
Kamila ingin sekali meneriaki pria yang ada di hadapannya kini karena sudah membuat dirinya seperti wanita yang tidak ada harga dirinya sama sekali, padahal Apa susahnya sih tinggal mengatakan kepadanya untuk memperkenalkan diri bukan malah bengong dan fokus kepada berkas yang entah isinya apa Kamila pun tidak tahu.
Hanya saja karena dirinya memerlukan pekerjaan itu mau tidak mau sedikit menurunkan egonya padahal itu bukan merupakan kebiasaannya selama ini, hanya saja lebih baik bersabar daripada ngotot Padahal kita yang membutuhkan orang tersebut Bukankah mengalah itu lebih baik?
"Maafkan saya pak soalnya tadi saya kurang peka dengan kemauan anda!"ujar Kamila Berusaha tetap menjaga intonasi nada bicaranya takut sedikit meninggi pasti bakalan runyam.
"Nah itu bagus kamu tahu Apa kesalahan kamu, Lain kali itu jangan membiarkan orang lain menunggu karena di dunia ini bukan hanya mengurusi kamu saja!"ujar pria itu terlihat begitu santai bahkan seolah-olah perbuatannya itu selalu benar dan Kamila di sini yang selalu salah.
"Ya sudah kalau begitu Apa saya harus memperkenalkan diri saya sekarang atau kapan, biar maksudnya apa sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh anda atau tidak?"tanya Kamila dengan wajah bingungnya.
"kalau kamu mau kerjanya tahun depan Ya sudah kamu perkenalkan diri kamu tahun depan saja, soalnya saya yakin pasti besok atau lusa ada orang yang bakalan mengajukan lamaran pekerjaan di tempat ini!"ujar Arlan ambigu membuat kamilah mengerutkan keningnya karena tidak paham.
"Maksudnya apa ya pak?"Entah mengapa Kamila yang terkenal begitu pintar dan juga selalu cepat tanggap mendadak dibuat jadi lemot ketika berhadapan dengan Arlan.
mendengar pertanyaan kamilah yang seolah tidak paham sama sekali Arlan hanya bisa mendengus kesal, sebab waktunya sudah terbuang percuma Karena meladeni Wanita Yang sepertinya isi otaknya itu hanya sebesar biji sesawi.
kalau sudah begini ya mau tidak mau sebentar meetingnya bersama Kelayan bakalan sedikit tertunda karena harus menghadapi wanita yang pola pikirnya sempit seperti kamilah itu, mau mengusirnya juga kan tidak mungkin sebab dirinya juga tadi yang sendiri sudah mengatakan untuk mengizinkan wanita itu datang ke dalam ruangannya.
Kamila kali ini berada dalam posisi yang serba salah ingin mau berbicara memperkenalkan dirinya tetapi belum ada kata lanjutan dari Arlan, Terus mau berdiri bengong saja rasa-rasanya dirinya bukan patung hidup yang hanya bisa melihat tanpa bisa berkata dan juga bergerak.
ingin pamit keluar segera tetapi belum disuruh dan juga nasib masa depannya sedang dipertaruhkan, ingin mengajak berbicara lebih dulu sekarang pertanyaannya bahan pembicaraannya apa?
sedangkan Arlan masih memasang tatapan cueknya seolah tidak peduli jika Sebenarnya ada orang lain juga yang ada di ruangannya itu, karena menurutnya yang membutuhkan pekerjaan itu Kamila jadi otomatis yang lebih agresif dan juga lebih tidak punya rasa malu ya wanita itu.
namun pertanyaannya jika keduanya sama-sama diam pembahasan mereka berdua bakalan tidak akan pernah kelar, dan otomatis biarpun sampai kantor itu tutup mereka akan terpaku di satu tempat karena masalah keduanya belum kelar.
"Oke kami lah tidak masalah kali ini sedikit menjatuhkan harga dirimu sebagai seorang wanita, soalnya sepertinya direktur kutub utara bertemu dengan Selatan itu orangnya sedikit malas berbicara mungkin Anggap saja dia lagi sedang sariawan! "batin Kamila mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri.
"Ekhemm, Apa saya boleh mulai perkenalan diri saya?"tanya Kamila secara perlahan.
__ADS_1
"Kamu itu sebenarnya sadar tidak Kalau saya itu sedang menunggu perkenalan diri kamu dari sejam yang lalu, hanya kamunya saja yang memang mungkin isi otak kamu itu Sedangkan jari saya jadi otomatis tidak paham dengan kode yang saya berikan tadi!"ujar pria itu sinis tetapi Kamila masih mencoba untuk bersabar.
karena Bukankah Orang sabar itu disayang Tuhan dan juga orang sabar itu bakalan menjadi subur hidupnya tidak bakalan terbengkalai, Biarkanlah si Arlan mau berbicara apa Anggap saja pria itu adalah si kutub yang setiap kali berbicara keluar kristal-kristal es yang begitu dingin.
"baik Perkenalkan nama saya Kamila Andini, Saya pernah bekerja di perusahaan Bimana Group! tetapi karena ada satu dan lain hal maka dari itu saya memutuskan untuk pindah ke kota ini, dan juga memutuskan untuk mencoba peruntungan melamar di tempat ini tanpa Membawa Apapun dan juga tanpa Membawa surat perintah dari kantor pusat karena saya mengundurkan diri bukan dimutasi!"jelas Kamila seperlunya karena menurutnya jika harus membahas masalah pribadinya itu bukan merupakan waktu dan tempat yang pas dan juga tidak ada untungnya.
"Sabar tunggu siapa nama kamu tadi, Kamila Andini?"tanya Arlan lagi untuk memastikan Apakah pendengarannya masih berfungsi dengan benar atau tidak.
"Ah iya benar sekali Pak Mungkin karena Nama saya itu pasaran Jadi mungkin orang lain juga punya nama yang serupa seperti itu, hanya saja Bapak bisa memanggil saya Mila atau apapun yang terserah senyamannya bapak saja!"Jelas Kamila penuh percaya diri padahal Arlan sebenarnya merasa tidak asing dengan nama tersebut.
"kamu kan Kamila sahabat dekatnya Angga anaknya dari keluarga Nugraha, Kita pernah bertemu beberapa kali Apa kamu tidak pernah mengenal saya?" tanya Arlan membuat Kamila mengerutkan keningnya karena memang dirinya tidak pernah bertemu orang lain selain dari Angga.
"Sepertinya kita tidak pernah bertemu pak soalnya hidup saya itu hanya terpaku pada pekerjaan dan juga Angga serta Mas Ar....
hampir saja Kamila menyebutkan nama pria yang ingin dilupakannya yang merupakan orang yang sudah menimbulkan rasa sakit yang begitu di dalam hatinya, pria yang sengaja ia hindari yang ingin dilupakannya karena ternyata hati pria itu ternyata bukan untuknya karena cintanya sudah terbagi.
kkalau terbagi untuk orang lain ya mungkin masih bisa kami pikirkan tetapi ini adalah kakaknya sendiri, karena menurut Kamila bersaing dengan keluarga sendiri itu merupakan hal yang sangat memalukan seolah tidak ada pria lain lagi di dunia ini.
Padahal selama ini dirinya tidak pernah melupakan sosok wanita cantik yang ada di hadapannya itu, raut wajah kecewa begitu terlihat jelas tetapi tidak ingin dirinya Tunjukkan karena menurutnya hari pertama baru bertemu dengan Kamila saja dirinya sudah memberikan kesan yang begitu buruk.
"saya jujur memang tidak ingat Jadi kalau dipaksa mengingatnya pun kayaknya susah deh, jadi mau dipaksa bagaimanapun mau mencoba untuk mengingatnya secara apapun kayaknya sulit!"sahut Kamila yang malas ketika dipaksa harus mengingat sosok yang tidak dikenalnya dan juga dirinya sedang tidak ingin yang namanya mencoba mengingat pria-pria yang hanya tahunya membuat wanita Patah Hati.
"tapi saya memaksa kamu untuk mengingatnya jadi mau atau tidak otomatis kamu harus mencoba untuk ingat, saya bakalan tunggu kamu di sini sampai kamu berusaha mengingatnya dan Tolong kamu duduk di sofa yang ada di situ soalnya sepertinya dari tadi tidak terlihat oleh kamu sampai-sampai tidak mau digunakan!"kekeuh Arlan padahal Kamila sendiri yang menolak untuk mengingat pria itu karena menurut wanita itu tidak ada kepentingan sama sekali mengingat orang asing.
sedangkan orang yang selalu diingatnya siang dan malam saja tidak pernah mengingat dirinya sampai segitunya, Jadi untuk apa melakukan hal yang hanya membuang tenaga dan pikiran tetapi tidak menghasilkan apapun untuk membuat perut kenyang.
"Pak Permisi Pak saya datang ke sini itu untuk melamar pekerjaan bukan disuruh untuk mengerjakan tugas yang seperti Bapak berikan tadi, dan satu lagi tolong saya ini orangnya daya ingatnya memang cukup bagus tetapi untuk hal-hal tertentu saja dan kalau hal itu yang saya rasa tidak penting ya makanya saya tetap tidak akan pernah mau!"jelas kamila yang terlihat begitu Jengah dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Arlan tadi.
"Jadi ceritanya kamu menolak mengingat saya? Ya sudah baiklah mulai besok kamu merupakan sekretaris saya, dan ingat Saya tidak mau kamu datang terlambat atau pun bermanis-manis manja akibat merasa diri seperti orang yang spesial!"tegas Arlan lalu kembali fokus pada berkas yang ada di hadapannya padahal sebenarnya hati pria itu sangat dongkol ketika meminta sebuah permintaan yang mudah tetapi tidak dikabulkan.
__ADS_1
rasa kecewa itu pasti ada ketika dia yang selama ini kita hindari ternyata sudah berada di hadapan kita, Dia yang selama ini kita jauhi karena takut orang terdekat kita bakalan terluka kini malah datang dan berdiri tepat di hadapannya meminta pekerjaan.
memang ya akui jika perusahaan itu bukan miliknya melainkan milik pamannya, yaitu Heru Abimana yang merupakan ayah dari Angga Abimana.
"kalau begitu Apa boleh saya pulang dulu nanti besok saya janji bakalan on time tidak akan ada namanya kata telat dalam hidup saya, dan juga terima kasih banyak Ternyata anda tidak mempersulitkan saya seperti yang dikatakan oleh Sarah dan juga Dina tadi!"Arlan mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Kamila barusan.
"Memangnya Sarah dan juga Dina berbicara apa ke kamu, kamu jangan pernah mendengarkan gosip yang tidak tidak tentang saya ya karena saya pastikan kamu bakalan langsung pulang di saat hari pertama kamu bekerja!"kamilah mengerutkan keningnya ketika merasa aneh dengan ancamannya Arlan barusan seolah pria itu tidak menyukai dirinya tetapi masih tetap ingin Ia ada di sampingnya.
"Ya tapi kan saya hanya menyampaikan apa yang mereka katakan tetapi mereka juga tidak ngomong sampai yang berlebihan kok hanya batas wajarnya saja, Jadi anda tenang saja karena harga diri anda itu masih aman terkendali dan tidak tergerus oleh apapun itu! "sebenarnya Kamila itu antara sadar atau tidak jika apa yang ia katakan itu bakal menimbulkan banyak pertanda tanya yang begitu dalam di dalam benaknya Arlan kini.
"Maksud kamu batas wajar itu apa, apa Kamu sengaja ingin mempermainkan saya dengan mengatakan hal yang tidak-tidak?"kali ini terlihat nada bicara Arlan sungguh tidak bersahabat membuat Kamila merutuki kebodohannya karena keceplosan berbicara sesuatu hal yang sangat tidak penting.
"Permisi Pak saya pulang dulu soalnya sepertinya masakan saya gosong karena tadi saya lupa saat datang ke sini lupa mematikan kompor, nanti pembahasannya besok baru dilanjutkan lagi ya Soalnya ada masalah yang lebih darurat daripada masalah yang sekarang! "sungguh alasan yang diberikan oleh Kamila itu sangat tidak masuk akal.
"dia sudah 2 jam lebih berada di sini masa baru ingat kalau lupa mematikan kompor, apa dia sengaja menghindariku karena takut nanti bakalan aku marahi ? "tanya Arlan sambil tersenyum karena ternyata dari dulu sampai sekarang tingkah konyol Kamila itu masih selalu ada.
"aku menjauh kiranya mungkin kita tidak bakalan bertemu lagi dan aku bisa mendapatkan penggantimu tapi ternyata aku salah, karena Sejauh apapun aku pergi ternyata nanti pasti bakalan bertemu lagi dengan kamu dengan sesuatu hal dan tempat yang tidak pernah kita duga sebelumnya! "lirih Arlan yang masih memantau Kamila lewat CCTV yang berada di ruangannya itu.
Arlan Abimana, merupakan sepupu dari Angga Abimana yang notabene adalah sahabatnya Kamila. pria itu dulu tinggal bersama dengan Angga dan kedua orang tuanya karena orang tua Arlan sudah meninggal dunia, maka dari itu ketika melihat Kamila yang selalu datang berkunjung bersama dengan Angga membuat dirinya ada perasaan lebih.
akan tetapi sayang sekali ketika dirinya mempunyai perasaan yang berbeda Angga pun merasakan hal yang sama terhadap Kamila, tidak ingin menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih maka dari itu Arlan memilih menghindar karena merasa bahwa Angga lebih pantas berada di samping Kamila.
sudah 5 tahun lebih pria itu berada di kota tersebut sampai-sampai tidak mengetahui bagaimana kelanjutan hubungan Angga dan Kamila, soalnya selama ini dirinya tidak pernah menanyakan apapun kepada Angga dan juga kepada Heru yang sekali-sekali pasti datang berkunjung ke tempat itu.
karena menurutnya apa yang sudah ia lepaskan tidak mungkin ia rengkuh kembali sebab belum tentu selama ia melepaskan orang tersebut bakalan tetap berada di tempat, dirinya yakin jika wanita secantik Kamila tidak mungkin memiliki kekasih mengingat beribu banyak pria di luaran sana yang sangat mengagumi dirinya Sama halnya dengan Arlan.
tadi ketika dirinya ditelepon resepsionis Sebenarnya ya sempat melihat sosok yang dikenal sebelum dirinya masuk ke dalam kantor setelah jam makan siang, hanya saja mungkin dan dananya terlalu beda dengan yang dulu sebab dulu itu Kamila masih anak kuliahan sedangkan sekarang dirinya merupakan wanita pekerja kantoran.
Hanya Satu Yang Pasti yang tidak pernah lepas dari benaknya Arlan yaitu sikap Kamila tidak pernah berubah, tidak pernah mau ditindas dan juga selalu mengutarakan apa yang ia pikirkan tanpa merasa canggung ataupun takut.
__ADS_1
sungguh wanita seperti begitu pantas untuk diperjuangkan tetapi jika orang tersebut tidak pernah terikat harus membalas Budi kepada orang lain, lain ceritanya dengan Arlan yang tidak berani menggapai Kamila karena dirinya tidak ingin membuat Angga dan kedua orang tuanya kecewa karena sudah membesarkan anak yang tidak tahu diri sepertinya.