Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
113.Sikap baik.


__ADS_3

Wanita tengah baya itu bernama Dewi.Beliau tersenyum.kepada Renata yang saat itu sedang mencari sesuatu di dalam tasnya.


" Ini bu,yang bernama Renata.Beliau bersedia untuk bekerja sama dengan perusahaan kita.Renata melihat ke arah Dewi dengan senyuman manis khasnya." Apa kabar,nak?.".


" Alhamdulillah baik.".


' Senyuman kamu sangat mirip dengan kakak kamu,bunda sangat berharap kamu bisa kembali ke rumah kita.'.


Renata merasa tidak nyaman denga. Dewi yang terus menatapnya dengan lembut seperti itu.' Kenapa beliau menatapku seperti itu,ya.Bikin aku gugup aja.'.


' Ya allah,pasti bu Dewi rindu banget sama Renata.Tatapan nya aja terlihat penuh kerinduan dan kasih sayang yang begitu besar '.Bisik Geya di dalam hatinya disaat Dewi yang sedang menatap Renata.


" Kalau gini saya jadi tenang,karena kalian sudah mendapatkan model untuk perusahaan kita.Kalau begitu sekarang kalian bisa keluar dari ruangan,tapi tidak dengan Renata ".Mereka pergi meninggalkan Renata dan Dewi di ruangan itu.


" Sekarang kamu sudah besar ya,nak.Mungkin sekarang kamu juga sudah sukses ".Renata hanya diam saat mendengar apa yang di katakan oleh Dewi,dia merasa ada yang aneh dengan wanita tersebut.


" Kamu sayangi terus orang tua kamu ya,jangan pernah membencinya.Bunda tau kamu anak baik,sangat baik ".


Ucapan Dewi malah semakin membuat Renata bingung.Anehnya dia baru saja bertemu dengan Renata,tapi dia seperti berbicara dengan seseorang yang seolah olah pernah hidup dengan dirinya.


' Apa yang di maksud oleh beliau,aku gak ngerti.Kenapa pembahasan jadi kesini? '.


" Kamu mungkin merasa aneh dengan apa yang saya katakan,tapi suatu hari kamu juga akan mengerti,suatu hari kamu akan tau.Terimakasih ya,sudah mau bekerja sama dengan perusahaan saya ".


Kemudian Renata keluar dari ruangan tersebut dengan masih memikirkan apa yang di ucapkan Dewi tadi.Karena Renata terlihat melamun sambil berjalan,akhirnya Eri dan Geya mengejutkan nya." RENATA! ".Ucap keduanya bersamaan." Astaghfirullah,kalian ngagetin aja.Hampir aja jantung aku copot.".Ucapnya sambil mengelus pelan dadanya.

__ADS_1


Dan selanjutnya mereka membawa Renata berkeliling disana melihat ke setiap ruangan dan sesekali Renata juga memperkenalkan diri kepada karyawan karyawan yang sedang bekerja." Ren,kata bu Dewi besok kamu harus udah kerja disini "." Apa iya?,tapi tadi saat aku di ruangan nya beliau gak bicara kayak gitu,melainkan bicaranya itu gak jelas ".


" Gak jelas giaman? "." Aku juga sedikit gak ngerti,soalnya bicara tentang kasih sayang,orang tua gitu ".Eri melihat ke arah Geya.' Sebenarnya aku kasihan si sama Renata,yang bekerja sama di perusahaan ini.Pasti akan ada beberapa hal yang menjadi tanda tanya di pikiran nya.Lagian kenapa si bu Dewi gak bisa nerima kenyataan,udah tau Renata bukan putrinya,dia hanya mirip,hanya mirip aja sama putrinya,dan sudah jelas kalau putrinya sudah meninggal empat tahun yang lalu.Terus yang ada di dalam kuburannya jasad siapa?,kucing? '.


Ya sebenarnya Dewi tidak biaa menerima kenyataan kalau putrinya telah meninggal.Jadi empat tahun yang lalu,Dewi menerima kenyataan yang tidak bisa dirinya terima.Putrinya yang memiliki nama yang sama dengan Renata,mengalami kecelakaan sampai mengakibatkan putrinya tewas di tempat.Putrinya juga memiliki nama yang sama dengan Renata,namun yang membedakan nama Renata adalah Renata Qurotul Aini sedangkan nama putri dari Dewi adalah Cut Renata Diandra.


Dan disaat dirinya melihat Renata,dia seperti melihat putrinya.Dewi juga tidak mau tahu,kalau Renata putrinya itu masih hidup sampai sekarang,hanya saja dia amnesia dan memiliki keluarga baru.


" Bisa gak,kalian jelasin dari kata kata bu Dewi.Katanya suatu hari aku akan tau,dan akan mengerti ".Eri kembali melihat ke arah Geya.


" Ya,berarti suatu hari nanti kamu akan tau dan akan mengerti,tunggu aja waktu itu tiba ".


' Gak,aku gak boleh kasih tau Renata tentang apa yang sebenarnya.Dia harus bekerja disini '.


Geya menggelengkan kepalanya disaat Eri melihat ke arahnya.


" Ayolah,gas gas gas.Kebetulan lagi lapar ini ".Geya dan Eri membawa Renata pergi ke restoran yang selalu mereka tempati untuk makan siang.


Mereka memesan menu terfavorit di restoran itu,sedangkan Renata memilih pesanan nya sendiri.


" Rena,jangan lupa ya.Besok kamu udah mulai kerja,jangan sampai telat.".


" Gak dong,aku gak bakalan lupa kalau soal pekerjaan,apa lagi kan besok hari pertama ".Setelah menunggu,akhirnya pesanan mereka datang dan mereka mulai sibuk dengan makanan nya sendiri.Namun saat sedang makan,Renata mendapat telepon dan dia langsung menjawabnya.


" Iya,kenapa? ".Renata terlihat serius mendengarkan seseorang yang sedang berbicara di sebrang telepon.

__ADS_1


" Kecelakaan?,kalau gitu sekarang kakak langsilung kesana ya.Kamu tunggu aja disana,share lo aja ya ".


Renata memutuskan sambungan telepon nya dan langsung pamit kepada Eri juga Geya." Maaf ya,aku harus segera pergi.Ini uang buat bayar semuanya,dah


assalamu'alaikum ".Eri dan Geya hanya menatap kepergian Renata.


" Siapa yang kecelakaan ya?,panik banget kayaknya ".


Dengam terburu buru Renata menaiki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.Ia takut terjadi sesuatu kepadanya,apa lagi orang tuanya tidak sedang menemaninya.Setibanya di di rumah sakit,Renata terlihat berlari di koridor menuju ruangan yang telah di beri tahukan." Kak Arturnya dimana?,dia baik baik aja kan? ".


Renata bertanya kepada Alodie yang sedang menunggunya." Ayo kak,masuk.Kak Artur di dalam ".


Renata tidak menyangka,kalau kecelakaan yang baru saja di alami oleh Artyr begitu parah.Renata ikut sedih dan khawatir melihatnya.' Ya ampun,jadi separah ini kecelakaan yang baru saja kak Artur alami '.


" Alodie,kenapa ini bisa terjadi? ".


" Alodie,juga gak tau kak.Alodie bingung harus kasih tau siapa,karena dari tadi Alodie telepon mama tapi gak bisa,dan akhirnya Alodie telepon kakak ".


Renata menghampiri Artur yang terbaring lemah di atas troler itu.Artur yang terlihat mendapati beberapa perban di kedua tangan serta di kepala." Kak Artur ".Renata mencoba memanggil namanya.Namun sayang,Artur tidak mendengarnya.


" Alodie,kapan ini terjadinya? ".


" Tiga puluh menit yang lalu kak,tadi Alodie lagi di rumah terus ada yang telepon memakai nomor kakak dan memberi tahu kalau kak Artur kecelakaan ".


Kemudian Renata memeluk Alodie,karena itu menjadi kali pertamanya mereka bertemu setelah berpisah tiga minggu yang lalu.Renata berusaha menguatkan Alodie yang sempat menangis." Kak,Alodie takut kak Artur kenapa napa.Alodie takut kalau kak Ar- ".

__ADS_1


" Ssstt,udah udah.Jangan di pikirin,kita berdo'a aja ya buat kak Artur.Semoga dia gak kenapa napa,dan segera sadar ".Renata kembali memeluk Alodie dan tangis Alodie pun pecah saat itu juga.


Bersambung.


__ADS_2