?."
" Gak papa abang,ya ampun."
" Ya habisnya dari tadi kamu cemberut terus,pasti ada apa apa lah."
Akhtar pun mencoba untuk menggelitiki tubuh Renata,dan sepertinya Renata tidak tahan dengan apa yang di lakukan Akhtar kepadanya,akhirnya mereka berdua saling kejar di dalam rumah tersebut.
" Abang cukup."
Ucap Renata yang berada di sebrang kursi.
" Abang gak akan berhenti,ya.Sebelum kamu cerita sama abang."
Jawab Akhtar di sebrang kusri satunya.
" Kalau emang gak ada yang mau di ceritain,aku harus cerita apa?.Aku gak papa kok."
" Enggak enggak,kamu tu pasti bohong."
Akhtar kembali mengejar Renata dan menggelitikinya,Renata hanya tertawa merasakan geli yang menerpa tubuhnya.
" Oke,oke.Rena nyerah,iya Rena mau cerita sama abang."
" Yaudah,apa?.Cepet cerita."
Mereka berdua memposisikan tubuhnya dengan nyaman,dan Akhtar sangat serius untuk mendengarkan cerita dari Renata.
" Jadi sebenarnya tu,Rena."
Renata menatap wajah abangnya yang benar benar serius dan sedikit menahan tawanya.
" Apa,cepet cerita.Atau abang kejar lagi ni."
" Enggak,enggak.Emmm....,sebenarnya gak ada apa apa si bang."
" Kamu ini,ya."
Akhtar sudah bersiap akan menggelitiki Renata.
" Ampun ampun,emang bener kok,Rena itu gak papa.Hahaha,udah ya jangan main kejar kejaran udah malam."
Renata berbicara sambil menjauh dari Akhtar sedikit demi sedikit dan kemudian dia berlari menaiki anak tangga dengan berteriak.
" Nanti yang ngikutin!."
Dengan cepat Akhtar mengejar Renata yang sudah kabur.
" Heh,kamu curang ya."
Renata langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya rapat rapat,dia hanya tertawa mendengar Akhtar yang berada di lurar kamar berteriak teriak.
__ADS_1
Bersambung.