
-Ke khawatiran pasti di miliki oleh setiap orang,apa lagi ketika orang yang selalu bersama kita hilang tanpa ada kabar.
" Jadi kamu jalan sama dia,pulang sampai malam kayak gini?,di telepon gak dia angkat,lama lama kelamaan handphone kamu malah gak aktif."
Tanya Akhtar kepada Renata,setelah masuk kedalam rumah.
" Enggak,abang asal tahu aja aku kerja sampai jam 7 malam.Pas aku mau pulang,CEO aku ngajak makan malam aku gak bisa nolak lah dan soal handphone,handphone aku mati karena batrainya loubet.Jangan nuduh yang enggak enggak,ya."
" Oh,gitu.Kalau soal di antar itu gimana ceritanya?."
" Kan aku tadi mau pulang kan,terus dia samperin aku katanya dia mau antar aku pulang,awalnya aku nolak tapi dia maksa,yaudah deh."
" Kamu,suka sama Artur?."
Pertanyaan abangnya yang membuat Renata menjadi salting dan pipinya pun memerah.
" Enggak,aku gak suka kok sama dia."
" Bentar bentar,pipi kemu kenapa kok memerah gitu?,kamu demam?,sakit?."
Renata pun berniat pergi ke kamarnya,untuk menyembunyikan mukanya yang memerah.
" Enggak,apaan si.Udah ah,aku mau istirahat."
Akhtar hanya menggelengkan kepala,melihat Renata yang salting seperti itu.
" Jujur aja,pasti kamu jatuh cinta kan sama dia!!."
Teriak Akhtar kepada Renata yang berjalan di tangga.
" Enggak,ya!!."
Renata juga berteriak disaat menjawabnya.Saat sampai di kamar Renata hanya tersenyum senyum sendiri,sambil duduk di tepi ranjang.
" Ihh,apaan si.Kok aku jadi senyum senyum sendiri,ah udah ah mending aku mandi udah itu tidur."
***
" Yang tadi itu siapanya den,pacarnya ya?."
Tanya supir Artur yang sedang mengemudikan mobilnya.
" Apaan si pak,enggak bukan,itu cuman teman saya,bukan pacar."
" Kenapa Aden gak pacaran aja sama dia,saya lihat kalian itu cocok banget."
Artur hanya tersenyum malu saat itu.
" Do'ain aja ya,pak."
__ADS_1
" Aamiin,semoga cepat jadian ya,saya do'akan."
Mereka berdua pun telah tiba di kediaman Calista,selama ini Artur dan ibunya menjalani hidupnya hanya berdua dan Artur mendapatkan warisan dari ayahnya yaitu perusahaan besar yang ada di kota itu,jadi setelah lulus kuliah Artur di jadikan CEO perusahaan tersebut karena Artur juga sudah cukup handal dalam pekerjaannya dan mengatasi semua masalah di kantor.
" Artur,kamu baru pulang?."
Tanya mamanya disaat melihat Artur yang baru saja masuk ke dalam rumah.
" Iya ma,tadi aku antar Renata dulu pulang ke rumahnya."
" Kamu serius?."
" Iya ma,serius.Tadi aku di ajak masuk ke dalam rumahnya,tapi aku harus pulang karena takut mama sendirian di rumah."
" Ya ampun,padahal kamu masuk aja dulu ke rumahnya.Jangan pikirin mama."
Kemudian Artur menggenggam kedua tangan mamanya.
" Ma,mama itu lebih berharga dari siapapun.Aku gak mau mama kenapa napa,aku mau mama selalu sehat dan bahagia terus,mama itu lebih penting dari siapa pun."
" Makasih ya nak,karena kamu selalu ada buat mama,selalu menyayangi mama,selalu lindungin mama."
Kristien pun mengelus lembut ubun ubun Artur,saat itu Artur merasa di perlakukan seperti anak kecil,tapi memang Artur itu adalah seorang anak peria yang sangat manja kepada mamanya.Artur tidak ingin mamanya tersakiti lagi dan dia akan berusaha untuk selalu ada untuk mamanya.
***
Setelah selesai mandi,Renata pun pergi ke kasurnya dan tidur disana.Karena baru kali ini Renata bekerja sampai malam,jadi dia memutuskan untuk tidur lebih awal dan besok dia juga akan bekerja sampai malam lagi jadi dia harus banyak istirahat.
Renata berangkat memakai mobilnya,sedangkan Akhtar berangkat dengan memakai motornya.Sebelum pergi bekerja Renata memberi tahu Akhtar kalau hari ini dia akan pulang malam lagi,jadi dia memohon untuk Akhtar tidak mengkhawatirkannya.
Saat sampai di perusahaan Renata langsung di perintahkan untuk segera mengambil pemotretan,baru juga datang dia sudah di sibukkan seperti itu apa lagi nanti kalau semakin siang,sore bahkan malam.
Karena kesibukannya,waktu pun tidak terasa saat itu Renata sudah akan pulang,namun sebelum pulang seperti biasa Renata di hampiri oleh Artur.
" Aku antar kamu pulang lagi,bolehkan?."
" Gak usah kak,aku bisa pulang sendiri,kok."
" Yakin?."
Renata menganggukkan kepalanya.
" Yasudah,kalau begitu kamu hati hati ya."
' Kok perasaan aku gak enak ya,semoga aja Renata selamat sampai rumahnya.'
Renata pun mengelaksoni Artur saat akan pergi dari halaman gedungnya,Artur pun melambaikan tangannya.
Renata sangat khawatir kepada dirinya sendiri pada malam ini,entah apa yang akan terjadi kepadanya tapi dia selalu berdo'a di dalam hatinya.
__ADS_1
Disaat melewati jalanan yang lumayan sepi dari pengendara serta orang orang,Renata agak menancap gasnya saat itu karena dia takut ada irang orang yang akan membegal atau mencelakainya.
Saat sedang melaju dengan cepat,tiba tiba saja di tengah jalan terlihat beberapa orang wanita dengan penampilan berandalan serta memakai topeng.Renata pun memelankan mobilnya,dan mengelaksoni mereka.
" Berisik!!!,keluar lo!."
Ucap seorang wanita yang marah ketika mendengar suara klakson mobil Renata.
" Cepat turun!!."
' Aduh,aku harus gimana ni?.Ya allah,lindungi aku ya allah.'
Renata pun keluar dari dalam mobilnya,namun disaat dia keluar dia langsung di serang orang ketiga wanita tersebut.Untung saja Renata masih bisa membaca dan menghindari pukulan mereka,namun disaat Renata sedang lengah dia di pukul dari arah belakang,dan saat Renata terjatuh mereka langsung menahan Renata dan satu orang lainnya memukuli bagian perut Renata dengan kepalan tangannya.
Renata terlihat menahan kesakita yang dia alami,dia sudah tidak kuat lagi karena wanita itu memukulnya beberapa kali.Saat wanita itu sedang diam di hadapannya,dengan sekuat tenaga Renata menendang perut wanita tersebut sampai dia merasa sangat ke sakitan.
" Berani beraninya,lo tendang perut gue.Rasakan ini!."
Wanita itu membalas menedang perut Renata dengan sekuat tenaga sampai Renata terlihat begitu lemas dan tidak bisa melakukan apa apa lagi.Mereka pun membawa Renata masuk ke dalam mobilnya dan membawa Renata bersama mobilnya.
***
" Renata kok belum pulang ya,ck kemana si dia ini udah jam setengah sepuluh lho,mas dia lembur disana."
Akhtar pun mencoba menghubungi Lucy,siapa tahu Renata berada disana karena dia sudah tidak bertemu dengan Lucy di hari kemarin.
" Assalamu'alaikum,Lucy."
" Wa'alaikumsalam,bang.Ada apa telepon malam malam gini?,apa ada sesuatu?."
" Emm,ini Luc,apa di rumah kamu ada Renata?."
" Gak ada tuh,emang kenapa? ada apa dengan Renata bang?."
" Itu dia Luc,Rena belum pulang kerja.Dia tadi emang bilang si kalau dia mau pulang malam,tapi masa iya dia kerja sampai jam segini."
Lucy menjadi khawatir saat mendapat kabar tentang Renata yang belum pulang dari pekerjaannya.
" Abang udah coba hubungin,dia?."
" Telepon dia gak aktif,aku udah beberapa kali hubungin dia tetap aja gak aktif."
' Ya mapun Ren,kamu kemana si,jangan bikin kita khawatir.'
" Yaudah bang,coba kita tunggu dia aja siapa tahu dia pulang bentar lagi."
Mereka pun memutuskan sambungan teleponnya,dan saling menunggu,Akhtar menunggu kepulangan Renata sedangkan Lucy menunggu kabar dari Akhtar.
Bersambung.
__ADS_1
Special eps 60 ni,Renata di culik.Tapi di culiknya sama siapa ya?.Penasaran ya?,kalau gitu MARKIJUT Mari Kita Lanjut๐๐๐