Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
36.Kejutan.


__ADS_3

-Banyak orang yang mengatakan kalau kita harus mencintai diri kita sendiri,tapi terkadang kita juga perlu mencintai seseorang yang kita cintai dan sayangi.


Renata dan Lucy menghabiskan waktunya selama beberapa jam,mereka mencoba beberapa wahana dan juga permainan yang ada di tempat tersebut.


" Renata,aku ingin bermain itu ya."


" Tapi,aku udah cape,kamu aja ya."


Renata benar benar merasa lelah,dia pun duduk di salah satu bangku.


" Kok kamu udah cape lagi si?,kamu sakit?."


Lucy menempelkan telapak tangannya ke kening Renata,namun Renata langsung menyingkirkannya.


" Enggak aku gak sakit,kalau kamu masih mau bermain main aja ya,aku tungguin disini."


" Enggak enggak,aku gak akan jadi."


" Kok gitu?,katanya tadi mau main,kok sekarang enggak."


Lucy pun duduk di sebelah Renata.


" Kalau kamu main,aku juga main,tapi kalau kamu enggak,aku juga enggak."


" Lucy udah gak papa,kalau mau main sana aja,aku gak papa kok disini sendiri."


" Yaudah kalau gitu aku mau pergi beli es krim aja,kamu tunggu disini ya."


Renata menganggukkan kepalanya,dan memperhatikan Lucy yang pergi dari dekatnya.Kemudian Renata mengambil handhphonenya dan menelpon seseorang di suatu tempat.


Renata menanyakan kepada rekan rekannya yang sedang menyiapkan kejutan untuk Lucy.


" Halo,bagaimana?,apa sudah selasai?."


" Sudah kak,kita tinggal nunggu kakak datang kesinj aja."


" Oh yaudah,kalau begitu sekarang saya berangkat kesana pastikan semuanya rapih dan sesuai dengan rencana."


" Iy kak,siap."


Renata pun memutuskan sambungan teleponnya dan kembali menelepon orang lain.


Lucy yang sudah kembali dari kedai es krim pun mencari keberadaan Renata yang tidak ada disana.


" Renata kemana si,tadi kan aku suruh dia untuk diem disini,tapi sekarang dia gak ada."


Lucy melihat kesetiap tempat yang ada di sana,siapa tahu dia menemukan sahabatnya itu.


" Itu,dia."


Lucy berjalan mendekati Renata,dan berniat untuk mengagetkannya.


" Renata!."


Renata yang terkejut langsung menjauhkan handphonenya dari pipi dan telinganya.

__ADS_1


" Astaghfirullah,Lucy.Aku lagi telepon,kami gak ada sopan sopannya."


" Ini aku beliin es krim buat kamu,aku tunggu di sana ya."


" Yaudah sana,aku mau selesaiin pembicaraannya dulu."


Lucy pergi ke tempat yang mana tadi dia tempati bersama Renata.


Setelah selesai menelepon,Renata menyusul Lucy ke tempatnya.


" Ni."


" Makasih,ya."


" Iya."


Renata pun duduk di sebelah Lucy.


" Habis ini kita pergi lagi,ya."


" Pergi kemana?,katanya kamu cape."


" Tadi doang si,sekarang udah enggak.Apa lagi udah di beri es krim sama kamu."


Mereka berduapun menghabiskan es krimnya disana,dan pergi menuju parkiran.


Renata dan Lucy masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya menuju tempat yang telah di sediakan beberapa kejutan untuk sahabatnya.


" Kita sekarang mau kemana,lagi."


Renata menepikan mobilnya,dan mengambil kain yang akan dia gunakan untuk menutup mata Lucy.


" Karena tempat itu sangat special,jadi aku harus tutup mata kamu dulu ya."


" Renata,kamu apa apaan si,nanti aku gak bisa lihat."


" Udah ikutin aja,lihat aja nanti."


Renata menutupi mata Lucy dengan kain tersebut.


" Kamu jangan macam macam ya,mentang mentang mata aku di tutup nanti kamu malah bawa aku kemana lagi."


Renata pun hanya tersenyum sambil fokus menyetir mobilnya.


Renata sedang membayangkan betapa bahagianya sahabatnya itu,ketika melihat kejutan yang di berikannya,yaitu sesuatu yang sangat di inginkan oleh Lucy.


Ulang tahun Renata dan ulang tahun Lucy hanya berjarak 9 hari saja,jadi sembilan hari dari ulang tahunnya Lucy disitu ada ulang tahunnya Renata.


Perjalanan menuju lokasi itu memakan waktu yang lumayan lama,mereka butuh waktu satu jam untuk sampai disana.Namun Renata tetap sabar mengendarai mobilnya walaupun beberapa di halau oleh macet.


" Renata,kita mau kemana si?,perasaan gak sampai sampai."


" Ini lagi macet,bentar lagi juga sampai.Sabar ya."


Disaat mobil Renata sudah terbebas dari kemacetan,dia pun menamcap gasnya untuk segera sampai di lokasi.

__ADS_1


Renata memasukkan mobilnya ke sebuah taman yang di penuhi rerumputan hijau,di sana sangat terlihat sejuk dan tenang.Dari dalam mobil Renata sudah bisa melihat dekorasi yang telah siap dan juga sesuai dengan apa yang di inginkannya,dia pun keluar dari mobil dan membawa Lucy.


" Ayo ikut,aku."


" Mau kemana?,tapi aku gak bisa lihat apa apa lho Ren."


" Pegang aja tangan aku."


Lucy menggenggam tangan Renata dan dengan pelan pelan dia turun dari dalam mobil,Renata menuntun Lucy ke tempat yang akan di tempati Lucy,dia memposisikan Lucy dengan baik dan juga pas.


" Lucy,aku tahu kamu pasti pengen segera buka penutup mata kamu itu kan?.Oke,aku akan buka penutup matanya,tapi sebelum itu kamu harus dengerin aba aba dari aku,aku akan hitung dari satu sampai tiga baru kamu boleh buka mata kamu."


" Sebenarnya ini ada apa si Ren?,kenapa harus pake penutup mata segala."


" Udah diem,aja."


Renata membuka kain yang menutupi mata Lucy,dan mengingatkannya untuk tidak membuka matanya terlebih dahulu.


" Jangan dulu di buka,matanya."


Renata berdiri di belakang Lucy dan menghitung dari satu sampai tiga.


" Satu,dua,ti,,,,ga."


Lucy pun membuka matanya,namun dia sedikit mengembalikan penglihatannya,karena penglihantannya sedikit kabur setelah di tutup lumayan lama.


Setelah penglihatannya kembali,Lucy membaca tulisan yang ada di hadapannya yaitu Happy birth day Lucy Putri Ariansyah.


Lucy menutup mulutnya yang ternganga dengan kedua telapak tangannya.


Renata pun melangkahkan satu kakinya satu langkah dan berada di samping Lucy sambil melihat ke arah tulisan itu.


" Selamat ulang tahun ya,maaf aku cuman bisa ngasih kejutan segini sama kamu.Semoga di hari ulang tahun kamu yang ke sembilan belas,kamu bisa lebih baik dari tahun tahun sebelumnya dan apa yang kamu semogakan semoga tersemogakan di tahun ini."


Lucy langsung memeluk tubuh Renata sambil menangis terharu.


" Renata makasi ya,kamu emang sahabat terbaik aku.Maafin aku,aku belum bisa ngasih apa yang kamu kasih sama aku,sebenarnya aku sangat malu sama kamu."


" Ssssstt,kamu jangan bilang kayak gitu.Aku gak pernah berharap kamu bisa kembaliin apa yang udah aku beri sama kamu,sekali lagi selamat ulang tahun ya,Happy birth day friend who is always there for me."


Mereka pun melepaskan pelukannya,dan Renata menyeka air mata Lucy yang membasahi pipinya.


" Sekarang,kita pergi kesana."


Renata dan Lucy berjalan dengan berdampingan menuju tempat yang sudah ada ibunya disana.


" Kamu diam dulu disini,aku mau pergi dan aku kembali kesini."


" Renata kamu mau kemana!."


Lucy hanya melihat Renata yang berlari menjauh darinya,dan saat itu ibu Lucy berjalan menuju Lucy.


Saat Lucy melihat ibunya yang berjalan menuju dirinya,dia sangat terharu,apa lagi ibunya membawa kue yang terdapat lilin menyala di atasnya dengan angka 19.


***Bersambung.

__ADS_1


maaf ya baru bisa update lagi,maaf banget***.


__ADS_2