Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
104.Malam itu.part 1


__ADS_3

Saat melihat ayahnya yang ada di hadapannya,Renata langsung memeluk sang ayah." Rena,sayang kamu kemana aja nan?.Kamu tau gak,ayah khawatir banget sama kamu."." Sekarang ayah gak perlu khawatir lagi,karena sekarang Rena udah pulang.".Kemudian Renata di bantu keluar oleh ayah dan abangnya,dan juga Renata di bantu masuk ke dalam rumahnya.Saat bertemu dengan ibunya,Renata juga langsung memeluk ibunya yang sudah pasti khawatir." Kemana aja kamu sayang,bikin ibu khawatir aja.Kita masuk aja,ya.".Tidak lupa ibu juga mengajak Artur untuk masuk ke dalam rumahnya." Ayo kita masuk nak,kita istirahatnya di dalam ya.".


Artur hanya mengekor di belakang ibu Renata,saat ia di persilahkan duduk,Artur pun langsung duduk saat itu juga." Untuk Artur,terimakasih karena telah menolong putri saya dan mengantarkannya sampai ke rumah."." Iya om,sama sama.Tapikan,sebagai manusia kita harus tolong menolong.".Ucapnya sambil melihat ke arah Renata sekilas.Artur tidak apa tidak mendapatkan hati Renata,asalkan dia bisa mengambil hati keluarganya aja udah cukup." Artur,gimana keluarga kamu sehat sehatkan?.".Tanya Akhtar kepada Artur." Baik banget kak,dan aku harap akan selalu baik.".Karena tidak ingin berlama lama di rumah Renata,Artur pun pamit pulang kepada mereka semua yang ada disana.


" Om,tante,kak Akhtar.Aku pamit pulang dulu,soalnya takut kemalaman.Renata,Salsa aku pulang dulu ya.".Pamitnya kepada semua." Kak,hati hati ya.".Itulah pesan terakhir kepada Renata kepada Artur.Setelah Artur pergi,ibu langsung bertanya kepada putrinya itu.


" Rena,ibu tanya sama kamu.Ini,kaki kamu kenapa bisa di perban kayak gini sayang?.Apa yang sebenarnya terjadi?.". Renata sangat merasa bersalah karena telah membuat semua keluarganya khawatir." Ibu,ayah dan abang.Maafin Rena,ya.Rena udah bikin kalian semua khawatir hari ini,maaf banget.".


" Udah,kamu gak perlu minta maaf,yang penting sekarang kamu udah pulang dan baik baik aja.Sekarang jawab pertanyaan ayah,kenapa kamu bisa hilang malam itu dan kenapa kaki kamu di perban kayak gini?.".Renata menghela nafasnya dan menjawab pertanyaan ayahnya." Kaki Rena di perban ini,karena Rena sempat di tembak yah.Rena kan berusaha melarikan diri dari preman preman itu,tapi karena mereka udah kesal sama Rena,jadi mereka nembakin pelurunya dan berhasil mengenai kaki kanan Rena.".


" Ya allah nak,untung kamu masih baik baik aja ya."."Terus kamu kenapa bisa hilang malam kemarin?.".Ayah kembali bertanya kepada Renata." Jadi malam kemarin itu..".


Flash back on


Setelah acara berjalan setengah waktu,Renata berniat untuk mencari susana di malam itu.Dia ingin menenangkan dirinya sendiri di jalanan,dia sangat merindukan bukit yang pernah dia tempati waktu dulu,dan Renata sangat merindukan suasana malam disana.Pada saat itu,Renata sedang berjalan sendirian di trotoar jalan,dia sangat menikmati malam yang mana jalanan sudah mulai sepi pada saat itu.


Tanpa Renata sadari,ternyata ada beberapa orang preman yang mengincarnya.Dari awal,Renata sudah curiga bahwa pasti akan ada orang yang akan mengikutinya,tapi Renata berusaha tenang,namun semakin dia melangkah semakin jelas juga orang yang mengikutinya itu.Lalu seketika itu,Renata di seret oleh preman itu dan di bawa oleh mereka.


Sebelum itu Renata sudah melakukan perlawanan sebisa dia,namun sayang dirinya malah di bius menggunakan sapu tangan,Renata pun pingsan dan di bawa ke suatu tempat yang mana tempat itu jauh dari pemukiman warga.Pada saat tengah malam Renata terbangun,dia terkejut karena sudah berada di dalam ruangan yang lumayan berantakan.


" Dimana,ini?.".Renata melihat ke arah sekelilingnya yang di penuhi kardus kardus bekas.Dia juga melihat beberapa orang preman yang tertidur di dekat pintu keluar.

__ADS_1


" Aku harus segera keluar,tapi bagaimana caranya?.Aku takut mereka bangun.Aaahhh,Renata,kamu gak boleh takut,kamu harus berani.".Renata pun mulai berdiri dan melangkah kan kakinya dengan sangat hati hatiSaat Renata berhasil berdiri dan melihat ke arah sekitar,tiba tiba ada suara langkah kaki dari arah luar,ia pun kembali duduk dan pura pura tidur disana.Saat itu Renata hanya mendengarkan orang itu memarahi anak buahnya." Heh,bangun bangun.Kalian tu di tugasin buat jaga dia,bukan molor kayak gini.Mana dia gak di ikat lagi.".Kemudian orang itu mengambil tali dan berniat untuk mengikat tangan Renata.


Saat orang itu menyentuh tangan Renata,Renata langsung menonjok wajah rang tersebut dengan tangan yang satunya.Kemudian Renata bangkit dan melarikan diri lewat pintu yang terbuka.Renata berlari dengan sekuat tenaga,walau pun jalanya tidak terlihat karena gelap.


" Hei,bangun kalian.Lihat dia jadi pergi kan,ayo kejar!!."." Ah bos,siapa yang pergi?.Kita ngantuk ini.".Kemudian bosnya itu menampar pipi dari orang itu." Cepat bangun dan kejar dia,atau kita akan di marahin sama bos!.".Dengan refleks mereka pun terbangun dan mengejar Renata yang sudah melarikan diri.


" Sepertinya aku udah lari cukup jauh,tapi kemungkinan mereka akan terus mengejar sampai mereka mendapatkan aku.Ayo Renata,berlari sejauh ini belum cukup kamu harus terus berlari dan sembunyi.".Saat melewati jembatan,Renata baru teringat bahwa dirinya bisa bersbunyi di bawah sana dan bisa menghubungi seseorang dengan hp nya.


Kemudian Renata merogoh sakunya dan berniat mengambil hpnya,namun sialnya hpnya itu tidak ada di saku celananya mau pun saku kemejanya." Hp aku kemana si,kok gak ada.".Renata berpikir bahwa mungkin dirinya harus pergi dari sana dan cepat cepat berlari.Saat akan melangkah pergi dari sana,Renata mendengar suara preman preman itu yang berada di atas jembatan.Saat Renata berhasil berdiri dan melihat ke arah sekitar,tiba tiba ada suara langkah kaki dari arah luar,ia pun kembali duduk dan pura pura tidur disana.Saat itu Renata hanya mendengarkan orang itu memarahi anak buahnya." Heh,bangun bangun.Kalian tu di tugasin buat jaga dia,bukan molor kayak gini.Mana dia gak di ikat lagi.".Kemudian orang itu mengambil tali dan berniat untuk mengikat tangan Renata.


Saat orang itu menyentuh tangan Renata,Renata langsung menonjok wajah rang tersebut dengan tangan yang satunya.Kemudian Renata bangkit dan melarikan diri lewat pintu yang terbuka.Renata berlari dengan sekuat tenaga,walau pun jalanya tidak terlihat karena gelap.


" Hei,bangun kalian.Lihat dia jadi pergi kan,ayo kejar!!."." Ah bos,siapa yang pergi?.Kita ngantuk ini.".Kemudian bosnya itu menampar pipi dari orang itu." Cepat bangun dan kejar dia,atau kita akan di marahin sama bos!.".Dengan refleks mereka pun terbangun dan mengejar Renata yang sudah melarikan diri.


" Sepertinya aku udah lari cukup jauh,tapi kemungkinan mereka akan terus mengejar sampai mereka mendapatkan aku.Ayo Renata,berlari sejauh ini belum cukup kamu harus terus berlari dan sembunyi.".Saat melewati jembatan,Renata baru teringat bahwa dirinya bisa bersbunyi di bawah sana dan bisa menghubungi seseorang dengan hp nya.


Kemudian Renata merogoh sakunya dan berniat mengambil hpnya,namun sialnya hpnya itu tidak ada di saku celananya mau pun saku kemejanya." Hp aku kemana si,kok gak ada.".Renata berpikir bahwa mungkin dirinya harus pergi dari sana dan cepat cepat berlari.Saat akan melangkah pergi dari sana,Renata mendengar suara preman preman itu yang berada di atas jembatan.


" Mereka ada di atas,gawat.".Renata tetap fositif bahwa dirinya akan selamat dari mereka,dia terus memikirkan dan mencari cara untuk pergi dari sana." Kita harus mengeceknya di bawah jembatan ini."." Ah lo aja,gue gak berani."." Ah,lo gimana si.Yaudah lo tunggu disini,gue bakalan turun ke bawah.".Kemudian Renata berusaha pergi ke atas,tanpa membuat suara dengan air.Saat preman yang satu sudah ke bawah Renata pun berhasil naik ke jembatan dan sialnya lagi,ternyata ada satu preman disana dan sepertinya Renata harus sedikit bertarung.


Renata berjalan mendekati preman tersebut,namun sayang ternyata preman itu sudah menyadarinya.

__ADS_1


" Hah,mau kemana lo?.".Preman itu mulai mendekati Renata,Renata pun menonjok perut preman itu dan mendorong preman itu,dan preman itu berhasil menahan diri dari dorongan Renata.


" Ahaha,gue gak mungkin kalah dari cewek kaya lo.".Kemudian preman itu memukul perut Renata dan untungnya Renata masih bisa menahannya,dengan sekuat tenaga Renata mendorong preman itu sampai terjatuh dari jembatan.


Renata tersenyum karena niatnya untuk menjatuhkan preman itu berhasil,namun dia merasakan sakit di perutnya.Saat temannya terjatuh ke dalam air,teman yang satunya cukut terkejut karena sebenarnya dia juga sedikit takut untuk turun dan mengecek ke bawah." Heh,siapa itu.Tolong jangan ganggu gua,heh keluar lo!.".Lalu preman itu semakin takut saat mendengar ada yang berenang mendekatinya.


Dengan itu dia langsung lari dan kembali ke atas jembatan." Iihh,ngeri gini.Heh,dia kemana kok gak ada?.".Preman itu terlihat mencari temannya yang tidak ada." Tolong,tolongin gue!."." Lha,itu suaranya itu,apa jangan jangan tadi yang jatoh itu dia,wah gawat ni."


" Eh co,lo ngapain berenang malam malam hah?.Sini gue bantu.".Dia menyulurkan tangannya untuk membantu temannya itu." Ah gila,cepat lo kejar cewek sialan itu!.".


Titahnya." Bentar bentar,jadi lo jatoh karena dia?,hah?."." Iya."." Ahahah,masa lo kalah si sama cewek.".


" Dia bukan cewek biasa,asal lo tau.Dia aja bisa jeburin gue ke air."." Yaudah kita balik aja,gue mau beritahu teman teman yang.ada di pertigaan.".


" Aduh,aku takut preman itu kenapa napa.Nanti gimana kalau dia mati?,ah udah jangan pikirin mereka aku harus tetap fokus.".Renata mulai berjalan dengan normal,karena dia merasa kalau kedua preman itu sudah tidak mengejarnya." Oh,jadi ini cewek yang udah jeburin teman gua ke sungai?.Berani ya lo,padahal lo cewek biasa.Tapi lo lumayan cantik juga.".Renata sangat terkejut,tiba tiba saja ada dua orang muncul di hadapannya.


" Sini kalau berani,kalahin kita berdua.".


' Aku harus gimana?,apa yang harus aku lakukan?.'.


" Oh,jadi kalian udah tau teman kalian kejebur?.Aku tau kok,kalian tu lemah lemah buktinya aja dia bisa aku kalahin,apa lagi kalian.".Karena merasa di remehkan oleh Renata,mereka pun mulai maju untuk menghajarnya." Jadi lo ngeremehin gua hah,iya!!!.".Preman itu berniat menonjok wajah Renata,untung saja Renata bisa menghindarinya dan menendang pantatnya dari belakang sampai preman itu tersungkur.

__ADS_1


" Sini,maju lawan saya.".Preman yang satunya hanya ketar ketir melihat Renata dan dia hanya diam tidak bisa melawan.Sebelum preman yang tersungkur tadi bangun,dengan cepat Renata melarikan diri dari sana dan mencari tempat persembunyian yang aman.Setelah menemukan tempat yang menurutnya aman,Renata pun bersembunyi disana dan berniat untuk beristirahat disana sampai tibanya pagi.


__ADS_2