
-Sedang berada dalam fase jika bahagia aku syukuri,dan jika tersakiti ya bodo amat.
Avril memarkirkan mobilnya di depan sebuah kafe,dan mereka keluar dari dalam mobil.
Setelah keluar mereka pun masuk ke dalam kafe tersebut.
" Ayo,silahkan duduk."
Avril mempersilahkan Renata untuk duduk.
" Kita mau nagapain kesini,kak?."
Tanya Renata.
" Kita ngobrolnya disini,biar enak juga kan.Emm kamu mau minum apa?,biar aku pesankan."
" Samain aja,kak."
" Yaudah,kita pesan jus jeruk aja ya."
Nindi memesankan 3 minuman kepada seorang pelayan yang telah mereka panggil.
" Oh,iya Ren.Kita mau ngobrolin sesuatu sama kamu,Vril kamu aja yang ngobrolinnya."
" Oke,jadi gini.Kita sebenarnya udah lama nyari orang yang pas buat di jadiin model untuk perusahaan kita,dan akhirnya kita menemukannya kali ini yaitu kamu."
Ucap Avril.
" Aku jadi,model kak?,model apa? dan kenapa aku yang kakak pilih?."
" Kamu akan kita jadikan sebagai model pemotretan produk perusahaan kami,contohnyakan perusahaan kami itu membuat baju,sepatu,tas dan lain sebagainya,nah nanti yang akan menjadi modelnya itu kamu,foto kamu akan di pajang sebagai pengguna produk dari perusahaan kami,dan kenapa kita memilih kamu,soalnya dari style kamu udah cocok,terus postur tubuh kamu pas dan juga tinggi kamu juga lumayan,kita itu udah lama nyari orang buat jadi model,tapi belum ada yang pas,saat kita lihat tadi menurut kita kamu bisa menjadi modelnya.Emmm,,, dan apakah kamu mau bekerja sama dengan kita?,kalau gak mau gak papa kita gak maksa kok."
' Apakah aku sedang bermimpi?,ini benerankan aku di tawarin buat jadi model?.'
" Kak,tapi ini bukan penipuan gitu kan?,soalnya saya takut nanti pas udah jadi model saya bayar lagi,atau kalian mau nyulik aku."
Avril dan Nindi tertawa kecil saat Renata berbicara seperti itu.
" Enggak,Renata gak mungkin kita nyulik kamu,hadeehh kamu ada ada aja."
Ucap Nindi di sela tawanya.
" Jadi gini,kalau kamu setuju.Kita bisa langsung bawa kamu ke perusahaan dan juga memperkenalkan kamu sama bos kita,gimana kamu mau kan?."
Renata menatap satu persatu muka Avril dan Nindi,dia masih ragu apakah mereka serius ataukah tidak,rupanya Renata harus berpikir dua kali.
" Oke deh,aku mau.Aku mau bekerja sama,sama kak Avril dan juga kak Nindi."
Ucapan Renata membuat Nindi dan Avril bahagia.
" Kamu serius?,kamu beneran mau bekerja sama,sama kita?."
Renata menganggukkan kepalanya.
" Alhamdulillah,akhirnya kita menemukannya juga.Pasti bu Kristin senang banget ni."
__ADS_1
" Ya pastilah Di,bu Kristin senang banget apa lagi apa yang dia inginkan sudah kita dapatkan."
" Mending sebelum kita pergi ke perusahaan,kita minum dulu jusnya kasihan dari tadi di anggurin."
Kemudian mereka bertiga bersulang dan meminum jusnya.
***
" Bu,kak Rena belum pulang juga ya?."
Tanya Salsa saat melihat ibunya berada di ruang tengah.
" Kenapa si,dari tadi kamu nanyain dia terus.Ibu udah pusing dengernya,udah kalau kamu kangen sama dia tunggu aja dia sampai pulang nanti.Ibu gak peduli kok sama dia,mau dia pulang,mau dia gak pulang ibu gak peduli."
" Bu,kenapa si ibu,kakak dan juga ayah,kayaknya tu benci banget sama kak Rena.Padahal kan kak Rena anak ibu juga."
" Ibu,kakak kamu dan juga ayah gak akan benci tanpa adanya alasan."
" Terus alasannya apa,bu?.Apa alasan ibu benci sama kak Rena?."
Ibu meletakkan gelas yang ada di tangannya ke meja.
" Salsa,kamu tahu kan bahwa kamu punya abang?."
Salsa menyergit.
" Abang?,maksud ibu bang Akhtar?."
Salsa mencoba menebaknya.
Salsa semakin di buat bingung oleh ibunya itu.
" Maksud ibu,abang yang sebelum kamu lahir.Sebelum kamu lahir ibu mempunyai anak laki laki,tapi sekarang dia meninggal."
Salsa sangat terkejut mendengar penjelasan dari ibunya,tertanya selama ini dia belum mengetahui soal abangnya,dan baru kali ini dia mengetahuinya.
" Ibu serius?,terus kenapa abang aku meninggal?."
Ibunya itu beranjak dari kursi.
" Jika ingin tahu,cari tahu sendiri.Jika kamu mengerti dengan obrolan kita,maka kamu akan mengerti juga."
Ibunya pun meninggalkan Salsa yang masih kebingungan disana.
" Aku punya abang,dan abang aku udah meninggal.Tadi yang ibu ucapkan ' jika kamu ingin tahu,maka cari tahu,Jika kamu mengerti dengan obrolan kita,maka aku akan mengerti '.Bentar bentar,dari obrolan pertama aku ngomongin alasan kenapa ibu,aya dan kakak membenci kak Rena,apa jangan jangan kak Renalah penyebab kematian abang."
Salsa mulai menebak nebak di dalam pikirannya.
" Apa mungkin itu alasannya,pasti kak Rena terkait sama kasus kematian abang.Tapi abang meninggalnya karena apa,ya?,dan kenapa aku baru mengetahuinya kalau aku punya abang?.Aahhh,,,tau ahh,biar nanti aja aku tanyain lagi sama ibu,kakak,atau ayah.Atau aku langsung aja tanya sama kak Rena."
Salsa beranjak pergi ke kamarnya,dengan pikiran yang masih di penuhi tanda tanya.
***
Renata sedang berdiri di depan perusahaan yang di tunjukan oleh Avril dan Nindi,dia di ajak masuk ke dalam untuk mengobrol dengan bos mereka.
__ADS_1
Renata di persilahkan duduk di sebuah kursi yang lumayan empuk,Renata melihat kesekeliling ruangan itu yang hampir di penuhi dengan gambar gambar desain yang sangat indah,dari mulai desain baju,sweeter,tas,sepatu,hijab,gamis,rok,dan masih banyak lagi.
Seketika itu Avril datang bersama Kristien,menghampiri Renata dan Nindi yang sedang duduk di kursi.
" Selamat siang."
Sapa bu Kritien kepada Renata,Renata langsung berdiri dan berjaba tangan bersama bu Kristien.
" Siang,bu."
" Silahkan duduk."
Kristien mempersilahkan Renata untuk duduk kembali,Renata pun kembali duduk berhadapan dengan Kristien.
" Siapa,nama kamu?."
Tanya Kristien.
" Nama saya Renata,bu."
" Jadi kamu,setuju untuk bekerja sama dengan kami?."
" Iya bu,saya setuju."
" Berapa umur kamu,sekarang?."
" Umur saya 18 tahun,bu."
Kristien,cukup terkejut mendengar jawaban dari Renata.
" Serius kamu baru berumur 18 tahun?."
" Avril,betul umur dia 18 tahun."
" Iya bu,umurnya 18 tahun.Tapi kita yakin kalau Renata bisa membantu ngembangun perusahaan kita menjadi lebih baik dan sukses untuk kedepannya."
Jawab Avril dengan antusias.
" Apa kamu udah punya pengalaman kerja sebagai model,atau artis?."
Renata hanya tersenyum saat Kristien bertanya seperti itu.
" Saya,belum ada pengalaman apa pun bu.Tapi insyaa allah dengan ini saya bisa,saya juga baru belajar berdagang kemarin kemarin."
" Oke,saya suka dengan orang yang percaya diri dan juga percaya dengan adanya kesuksesan."
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.