
-Ikhlas bukanlah hal yang sangat mudah untuk di lakukan,melainkan ikhlas adalah hal yang benar benar sangat sulit untuk kita jalankan.
Artur hanya tersenyum melihat komentar komentar fansnya,bahkan karyawan di kantornya pun ada yang ikut berkomentar terutama sahabatnya.Di saat Sedang bersantai tiba tiba orang tua Artur menghubunginya.
Artur pun pergi dari sana untuk menjawabnya,karena saat itu Renata sudah tertidur dengan menyandarkan kepalanya ke kursi.
" Halo,ma."
" Artur,kamu dimana?.Udah malam kok gak pulang?."
Artur menepuk jidatnya,dia lupa kalau dia tidak izin kepada ibunya.
" Artur lagi di rumah sakit ma,lagi nemenin Renata."
" Renata?,dia sakit?."
" Enggak,Renata gak sakit kok,yang sakit itu teman dia."
Artur takut ibunya itu menyuruhnya untuk pulang,karena Artur ingin menemani Renata malam ini.
" Terus kapan kamu,mau pulang?."
" Kayaknya,besok ma,soalnya Renata gak ada yang nemenin."
" Yaudah kalau gitu,besok kamu pulang ya.Mama mau tidur."
Kemudian setelah itu Artur kembali ke tempat yang tadi dan kembali duduk di tempat Renata.
Lampu peringatan operasi sudah padam,dan disaat suara pintu tersebut terbuka Renata beserta yang lainnya menghampiri dokter dan menanyakan Lucy.
Namun ada yang aneh,dokter terlihat sedih disaat keluad dari ruangan operasi.
" Dokter,bakaimana sahabat saya?."
Yang pertama kali bertanya adalah Renata.Dokter terlihat menarik nafas berat dan mengatakan.
" Maaf,operasi kami tidak berjalan dengan lancar.Operasi kami di malam ini gagal."
Hati Renata serasa di sambar oleh petir,dia tidak menyangka kalau operasinya tidak berhasil alias gagal.
" Enggak,gak mungkin.Gak mungkin operasinya gagal,Lucy baik baik aja kan?."
Tangis Renata saat itu juga,dan Artur dia tidak bisa apa apa,dia hanya berusaha menenangkan Renata.
" Enggak!."
Teriak Renata ketika dia bangun dari mimpi buruknya,Renata sangat terlihat capek saat itu dan Artur yang mendengar teriakan serta mendengar nafas Renata yang tidak karuan membuatnya bertanya.
" Kamu kenapa?,kamu baik baik aja kan?."
" Huuft,aku cuman mimpi buruk."
" Rena,kamu gak papa kan nak?."
__ADS_1
" Enggak bu,Rena gak baik baik aja kok."
Renata pun berusaha menenangkan dirinya kembali.
' Enggak,barusan hanya mimpi dan gak mungkin jadi kenyataan karena mimpi itu datangnya hanya dari setan.'
Sudah tiga jam lalu operasinya berjalan,namun belum selesai juga bahkan mungkin akan masih berjalan sampai satu atau dua jam lagi atau bahkan tiga jam lagi bisa jadi.
" Mimpi buruk apa kamu barusan?."
Tanya Artur yang ada di sampingnya.
" Aku mimpi buruk,kalau operasinya gagal."
Artur berniat untuk menyentuh tangan Renata,namun saat itu juga Renata langsung memindahkan posisi tangannya.
" Lho,kenapa?."
Tanya Artur kepada Renata yang menghindari tangannya.
" Bukan mahram,kak."
" Bukan mahram?,bukan mahram itu apa?."
" Mahram itu adalah laki laki atau perempuan yang masih bersaudara atau satu turunan,misalnya aku sama abang aku,aku sama saudara laki laki atau aku sama ayah aku,itu di sebutnya mahram.Kalau aku sama kamu itu bukan mahram,karena kamu adalah laki laki ajnabi,laki laki lain yang bukan saudara,bukan abang dan juga bukan ayah aku,jadi karena itulah haram hukumnya bagi seseorang yang bukan mahram menyentuh yang bukan mahram lagi."
Penjelasan Renata membuat Artur langsung paham,dan sekarang Artur mengerti kalau dia tidak boleh menyentuh sembarang wanita.
" Kalau gitu,kamu gak pernah di sentuh dong sama orang lain selain saudara,abang dan ayah kamu?."
' Se special itukah wanita muslim?.'
" Meskipun sama pacar kamu,kamu gak pernah gitu genggaman tangan atau gandengan?."
" Alhamdulillah,enggak."
' Waw,kok dia bisa nahan supaya gak pegangan tangan juga gandengan si?.Gak bosen apa pacaran tanpa melakukan hal itu?.'
" Kamu hebat ya,kamu bisa nahan semua hal itu padahal menurut aku bosen banget kalau gak genggam tangan atau gandeng tangan pacara saat lagi pacaran."
Renata hanya menjawab dengan senyuman.Tidak lama dari situ,pintu ruangan operasi Lucy terbuka.Akhirnya setelah menunggu empat jam lamanya,operasinya pun selesai.
Mereka menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruangan operasi.
" Dokter,bagaimana kondisi putri saya?."
Dokter yang memakai masker melihat satu persatu orang yang ada disana dan itu membuat mereka penasaran dengan hasilnya.
" Mohon maaf sekali bu,operasi kami gagal.Operasi kami terhenti disaat detak jantung pasien berhenti,dan tidak terdengar lagi."
Ucap sang dokter yang mengejutkan semuanya.
" Gak mungkin dok,gak mungkin operasinya gagal."
__ADS_1
Renata mulai mengeluarkan air matanya.
" Gak mungkin Lucy meninggal,hiks enggak."
Kemudian Renata menjatuhkan tubuhnya dan menyandarkannya ke dinding.
Semua orang yang ada disana berduka seketika,setelah mendengar kabar buruk dari dokter.
Renata menangis histeris disana,dia tidak percaya kalau sahabat yang selalu ada untuknya meninggalkannya dengan secepat ini.
Renata memantulkan kepalanya mengenai dinding beberapakali.
" Gak mungkin,hiks."
Artur pun mendekati Renata dan memeluknya,saat itu Artur benar benar melupakan apa yang baru saja Renata jelaskan kepada dirinya.Renata pun menangis di dalam pelukan Artur,namun tetap saja pelukannya tidak bisa menenangkan Renata.
" Aku gak mau Lucy tinggalin aku,aku mau Lucy kembali."
" Sssttt,,,udah udah.Tuhan lebih sayang sama Lucy,ajal dia udah menjemput kamu jangan nangis ya,kamu ikhlasin dia."
Disaat itu Artur tidak mendengar suara Renata lagi,dan Artur pun melihat wajah Renata dan ternyata Renata tidak sadarkan diri.
" Renata,ya ampun."
Kemudian Artur membawanya ke ruangan IGD.
Sementara itu,di ruangan Lucy ibunya juga menangis histeris.Sekarang harta yang paling berharga di dalam hidupnya telah hilang,beliau kehilangan satu satunya harta yang sangat berarti di dalam hidupnya,yang sangat beliau sayangi dan cintai.
Namun pada malam ini tepat pada pukul 00.45 Lucy meninggalkan ibunya,meninggalkan orang orang yang menyayanginya dan orang orang yang sangat dia sayangi.
" Nak,kenapa kamu tinggalin ibu sayang?.Kenapa kamu secepat ini ninggalin ibu nak,ibu gak mau di tinggalin sama kamu sayang."
Bibi dan paman Lucy pun menenangkan Ibu Lucy.
' Ya allah,kenapa harus sekarang?,hamba belum siap di tinggalkannya.Tapi hamba ingat dengan apa yang hamba katakan tadi,bahwa hamba akan mengikhlaskan kepergian putri hamba karena hamba yakin engkau lebih menyayangi putriku.'
Ucap ibu di dalam hatinya.
Sementara itu,Artur masih menemani Renata di ruangannya,dan akhirnya Renata pun membuka matanya.Saat sadar Renata langsung turun atas belankarnya dan berniat pergi dari sana.
" Kamu mau kemana?,kamu baru sadar lho."
Renata sama sekali tidak menghiraukan Artur dan dia pun pergi menuju ruangan Lucy,sesampainya disana Renata langsung berlari memeluk jasad sahabatnya.
" Lucy,,,kenapa kamu tinggalin aku?.Kamu jahat,kamu tega tinggalin aku sendiri,,,.Kenapa secepat ini?,kenapa dalam waktu sekejap kamu bisa tinggalin aku."
Renata memeluk erat jasad Lucy,dia tidak ingin melepaskannya.Renata pun tidak akan mungkin bisa melupakan hal ini,karena baru kali inilah mimpi buruknya menjadi kenyataan.
" Lucy,,,,,bangun,bangun Lucy bangun.Kamu jangan kayak gini,bangun."
Kemudian bibinya Lucy menghampiri Renata.
" Istighfar nak,istighfar.Semua gak akan terulang kembali,taqdir allah tak bisa di ubah.Jika allah sudah berkehendak,kita tidak bisa apa apa.Sabar,kamu harus tabah,ikhlaskan kepergian Lucy,jangan menangis terus karena itu akan membuat ruh Lucy menangis."
__ADS_1
Tangis Renata tetap tidak bisa reda,karena kini sahabat satu satunya,sahabat yang selalu ada di semua waktu dan selalu memenuhi harinya kini sudah pergi meninggalkannya,pergi meninggalkan alam dunia dan dia hanya meninggalkan kenangan kenagan semasa hidupnya bersama Renata.
Bersambung.