Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
64.Makan malam.


__ADS_3

-Terkadang orang menuduh kita disaat dirinya sudah berubah meski mereka tahu kalau itu adalah kesalahan mereka hanya saja dia tidak ingin mengakuinya.


" Bagaimana Renata,apa dia sudah ketemu nak?."


Tanya ibu Lucy saat Lucy tiba di rumahnya.


" Belum bu,aku sama bang Akhtar belum nemuin Renata."


" Ya allah,semoga Renata selalu ada di dalam lindunganmu ya rabb.Yaudah kalau begitu sekarang kamu mandi habis itu kita makan,ya."


Lucy pun menuruti apa kata ibunya,dia pergi ke kamarnya dan mengambil baju gantinya dia pun pergi ke kamar mandi yang berada di dekat dapur.


Sedangkan ibu sedang menyiapkan makanan untuk makan malam mereka malam ini.


***


Di rumah Renata hanya Akhtar sendirian di meja makan,dia merindukan sosok Renata yang selalu ada untuk dirinya selalu menemani dirinya makan,selalu bawel dengan hari harinya,tapi sekarang Renata tidak ada,orang yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri sekarang dia tidak ada.


' Renata udah makan belum ya di luar sana?,dia makan apa disana?,sama siapa?.'


Akhtar pun melanjutkan makannya,meskipun dia tidak selera untuk makan namun dia harus tetap makan karena dia harus memiliki tenaga untuk mencari Renata besok hari.


Setelah selesai makan dia langsung mencuci piringnya yang kotor dan pergi ke kamarnya.


Saat melewati kamar Renata,Akhtar menutup pintu kamar Renata yang terbuka,dia pun melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya.


***


" Nak,kamu tidur ya.Kamu harus tidur,karena besok kamu harus mencari Renata lagi kan?."


" Iya bu,Lucy tidur ya.Ibu juga tidur,istirahat."


" Eh sebentar,kamu belum minum obat lho.Nanti kalau kambuh gimana?."


" Eh iya,lupa."


Lucy pun menunggu ibunya yang sedang mengambil obat untuk dirinya.


" Ini obatnya,kamu minum di hadapan ibu."


Lucy mengambil air dan juga obat yang ibunya berikan.Kemudian dia meminum obat sebanyak enam tablet.


" Udah bu,semuanya.Sekarang ibu bisa istirahat,ya."

__ADS_1


Ibunya pun keluar dari kamar Lucy dan pergi menuju kamarnya.Di pukul jam sebelas malam Lucy juga belum menutup matanya,dia masih duduk di jendelanya yang masih terbuka.


Tidak lama dari situ handphone Lucy berdering dan dia langsung mengambilnya.


" Nomor tidak di kenal?,siapa ni yang berani nelepon pake di privat kayak gini?."


Lucy pun menjawab telepon tersebut dan menempelkan handphonenya ke pipi.


" Halo,selamat malam Lucy."


Lucy menyergitkan dahinya,dia heran kenapa orang yang di sebrangnya tahu namanya.


" Malam."


" Gua hanya mau kasih tahu lo,Renata ada sama gue."


Lucy langsung senang ketika orang itu menyebutkan nama Renata,hanya saja dia tidak mengenali suara tersebut.


" Dia ada sama kamu,terus dia gimana?,dia baik baik aja kan?."


" Dia baik,sangat baik.Oh ya,kalau lo mau jemput Renata,besok lo harus datang ke tempat yang tadi lo kunjungi sama abang Renata,tempat yang sepi itu,cuman lo harus masuk ke dalam hutannya,dan lo gak boleh bawa polisi kalau gue tahu lo bawa polisi ke lokasi,lo gak akan lihat Renata hidup lagi."


Lucy sangat heran kepada seseorang yang ada di sebrang teleponnya itu,karena dia mengancamnya dengan seperti itu.


" Oke,aku gak akan bawa polisi kesana."


" Oke,aku akan datang kesana sendiri.Gak akan bawa siapapun."


Setelah itu orang tersebut memutuskan sambungan teleponnya,dan saat itu pun Lucy melaporkan apa yang sudah terjadi.


Lucy menelepon Akhtar dan menceritakan siapa yang barusan meneleponnya dan apa saja yang di katakan olehnya,hanya saja dia memakai nomor privat jadi mereka tidak bisa meneleponnya balik.


Kemudian Akhtar dan Lucy merencanakan setrategi untuk hari esok.Mereka berencana untuk datang kesana bertiga,yaitu Lucy,Akhtar dan juga Romeo.


Saat Lucy menemui orang itu,Akhtar dan Romeo akan menunggu di mobil dan mereka akan menunggu kode dari Lucy,dan besok Akhtar akan meminjam mobil kepada tetangganya yang baik hati.


" Oke,kita harus tidur,karena besok pasti akan sangat melelahkan."


Mereka pun memutuskan sambungan teleponnya dan mereka pun tidur.


***


Karena malam ini adalah waktunya Renata makan malam,Indri pun kembali ke markasnya.

__ADS_1


Malam ini dia akan melukai tangan Renata yang satunya lagi.


" Dia sudah sadar kan?."


" Udah,dia udah sadar."


Juli memberikan pisaunya kepada Indri,dan Indri mendekati Renata.


" Apa yang mau kamu lakukan lagi sama aku,kak?."


Indri tersenyum menyeringai,dia memperlihatkan pisaunya kepada Renata dan mengambil tangan Renata yang belum sempat ia lukai.


Renata pun berusaha melawannya,namun kekuatan Renata masih di bawah ke kuatan Indri.Indri mulai kembali menyayat nyayati tangan Renata,Renata hanya berteriak kecil merasakan rasa sakit yang ia rasakan.


" Aaa,sakit kak.Udah jangan lakukan ini,jangan melukaibtangan aku."


" Ucapan yang kamu bilang itu malah membuatku semakin bergairah untuk melakukan ini,jadi jika kamu ingin menyemangatiku cukup dengan berteriak kesakitan."


" Tapi ini sangat sakit,tolong hentikan."


Renata hanya menahan sakitnya yang begitu terasa sakit di tangannya,dan juga sangat perih yang ia rasakan.Renata hanya menangis histeris di hadapan Liora,Yuri dan juga Juli.


Liora pun keluar dari dalam sana karena dia tidak tahan lagi mendengar suara tangisan Renata yang histeris seperti itu.


" Indri benar benar keterlaluan,dia benar benar keterlaluan.Apa apaan coba,Renata adalah adiknya sendiri tapi dia tetap saja melukainya setelah Renata berkata cukup dan cukup."


" Udah udah,jangan nangis ah.Jangan cengeng,bukannya kamu anak kuat?."


Indri pun menghapus air mata Renata yang membasahi pipinya.


Setelah itu Indri berdiri lalu menendangi tubuh Renata.


" Karena kamu aku di usir dari rumah,karena kamu hidupku jadi seperti ini dan karena kamu hidupku hancur seperti ini!!!,aku jadi di benci oleh ayah dan ibu karena kamu,semua karena kamu Renata!,semua salah kamu!!."


Indri mengakhiri tendangannya dengan tendangan yang sangat keras ke punggung Renata.


" Cuiihh."


Indri pun meludahi Renata yang meringis kesakitan di lantai.Saat keluar dari dalam sana Indri melihat Liora yang sedang berdiri juga melihat kepada Renata.


" Ternyata kamu sekejam ini ya,sampai adik kamu sendiri kamu sayat sayat,kamu siksa dia,kamu gebukin."


" Diam Ra,gue gak mau lo tersakiti.Kalau lo gak suka,lo diam aja cukup diam dan saksikan.Kalau lo bersikap berlebihan sama gue,gue akan nyakitin lebih dari dia.Sampai sini paham kan."

__ADS_1


Indri pun pergi dari hadapan Liora,saat itu Liora sangat ingin menjambak rambut Indri dan juga mencakar cakar wajahnya,karena dia sangat kesal,begitu kesal.


Bersambung.


__ADS_2