
pria mana yang tidak bakalan kesemsem ketika dipuji seperti yang dikatakan oleh Ayla kepadanya itu, sampai-sampai membuat Bima lupa akan kewajibannya kepada istri sahnya yang ada di rumah sedang menunggu dirinya pulang untuk mendengarkan kabar yang terbaru.
Bima layaknya ABG yang baru merasakan yang namanya jatuh cinta sampai-sampai cinta yang pernah ia rasakan dulu sudah hilang lenyap begitu saja digantikan yang baru, apalagi Ayla yang selalu memberi kenyamanan kepadanya membuat pria itu benar-benar sudah lupa segala-galanya semoga saja hidupnya pun ia tidak lupa sampai-sampai bernafas pun masih bisa sempat-sempatnya.
Ayla memang sengaja melakukan semua itu agar nantinya Bima tidak akan pernah berpaling darinya, bukan karena ia merasa Cinta mati dengan pria itu hanya saja dirinya ingin melakukan sesuatu secara pelan agar Bima percaya kepadanya dulu barulah setelah itu membuat pria itu kaget setengah Mau mampus.
"kamu itu kalau bicara selalu saja membuat aku melayang loh dan aku sangat menyukainya karena kamu wanita yang pengertian tidak membuat aku monoton dan jenuh, aku janji Setelah semuanya beres akan mengumumkan hubungan kita dan meninggalkan wanita ular itu yang selama ini sudah memanfaatkan apa saja. "jelas Bima membuat Ayla hanya bisa tertawa dalam hati soalnya kan pria itu sendiri yang melakukannya bukan dirinya yang memaksa.
Ayla hari ini ingin mengumumkan kepada dunia bahwa sebenarnya pria yang menyandang nama keluarga Nugraha Tetapi hanya merupakan anak angkat ini merupakan orang yang tidak pantas untuk hidup di dunia karena hanya mempermalukan keluarga Nugraha yang jelas-jelas keluarga yang memiliki Attitude yang sangat bagus dan tidak mudah menindas orang yang lemah.
Namun Ayla harus bisa bersabar karena semua ini butuh proses untuk membongkar aib Bima dan juga Cynthia, karena tidak mungkin kedua manusia itu mengakui semua kejahatan yang pernah mereka lakukan sebab yang ada pasti mereka bakalan menyembunyikannya secara rapat.
Tidak masalah harus bersabar lagi karena menunggu berpuluh tahun saja dirinya bisa masa sekarang hanya tinggal hitungan bulan saja ya Harus tidak sabar, jadi untuk sekarang biarlah dirinya berpura-pura manis sebab dengan begitu Bima bakalan semakin percaya jika memang dirinya tulus mencintai pria tua bangka itu.
"Oh iya Mas, Kenapa tadi tidak pulang ke rumahnya istri kamu itu saja Soalnya takutnya dia nantinya bakalan curiga? Kan setelah kamu bertemu dengan dia kamu bisa langsung ke sini dengan alasan apapun itulah, tetapi untuk sekarang sepertinya Nanti dia bakalan tanya-tanya kepada teman kantornya kamu ataupun sebagainya kan bisa repot urusannya!"Ayla memang sengaja ingin mengusir Bima agar dirinya bisa mengatur strategi dengan Bramantyo.
Bima menghela nafasnya kasar ketika mendengar pertanyaan dari Ayla barusan, dirinya Bukannya tidak ingin pergi ke rumahnya yang sekarang ditempati oleh Cynthia dan juga Ardila melainkan dirinya belum siap harus setiap hari bertengkar dengan istrinya itu.
Bagaimana tidak setiap kali mereka bertemu tidak pernah luput yang namanya tidak terjadi perkelahian ataupun pertengkaran pasti bakalan harus terjadi, entah dirinya yang memulai lebih dulu atau Cynthia yang melakukannya terlebih dahulu dan setelah begitu tidak ada yang mau mengalah.
Belum lagi dengan keadaan Ardila saat ini yang benar-benar membuat dirinya muak Karena Wanita itu memerlukan biaya besar untuk kesembuhannya, sedangkan dirinya jelas-jelas masih berusaha untuk bisa mendapatkan uang Jadi tidak mungkin harus mengurus semuanya tentang Ardila.
Kalau dirinya merupakan pria bebas Ya tidak masalah tetapi tanggung jawabnya itu sangat besar terhadap ribuan karyawan perusahaan kemudian rumah tangganya sendiri, Lalu setelah itu harus memikirkan siang malam Bagaimana jika sampai anggota keluarga Nugraha yang lain tahu tentang apa yang dirinya dan Sintia lakukan waktu dulu.
__ADS_1
"Untuk sekarang Tolong jangan bosan-bosan untuk menerima aku karena aku memang benar-benar sedang tidak ingin kembali ke rumah itu, Tetapi kalau memang kamu ada urusan di luar ya sudah pergi saja aku tidak masalah sendirian di sini soalnya memang aku benar-benar butuh istirahat dan juga butuh kehangatan dari kamu!"jelas Bima membuat Ayla hanya bisa memaksakan senyuman di wajahnya.
"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat saja ya soalnya aku harus pergi mengecek restoran karena tadi ada sedikit kendala, sebenarnya tidak enak hati juga sih harus meninggalkan kamu sendirian di sini tetapi mau bagaimana lagi tidak mungkin dong aku harus tinggalkan karyawanku yang mengurus semuanya sendirian? "tanya Ayla membuat Bima mengusap pelan rambut hitam legam milik wanita itu yang senyumannya sangat meneduh kan membuat siapa saja yang berada di dekatnya pasti bakalan merasa lebih aman dan juga nyaman.
"aku tidak masalah kok soalnya Jangan karena kehadiranku Semua usaha yang kamu Rintis menjadi gagal, sudah cukup Usaha apa saja yang gagal jangan kamu lagi karena dengan apa yang kamu punya Mungkin kita bisa bertahan hidup sampai semuanya kembali normal. "ujar Bima membuat Ayla sedikit meringis soalnya enak sekali pria itu mengatakan bahwa ingin menumpang hidup kepadanya tetapi secara tidak langsung.
"Enak saja dia ngomong mau pakai uang restoranku untuk biaya hidup dan juga buat makan agar perut besarnya itu bisa meledak, orang waktu dia makan uang perusahaan keluargaku saja aku tidak Kebagian satu peserpun terus bisnis yang aku bangun bersama Bramantyo harus dia juga rasa? "maki Ayla dalam hati.
Ayla Sebenarnya bukan pergi mengecek restoran melainkan dirinya ada janji ketemuan bersama dengan Bramantyo, karena mereka berdua memang harus mengatur strategi ke depannya seperti apa supaya bisa menghadapi kekolotan Bima itu dan juga kepekaan Axel.
Keduanya kebetulan berjanji untuk ketemu di restoran milik Ayla saja agar orang lain tidak curiga dan menimbulkan persepsi buruk, karena kalau ketemu di restoran Ayla di otomatis pikiran orang bahwa mereka memang membahas pekerjaan tidak ada membalas soal lain.
"Wah wajah kamu kayaknya makin berseri setelah bertemu dengan kekasih kamu sekarang, ternyata tua-tua keladi itu masih berlaku ya Soalnya terbuktinya ada di kamu?" ledek Bramantyo membuat Ayla mendengus kesal.
"kamu lebih baik diam saja deh! Apa kamu tidak tahu kalau aku itu benar-benar tersiksa jika terus berdekatan dengan pria itu, belum lagi tingkat kepucinannya itu loh bikin aku kadang-kadang risih Masa iya tiap saat harus dipegang sana dielus sini di embat itu!"sungut Ayla kesal tetapi mau bagaimana lagi itulah risiko yang ia ambil ketika pertama kali mengambil keputusan hanya ketika mulai menjalaninya terasa itu lebih berat daripada yang ia pikirkan.
"Tidak perlu kamu Ingatkan lagi karena aku juga sudah tahu tetapi kalau mengeluh sekali-kali kan tidak masalah kecuali setiap saat, jadi yang harus kamu lakukan yaitu mendengarnya saja tidak usah banyak berkomentar ataupun tambah bikin aku pusing! "perintah Ayla membuat Bramantyo terkekeh geli.
Ayla Andini nama yang selalu ia ingat dan tidak pernah Ia lupakan Karena terakhir dari namanya itu diberikannya kepada kedua putrinya, namun kedua putrinya itu tidak pernah merasakan kasih sayangnya karena dirinya yang harus dengan sengaja memisahkan mereka.
Putri pertamanya harus ia tinggalkan di depan panti asuhan ketika masih berumur 2 bulan sebab waktu itu bisnis suaminya sedang Jaya, lalu orang-orang yang sangat membencinya mencoba ingin menculik putrinya maka dari itu mereka mengambil keputusan dengan membiarkan Putri pertama mereka itu menjadi orang asing dulu agar tidak diganggu oleh siapapun.
Ketika suasana sedang tidak kondusif Ayla malah hamil anak kedua tanpa dirinya sadari dan sudah setahun lebih dirinya meninggalkan putrinya di panti tersebut, walau hanya bisa dilihatnya dari jauh tetapi Percayalah Wanita itu sungguh sangat-sangat menyesal tetapi Biar bagaimanapun nyawa anaknya itu lebih aman di Panti Asuhan daripada dibandingkan Bersama dengan mereka.
__ADS_1
Akan tetapi ternyata yang selama ini mereka tidak ketahui yaitu orang yang sangat membenci mereka adalah keluarga terdekat mereka sendiri, sampai-sampai nyawa anak kedua mereka bahkan nyaris melayang jika suaminya tidak menolak atau mendorong putrinya itu dari mobil.
Ayla pasrah ketika mobil tersebut jatuh ke dalam jurang yang penting intinya kedua anaknya bisa selamat dan biarlah dirinya pergi bersama sang suami yang penting intinya mereka tidak pernah terpisahkan, Namun ternyata sebelum mobil itu sampai ke dasar jurang suaminya sudah mendorong tubuhnya hingga jatuh tepat di sebuah batu dan tubuhnya tersangkut sehingga ditemukan oleh Bramantyo yang kebetulan hari itu sedang travelling seperti kebiasaannya selama ini.
Karena wajahnya yang hancur akibat terbentur batu tersebut membuat Bramantyo memilih untuk mengoperasi plastik wajah Ayla, Tetapi wanita itu menginginkan agar jangan memperbaiki wajahnya melainkan menggantinya dengan wajah orang lain.
Maka dari itu ketika Ayla pertama kali bertemu dengan Bima pria itu tidak mengenalinya sama sekali, dan dengan begitu dirinya bisa dengan mudah menyusup masuk ke dalam rumah tangga pria itu agar menjadi hancur berantakan seperti saat ini.
"Oh iya aku hampir lupa selama kalian bersama dia sudah pernah bermain dengan kamu atau belum, ya bermain dalam arti dewasa lah kamu pasti paham Maksudku kan jadi tidak perlu harus aku jelaskan lagi! "Bramantyo begitu penasaran kira-kira wanita yang ia selamatkan ini bisa menjaga diri dengan baik atau tidak Soalnya biar bagaimanapun pria itu tidak ingin menanggung resiko akibat keteledorannya sendiri.
Ayla menghela nafasnya kasar sebab wanita itu tidak pandai berbohong Tetapi kalau pandai mempermainkan Bima itu merupakan keahliannya, wajahnya yang tadi sendu berubah menjadi begitu antusias jika berbicara soal kebodohan yang di lakukan Bima selama ini.
"Kamu tahu tidak setiap kali dia mengajakku begituan Ya sudah aku mau mau saja, setelah itu kami sampai di kamar aku selalu menyuruhnya matikan lampu dan setelah itu kami tidur! "penjelasan Ayla itu sebenarnya sangat tidak masuk akal membuat Bramantyo mengerutkan keningnya karena merasa bahwa wanita ini menganggap apa yang ia katakan itu santai saja padahal sebenarnya bisa menjadi bumerang yang balik menyerangnya.
"Maksud kamu kalian tidur setelah melakukan itu ? "tanya Bramantyo sambil mendekatkan kedua tangannya seolah memberi isyarat.
"Ya tidurlah orang dianya saja sudah teler soalnya setiap kali dia memberikan kode hal tersebut, Aku sengaja menyuruhnya meminum kopi yang sudah aku taruh obat tidur dosis tinggi. Masa iya aku mau begituan sama orang yang lagi tidur kan tidak mungkin ya lebih baik aku juga ikutan tidur, tetapi aku membuka semua pakaiannya ya Meskipun aku berdosa sih Sedikit melihat benda Portugis miliknya itu agar besok pagi dia tidak curiga! "jelas Ayla yang begitu santai.
Bramantyo hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar penjelasan dari Ayla tadi sebab jujur selama ini ia tidak pernah terpikirkan sampai ke arah situ, ternyata antisipasi yang dilakukan Ayla itu memang tepat sasaran dan hal ini membuat dirinya bisa sedikit tersenyum lega karena tidak merasa khawatir.
"Baguslah kalau kamu bisa sedikit pintar tidak seperti biasanya apa-apa itu harus dibilang kalau tidak kamu tidak akan pernah bisa memikirkan sendiri, tetapi untuk kali ini aku salut sama semua yang kamu lakukan hanya saja besok lusa lebih waspada lagi jangan sampai pria itu menyadari selama ini kamu hanya berbohong kepadanya! "jelas Bramantyo yang tidak ingin kalau sampai keteledoran Ayla bakal membuat wanita itu sendiri yang kewalahan nantinya.
"Oh iya gimana tadi Saat ketemu sama dia? Aku yakin dia pasti bakalan begitu bahagia karena akhirnya masalahnya bisa terselesaikan, dasar pria tidak berguna kalau melakukan kejahatan cepat sekali Coba kalau untuk melakukan kebaikan demi membantu kehidupan para pegawainya akan sangat sulit untuk diandalkan! "sungut Ayla karena memang begitulah talenta yang dimiliki oleh Bima yaitu tidak akan pernah bisa berguna bagi ke layar ramai karena yang ia lakukan hanyalah untuk menjadi dirinya sendiri.
__ADS_1
"Ya pastinya kamu tahu kalau dia begitu bahagia karena ada yang datang menawarkan bantuan secara tiba-tiba tanpa dirinya harus mencari jalan keluar lebih dahulu, hanya saja yang mesti Kita waspadai ya itu asistennya itu terlihat begitu jeli orangnya bahkan bisa dibilang sepertinya sangat menjaga agar perusahaan keluarga Nugraha tidak bangkrut ! "Ayla menganggukan kepala karena memang dirinya sangat tahu siapa pemuda itu sebab dulu Ayah dari Axel merupakan asisten pribadi suaminya yang merupakan pria paling setia terhadap majikannya maka dari itu jika anaknya sekarang melakukan apa yang dilakukan oleh Ayahnya itu merupakan sebuah kebiasaan dari keluarga mereka.
"Iya aku sangat mengenal anak itu karena memang dia sikapnya sama seperti Ayahnya, yaitu Selalu setia kepada keluarga Nugraha dan tidak akan bermain-main dengan mereka. "sahut Ayla.