
Jangan lupa mampir ya Kakak di tulisan terbarunya mima ah, kalau bisa sekalian dikasih hadiah dan juga votenya yang banyak sebab mungkin begitu karya ini bakalan lebih menanjak lagi.
Kamila sebenarnya tahu kenapa sampai Angga belum bergerak sedikitpun untuk keluar dari ruangannya tersebut karena memang pria itu menunggu, sudah secara langsung meminta tolong kepada Kamila jadi otomatis dirinya ingin agar wanita itu bisa membantunya karena Takutnya nanti Heru bakalan malu karena Angga terkesan seperti membangkang.
Wanita itu sengaja mengulur waktu kalau memang Angga benar-benar berniat minta tolong kepadanya ya Otomatis pria itu bakalan mengulangi perkataan yang sama, tetapi jika hanya ingin mengerjainya saja ya maka pria itu bakalan memilih untuk diam dan melihat semua kesibukan yang sedang Kamila lakukan saat ini.
Angga yang merasa gusar karena tadi diabaikan oleh Kamila langsung memilih untuk mematikan layar komputer yang sedang membuat fokus Kamila teralihkan itu, lalu segera menarik tangan wanita itu membuat kami lelah langsung mencubit gemas lengan Angga yang sedang dipakai untuk menarik tangannya.
"Kamu itu apaan sih? Sudah tahu kalau aku masih sibuk tetapi masih saja harus datang dan menggangguku, pekerjaan aku tadi itu kalau belum selesai nanti bakalan kena marah sama Pak Heru karena merasa bahwa aku itu tidak becus dalam bekerja! "ujar Kamila Ketus.
"Habisnya kamu dari tadi orang minta tolong kok susah sekali sih malah yang ada terkesan cuek, kalau tidak mau juga ngomong Tetapi kan Kalau tidak mau Alasannya karena apa coba soalnya kan aku minta tolong secara baik-baik? "sahut Angga yang tidak mau kalah tetapi genggaman tangannya bukan semakin melemah malah yang ada semakin kuat membuat Kamila pun sudah tidak ingin lagi berontak karena capek.
"Ya itu semua kan kamu yang salah karena minta tolong di saat yang tidak tepat seperti begini, coba saja kalau kamu sadar kalau aku itu sedang bekerja ya tidak mungkin dong kamu aneh-aneh seperti tadi! "sahut Kamila kesal.
"Sudah lebih baik kamu diam terus lebih baik kamu bantu aku hitung-hitung kamu belajar menjadi seorang istri yang penurut, Lagian Apa susahnya sih menyiapkan kopi untuk calon mertua sendiri nanti kan besok lusa pasti kamu bakalan terus melakukannya kan?"jelas Angga membuat Kamila mendengus kesal.
"Kalau sudah tahu bahwa bakalan punya suami yang seperti kamu lebih baik aku tidak usah menikah sekalian, dan lebih baik jadi perawan tua daripada tiap hari nanti bakalan uji urat terus karena punya suami yang tidak berguna dan juga sukanya selalu mencari masalah dan memancing keributan! "tolak Kamila dengan wajah sinisnya tetapi Angga yakin kalau wanita itu sebenarnya berkata hal tersebut tidak merasa langsung dari dalam hati nurani yang paling dalam.
"kalau dulu mungkin aku masih bodoh jadi tidak tahu cara merayu kamu agar klepek-klepek dengan pesonaku, tetapi untuk sekarang aku yakin kamu pasti tidak akan pernah menolak dengan seorang Angga Bimana!"Angga menjawab perkataan Kamila itu dengan begitu santai seolah tanpa beban sedikitpun.
Kedua manusia itu bahkan tidak sadar jika kini apa yang mereka lakukan telah menjadi bahan tontonan satu perusahaan, untung juga Heru sedang sibuk dengan kliennya kalau tidak entah bagaimana wajah pria itu ketika melihat kelakuan absurd anaknya.
Sesampainya di pantry Kamila mulai menyiapkan minuman untuk Heru dan juga Broto karena dirinya pernah berurusan dengan Broto makanya ia tahu takaran minuman yang pas untuk pria itu, Angga hanya melihat dari sudut ruangan sambil Terkesima melihat kamilah yang begitu cekatan dan sepertinya tidak mengalami kendala sama sekali karena wanita itu selama ini terbiasa dengan urusan dapur.
__ADS_1
"Kalau kamu buat hanya untuk dua orang terus akunya tidak ada dong, Padahal aku kalau pergi melayani mereka Ya otomatis harus punya bagian juga kan? "tanya Angga tidak terima kalau Kamila hanya melayani orang lain sedangkan dirinya di acuhkan.
Kamila mendengus kesal mendengar pertanyaan dari Angga tadi sebab menurutnya pria itu terlalu banyak drama dalam hidupnya, padahal seharusnya ia bisa melakukan seperti yang dilakukan Kamila melihat tutorial yang sudah diberikan oleh wanita itu tadi.
"astaga, manusia seperti kamu ini memang tidak punya rasa terima kasihnya sama sekali loh! Padahal Apa susahnya sih tinggal melihat cara yang aku lakukan Tadi, kenapa pula harus aku yang melakukannya untuk kamu?"ujar Kamila benar-benar diuji kesabarannya oleh Angga padahal tidak tahu kawan pria itu bahwa laporan yang tadi dikerjakan oleh Kamila harus sudah ada di meja Heru sebelum makan siang Tetapi malah pria itu mengganggunya dan tidak peduli sama sekali.
"ya istilahnya kan sekalian daripada capek-capek Mendingan kan kamu langsung buatkan aku hitung-hitungkan seperti yang aku bilang tadi belajar menjadi istri yang baik, orang lain boleh kamu lain sedangkan apa kamu biarkan begitu saja itu namanya sebuah ketidakadilan dan aku sangat tidak menyukainya lebih baik tidak usah kasih ke Papa sama sekali kan?"jelas Angga yang masih tetap kokoh pada pendiriannya membuat Kamila memilih untuk mengalah soalnya pria manja itu kalau sudah lagi ada maunya bakal sangat sulit untuk dirubah pemikirannya padahal dalam keadaan mendesak saat ini.
"Aku sudah menjadi pelajar seperti begini, Jadi besok lusa kamu mau minta tolong apapun aku tidak akan pernah menurutinya lagi!"ujar kamilah dengan tatapan sinisnya.
Para OB yang sudah selesai bekerja dan ingin kembali beristirahat di pantry mendadak hanya berhenti di depan pintu tidak ada yang berani masuk, Sebab di dalam itu sudah ada kehamilah dan juga Angga yang sedang sibuk Kalau Angga hanya menjadi pemerhati sedangkan Kamila menjadi eksekutor.
Kamila yang menyadari jika Sebenarnya ada orang lain yang lebih berhak di ruangan tersebut langsung memilih untuk menyuruh mereka masuk, Lalu setelah itu ya keluar sebelum memberikan instruksi kepada office girl yang ada di situ.
"Kamu tolong bawa minuman ini ke ruangannya Pak Heru dan katakan kalau ini yang menyiapkan merupakan Pak Angga, dan kalau mereka bertanya kira-kira Pak Angga di mana Bilang saja dia lagi di toilet soalnya perutnya Lagi mules!"perintah Kamila yang Bahkan tidak menanyakan dulu tentang apa yang Anda rasakan membuat pria itu langsung mengelus pelan perutnya takutnya jangan sampai apa yang dikatakan kamilah itu bakalan benar menjadikan nyata.
"kamu Terserah mau ke manapun tetapi Intinya jangan pernah menuju ke dalam ruanganku, karena aku sedang sibuk dan benar-benar tidak ingin diganggu dan Awas aja kalau kamu melanggar apa yang aku katakan! "tegas Kamila lalu segera yang ngacir pergi sebab dirinya juga sebenarnya merasa lucu ketika melihat wajah tak percaya milik Angga barusan.
Angga hanya melongo tak percaya ketika mendengar apa yang kamila katakan, Sedangkan para office girl itu hanya senyum-senyum sendiri karena merasa bahwa Angga sedang tidak berkutik di bawah pesonanya Kamila.
Kamila memilih tidak peduli dengan keberadaan Angga sebab menurutnya pria itu sudah besar Jadi bisa dong pergi kemanapun Ia mau, tidak perlu harus kami lah yang menemani sepanjang waktu karena wanita itu juga punya pekerjaan yang tidak bisa ditinggal.
Angga memilih untuk pergi ke ruangan Papanya lebih dulu mengikuti office girl yang sudah membawa minuman tersebut, dirinya yakin pasti banyak pertanyaan di benaknya Heru tetapi yang penting Intinya satu ya sudah melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh Papanya Itu.
Sesampainya di sana ternyata Heru dan juga Broto sudah selesai meeting dan terlihat kedua orang tersebut sedang mengobrol santai, Broto tersenyum ketika melihat kedatangan Angga kembali di ruangan tersebut dirinya sangat menyukai pria itu yang terlihat pembawaannya begitu tenang.
__ADS_1
"Saya suka sama pembawaan kamu Nak! Untung juga kamu sudah punya calon istri, Kalau belum saya bakalan menjodohkan kamu dengan anak gadis Saya di rumah! Bukan karena menyukai harta peninggalan orang tua kamu, tetapi saya ingin kepada seseorang yang tidak pernah berubah pikiran dan saya yakin dia bisa menjaga anak saya dengan baik! "ujar Broto sambil menepuk pelan bahu Angga sedangkan pria itu tidak merasa tersanjung sedikit pun soalnya dirinya mana mau menikah dengan anak dari Broto yang terkenal sangat liar di luar itu.
"Tidak masalah aku tidak punya istri sekalian yang penting intinya Siapa juga mau dengan anaknya anda Bapak Broto yang terhormat, karena anak anda itu sangat liar dan Saya takut dengan orang yang seperti itu?" Ujar Angga dalam hati.
"Sudahlah kamu Jangan tergoda dengan apa yang tadi saya katakan karena itu hanya sekedar bercanda saja, mana ada niat saya untuk menggoda kamu dan memberikan kepada anak saya yang jelas-jelas kepala sakit kalau menyebut soal mereka!" Jelas Broto yang sebenarnya sedikit lucu ketika melihat wajah Angga yang bergidik ngeri Seperti itu.
Angga akhirnya hanya bisa tertawa sambil memasang wajah tidak enak hatinya karena mungkin tadi Broto sedang menyadari perubahan wajahnya, maka dari itu ia bisa bersikap Bagaimana soalnya itu merupakan respon kaget yang secara tiba-tiba.
"Dia itu ibaratnya sudah seperti amplop dan juga perangko dengan Kamila, jadi biarpun kita mau mengalihkan perhatiannya ke arah mana pun tidak akan pernah terpesona. Bahkan baru-baru itu lebih parah nya lagi, sempat minggat ke luar negeri hanya karena tahu bahwa Kamila akan menikah dengan orang lain. Ternyata syukur juga pernikahan itu gagal dan akhirnya dia kembali!" jelas Heru sambil tersenyum mengejek ke arah Angga.
Angga hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal karena ternyata apa yang dikatakan oleh Papanya itu memang tidak ada salahnya sama sekali, sebab memang dirinya sudah bisa dibilang seperti orang yang tidak bisa move on dari pesonanya Kamila.
"Ya begitulah namanya anak muda yang bisa dibilang soal jodohnya tidak diatur oleh orang tua, karena memang harus seperti begitu karena kita dulu juga tidak mungkin dong mau diatur?"Broto memang hidupnya di zaman dulu tetapi pemahamannya tentang masa depan anak-anak tidak pernah sepenuh kolot sebab menurutnya sekarang bukan zamannya Siti Nurbaya segala sesuatu soal urusan jodoh anaknya orang tua yang harus mengaturnya.
Entah zaman Siti Nurbaya itu benar adanya atau tidak atau mungkin hanya sekedar yang namanya hiburan semata tetapi menjadi tolak ukur maka tidak masalah, maka dari itu anak-anak zaman sekarang tidak akan pernah mau jika pernikahan itu dipaksa karena mereka sudah melihat secara langsung bukti nyatanya karena menyatukan dua kepribadian dalam sebuah hubungan itu sungguh sangat-sangat sulit.
Kamila Kini lebih fokus dengan berkas yang ada di hadapannya tidak ingin memikirkan soal Angga karena menurutnya pria itu sudah besar dan ini juga merupakan perusahaannya, yang mesti ia pikirkan yaitu dirinya sendiri yang harus bekerja keras untuk bisa membeli 1 liter beras agar besok tidak kelaparan
Menikah dengan pria itu mungkin harus ia lakukan karena mengingat Tidak ada orang lain yang mengerti seperti Angga mengerti akan keadaannya, namun dirinya hanya ingin menjalani yang seperti begini dulu kalau memang nanti setelahnya mereka berdua memang nyambung maka tidak ada salahnya kan kalau menikah.
Kata orang pacaran setelah menikah itu rasanya lebih maknyus karena segala macam kejadian tak terduga bakalan terjadi saat itu juga yang penting intinya pribadi tersebut mau bersiap untuk menerima segala kekurangan atau tidak, karena jika kekurangan pasangannya tiba-tiba muncul dan ia merasa tidak siap maka bisa dipastikan pernikahan itu bakalan hanya seumur jagung tidak akan pernah bertahan lama.
"Ya sudah karena pembahasan kita sudah selesai maka Izinkan saya untuk pamit undur diri sebentar karena kebetulan karena saya masih ada urusan di luar yang tidak bisa ditinggalkan, semoga kerjasama kedua perusahaan ini bisa terjalin sampai selama-lamanya sampai di anak cucu kita mendatang dan juga kita bisa membantu perekonomian setiap orang yang bekerja di dalam proyek yang sedang kita jalani! "ujar Broto lalu menjabat tangan Heru karena pria itu harus pamit undur diri sebab sudah hampir setengah hari ia berada di dalam kantornya Heru.
"Benar sekali Pak Broto dan juga terima kasih atas kepercayaannya menjalin kerjasama dengan perusahaan kami, kami berjanji tidak akan pernah membuat Anda kecewa dengan sudah menyetujui kerjasama ini!" Sahut Heru.
__ADS_1
"Anak muda saya pamit ya, Ingat jangan lupa ya kalau besok lusa mau meresmikan hubungan kamu dengan Kamila harus undang-undang saya juga. Sebab saya juga ingin melihat bagaimana penerus dari Abimana grup menikah dengan wanita yang bisa dibilang memiliki kelebihan dari segala-galanya, karena kalau sampai kamu bisa menikahinya maka saya pastikan kalau perjuangan kamu selama ini ternyata memang penuh dengan ketulusan dan juga tidak ada yang namanya dipaksa ataupun melakukannya dengan secara setengah-setengah!" Broto memberikan semangat untuk Angga.