
-Kenangan yang paling indah itu adalah ketika kita di bahagiakan oleh orang orang yang kita sayangi.
Di pagi hari Renata sudah pergi menuju tempat bekerjanya,karena mungkin hari ini jadwal dia padat sehingga pihak perusahaan menyuruhnya untuk datang lebih pagi.
Renata sangat semangat untuk menerima beberapa tugasnya di hari ini,sejak dia bangun dan pergi ke dapur dia sudah tidak melihat abangnya.
" Di sepagi ini dia udah pergi kemana?,biasanya udah ada di meja makan?.Lebih baik aku aku segera berangkat saja takutnya nanti telat."
Renata mengambil kunci mobilnya dan berangkat menggunakan mobilnya,Renata begitu menikmati perjalanannya di pagi ini,entah ada apa dengannya di hari ini.
Renata menghentikan mobilnya ketika mobil yang berada di depannya berhenti,dan menunggu kembali kendaraan kendaraan lainnya melaju.
Macet di pagi ini kelihatannya begitu panjang,sehingga akan membuat Renata telat datang ke tempat kerjanya.
" Kok lama ya?,bisa bisa aku telat lagi nanti."
Dengan kesabarannya Renata pun menunggu,saat ini dia sudah terjebak macet selama 35 menit.
" Aduh,ini bakal telat datang kesana,tapi kayaknya bentar lagi juga kelar."
Renata mengetuk ngetukkan jari telunjuknya ke setir mobilnya,sambil menunggu Renata membuka handphonenya dan mengirim pesan kepada Lucy,namun sayang Lucy tidak aktif saat itu,Renata pun meletakkan handphonenya kembali dan melajukan mobilnya yang sudah bisa melaju.
Renata pun sampai di perusahaan Calista Fashion.
" Selamat pagi,maaf bu saya telat datang soalnya macet panjang barusan."
" Renata,bukankah saya sudah beritahu kepada kamu kalau hari ini tidak ada pekerjaan untuk kamu."
Renata sangat tidak mengerti dengan apa yang managernya katakan.
" Maksud ibu?."
" Maksud saya,hari ini tidak ada pekerjaan untuk kamu,besok baru kamu mulai kerja lagi."
" Tapi ibu gak ada beritahu saya,makanya saya datang kesini."
" Lalu ini apa?,saya sudah mengirim pesan kepada kamu,tapi sepertinya kamu belum membaca pesannya."
Dengan cepat Renata membuka pesan dari managernya,ternyata benar.Semalam Renata salah membuka pesan,dia malah membuka pesan dari Avril.
Renata hanya menepuk jidatnya.
" Ternyata iya bu,ibu udah kirim pesan kepada saya dan semalam saya salah membuka pesan."
Bu Sandra hanya tersenyum kecil kepada Renata,dan menyuruh Renata untuk kembali pulang.
" Yasudah sekarang kamu pulang aja,karena disini juga tidak ada pekerjaan."
" Baiklah bu,kalau begitu saya pergi dulu.Saya pamit,selamat siang."
" Siang."
__ADS_1
Dengan lemas Renata berjalan menuju mobilnya dan membuka pintu mobilnya,Renata pun kembali mengemudikan mobilnya.
" Ya ampun,kenapa bisa aku salah membuka pesan,akhirnya jadi seperti ini kan.Lebih baik sekarang aku pergi ke kafe saja."
Renata merasa kesal kepada dirinya sendiri,sudah cape cape dia siap siap pagi pagi eh malah seperti ini jadinya.
Saat Renata sampai di kafenya dia melihat kafenya masih tutup,padahal ini sudah siang,tapi kenapa kafenya belum di buka?,kemana semua karyawannya?.
" Lho,kok masih tutup si?,ini kan bukan hari libur tapi kok masih tutup?."
Renata semakin di buat kesal dengan kafenya yang belum di buka saat hari sudah siang.
" Mereka semua kemana?,kenapa bisa kompakan kayak gini coba?."
Renata duduk di bangku yang ada di depan kafenya,dia mencoba menghubungi Lucy,namun sayang panggilannya itu beberapa kali di tolak oleh Lucy,disitu Renata semakin kesal,dan rasanya dia ingin memarahi semua karyawannya.
Seketika itu salah satu karyawannya melepon kepada Renata,Renata langsung menjawabnya dan sedikit memarahinya.
" Halo kak."
" Hei,kamu kemana?.Kenapa jam segini kafe belum buka?,kemana semua karyawannya?."
" Kak,kakak bisa datang ke danau kan?."
Karyawannya itu tidak meperdulikan pertanyaan dari Renata.
" Mau apa kesana?,gak penting banget.Saya tanya,,,,."
" Tapi kak,aku mohon cepat datang kesini sekarang juga."
Renata pun mematikan sambungan teleponnya dan pergi dari sana.
Dengan rasa kesal Renata pergi ke danau yang tadi karyawannya sebutkan.
Danaunya tidak cukup jauh dari kafe Renata,pergi menuju kesana hanya membutuhkan waktu 20 menit saja jika memakai kendaraan.
Sesampainya disana Renata masih bingung,karena dia tidak melihat siapa siapa disana.
" Lelucon apa lagi si ini?,tadi di suruh kesini dan sekarang saat udah disini gak ada siapa siapa."
Tiba tiba saat itu dai datang mendekati Renata.
" Hai kak."
" Sekarang mau apa?,mau mempermainkan saya iya?."
Renata begitu terlihat marah kepada karyawannya itu,sehingga dia pun langsung terdiam.
" Kak,maaf ya.Tapi kakak harus ikut aku,dengan menutup mata kakak."
" Apa!,tutup mata?.Buat apa?,kamu gabut ya?."
__ADS_1
" Kak plis,kakak mau ya?."
" Yasudah sekarang pakaikan penutup matanya."
' Yes akhirnya mau.'
Dengan cepat dia memakaikan penutup matanya dan membawa Renata ke tempat yang telah di siapkan sureprize.
" Kamu jangan berniat buat cemplungin saya ke danau ya,awas aja kalau sampai itu terjadi."
" Ya allah kak,mana berani aku lakuin itu."
" Yaudah cepat,kita mau kemana?.Lama banget si."
Dia meninggalkan Renata disana dan posisinya iti di ganti oleh Akhtar.
" Jangan marah marah dong."
Saat mendengar suara Akhtar Renata merasa aneh,kenapa abangnya bisa ada di sana,sayangnya Renata tidak bisa melihat abangnya karena matanya tertutup oleh kain.
" Abang kok ada disini?."
" Yaiyalah,diamana pun kamu berada abang pasti juga ada."
" Abang,ini kok mata aku di tutup tutup kayak gini ada apa si?.Aku kesal banget lho,udah mata di tutup terus gak jelas mau di bawa kemana?."
" Yang sabar dong orang baik,kita akan segera sampai kok tenang aja."
Akhtar terus membawa Renata berjalan,sampai dengan tempat yang dia tuju.Akhtar memberikan isyarat kepada seluruh orang yang ada disana untuk tidak berisik,karena dia takut Renata mendengar keributan mereka.
" Bang,kita mau kemana?.Kalau penutup mata ini gak di buka juga,aku bakalan buka sendiri."
" Eh,jangan dulu.Bentar lagi,ya.Jangan dulu di buka,biar nanti bang yang membukanya."
" Yaudah cepat buka."
" Iya iya,abang buka.Tapi kamu jangan marah ya."
" Marah kenapa?."
" Enggak enggak.Oke sekarang abang buka,dalam hitukan ketiga kamu baru boleh buka mata kamu ya."
Akhtar membuka kain penutup mata yang menutupi matanya dan berhitung.
" Satu,dua,tiga,buka."
Saat membuka matanya,semua yang ada di hadapan Renata terlihat blur dan dia mengucek matanya supaya penglihatannya kembali normal.Saat penglihatannya sudah normal,semua orang yang ada disana berteriak mengucapkan.
~ Happy Birth Day Renata ~
Bersambung.
__ADS_1