Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
23.Alodie.


__ADS_3

_Jangan berpaling dari allah,karena bersama allah kita akan mendapatkan segalanya,mau pun disukai atau tidak di sukai orang.


" Rumah kamu lewat mana,Renata?."


Renata saat ini tidak akan pulang ke rumahnya,karena sudah tiga hari dia tidak menemui Alodie,ya Alodie adalah pekerja pertama di kafe kecilnya,dan terlebihnya dia sudah rindu dengan kucing yang paling dia sayangi.


" Kak,belok kiri aja."


" Oke."


Avril pun melajukan mobilnya menuju kafe Renata,tetapi Renata tidak memberitahu mereka kalau dia akan pergi ke kafenya,karena kalau dia memberitahunya dia takut mereka menyuruh pulang ke rumahnya dan menyuruh dia untuk istirahat.


" Kak,berhenti aja disini.Rumah aku udah deket kok,biar aku jalan aja kerumahnya."


Renata takut ketahuan oleh mereka,kemana tujuan Renata sebenarnya.


" Tapi kamu nanti gimana?,udah biar kita antar saja gak papa,biar kita sekalian main kerumah kamu."


Renata semakin bingung,dia harus berbuat apa sekarang.


" Udah kak,turunin aja aku disini.Pliss,kalau enggak aku nangis ni."


Ancamnya kepada mereka.


" Ehh,kamu jangan nangis nanti kita disangka apa apain kamu lagi."


" Yaudah,turunin aku,kak.Plisss."


Karena takut Renata menangis,mereka pun akhirnya menurunkan Renata disana.


" Iya iya,kita tutunin kamu disini.Tapi kamu langsung pulang ke rumah ya,istirahat jangan langsung kemana mana."


Ucap Avril sebelum Renata turun.


" Iya kak,lagian rumah aku itu kok udah dekat banget."


" Yaudah,hati hati ya."


Renata pun melambaikan tangannya disaat mobil berwarna putih pergi.


" Syukurlah,aku selamat.Sekarang waktunya pergi ke kafe dan bertemu muy muy yang sangat aku rindukan."


Renata sedikit berlari menuju kafenya,saat dia sampai disana dia terkejut karena begitu banyak pelanggan yang memenuhi kafenya.


" Kak Renata!."


Panggil seseorang dari arah kasir.


" Alodie."


Renata menghampirinya.


" Alodie,kenapa sangat banyak pelanggannya?."


" Itu gak penting,kak.Yang penting itu,kakak dari mana aja?,kenapa baru hari ini kakak balik kesini?,aku layanin pelanggan sebanyak ini kak,aku juga bingung kemarin kehabisan stok."


Keluh Alodie kepada Renata.


" Ya,maafin aku.Kamu tahu,dua hari yang lalu kakak mengalami kecelakaan.Makanya kakak gak datang datang kesini,maaf ya."

__ADS_1


Saat berbicara kepada Alodie,Renata terlihat mencari sesuatu dan itu membuat Alodie harus bertanya kepadanya.


" Kakak nyari apa?,apa ada yang hilang?."


Tanya nya.


" Itu,kakak nyari Muy muy.Dimana ya dia?."


Sejak saat Renata membuka kafenya,dia membawa Muy muy kesana,jadi sekarang Muy muy akan selalu ada di kafenya.


Disaat Renata dan Alodie mencarinya,tiba tiba Muy muy berlari dari arah kanannya Renata.


" Itu dia,kak."


Renata tersenyum dan menyambut kedatangan Muy muy di bawah,Renata melipat kedua lututnya dan melentangkan kedua tangannya,kemudian Muy muy loncat tepat ke pelukan Renata.


Renata memeluknya dengan sangat erat,dan beberapa kali mencium kucingnya itu.


" Kamu kemana aja hmm,rindu gak sama aku?."


Alodie sangat bahagia melihat majikannya yang begitu senang ketika bertemu dengan kucing peliharaannya.


" Alodie,dia udah di kasih makan kan?."


" Udah dong kak,Alodie kasih dia makan 3 kali sehari."


" Bagus,pantas aja kamu makin gendut ya."


Renata terus mengelus ngelus kucing yang ada di pangkuannya itu.


" Alodie,kalau kamu udah selesai melayani semuanya.Kamu datang ke ruangan kakak ya."


Renata pun pergi ke dalam ruangan khusus untuknya,sedangkan Alodie sibuk melayani semua pelanggannya.


Renata meletakkan kucingnya di atas meja,lalu dia merogoh saku celananya dan mengambil sesuatu dari sana.


" Muy muy,aku punya sesuatu untumu."


Renata memasangkan kalung kucingnya di leher Muy muy,Muy muy terlihat senang saat dia di berikan kalung itu,Renata juga dibuat tertawa olehnya.


Satu jam kemudian.


Alodie masuk ke dalam ruangan Renata,dia duduk di kursi yang ada disana.


" Alodie,umur kamu berapa tahun?."


Tanya Renata kepada Alodie,yang memang dia belum mengetahuinya.


" Umur aku,enam belas tahun kak."


" Enam belas tahun?,kamu serius?."


Alodie hanya menganggukkan kepalanya.


" Terus kenapa kamu mau bekerja disini?,kenapa kamu gak sekolah?."


Perlahan lahan Alodie menundukkan kepalanya.


Renata pun meletakkan telapak tangannya di pundak Alodie.

__ADS_1


" Kamu,kenapa?."


Alodie menghapus air matanya.


" Sebenarnya,aku ini tinggal sendirian kak.Aku gak punya rumah,selama 3 tahun aku tinggal di jalanan."


Alodie mulai menceritakan tentang kehidupannya.


" Sejak aku berumur tiga belas tahun,mama dan papa aku bercerai terus dari salah satu mereka gak ada yang mau bawa aku sama adik aku,mereka hanya membawa kakak aku,begitu pun kerabat kerabat mama gak ada yang mau ngurus aku,dari situ aku tinggal di jalanan sama adik aku,di karenakan sudah 5 hari gak makan akhirnya adik aku meninggal kak,meninggal karena kelaparan."


Alodie mulai menangis saat itu.


" Setelah adik aku meninggal,aku tinggal sendirian kak.Aku gak tahu harus pergi kemana,mau mencari pekerjaan juga susah apa lagi saat itu aku masih di bawah umur,dan akhirnya kemarin aku di terima sama kakak.Aku bersyukur banget bisa ketemu sama kakak,kalau enggak aku gak tahu harus kemana lagi nyari kerja."


Renata pun membawa Alodie ke dalam pelukannya,Renata merasa bersalah kepada Alodie karena telah membuat Alodie menceritakan kehidupannya.


Renata mengecup ubun ubun Alodie dan mengelus kepalanya,dia sangat kasihan dengan Alodie,dan Renata baru sadar kalau masih banyak orang yang lebih sakit dan penuh perjuangan untuk menjalani hidupnya sendiri.Renata berjanji bahwa dia pasti akan membuat Alodie berhasil menjadi orang yang paling bersyukur dan selalu bahagia.


" Udah,kamu jangan nangis lagi.Sekarang lihat aku,tatap mata aku."


Alodie menuruti apa perkataan Renata.


" Kamu dengar ya,suatu hari kamu pasti akan menjadi orang yang paling bahagia dan orang yang paling bersyukur di dunia ini,karena aku berjanjinkalau aku akan membahagiakan mu dengan caraku sendiri."


Alodie mulai berkaca kaca lagi,disaat mendengar janji yang Renata katakan.


Alodie kembali memeluk Renata,dia merasa menjadi orang yang paling beruntung karena telah di pertemukan dengan orang yang sangat baik kepadanya dan juga peduli terhadapnya.


" Tapi kamu ingat,jangan sampai kamu membenci orang tua kamu.Karena membeci orang tua adalah dosa yang paling besar,ya kamu jangan membenci papa dan mama kamu,udah sekarang jangan nangis lagi,kan sekarang kamu udah punya aku,sekarang aku siap menjadi kakak kamu."


Renata tersenyum kepada Alodie,begitu pun Alodie.


Kemudian Renata menghapus air mata Alodie yang membasahinya.


" Kalau begitu,sekarang kita layani pelanggannya lagi.Sekarang aku sudah ada,dan akan menemanimu memasak.Ayok."


Renata menarik tangan Alodie dan keluar dari ruangannya,saat mereka keluar dari ruangan itu,mereka berdua di buat terkejut karena melihat meja sudah di penuhi pelanggan,dengan cepat Renata dan Alodie menemui satu persatu pelanggan dan mencatat pesanannya.


" Alodie,kamu tinggalin pelanggannya dari tadi?."


Tanya Renata yang sibuk dengan masakannya.


" Enggak kak,tadi meja mejanya udah kosong,makanya Alodie tinggal."


Renata dan Alodie hampir ke walahan melayani pelanggan pelanggannya,tapi mereaka berdua tetap semangat melakukan kegiatannya.


' Mungkin setiap hari Alodie melayani pelanggan sebanyak ini sendirian,maafkan aku Alodie.'


Satu persatu pesanan pun telah di buatkan,Alodie bertugas untuk mengantar antarkan pesanan para pelanggan,sedangkan Renata sibuk memasak pesanan yang masih ada.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2