Kesuksesan Anak Ke 2

Kesuksesan Anak Ke 2
33.Makan malam


__ADS_3

-Ketika kita melakukan hal yang mana hal itu baru pertama kali kita lakukan,terkadang kita ragu ragu.


Renata sudah sampai di rumahnya tepat pada pukul enam sore,dia memarkirkan mobilnya di halaman rymahnya yang lumayan luas.Sepulang dari tempat kerjanya dia langsung masuk ke dalam kamar dan menyambar handuk yang tergantung di kastop dekat kamar mandi.


Sebenarnya hari ini Renata begitu lelah,karena kerjaannya full dari pagi hingga sore,namun karena ini permintaan sang kekasih dia pun harus menurutinya.


Bagi Renata Aidan adalah orang kedua dari ayahnya yang sangat dia cintai,karena Aidan adalah pacar pertama Renata,dari dulu dia tidak pernah merasakan jatuh cinta,dan sekalinya jatuh cinta dia sangat menyayangi orang tersebut.Berbeda dengan kakaknya yang selalu tergila gila kepada laki laki.


Selama satu tahun ini,Renata tidak tahu tentang situasi dan kondisi keluarganya,karena sudah satu tahun ini dia belum lagi menemui orang tuanya,bukannya tidak ingin sakit hati lagi,tetapi karena dia belum ada waktu dan belum ada pikiran untuk menemui kedua orang tuanya.


Renata tinggal di rumahnya hanya sendiri,terkadang dia juga suka di temani oleh sahabatnya yang bernama Lucy.Sebelum berangkat kerja Renata selalu membersihkan rumah dengan sendirinya,karena dia juga juga belum kepikiran untuk mencari pembantu dan mungkin tidak akan,karena Renata itu orangnya suka berjuang sendiri,jadi jika apa apa dia akan melakukannya sendiri tanpa di bantu oleh orang lain.


Renata lebih senang menjalani hidupnya sendiri,kecuali ketika dia sedang lelah atau sedang down dia lebih sering bercerita kepada Lucy sahabatnya,saat ini Lucy sedang menjadi pengatur kafe milik Renata,karena Renata telah menyerahkan kepercayaan sepenuhnya kepada Lucy.


Restiran milik Renata juga sudah hampir jadi,para pekerjanya hanya tinggal mengkramik bagian dalam dan luar dari restoran tersebut,Renata sangat senang karena perjuangannya selama ini tidak sia sia,dia juga percaya kalau di akhir ujian ada kebahagiaan,cita citanya saat ini sudah hampir terpenuhi,namun Renata juga harus siap menghadapi ujiannya untuk kedepannya,karena dia yakin bahwa ujiannya banyak dan dia tidak tahu kapan itu akan terjadi.


Setelah bersiap Renata kembali mengambil kunci mobilnya untuk pergi ke kafe miliknya,Renata sangat tampil lebih cantik malam ini,dengan rambut yang terurai dan memakai baju atasan yang berwarna putih hijau armi serta memakai rok selutut berwarna hijau armi.


Sesampainya di kafe,Renata turun dari mobil dan langsung di sambut oleh sahabatnya.


" Renata,kamu cantik banget,mau kemana?."


" Kamu tahu gak si,malam ini aku mau makan malam sama orang tuanya Aidan."


" Apa!,makan malam sama orang tuanya kak Aidan."


Renata langsung memberi isyarat untuk memelankan volume suaranya kepada Lucy.


" Jangan keras keras,disini banyak orang,suka kebiasaan deh."


" Iya maaf maaf,lho kok bisa si kak Aidan ajak kamu makan malam sama orang tuanya?,pasti kamu deg degan kan?."


" Aku juga gak tahu kenapa dia bisa ajak orang tuanya,yang sekarang aku deg degan,aku takut nanti malu maluin di depan orang tua dia."


Seketika itu Lucy tersenyum kepada seseorang yang baru saja tiba disana,Renata melihat ke arah yang di tuju Lucy.


" Ehh,kak Aidan udah sampai."


" Hai Lucy,selamat malam."


" Malam,kak."


" Renatanya aku pinjam dulu ya,buat nemenin aku makan malam."


" Iya kak,silahkan silahkan."

__ADS_1


Renata hanya diam disana dan manunggu ajakan dari Aidan.


" Ayo Renata,kita langsung berangkat."


" Iya,kamu duluan aja tunggu di mobil,aku mau bicara dulu sama Lucy."


Aidan pun pergi dari sana dan akan menunggu Renata di dalam mobil.


" Cy,ini aku titip mobil.Nanti kalau kamu mau pulang,bawa aja mobil aku ya."


" Tapi Ren,aku takut nanti mobil kamu lecet gimana.Mana mobil kamu mahal lagi,enggak."


" Plis Lucy,soalnya mobil aku gak bakalan aku pakai.Besok aku mau di antar sama dia,dan di jemput sama dia.Kamu juga besok bawa balik mobil aku kesini,atau kamu langsung antar aja ke rumah,ya.Daah,aku pergi dulu."


Renata pun memberikan kunci mobilnya kepada Lucy dan berlalu pergi menyusul Aidan yang sudah menunggunya.


" Eh,Ren Renata!.Aduh dia gimana si,oke deh aku bakalan bawa mobil dia,tapi semoga aja gak ada hal buruk yang terjadi."


Renata memasuki mobil Aidan dan duduk di sebelahnya.


" Kamu serius mau makan malam sama orang tua kamu,malam ini?."


" Iya serius dong,masa main main."


" Siapa tahu aja kan,nanti kamu jangan tinggalin aku ya disana,soalnya aku masih malu sama orang tua kamu."


" Ya aku bakalan masukin kamu ke kandang buaya,sampai kamu habis dimakan sama mereka."


" Aku kan emang buaya,ya masa buaya makan buaya."


Setelah itu Renata memberikan tatapan tajamnya kepada Aidan,Aidan pun langsung meminta maaf kepada Renata.


" Iya maaf,cuman bercanda kok.Pokoknya gak ada kata buaya dalam perasaan aku,aku tetap aku yang akan selalu mencintai kamu."


Aidan pun berhasil mengembalikan senyuman Renata,sepanjang jalan menuju restoran,Aidan dan Renata tidak berhenti tersenyum,pasangan yang sedang di mabuk cinta itu sangatlah humoris dan romantis.


Aidan pun memarkirkan mobilnya di halaman restoran.


" Ayo,kita masuk."


" Kamu duluan."


" Kenapa aku?,kamu duluan deh."


Aidan sengaja memyuruh Renata untuk masuk lebih dulu.

__ADS_1


" Enggak aku gak mau,yaudah ni aku balik lagi."


Renata pura pura berjalan menuju trotoar untuk mencari taxi dan membawanya pulang,namun sebelum itu,Aidan berhasil kembali membawa Renata.


" Iya iya,aku duluan yang masuk,tapi kamu ikutin ya jangan kabur."


Mereka pun berjalan beriringan masuk ke dalam restoran,saat sudah sampai di dalam Aidan melihat kesana kemari,berusaha mencari keberadaan orang tuanya.


" Ayo,lewat sini."


Mereka kembali berjalan menuju tempat dimana orang tuanya sedang menunggu mereka.


" Assalamu'alaikum,ma pa."


Saat tiba disana,Aidan mengecup kedua tangan orang tuanya begitu pun Renata,dia juga mengecup tangan kedua orang tua Aidan.


" Renata,duduk nak."


Renata duduk di samping ibunya Aidan,sedangkan Aidan duduk di samping ayahnya.


Renata sangat malu bertemu dengan ibunya Aidan yang memakai jilbab,sedangkan dirinya hanya memakai rok selutut dan juga rambut yang terlihat oleh semua orang.


" Renata,ternyata kamu anak yang cantik.Papa sering lihat kamu di handphone Aidan,dan sekarang kita bertemu bertatap muka ya."


Renata hanya memberika senyuman kepada papa Aidan,dia tidak tahu harus melakukan apa untuk posisinya yang sekarang.


" Iya nak,ternyata kamu baik dan juga cantik.Aidan sangat pandai untuk memilih pasangannya."


" Tante bisa aja."


Aidan tidak berhenti menatap Renata,yang tampil cantik di malam hari ini.Dia tidak menyangka,ternyata orang tuanya begitu menyukainya.Ya,walaupun Renata tidak berhijab.Tapi Aidan janji akan membuat Renata memakai hijab.


" Kamu sekarang kerja apa,nak?."


" Alhamdulillah,sekarang aku kerja sebagai model di salah satu perusahaan fashion."


" Oh,udah lama?."


" Mmm,,lumayan si om.Udah ada satu tahun lebih."


" Udah lama kalau begitu ya,semoga aja kamu bisa bekerja dengan baik,dan juga bisa menjadi kebanggaan dari perusahaan itu sendiri."


" Aamiin,allahumma aamiin."


Lalu setelah itu,Renata dan Aidan banyak mengobrol dengan orang tuanya,saking asyiknya mengobrol mereka pun sampai melupakan makanan yang telah mereka pesan,mereka hanya menyajikannya disana tanpa di makan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2