
-Insting seorang ibu terhadap anaknya sangat kuat,apapun keadaannya dan bagaimana pun kondisinya seorang ibu akan tetap memikirkan anaknya,Ibu adalah bidadari tak bermahkota namun bertelapak kaki surga.
Renata hanya tersenyum kepada Kritien.
" Tapi tugas pekerjaan kamu kemungkinan masih lama,karena saya belum mempersiapkan semuanya.Ya,maksudnya belum mempersiapkan mana yang akan di ambil pertamanya.Jadi sebelum itu kamu masih ada waktulah,siapa tahukan kamu mau perawatan dulu buat jadi tambah cantik,sebelum pekerjaan di mulai."
" Haha,,ibu ada ada saja."
" Saya nyuruh Avril dan Nindi mencari model itu karena buat persiapan aja gitu,supaya nanti mereka enggak cari cari lagi lah.Kalau gini kan nanti tinggal panggil kamu aja gak perlu nyari nyari."
" Oh,,iya bu saya mengerti."
" Yasudah,pertemuan kita mungkin hari ini sudah selesai.Nanti kita akan bertemu lagi di hari pertama kamu kerja ya."
Bu Kristien berdiri dan berjaba tangan dengan Renata.
" Renata,nanti kamu tinggal kasih tahu alamat rumah kamu biar aku nanti gak susah nyarinya,dan juga save ya nomor hp aku."
Renata kebingungan harus menjawab apa,ketika senior seniornya membicarakan soal nomor hp.
" Emmm,,,tapi maaf kak sebelumnya.Bukannya aku gak mau save,masalahnya aku gak punya hp."
Ucapan Renata membuat Avril dan Nindi terkejut.
" Kamu,kamu serius Ren?.Anak anak yang umurnya masih di bawah kamu aja jaman sekarang udah punya hp,masa kamu enggak si?."
" Di,kok kamu bicaranya gitu si?.Gak masalahkan,kalau Renata gak punya hp juga?."
" Renata,omongan Nindi gak usah di masukin ke hati ya,omongan dia gitu."
" Iya kak,gak papa kok."
Jawab Renata,meskipun perkataan Nindi menyakitkan,tetapi Renata tetap melukiskan senyumannya.
" Kalau begitu,kamu mau pulang kapan?,biar aku yang antar."
" Gak usah kak,aku pulang sendiri aja."
Renata menolak karena dia sungkan dan tidak enak kepada Avril,meskipun dia gak tahu arah pulang tapi dia akan berusaha sendiri.
" Enggak enggak enggak,pokoknya kita berdua mau antar kamu sampai halaman rumah kamu."
Nindi langsung angkat bicara ketika mendengar penolakan dari Renata.
" Aduh kak,tapi gimana ya.Aku gak enak kak."
" Renata,ini sudah menjadi tanggung jawab kita berdua.Pokoknya kamu harus mau,gak boleh nolak,ayo."
Avril menarik tangan Renata keluar dari dalam sana dan membawanya ke dekat mobil.
" Masuk."
Ucap Nindi.
Renata pun langsung menuruti perkataannya dan dia duduk di kursi mobil bagian belakang,sedangkan Nindi dan Avril di kursi bagian depan.
" Sekarang kamu mau kita antar kemana Ren,apa mau langsung ke rumah kamu?."
__ADS_1
" Enggak kak,aku mau pulang ke kios aja."
Renata tidak mau memebawa mereka berdua ke rumahnya,karena Renata takut orang tuanya memarahinya.
" Emang kamu julana apa,Rena?."
" Aku bukan jualan si kak,tapi semacam buka kafe gitu."
" Sama aja kali,maimunah."
Avril langsung menyenggol tangan Nindi dengan sikunya.
" Ehh,maaf Renata.Aku cuman bercanda."
Lagi lagi Nindi membuat kesalahan kepada Renata,namun Renata tidak pernah menganggapnya serius.
Dan akhirnya mereka bertiga melaju menuju kafe milik Renata
***
Jam telah menunjukkan pukul 15.04,di rumha Renata terlihat ibu,Indri dan juga Salsa sedang memasak untuk makan.
Disana terlihat ibu yang sedang memotong sayuran,terlihat juga Salsa yang sedang mengupas bawang dan Indri yang sedang mencuci beberapa sayuran yang belum di potong.
" Bu,nanti biar Indri aja ya yang masaknya,biar ibu nanti duduk aja disa."
" Iya,kalau begitu."
' Duuh,,,,kak Rena kenapa belum pulang si.Dia kemana ya?,gak biasanya gak pulang seharian.Aku jadi khawatir.'
" Salsa,udah belum kupasnya?.Agak cepetan ya,soalny bawangnya mau di iris."
Ucapan Indri mampu mengkaburkan lamunan Salsa.
" Iya kak,bentar lagi kok ini."
Setelah mengupas semua bawang,Salsa memberikan bawang kepada ibunya untuk di iris.
" Ini bu."
" Letakan saja disitu,nak."
Salsa meletakkannya di sebelah talenan yang ibunya pakai.
Ibu mulai mengambil satu persatu bawang dan mengirisnya,Salsa kembali ke kursi meja makan dan meminkan hpnya disana.
Saat sedang memotong bawang,tiba tiba saja satu jari ibu teriris oleh pisaunya.
" Awwwhhh,."
Indri yang sedang memanaskan minyakpun langsung mematikan kompor dan melihat ibunya.
" Ibu,ibu kenapa?.Kenapa bisa sampai terluka seperti ini?,kayak anak kecil aja."
Salsa yang kepo pun menghampiri mereka.
" Ada apa dengan ibu,kak?."
__ADS_1
" Salsa kamu bawain kotak obat,kita obatin lukanya."
Indri membawa ibunya duduk di kursi meja makan,dan mengobatinya.
' Kenapa perasaanku jadi gak enak gini ya?,anak anak sama ayah ada di rumah,mereka baik baik aja.Eh tapi,Renata dia belum pulang dari kemarin.Kemana ya dia?,kenapa aku tiba tiba mengkhawatirkannya?,apa sekarang dia baik baik aja?,dia dimana?.'
" Ibu,lain kali hati hati ya.Lihat tu tangan ibu jadi terluka,pasti sakit kan bu?."
Ujar Salsa yang sedang memperhatikannya.
" Udah deh bu,sekarang ibu cukup diam disini.Biar aku sama Salsa yang masak."
Indri dan Salsa pun mulai bergerak di dapur,sedangkan ibu masih memikirkan Renata yang kini belum pulangbke rumahnya.
Hp Salsa berbunyi,menandakan bahwa satu notif masuk.Ibu pun mengambil hp Salsa dan melihat notif apa yang barusan masuk ke hp putrinya,ternyata itu hanya sebuah notif yang masuk dari bowser disana memberitahukan bahwa
Telah terjadi kecelakaan di jalan tegar beriman,satu unit mobil tertabrak mobil truk yang lolos rem.Dan kini korban mengalami luka yang cukup parah,kini mereka akan di efakuasi ke RS Harapan sehati
Itulah berita dari browser itu.
' Semoga kamu baik baik aja Ren,ibu khawatir sekali saat ini sama kamu,kenapa kamu gak pulang pulang si.'
Ucap ibu yang melihat walfafer hp Salsa,yang mana disitu tdrdapat foto Renata dengan Salsa.
" Bu,ibu kenapa sedih?.Ibu gak papakan?."
Saat itu Salsa memghampiri ibunya yang sedang duduk di kursi,Salsa ingin menemani ibunya disana,namun saat Salsa melihat ibunya,ternyata ibunya bersedih dan meneteskan air mata.
" Gak papa nak,ibu cuman ke inget sama kakak kamu aja."
' Kakak?,apa yang ibu maksud itu kak Rena ya?.'
" Ibu,ibu gak boleh sedih.Nanti juga kak Rena pasti pulang kok bu."
' Tapi ini tumben tumbenan lho,ibu khawatir sama kak Rena sampai nangis begini,tapi aku bersyukur mungkin ibu udah sadar dan mengakui kalau kak Rena itu putrinya sama seperti aku dan kak Indri.'
" Bu,udah jangan sedih,kak Rena pasti baik baik aja kok."
Kemidian Salsa mengambil hpnya dan membukanya.
' Kecelakaan?,bentar bentar itu kok kayak bajunya kak Rena.Apa jangan jangan?,enggak gak mungkin,kak Rena pasti baik baik aja.Ya allah,lindungilah kak Rena dimana pun dia berada ya allah.'
Setelah melihat itu,perasaan Salsa juga tidak enak.Perasaan Salsa juga hanya memikirkan Renata.
.
.
.
.
.
***Bersambung.
like,vote.Dukung selalu yeeee***!
__ADS_1